
Ray membisikan sesuatu pada pak Antoni lalu menghampiri Amara
"muka kamu pucat sekali, kamu boleh kembali keruangan kamu!"perintah Ray
"saya baik baik saja pak,,"
"ini perintah langsung dari pak antoni,jangan sampai kamu pingsan disini dan merepotkan semua orang!" Ray berbicara sangat tegas dan serius,membuat Amara semakin sakit dia merasa semakin tidak ada yang perduli padanya
"baik!"
"Risya kamu antar Amara keruanganya!" perintah ray
"baik pak!"jawab Risya
"tidak perlu!aku tidak mau merepotkan orang, aku masih sanggup hanya untuk berjalan keruanganku,permisi!" jawab Amara sinis dan melirik Ray, Ray merasa tertampar dengan ucapan Amara, apakah kata katanya sangat keterlaluan pada Amara sehingga membuatnya tersinggung
Amara menangis diruanganya,,
"hiks hiks hiks..kenapa? kenapa ini semua harus terjadi padaku?kenapa kamu tega banget sama aku Vin, apa salahku?"
Amara terus menangis hingga pintu terbuka"ceklek" Risya masuk lalu memeluk Amara
"Lo kenapa Ra, cerita sama mbak kenapa Lo nangis,mbak tau pasti ada yang Lo sembunyiin dari mbak,,"
" maafin aku mbk tapi aku belum bisa cerita sama mbak, nanti kalo waktunya udah tepat aku pasti cerita sama mbak!"
"ya udah nggak papa, tapi kamu yakin masih bisa kerja hari ini?"
"iya mbak, aku nggak papa kog, aku bisa!"
"kalo butuh apa apa panggil mbak ya, mbak mau lanjutin bikin laporan!" Amara mengangguk.
skip
pukul 12.00 waktunya untuk istirahat bagi semua karyawan
"Ra..mau makan dimana?" tanya Risya
"terserah mbak aja!" jawab Amara sambil merapikan berkas berkasnya
__ADS_1
"kekantin aja ya aku lagi males keluar nih,,"
"iya!"
"tok tok" permisi, mbak Amara disuruh keruangan pak Kevin sekarang!" ucap salah satu og (ovice girl)
"iya, makasih ya mbk!"
"iya, mari mbak permisi,," pamit og tersebut
"jadi gimana, nggak jadi makan siang nih?" tanya Risya
"mbak duluan aja, nanti aku nyusul!"
"ya udah aku tunggu dikantin ya!" Amara mengangguk
"mau apa lagi kamu Vin, apalagi yang kamu rencanain buat aku?" batin Amara, Amara menarik nafas lalu menuju ruangan Kevin, Ray yang akan makan siang melihat Amara menuju ruangan kevin
"Amara mau kemana? inikan jam makan siang, apa dia mau nemuin Kevin?"batin ray lalu mengikuti Amara
"tok tok tok" tidak ada jawaban
"ceklek" "pak..pak kevin!" Amara perlahan lahan masuk keruangan itu dan "ceklek" pintu dikunci oleh Kevin,Amara kaget dan berbalik tiba tiba Kevin memeluknya
"maafin aku Ra,, aku bisa jelasin semuanya,tolong kamu jangan salah paham sama aku, ini semua nggak seperti yang pikirkan!" Amara hanya diam tidak menjawab dan tidak membalas pelukan Kevin
"katakan sesuatu Ra,,aku butuh kamu aku sayang sama kamu Ra, aku sangat mencintai kamu Amara, katakan sesuatu Amara, katakan!"
"lepas pak, tolong jaga sikap bapak!"
"Ra..kenapa kamu panggil aku pak, tolong jangan panggil aku seperti itu Ra, aku sakit dengernya
"lepas pak, atau aku teriak!" Kevin melepaskan pelukanya
"kenapa Ra,,kenapa kamu berubah? kenapa kamu menjauh? teriak kevin dan memegang kedua pundak Amara, Amara sudah tidak tahan lagi dia melepas paksa tangan Kevin yang ada dipundaknya akhirnya tangis Amara pun pecah
"kamu tanya kenapa aku menjauh? kamu tanya kenapa aku berubah? dimana hati kamu Vin, kamu udah mengkhianati aku, kamu tidak mengakui aku sabagai pacar kamu, dan hari ini kamu mengumumkan akan bertunangan dengan Farah,terus aku harus gimana Vin, aku capek aku lelah dengan semua ini, dua tahun kita bersama dua tahun juga kamu membohongiku aku bahkan tidak tau siapa kamu, apa arti dua tahun itu Vin kenapa kamu tega sama aku,apa salah aku? hiks hiks hiks" Amara sampai jatuh terduduk,seperti tidak mempunyai tenaga lagi,Kevin pun menangis dia tidak sanggup melihat Amara menangis dia tidak mau menyakiti Amara tapi dia juga tidak bisa berbuat apa apa.
kevin ikut duduk dan memeluk Amara
__ADS_1
"maafin aku sayang..tolong jangan seperti ini, aku terpaksa melakukan ini, ini semua rencana orang tua aku, aku dijodohin sayang.."
"hiks hiks hiks,,lepas Vin aku benci sama kamu, kamu itu pengecut kamu brengsek Vin lepasin aku!" Amara memberontak dalam dekapan Kevin
"nggak, aku nggak akan nglepasin kamu, aku cinta sama kamu Ra, aku nggak mau nglepasin kamu!" Kevin terus memeluk Amara
"oke..kamu cinta sama aku kan?" Amara mencoba mengalah, Kevin melepas pelukanya dan menyentuh pipi Amara
"aku cinta banget sama kamu Ra, sangat..aku nggak mau kehilangan kamu!"
" kalo begitu tinggalin Farah, dan batalin pertunangan kalian!"Amara sengaja mengatakan itu,dia ingin tau apakah kevin mau meninggalkan Farah untuknya atau tidak, sebenarnya Amara sudah tidak mau kembali dengan Kevin meskipun Kevin sudah tidak bersama Farah, bagi Amara sekali laki laki berbohong dia akan terus menjadi pembohong.
"untuk saat ini aku tidak bisa Ra!"
"kamu nggak mau ninggalin Farah tapi kamu juga tetap ingin sama aku? kamu itu laki laki egois Vin!" Amara berdiri dan mencoba untuk keluar dari ruangan Kevin,tapi terlambat dengan sigap Kevin memeluknya dari belakang
"lepas Vin.."
"nggak, aku nggak akan nglepasin kamu!"
"lepas atau aku akan teriak!"
"silahkan kamu teriak, tidak akan ada orang yang akan mendengarnya,karena ini jam istirahat!" Ray yang mendengar Amara dan Kevin sejak Amara masuk keruangan itu mengepalkan tanganya, diapun tidak bisa menahan diri lagi.
"tok tok tok tok" Ray mengetuk pintu cukup keras
"tok tok tok tok, pak kevin buka pintunya!" teriak Ray akhirnya kabin melepaskan Amara dan membuka pintunya, sebelumnya Kevin merapikan bajunya yang sedikit berantakan begitupun Amara
"ceklek" begitu pintu terbuka Amara langsung pergi tanpa melihat dan mengucapkan apapun pada Ray, tapi Ray melihat Amara yang matanya sedikit bengkak karena terlalu banyak menangis
"ada perlu apa Ray?" tanya Kevin
"sorry Vin tadi Farah telfon gue dia ingin ngajak Lo makan siang tapi hp Lo mati!"
"oke!" jawab kevin singkat, padahal Farah tidak menelfon Ray bahkan Ray dan Farah tidak saling kenal dan kevin tau itu, tapi entah kenapa kevin tidak bisa berfikir jernih dan mempercayai ucapan ray. setelah mengatakan itu Ray langsung pergi dia ingin mencari Amara entah alasan apa lagi yang akan dia katakan pada Amara nanti,Ray menuju ruangan Amara, saat akan menemui Amara Ray melihat satu persatu karyawan mulai memenuhi meja kerjanya masing masing karena memang waktu istirahat telah habis.
"sial..anak anak udah pada balik!" Ray kembali keruanganya, Ray tidak bisa tenang dia terus memikirkan Amara..
*** Hay dears jangan lupa tinggalkan jejak ya🙏🙏***
__ADS_1