
"Plakk"
Amara menampar pipi Ray tidak keras namun berhasil menghentikan kemesraan mereka berdua.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Amara bangkit dari atas tubuh Ray,p Ray lantas bangun dan duduk.
"Kenapa kamu menamparku sayang??"
"Apa waktu bersama angel kamu juga seperti ini?"
"Kok angel sih, kenapa jadi bawa-bawa Angel sayang? Nggak mungkinlah aku seperti ini juga sama angel angel itu kan bukan siapa-siapa aku sayang."
Amara masih cemberut Ray bangkit dan berlutut di kaki Amara menggenggam kedua tangan Amara.
"Aku benar-benar minta maaf jika perlakuanku pada angel sangat menyakiti hati kamu. Hampir setiap malam aku memang bertemu dengannya tapi hanya untuk menemani dia makan tidak lebih. Aku hanya menghargai perasaannya karena dia bilang dia mencintai aku dari dulu dan aku tidak tega jika harus menyakitinya kembali."
"Dan kamu tega menyakitiku demi dia?" Ray menggelengkan kepalaย
"Tidak. Aku juga tidak mau menyakitimu. Tapi aku sudah terlanjur janji dengannya selama dia di indonesia aku akan menemaninya."
"Dan kamu melupakan janjimu. Janji untuk tidak akan pernah menyakitiku.ย
Apa kamu masih mencintainya?"
"Harus berapa kali aku mengatakan bahwa aku tidak mencintainya."
Amara menarik tangannya dari genggaman Ray kemudian berjalan di samping ranjang mengambil handphone, tangannya dengan lincah bermain dengan handphonenya kemudian kembali menghampiri Ray yang masih berlutut
"Ini apa? Apa kamu bisa jelaskan?" Amara menunjukan sosial media Ray yang banyak sekali foto antara Ray dan angel.
"Kenapa kamu bisa membukanya? apa Ardi yang membantumu?"
"Tidak penting dari mana aku bisa, dan jangan pernah menyalahkan orang lain. Sekarang apa kamu bisa menjelaskan semua itu?" Kemudian Ray berdiri menarik Amara untuk duduk dengannya di atas ranjang kemudian Ray mulai menceritakan semuanya tentang angel dari saat dia SMA hingga kuliah. Tentang perasaannya selama ini dan tentang pengakuan angel semua Ray ceritakan.ย
"Aku sungguh tidak mempunyai perasaan apapun lagi dengan angel aku hanya menghargai perasaannya."
"Lalu ini?" Amara menunjukan foto terakhir, yaitu foto angel yang sedang tidur pulas yang di unggah Ray dengan caption my angel.
"Kamu seolah-olah menunjukan pada dunia bahwa angel itu milikmu."
"Tapi aku tidak pernah mengunggahnya aku juga tidak pernah memfoto angel saat dia tidur. Sayang tidak mungkin aku berduaan di kamar dengan angel. Aku hanya mengantarnya pulang setelah makan malam itu saja."
"Jadi benar dugaan Ajeng ini adalah ulah angel." Batin Amara
"Oke. Terus yang terakhir ini apa?" Amara menunjukan foto Ray dan angel berpelukan di depan apartemen angel.
"Ituโฆ"
"Itu kan foto saat angel akan kembali keluar negeri bagaimana aku akan menjelaskannya Amara pasti akan marah jika aku salah bicara." Batin Ray
"Kamu tidak bisa menjelaskan? Baik biar aku jelaskan. Kamu memeluk angel karena kamu tidak ingin angel kembali ke luar negeri. Kamu tidak mau angel meninggalkanmu. Jika kamu tidak mencintai angel kenapa kamu tidak rela angel meninggalkanmu?" Ray terdiam.
"Tidak bisa jawab kan. Sekarang keluar!!"
"Sayang aku mau tidur disini."
__ADS_1
"Nggak. Kamu pergi saja sana temui angel." Amara mendorong tubuh Ray hingga keluar dari kamar tamu."
"Brakk"
Amara menutup pintu dengan sangat keras.
"Sayang..aku bisa jelasin izinkan aku masuk.."
"Nggak mau..pergi kamu jangan kesini lagi tidur sana kamu dengan angel." Teriak amara dari balik pintu kamar.
Ray memutuskan untuk tidur di depan kamar tamu. Ia mengambil selimut tebal dan bantal kemudian menggulung tubuhnya di depan kamar tamu.
Ajeng yang ingin mengambil minum di dapur hatinya merasa tersentuh melihat tuannya tidur di depan kamar tamu.
"Mudah-mudahan hubungan tuan dan nona segera membaik. Kasihan tuan dan nona gara-gara Mak lampir itu mereka jadi seperti ini. Aku harus melakukan sesuatu."
Ajeng kemudian mengambil handphone nya lalu mengambil gambar Ray yang tidur di depan kamar tamu kemudian mengirimkannya kepada mama ana.
Mama ana memang menyuruh Ajeng untuk memata-matai ray, mama ana takut Ray dan angel akan kembali bertemu apalagi sampai membawa angel ke rumah mama ana akan langsung bertindak.ap
_
_
Pagi hari pukul 05.30 Wib.
Amara terbangun merasakan perutnya seperti di aduk-aduk
"Hoek..Hoek"
Suara Amara muntah-muntah
"Sayang..kamu baik-baik saja?"
"Hoek.. Hoek"
Amara masih muntah-muntah
Ray berlari mencari kunci cadangan, begitu ketemu dengan cepat Ray membuka pintu kemudian berlari menuju kamar mandi lalu memijat tengkuk Amara.
"Aku lemas banget kak.."
Dengan sigap Ray menggendong Amara ala bridal style kemudian merebahkannya di ranjang.
"Mau makan sesuatu?"
"Aku mau makan anggur hijau kayaknya seger deh."
"Makan nasi dulu ya.."
"Nggak mau, aku maunya makan anggur."
"Ya udah aku beliin anggur sekarang ya kamu istirahat dulu jika butuh sesuatu panggil ajeng." Amara mengangguk lemah.
Dengan cepat Ray mengambil kunci mobil serta dompet di kamarnya dan pergi ke supermarket tanpa berganti baju atau mencuci muka terlebih dahulu.
_
__ADS_1
_
Ray pulang dari supermarket dengan menenteng dua kantong plastik berisi buah anggur dan Snack untuk Amara.
"Sayang..sayang..ini anggurnya." Panggil Ray dari ruang makan.
Kemudian Amara keluar sudah rapi dan cantik dengan menenteng tas jinjing di tangannya.
Ray melihat penampilan istrinya dari atas sampai bawah.
"Kamu mau kemana?"
"Kerja. Mana anggurnya?"
"Deg" jawaban Amara sukses membuatnya tidak bersemangat.
"Ini aku sudah mencucinya makan yang banyak, aku juga membelikan kamu Snack." Kemudian Ray pergi dengan ekspresi wajah yang berubah sendu.
Ray menyadari perubahan wajah Ray, Amara tau pasti Ray kecewa Amara pergi bekerja.
Amara memakan anggur itu namun seperti sudah tidak berselera Tiba-tiba saja Amara menjadi malas makan anggur itu dan teringat dengan Ray yang berubah sendu. Amara mencari Ray di kamarnya sekalian mau pamit tapi pemandangan langka terjadi saat Amara masuk di kamar Ray. Ray menangis duduk di lantai bersandar pada ranjang, tangganya memegang bingkai foto pernikahan mereka.
"Kak Ray nangis?? Apa aku sudah keterlaluan." batin Amara.
"Kak.." panggil Amara pelan. Dengan cepat Ray menghapus air matanya kemudian berdiri.
"Ehem.." Ray berusaha menetralkan suaranya.
"Apa anggurnya sudah habis? Kamu mau lagi?" Amara menggeleng.
"Aku mau pamit berangkat kerja."
"Biar aku antar.."
"Tidak usah, aku sudah dijemput."
"Dijemput siapa?"
"Kak Miko."
"Duarrr"
Seperti mendengar suara bom yang meledak, istrinya di jemput oleh lelaki lain.
Dan Ray tidak bisa berbuat apa-apa.
"Aku berangkat kak." Kemudian Amara pergi.
"Apa hubungan kalian sedekat itu?" Tanya Ray saat Amara sampai di ambang pintu.
"Seperti hubungan kak Ray dan angel." Jawab Amara kemudian melanjutkan langkahnya.
"Nyess"
jawaban Amara masuk kedalam hatinya sangat dalam Ray benar-benar tidak menyangka Amara benar melakukan apa yang dia lakukan.
Sesakit inikah yang Amara rasakan saat melihatnya bersama angel.
__ADS_1
Baru seperti ini saja hati Ray sangat sakit bagaimana dengan yang Amara lihat saat dia memeluk angel.
๐๐๐Bersambung๐๐๐