Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 113 : Berhasil menemukan pelaku


__ADS_3

Amara sudah di pindahkan di ruang rawat, 


Kini Amara sedang tidur karena pengaruh obat.  mike duduk di samping Amara sambil menggenggam tangannya erat pandangan matanya sendu menatap istrinya yang masih terbaring lemah. Wajah cantiknya terlihat sangat pucat dengan perban yang melingkar di kepalanya Mike mendekat dan mengecup kening Amara lalu pipi kemudian bibir ranum yang kini juga tampak pucat.


Ibu Jumiati mendekat berdiri di samping Mike sambil menatap putrinya sendu.


bayangan tentang masa lalu Amara yang sangat menderita memenuhi otaknya.


"Ibu sangat bersyukur amara bisa melewati masa kritisnya, ibu tidak bisa membayangkan jika sesuatu terjadi dengannya bagaimana nasib ibu dan jesen ibu tidak yakin bisa melanjutkan hidup ibu." ucap ibu Jumiati tiba-tiba menahan tangis.


"Maaf Bu, ini semua karena Mike. Mike tidak becus menjaga anak dan istri Mike, Mike sudah membuat mereka terluka."


"Tidak nak, ini semua bukan salah kamu berhenti menyalahkan diri sendiri ini musibah nak. Nak Mike terimakasih banyak, nak Mike sudah mencintai dan menyayangi anak ibu dengan tulus ibu sangat bersyukur setelah kisah cintanya yang begitu panjang dan penuh lika-liku akhirnya Amara bisa menemukan laki-laki yang tulus mencintainya sepenuh hati." 


"Bu.." kini kedua tangan Mike menggenggam tangan ibu Jumiati


"Ibu tidak perlu berterima kasih atas cinta Mike untuk Amara Mike yang seharusnya berterima kasih ibu sudah melahirkan putri yang sempurna seperti Amara untuk mendampingi hidup Mike. Kehadiran ibu, jesen dan Amara telah membuat hidup Mike semakin berwarna terima kasih banyak Bu.. terimakasih." 


"Sama-sama nak."


"mmmh.." lirih Amara 


"Sayang kamu sudah bangun, mana yang sakit, kepala kamu sakit? Sebentar ya aku panggil dokter." Ucap Mike panjang lebar saking paniknya


"Bee.." panggil Amara sambil menarik pelan tangan Mike


"Iya sayang aku disini, ada apa?"


"Aku nggak apa-apa bee, cuma sedikit pusing nggak perlu panggil dokter."


"Tapi aku khawatir sayang." Amara menatap suaminya yang begitu panik membuat Amara tersentuh


"Peluk.." ucapnya tiba-tiba


"Peluk, nanti sakit nggak kalau aku peluk?" Amara menggeleng pelan


"Sini aku peluk istriku tercinta." Mike pun memeluk Amara sambil mencium keningnya


"Ehem,," ibu Jumiati berdehem sontak mereka melepaskan pelukannya


"Ibu.." ucap Amara sedikit malu


"Ibu, kok pake dehem segala sih kan mereka lagi romantis romantisan kapan lagi coba kita nonton Drakor live." Goda Arum. Arum dan Gerry juga berada di ruangan Amara mereka duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu.


"Maaf ya ibu ganggu."


"Apaan sih Bu, jangan dengerin Arum."


"Hahaha" mereka pun tertawa


"Bee anak kita mana?" ucap Amara meraba perutnya yang telah rata


"Anak kita ada di ruang NICU sayang."


"Apa terjadi sesuatu?"


"Sayang, anak kita lahir saat baru berumur enam bulan sebuah keajaiban yang luar biasa bisa lahir dengan sempurna tanpa kekurangan suatu apapun wajar jika berat badannya dibawah normal." Jelas Mike lembut sambil mengelus kepala amara


"Jadi, anak kita kekurangan berat badan bee?" Amara meneteskan air mata


"Iya sayang tapi kamu jangan khawatir ya semua akan baik-baik saja jangan menangis sayang." Amara mengangguk pelan

__ADS_1


"Aku pengen lihat anak kita bee."


"Tapi kondisi kamu masih lemah sayang, nanti ya aku janji kalau keadaan kamu sudah memungkinkan aku bawa kamu melihat anak kita."


"Iya nduk, nanti saja ya kalau dokter sudah mengizinkan."


"Iya Bu, jesen..jesen mana Bu?" Amara baru teringat pada anak pertamanya itu


"Jesen ada di ruang sebelah sayang dia tidak apa-apa hanya  syok saja."


"Alhamdulillah, lantas sari dan Eny gimana bee?"


"Mereka juga baik-baik saja sayang."


"Alhamdulillah kalau semuanya baik-baik saja."


"Nduk, ibu keruangan jesen dulu ya ibu juga belum lihat jesen ibu terlalu panik dengan keadaan kamu."


"Iya Bu, ibu tolong temani jesen kasihan dia tidak ada Amara ataupun Mike di sampingnya."


"Iya nduk."


"Aku juga Ra, aku temani ibu Jumiati."


"Iya Arum makasih ya."


"Sayang terus aku gimana?" tanya Gerry manja


"Ya kamu ikut akulah."


"Tidak! Ada tugas penting untukku Gerry, dimana Dion?"


"Kamu tetap berada disini ada tugas untukmu dan Dion."


"Siap Mike." Gerry tau tugas apa yang harus ia lakukan tanpa perlu Mike menjelaskannya pasti untuk menyelidiki siapa orang yang sudah mencelakai mike


"Ya udah sayang aku pergi dulu ya." Pamit Arum kepada Gerry


"Iya sayang hati-hati ya."


"Kayak mau nyebrang aja hati-hati." Gumam Mike sinis yang terdengar oleh semuanya


"Apaan sih Mike, sirik aja." Sewot arum


"Udah nggak usah dengerin Mike sayang, dia itu sinting." Tambah gerry


"Apa kamu bilang, minta dipukul kamu!"


"Ngomong nih sama hidung." Sambil menarik ujung hidungnya ke atas seperti babi lalu pergi


"Hahaha.." Amara tertawa begitupun ibu Jumiati namun tidak terlihat


"Sayang, kok kamu tertawa sih lihat kan Gerry jahil banget itu yang kamu bilang Gerry itu lucu." Ucap Mike pura-pura kesal


"Ya maaf bee habis kamu juga jahil sih masak orang romantis-romantisan di ganggu."


"Habis aku gemas sayang mereka bermesraan nggak tau tempat, udah tau kamu lagi sakit malah mesra-mesraan aku kan jadi pengen sayang."


"Uuu..lucu banget sih, sini." Amara menepuk ruang kosong di sampingnya


Lalu Mike mendekat

__ADS_1


"Sini bee naik peluk aku."


"Sayang kalau ada yang lihat gimana?"


"Jadi nggak mau nih, aku marah nih."


"Mau dong sayang, masak nggak." Lalu Mike pun mulai merangkak naik ke atas ranjang dan memeluk Amara erat


"Kayaknya istriku ini lagi pengen dimanja ya.." Amara mengangguk dalam dekapan Mike.


_


_


Tengah malam Mike mendapat kabar dari Dion dan Gerry bahwa mereka telah menemukan pelakunya dan sudah dibawa ke suatu tempat Mike ingin memberi pelajaran kepada pelakunya sebelum diciduk oleh polisi.


Mike pun segera bersiap untuk pergi ke lokasi. Perlahan mike turun dari ranjang Mike tidak ingin Amara terbangun dan mengetahui semuanya.


Setelah berhasil turun Mike menatap Amara kembali


"Maaf yang sayang aku harus pergi, aku harus membereskan mereka yang sudah mencelakai kita, aku janji sebelum kamu bangun aku pasti sudah kembali." Ucapnya lalu mencium kening Amara kemudian pergi. Amara Membuka mata ketika Mike sampai di penghujung pintu.


"Hati-hati bee, cepat kembali." Ucap Amara dalam hati. Amara terbangun ketika Mike menerima telepon, tetapi Amara berpura-pura tidur.


Setelah kepergian Mike Amara kini tidak bisa tidur, tentu saja hatinya gelisah memikirkan Mike yang keluar sendirian meski ada Dion dan Gerry yang menunggu tetap saja Mike sendirian di jalan apalagi ini sudah tengah malam.


"Ya Allah lindungi suamiku." Amara lalu berdoa agar hatinya lebih tenang.


_


_


Mike sampai di lokasi, sebuah bangunan kosong yang jauh dari keramaian.


Mike keluar dari mobil dan bergegas masuk ke dalam tak lupa ia membawa sesuatu yang ia selipkan di celananya.


Brakkk


Mike membuka pintu bangunan itu kasar


Dion berdiri menghampiri Mike


"Kamu sudah datang?" Ucap Dion


"Dimana mereka?" Tanya Mike tanpa ba bi Bu


"Mereka di dalam bersama Gerry, kamu pasti terkejut saat melihat siapa pelakunya." Sontak Mike menatap Dion dengan wajah bertanya-tanya


Lalu Dion mendekat dan berbisik pada Mike.


"Brengsek, berani sekali perempuan itu." Wajah Mike seketika berubah menyeramkan nafasnya memburu menahan amarah.


"Berani kamu bermain-main denganku."


Lalu Mike dan Dion masuk.


🌺🌺🌺Bersambung🌺🌺🌺


Teman-temanku tercinta yang selalu setia membaca karya recehku ini, saya Septialina meminta maaf kepada teman-teman semua karena lama tidak update. mohon teman-teman Sudi untuk memberikan maaf. saya harap teman-teman tidak rungkad dariku🤭🤭


i lope u all, dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan marhaban ya ramadhan 🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2