Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 152 : Rencana mike mengerjai amara


__ADS_3

Pagi harinya Amara bekerja seperti biasa berangkat sangat pagi. kali ini Amara bukan takut ketahuan Mike lagi karena memang Mike sudah tau, tapi untuk  menghindari mike. Amara belum punya jawaban untuk pertanyaan Mike.


Mike pun sama, bangun lebih pagi dari biasanya niatnya ingin berangkat bersama Amara namun sayang Amara sudah berangkat lebih dulu. Mike yang memang orang yang cerdas menyadari bahwa Amara memang sengaja menghindarinya Mike pun menyusun rencana baru.


Di kantor


Mike meminta Dion untuk memanggil Lusi ke ruangan nya, tak lama Lusi pun datang.


"Permisi pak Mike, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Lusi setelah mengetuk pintu


"Suruh Amara membuatkan saya kopi dan mengantarkannya ke ruanganku."


"Siap pak."


"Ingat harus Amara saya tidak mau yang lain, jika rasa kopinya berbeda kamu yang harus tanggung jawab."


"Siap pak, permisi." Lusi pun pamit


"Ini ada apa sih sebenarnya kenapa pak Mike suka sekali dengan kopi buatan Amara, memang kopi buatan Amara seenak itu apa." Gumam Lusi.


Lusi langsung menyuruh Amara membuatkan kopi begitu sampai di pantry


"Amara buatkan kopi untuk pak Mike."


"Siap mbak." Tak lama kopi pun jadi


"Ini mbak kopinya."


"Kenapa kamu kasih saya, yang minta kan pak Mike."


"Tolonglah mbak kali ini saja perut saya sakit."


"Nggak bisa! Pak Mike sudah berpesan kalau kamu yang harus mengantar kopinya. Cepat sana antar, antar kopi doang apa susahnya sih." 


Dengan terpaksa Amara pun mengantar kopi itu.


"Tok tok tok"


"Masuk!"


"Permisi pak ini kopinya."Amara melirik Mike yang hanya diam saja.


"Kenapa dia tumben sekali." Batin Amara


"Permisi pak." Pamit Amara


"Hem.." Mike hanya berdehem


Setelah kepergian Amara Mike meminum kopi buatan Amara yang memang rasanya sangat enak dan Mike menyukai itul.


"Kopi buatanmu memang sangat nikmat Amara tapi sorry kali ini aku tidak menyukainya." Gumam Mike, mike pun menuangkan sesuatu pada kopi itu.


Selang beberapa menit setelah Amara pergi Mike kembali meminta Lusi untuk menyuruh Amara kembali ke ruangannya.


"Amara kamu dipanggil pak Mike lagi, awas ya kamu kalau bikin ulah. Cepat kamu temui pak Mike sepertinya dia sedang marah jadi jangan membuatnya tambah marah lagi.


"Iya mbak."


"Mike marah?? Kenapa dia marah, kalau dia memang sedang marah kenapa memanggilku atau jangan-jangan marah denganku tapi apa salahku." Batin Amara bertanya-tanya


"Permisi pak, bapak panggil saya." Tanya Amara sopan begitu sampai di ruangan mike


Mike pun berdiri dari duduknya kemudian mendekati Amara.


"Apa kamu sengaja ingin meracuniku?"


Sontak Amara mengangkat wajahnya yang tadi menunduk.


"Tidak pak, mana mungkin saya berani meracuni bapak, bahkan saya tidak tau apa yang bapak maksud kenapa tiba-tiba bapak menuduh saya."


"Menuduh? Saya bukan orang yang suka menuduh tanpa adanya bukti, coba kamu minum kopi buatanmu."


"Apa?? Itu kan kopi bapak kenapa saya yang minum."


"Kenapa kamu tidak mau, apa kamu sudah memasukan sesuatu di dalam kopi itu?"


"Bapak jangan ngomong sembarangan ya, baik kalau itu yang bapak mau saya akan minum kopi itu sekarang juga biar bapak tau kopi itu tidak ada racunnya."


"Menjengkelkan sekali dasar menyebalkan." Gerutu amara dalam hati


Amara pun meminum kopi itu dan….


"Brutt"


Amara menyemburkan kopi itu ke lantai. Mike menatap Amara tajam.


"Hehe ma..maaf pak." Ucap Amara terbata


"Kenapa, kenapa kamu buang kopinya?"


"Asin pak."


"Kamu sengaja kan menaruh garam di kopi saya."


"Tidak kok pak saya benar-benar tidak sengaja, bi..biar saya ganti." Dengan cepat Amara mengambil kembali kopi tersebut dan akan menggantinya.

__ADS_1


"Buatkan saya teh saja."


"Baik pak."


Mike tersenyum puas karena berhasil mengerjai Amara.


"Kok bisa garam sih, padahal tadi aku ingat banget yang aku masukin itu gula bukan garam, sial kenapa jadi begini " gumam Amara sambil membuat teh.


"Kenapa Amara?" Tanya Lusi yang baru datang


"Nggak apa-apa kok mbak."


"Itu kopi untuk siapa?"


"Pak Mike mbak, dia minta teh."


"Benarkah baru saja kamu buatkan dia kopi sekarang minta teh."


"Iya mbak katanya minuman buatan saya enak."


"Lebay!!" Lalu Lusi pergi


"Huft.. Slamet..Slamet."sambil memegang dadanya 


Amara kembali ke ruangan Mike dengan membawa secangkir teh ditangannya.


"Ini pak tehnya silahkan dinikmati." Ucap Amara


"Hem, cepat bersihkan lantainya, menjijikan sekali." Tunjuk Mike pada lantai yang barusan Amara sembur dengan kopi


"Iya pak siap."


Kemudian Amara pergi untuk mengambil peralatan untuk mengepel lantai.


Mike kembali melancarkan aksinya Mike kembali memasukan sesuatu ke dalam teh tersebut.


Saat Amara kembali Mike pura-pura sibuk, melihat Amara sedang mengepel, Mike kemudian minum teh tersebut.


"Brutt"


Mike menyemburkan teh itu ke lantai, sontak Amara terkejut dengan apa yang dilakukan mike.


"Kamu mau membuat saya diabetes?"


"Kenapa lagi pak?"


"Cepat kamu minum teh itu."


"I..iya pak."


"Oekk.." Amara hampir memuntahkan teh tersebut


"Gila kenapa manis banget." batin amara


"Kenapa, apa tidak enak?"


"Ma..manis banget pak. Biar saya ganti lagi ya pak."


"Tidak perlu! Cepat kamu bersihkan lantainya dan keluar dari ruangan saya."


Wajah Mike berubah menyeramkan.


"Iya pak."


_


_


Amara keluar dari ruangan Mike dengan wajah yang sendu.


"Amara kamu kenapa?" Tanya Dion yang kebetulan akan keruangan mike


"Tidak apa-apa pak, saya permisi."


"Amara kenapa.." gumam dion menatap kepergian Amara


Dion memasuki ruangan Mike.


"Mike di depan aku bertemu dengan Amara." Ucap Dion langsung, sontak Mike mengangkat wajahnya penasaran dengan apa yang akan Dion katakan namun sebisa mungkin Mike bersikap untuk tenang.


"Tapi wajahnya terlihat sendu, apa terjadi sesuatu?"


"Kenapa kamu tidak bertanya langsung dengannya."


"Sudah! Tapi dia tidak menjawab."


"Apa kamu tau sesuatu."


"Apa kamu kisini hanya ingin menanyakan tentang dia."


"Tidak, ini ada berkas yang harus kamu tanda tangani."


"Baiklah kamu boleh pergi."


"Oke!!" Dion pun lantas pergi

__ADS_1


Mike tersenyum mendengar cerita dari Dion.


"Ini baru permulaan Amara, kamu akan merasakan yang lebih dari ini." Gumam mike


_


_


Siang hari


Saat jam makan siang Mike kembali mengerjai Amara, Mike menyuruh Amara untuk membeli Sushi untuknya makan siang.


Amara bingung harus naik apa sementara restoran Sushi sangat jauh dari kantor, Amara juga tidak punya uang jika harus naik taxi.


Amara berdiri di pinggir jalan sambil celingukan.


"Tin tin "


bunyi klakson mobil yang tiba-tiba berhenti di depan Amara. Tak lama pengemudi mobil itu menurunkan kaca mobilnya.


"Amara…kamu Amara kan?"


"Dio??"


"Hay Ra..apa kabar?"


"Baik Dio kamu sendiri?"


"Aku juga baik, kamu mau kemana?"


"Aku mau ke restoran sushi tapi aku bingung harus naik apa.."


"Yaudah naik aku anterin kamu."


"Beneran??"


"Iya ayo cepat naik."


_


_


"Aku nggak nyangka banget Ra bisa bertemu kamu lagi."


"Iya aku juga."


"Kamu tambah cantik aja Ra."


"Tetep ya…gombal aja terus."


"Hehe aku serius Ra, kamu makin cantik cuman sedikit kurusan sih, btw kamu jadi og sekarang?"


"Iya aku kerja sebagai office girl."


"Bukannya kamu nikah sama pak Ray ya masak kamu jadi og pak Ray kan kaya."


"Kita udah pisah tiga tahun yang lalu Yo."


"Sorry ya Ra aku nggak tau, aku nggak bermaksud buat.."


"Nggak apa-apa kok aku biasa aja. Eh iya kamu mau kemana kok bisa kebutan ketemu gini ya."


"Aku habis ketemu klien sih, aku sekarang jadi asisten pribadi Kevin."


"Oh ya..selamat ya bukannya Kevin di luar negeri?"


"Udah pulang lagi dia." Amara manggut-manggut


"Sudah sampai, makasih banyak ya Dio kalau nggak ada kamu aku nggak tau harus gimana."


"Sama-sama..aku juga seneng banget lagi bisa nganterin kamu, eh iya minta kontaknya dong boleh nggak?"


"Sorry ya Yo bukannya nggak boleh tapi aku nggak punya handphone."


"Serius!! Masak hari gini nggak punya handphone sih yang bener aja Ra?"


"Serius, jadi handphone aku hilang terus belum bisa beli lagi."


"Ya ampun Ra gini banget sih hidup kamu, aku beliin ya."


"Dio..jangan buat aku benci sama kamu ya.$


"Hehe..iya..ya maaf. Yaudah aku balik dulu ya, kapan-kapan kalau aku pengen ketemu kamu aku boleh kan datang ke kantor kamu?"


"Boleh tapi jangan bikin keributan."


"Ya kali aku bikin keributan di kantor orang."


"Ya kali aja."


"Ya udah bye Amara.."


"Bye Dio.."


🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2