Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 128 : Bekerja apapun yang penting halal


__ADS_3

Eps sebelumnya


"Ibu tenang aja, Amara memang semakin kurus Bu tapi Amara baik-baik saja Amara sehat Bu, jadi ibu tidak usah khawatir ya."


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Pagi tiba Amara bersiap-siap untuk mulai bekerja di perusahaan xxx ini adalah hari pertama ia bekerja Amara tidak mau terlambat.


Setelah selesai bersiap Amara mengelus dan mencium puncak kepala putranya yang masih terlelap.


"Sudah mau berangkat nduk?"


"Iya bu.."


Sarapan dulu nduk.." 


"Nggak usah ya Bu..Amara takut terlambat, ini kan hari pertama Amara bekerja Amara tidak mau membuat kesalahan sedikitpun, Amara berangkat ya buk, assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.. hati-hati ya nduk, semoga pekerjaan kamu lancar."


"Amin..makasih ya Bu, untuk doanya." Kemudian Amara benar-benar pergi dengan berat hati ibu Jumiati merelakan putrinya pergi untuk mencari Rizki tanpa mengisi perut terlebih dahulu.


Setelah empat puluh lima menit perjalanan akhirnya Amara sampai di depan perusahaan xxx.


Dengan wajah bahagia Amara masuk ke dalam perusahaan tersebut.


"Pagi pak.." sapa Amara kepada security


"Eh..mbak yang kemarin ya, pagi juga mbak."


"Iya pak, saya duluan ya."


"Iya mbak silahkan, semangat kerjanya."


"Aduh..udah cantik ramah lagi." Gumam security itu setelah Amara pergi.


Amara menemui bagian HRD untuk bertanya dimana ruangannya.


"Permisi pak..maaf saya mau tanya ruangan saya dimana ya?"


" Kamu Amara Andini kan yang kemarin melamar?"


"Iya pak itu saya."


"Maaf Amara sepertinya terjadi kesalahan saya tidak jadi menerima kamu untuk bergabung di perusahaan kami."


"Loh kenapa pak, kemarin bapak bilang saya diterima."


"Iya saya minta maaf ternyata anda belum memenuhi syarat, maaf Amara."


"Tapi pak, anda tidak bisa seperti ini anda sudah menerima saya kemarin tolong pak izinkan saya untuk mulai bekerja pak."

__ADS_1


"Silahkan ada keluar jangan membuat keributan disini."


"Jangan pak..jangan suruh saya pergi dari sini saya mau bekerja apa saja asal jangan suruh saya keluar, saya butuh pekerjaan pak."


Keributan itu menyita perhatian karyawan lain yang membuat mereka bergerombol dan saling berbisik.


Kemudian orang itu menghubungi security 


"Iya pak ada apa?" Tanya security itu


"Kamu bawa perempuan ini keluar, dia sudah membuat keributan di sini!"


"Siap pak."


"Ayo mbak silahkan keluar atau saya seret." Amara menatap orang-orang yang tengah memperhatikannya kemudian ia keluar. Dengan langkah gontai Amara meninggalkan perusahaan yang sudah menjadi harapan besar untuknya.


Security itu berjalan di belakang Amara


"Minum dulu mbak saya ada minum di pos." Ucap sekuriti itu tiba-tiba 


"Tidak usah pak terimakasih." Jawab Amara tanpa menoleh, kemudian Amara mempercepat langkahnya.


Amara berjalan di trotoar tidak tau harus kemana, tidak mungkin ia pulang lagi ibunya pasti akan bersedih jika tau Amara tidak jadi bekerja.


"Ya Allah..aku harus kemana." Gumam Amara, Amara terus berjalan hingga perutnya merasa lapar juga haus.


"Aku lapar sekali tapi aku tidak punya uang." Amara merogoh sakunya ada uang lima puluh ribu.


"Alhamdulillah masih ada lima ribu, lebih baik aku beli minum saja."


Kemudian Amara membeli satu botol air mineral ukuran sedang, saat Amara menoleh tidak sengaja melihat sebuah warung makan sederhana yang cukup ramai kemudian Amara menuju warung makan tersebut dengan harapan ada pekerjaan disana.


"Permisi Bu.."


"Iya neng mau makan apa?"


"Em..bukan bu maaf, saya mau tanya disini ada lowongan nggak Bu?"


Ibu itu memperhatikan penampilan Amara dari atas sampai bawah, wajah cantik, kulit putih dan penampilan yang rapi rasanya ibu itu tidak percaya bahwa Amara sedang melamar pekerjaan di tempat makannya yang bisa di bilang kecil.


"Neng yakin..mau bekerja disini?"


"Iya Bu saya yakin."


"Tapi saya tidak bisa memberikan gaji yang besar neng."


"Tidak apa Bu..saya butuh pekerjaan."


"Nama kamu siapa?"


"Amara Bu.."

__ADS_1


"Baiklah Amara saya ibu Inah, kamu bisa bantu saya melayani pembeli kebetulan saya sendirian jadi sedikit kewalahan."


"Iya Bu..terimakasih banyak, saya kerja sekarang saja ya Bu."


"Iya silahkan, tasnya taruh di situ saja." Menunjuk sebuah lemari kecil.


Amara mulai mengerjakan tugasnya dengan cekatan Amara melayani pembeli juga mencuci piring, wajah cantiknya mampu membuat pembeli merasa senang.


"Mbak cantik-cantik kok mau jadi pelayan nggak malu mbak." Ucap salah satu pelanggan laki-laki


"Pelayan kan juga pekerjaan yang halal mas kenapa harus malu."


"Tuh dengar nggak boleh malu yang penting halal." Sahut temannya, laki-laki itu dibuat bungkam dan merasa malu dengan jawaban amara.


"Bukan begitu mbak maksud saya mbak itu kan cantik cocoknya kerja di perusahaan atau di showroom pokoknya yang bagus-bagus begitu."


"Saya maunya juga begitu mas, permisi ya saya tinggal dulu."


_


_


Di tempat lain


Seorang laki-laki tampan yang menjabat sebagai CEO di perusahaan terbesar se Asia tenggara sedang meradang di ruang rapat yang sedang ia pimpin.


Laki-laki itu bernama Mike, Mike adalah pengusaha sukses di usianya yang masih muda sebelumnya mike tinggal di Paris bersama asisten pribadi sekaligus sahabatnya bernama dion untuk mengembangkan perusahaan yang ada di sana, sedangkan yang ada di sini kakeknya yang mengurus namun karena kakeknya sering sakit-sakitan Mike memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan memimpin perusahaan sang kakek.


Mike meradang kala melihat perkembangan perusahaan kakeknya, mike kecewa dengan kinerja karyawan yang tidak disiplin dan tidak bertanggung jawab.


Dengan suara yang menggelegar mike memerintahkan karyawannya untuk menyelesaikan pekerjaan yang ia minta dalam waktu tiga jam jika tidak selesai Mike akan pecat karyawan tersebut.


"Benar-benar tidak bisa diterima, aku yakin jika aku tidak pulang ke Indonesia perusahaan kakek bisa bangkrut." Ucap Mike dengan asisten nya


"Benar pak, keputusan anda untuk pulang sangatlah tepat."


"Dion..pastikan semua berjalan sesuai keinginanku jika ada yang menentang pecat saja aku mau keluar sebentar, kepalaku terasa pusing."


"Baik pak." Mike pun segera pergi.


"Bisa-bisanya kakek membiarkan perusahaan menjadi seperti ini, kenapa tidak memintaku untuk mengurusnya dari dulu, apa kakek lupa jika mempunyai cucu yang tampan, mapan dan cerdas sepertiku, hah..tidak bisa dipercaya kakek bisa melupakan laki-laki berkharisma sepertiku." Gerutu Mike di dalam mobil, Mike terus menjalankan mobilnya tanpa ada yang dituju tidak terasa tiga puluh menit sudah mike melajukan mobilnya tanpa tujuan tiba-tiba..


"Ada apa dengan mobil ini?" Mike merasakan mobilnya sedikit oleng kemudian Mike menghentikan mobilnya dan memeriksanya.


"Shit…bocor, aku harus bagaimana kenapa harus bocor di tengah jalan sih benar-benar sial. Kemudian Mike menghubungi Dion untuk mengirimkan montir untuknya.


"Panas sekali aku jadi haus." Mata Mike berputar mencari penjual makanan atau minuman.


"Nah itu ada tempat makan aku kesana saja deh." Kemudian Mike menuju tempat makan tersebut, Mike harus berjalan kaki karena tempatnya agak jauh dari mobilnya.


🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2