
Pagi pagi sekali Amara telah selesai mandi dan berdandan. Ia hanya mengenakan jubah mandi yang menutupi tubuhnya.
"Aduh.. aku harus pakai baju apa?"
Amara pun menghubungi Ray yang tidur di ruang tamu.
"Halo kak..cepetan kesini aku nggak ada baju nih."
"Emang baju kamu kemana?" Tanya Ray asal karena nyawanya belum terkumpul semuanya.
"Ya kotor lah kak masak aku pakek baju itu lagi sih."
"Emang baju kamu cuma satu? Nanti kalau kamu udah jadi istri kakak aku beliin kamu sama tokonya sekalian."
"Iya terserah kakak! Cepetan kesini." Amara jengkel
"Ya udah iya. Aku mandi dulu."
"Kak Ray!" Bentak Amara di seberang telepon membuat Ray terlonjak kaget.
"Aku kan ada di rumah kakak ngapain pake mandi segala?" Ray baru teringat jika Amara menginap di rumahnya bahkan ada di kamarnya.
"Iya sayang kakak lupa. Kakak kesana."
Dilihatnya Jang tangan yang melingkar di pergelangan tangannya baru pukul 05.00 pagi.
"Apa yang dia lakukan pagi pagi begini sudah bangun." Ray berlari menaiki tangga.
"Ceklek. Sayang!" Begitu Ray memasuki kamarnya aroma harum dan segar menusuk indera penciuman Ray. Terlihat Amara yang sedang duduk bersandar di headboard ranjang dengan wajah cemberut. Ray mendekat mengelus satu pipi Amara.
"Kenapa pagi pagi udah cemberut aja?"
"Aku pake baju apa kak?" Ray berdiri dan akan melangkahkan kakinya
"Aku nggak mau pake baju kakak. Aku mau kerja kak ini hari pertama aku. Kakak lupa?"
"Iya. Maaf ya kakak lupa. Lagian ini kan masih pagi sayang."
"Tempat kerja aku sekarang cukup jauh kak. Jadi aku harus berangkat lebih awal."
Kemudian Ray menghubungi seseorang.
"Kak Ray telpon siapa?"
"Sudah kamu tunggu aja, nggak usah khawatir. Aku mandi dulu nanti aku antar sampai tempat kerja kamu." Ray mengacak pelan rambut Amara.
Setelah seperempat menit Ray keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk kecil yang melilit di pinggangnya.
"Lihat kak bagus kan bajunya pas lagi. Makasih ya kak."
"Kamu suka?" Tanya Ray yang telah mendekap tubuh Amara dari belakang menaruh kepalanya di ceruk leher Amara.
"Kak..nanti baju aku basah jangan begini." Sebenarnya bukan itu yang Amara rasakan. Namun Amara terlalu malu untuk mengakuinya.
"Baiklah!" Jawab Ray sambil mencium tengkuk leher Amara singkat. membuat Amara s dikit merinding.
"Aku tunggu di bawah ya kak."
_
_
__ADS_1
Kini Amara dan Ray menuju tempat kerja Amara yang baru. Setelah berpamitan dengan mama ana dan juga pak Dirga.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam akhirnya Amara sampai di resto.
"Graha Resto." Ucap Ray membaca papan nama yang ada di depan resto.
"Lumayan juga!"
"Lumayan apanya ini tuh besar banget kak. Ya udah aku kerja dulu. Kak Ray juga hati hati dijalan dan juga nanti kerjanya." Kemudian Amara mengulurkan tangan untuk Salim kepada Ray. Ray yang mengerti maksud amara langsung memberikan tangannya. Ray mengacak pelan rambut Amara.
"Nanti pulangnya aku jemput!"
"Nggak usah kak aku naik taxi aja."
"Tidak ada penolakan, kamu calon istriku!"
"Iya iya!" Amara hanya bisa pasrah.
_
_
Ray dan Amara telah disibukkan dengan pekerjaan masing masing. Amara yang sibuk melayani pelanggan sedangkan Ray yang sibuk membantu ayahnya di kantor.
Kemudian handphone Ray berdering satu panggilan masuk dari Kevin.
"Kevin mau apa dia menghubungiku tumben sekali."
"Halo Vin!"
"Halo Ray apa kabar?" tanya Kevin basa basi.
"Baik"
"Tentu saja tidak."
"Oh ya Ray gue sudah mendengar semuanya. gue minta maaf karena papa Lo harus keluar dari perusahaan. Dan untuk Amara Lo tenang aja gue udah ikhlas kok. Sebentar lagi gue akan menikah dan menjadi seorang ayah gue ingin menjadi suami sekaligus ayah yang bertanggung jawab. Jadi Lo boleh datang bersama Amara gue sama sekali tidak keberatan. sekalian gue juga mau minta maaf langsung sama amara." Sebagai orang yang pernah dekat dengan Kevin Ray merasa terharu mendengar penuturan Kevin.
"Gue bangga sama Lo akhirnya Lo bisa dewasa juga. Gue pasti datang bersama dengan Amara.
"Oke gue tunggu!. Panggilan pun berakhir dengan perasaan sama sama senang. Kevin senang karena rencananya berjalan lancar. Sementara Ray senang karena menurutnya Kevin sudah berubah menjadi lebih baik.
Saat jam makan siang Kevin buru buru menelpon Amara dan menceritakan semua yang dibicarakan bersama Kevin. Sama halnya dengan Ray. Amara pun kaget tetapi juga merasa senang jika Kevin bisa menerima pernikahannya dan tidak akan mengganggunya lagi.
_
Pukul 03.00 Ray sampai di depan resto graha. Dan akan menjemput Amara pulang. Karena acara akan berlangsung malam hari pukul 19.00. aneh memang tapi itulah yang Kevin mau.
Ray memasuki resto kemudian mencari keberadaan Amara. Terlihat Amara yang sedang kerepotan melayani banyak pengunjung. Ray mendekati Amara yang kini sedang mengelap meja. Tiba tiba saja Ray mengusap keringat yang ada di kening Amara menggunakan sapu tangannya. Tanpa memperdulikan banyaknya pengunjung yang melihat aksi sweet ray. Amara menoleh merasakan benda lembut menyentuh keningnya.
"Kak Ray! Kok kakak ada disini?" Ray diam masih sibuk mengusap kening Amara lembut.
"Sini kak aku aja!" Amara mencoba mengambil saputangan tersebut tetapi Ray justru menggenggam tangan Amara kemudian menciumnya.
"Aa..so sweet."
"Oh..hati gue meleleh gaess."
"Kapan ya gue kaya gitu."
"Udah ganteng keren perhatian lagi. Andai saja itu cowok gue." Begitulah suara ricuh para pengunjung melihat aksi sweet ray.
__ADS_1
"Kak Ray ah malu kan dilihatin banyak orang." Ray hanya mengangkat kedua bahunya. Amara mengangkat sudut bibirnya kesal.
"Kak Ray ada apa kesini?"
"Ngapain lagi kalau bukan jemput kamu."
"Tapi aku masih kerja kak."
"Mana bos kamu?"
"Ada di ruangannya.
"Antar aku kesana."
"Mau ngapain?"
"Aku atau kamu yang minta izin?"
"Tapi kak…"
"Ya sudah aku saja." Ray akan beranjak namun Amara mencekal nya.
"Jangan! Biar aku saja."
"Tapi kalau nggak dapat izin kamu jangan marah sama pak Miko!" tambahnya lagi
"Terserah! dapat atau tidak aku akan tetap membawa kamu pergi."
"Dasar licik." Amara pergi dengan perasaan kesal namun Ray hanya tersenyum.
"tok tok tok "
"Masuk!"
"Permisi pak Miko."
"Duduk!"
"Ada apa Amara?" tanya Miko saat Amara telah berada di depannya.
"Maaf pak, saya mau minta izin pulang cepat."
"Kenapa apa kamu sakit atau pekerjaan kamu terlalu berat?" tanya Miko khawatir.
"Bukan begitu pak. saya baik baik saja. saya harus menghadiri acara pernikahan mantan bos saya pak."
"Oh! saya kira kamu sakit."
"Ya sudah saya izinkan. tapi besok kamu harus tetap masuk ya."
"Beneran pak boleh?"
"Iya boleh!"
"Makasih ya pak! makasih banyak. kalau begitu saya permisi."
_
Beberapa menit kemudian terlihat Amara dan seorang pria yang Miko temui kemarin keluar dari resto bersama Amara . intip Ray dari balik jendela kaca diruangannya.
"Dia lagi!" gumam miko
__ADS_1
**Jangan lupa kasih dukungan ya gaess like komen dan vote!**
***happy reading🥰🥰***