Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 77 : Mulai curiga ( Kevin)


__ADS_3

"Cukup Kevin! Cukup. kamu itu sudah mempunyai istri yang jauh lebih segalanya dari Amara apalagi yang kamu lihat dari perempuan itu. Ingat Vin sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah papa tidak mau kamu terus memikirkan Amara lagi. Dan ingat Amara juga sudah menikah  tidak ada lagi yang bisa kamu harapkan darinya fokus saja pada Farah istri kamu."


Setelah mengatakan itu pak Antoni pun pergi.


"Aaa..brengsek." teriak Kevin frustasi.


Kevin tidak bisa lagi fokus bekerja, Kevin memutuskan untuk meninggalkan kantor. 


Kevin menghubungi leni sekretaris pribadinya yang baru pengganti Ray.


"Permisi pak Kevin, bapak panggil saya?"


"Leni saya mau pulang kamu handle pekerjaan saya jika ada sesuatu hubungi saya."


"Baik pak. Mari saya antar."


"Tidak perlu. Lebih baik kamu urus papa saya sebelum dia marah besar."


"Siap pak." Kevin pun meninggalkan kantor dan Leni menuju ruangan pak Antoni.


_


_


Amara dan Ray bersantai sambil menonton drakor kesukaan Amara. Amara bersandar di dada ray sedangkan Ray memeluknya dari belakang.


"Kenapa kamu suka sekali nonton drakor, lihat gayanya, laki-laki seperti perempuan. Suka bermake-up dan bergaya layaknya seorang perempuan."


"Enak saja seperti perempuan, mereka iku ganteng berkarisma dan sangat romantis."


"Apanya yang berkarisma laki-laki pakai liptint mana ada laki-laki Macho begitu." Ray tidak terima Amara memuji laki-laki lain.


"Biarin yang pentingkan mereka ganteng-ganteng romantis dan setia. Mereka itu sangat menghargai pasangannya."


"Jadi kamu suka laki-laki yang romantis?"


"Iya dong, bukan hanya romantis tapi juga perhatian, pengertian dan yang paling penting adalah setia."


"Kamu tahu.. kamu menikah dengan orang yang tepat, semua yang kamu katakan ada padaku Rayen Dirgantara pria tampan, mapan, pengertian dan sangat setia."


"Amiiiin."


"Dasar.."Ray mengacak rambut Amara pelan


"Jadi semuanya sudah pulang sayang?"


"H.m."


"Kok nggak nungguin kita."


"Ngapain nungguin kita, kita kan nggak pulang."

__ADS_1


"Maksudnya?" 


"Maksudnya aku nggak mau diganggu."


"Diganggu apa?"


"Diganggu ini.." kemudian Ray menyerang Amara mencium bibir Amara penuh nafsu hingga membuat Amara kewalahan. Dengan cepat Ray melepas baju Amara dan bajunya. kini mereka toples tanpa sehelai benang pun yang menempel. Ray benar-benar dipenuhi g****h. melihat bukit tinggi Amara Ray menggila tak karuan. Ray m******p dan memberi gigitan kecil di sana Amara menekan kepala Ray kala Ray m*****u bukitnya seperti bayi yang kehausan. rasa nikmat dan hangatnya bibir Ray menjadi satu. Tangan Ray tak tinggal diam memanjakan inti Amara dengan satu tangannya sedangkan tangan satunya m*****s bukit satunya Amara benar-benar dibuat melayang oleh c*****n Ray hingga membuat Amara tidak tahan lagi dan meminta Ray untuk melakukannya. dan terjadilah pergulatan penuh gairah di pagi hari. lagi- lagi dan lagi mereka mengulang beberapa kali hingga mencapai pelepasan entah berapa kali.


Mereka melakukan pergulatan hingga satu jam lebih. hingga Amara terkulai lemas barulah Ray menyudahi permainannya. Ray memeluk Amara dari belakang sambil menciumi punggung mulus itu. Tangannya masih nyaman berada di perbukitan amara bagian yang sangat Ray sukai.


Amara tertidur masih dengan tubuhnya yang polos. Lagi-lagi Ray membersihkan inti Amara dengan air hangat kemudian ikut tertidur sambil mendekap tubuh amara. Kulit polos mereka saling bersentuhan sensasi hangat dan empuk bagi Ray membuatnya merasa nyaman. Ray mencium kening Amara kemudian ikut masuk dalam dunia mimpi.


_


_


Di kediaman Antoni Maurer


"Sayang..kamu sudah pulang?" Tanya farah


"Ya." Jawab Kevin singkat, netranya melirik perut Farah yang jika Kevin perhatikan ukurannya berubah-ubah setiap hari.


"Kamu kenapa sayang kamu kangen sama anak kita?"


"Sudah berapa bulan kandungan kamu Farah?"


"Memangnya kenapa sayang tumben kamu bertanya seperti itu?"


"Ehem..tu..tujuh bulan sayang."


"Berarti sudah waktunya syukuran untuk tujuh bulanan. Kapan jadwal pemeriksaanya?"


"Su..sudah kemarin. Ya kemarin aku baru saja melakukan pemeriksaan kandungan."


"Benarkah mana hasilnya aku mau lihat."


"Sayang..anak kita baik-baik saja. Dia sangat sehat jadi kamu tidak perlu khawatir."


"Aku bilang mana hasil pemeriksaannya aku mau lihat." Ucap Kevin sekali lagi dengan tatapan tajam. Farah menjadi gugup dan takut.


"Ma..maaf sayang kemarin hasil pemeriksaannya tertinggal. Kemarin dokter menghubungiku jika hasilnya tertinggal di sana. Jika kamu mau lihat besok aku bisa mengambilnya."


"Tidak perlu menunggu besok. Aku mau sekarang kita kesana kita periksa kembali kandungan kamu aku juga mau tau dia laki-laki atau perempuan."


"Tidak bisa!" Jawab Farah cepat


"Tidak bisa..kenapa tidak bisa dan kenapa wajahmu terlihat pucat?"


"I..itu karena aku belum sarapan. Jadwal pemeriksaannya kembali masih Minggu depan jadi tidak bisa sekarang."


"Oh ya..kalau begitu kita periksa di tempat lain saja aku punya kenalan dokter kandungan yang sangat bagus."

__ADS_1


"Em..besok saja ya sayang kamu kan masih capek. Dan lagi kamu terlihat tidak baik-baik saja aku takut terjadi sesuatu pada kita karena kamu tidak fokus menyetir."


"Alasan." Kemudian Kevin pergi ke kamarnya meninggalkan Farah.


"Huft..hampir saja " Farah menghembuskan nafas lega


"Seperti nya Kevin mulai curiga dengan kehamilanku, apa yang harus aku lakukan? Aku harus mencari cara lain. Aku tidak mau Kevin meninggalkanku, aku tidak mau kehilangan Kevin, aku tidak mau kehilangan semuanya. Tidak.. aku tidak mau." Gumam farah   


Farah mencari tempat yang aman, setelah dirasa tempatnya aman Farah mendial nomor seseorang.


"Halo boy, ini gawat Kevin mulai curiga sama kehamilan gue. Gue butuh bantuan Lo boy."


"Lo tenang aja kak gue pasti bantuin Lo. Sekarang apa yang bisa gue bantu?" Ucap seseorang yang bernama boy.


"Jadi gini.." Farah pun menceritakan semua yang Kevin katakan.


"Ow jadi gitu, easy..Lo tenang aja masalah ini biar gue yang urus. Lo Dateng aja besok ke RS xxx gue bakal atur semuanya. Jika sudah sampai hubungi gue."


"Lo emang the best boy. Thanks.." panggilan pun berakhir.


Farah kembali menemui Kevin di kamar terlihat Kevin sedang tiduran sambil memijat keningnya.


"Sayang..kamu capek ya, aku pijitin ya?"


"Nggak usah."


"Nggak papa sayang..aku pijitin aja ya." Farah tetap ngeyel sambil menyentuh kening Kevin.


"Aku bilang nggak usah ya nggak usah." Bentak Kevin


"Kamu kenapa sih Vin, aku salah apa sama kamu? Kenapa kamu selalu bersikap kasar padaku? Selama kita menikah belum pernah kamu bersikap manis denganku, apa salahku Vin?"


"Kamu tanya apa kesalahanmu. Kesalahan kamu itu hanya satu Farah kamu telah memisahkan aku dengan wanita yang sangat aku cintai. Kamu memisahkan aku dengan Amara. Itu kesalahan kamu."


"Jadi ini semua karena Amara? Sampai kapan Vin kamu akan berhenti memikirkan perempuan itu, dan menerima aku sebagai istri sah kamu. sampai kapan?"


"Dengar baik-baik Farah, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menerima kamu. Cintaku hanya untuk amara." Lalu Kevin menyambar kunci mobil dan pergi meninggalkan Farah.


"Kamu mau kemana?" Farah mencekal lengan Kevin


"Lepas."


"Nggak kamu nggak boleh pergi."


"Lepas Farah!" Bentak Kevin sambil mengibaskan tangannya hingga Farah terjatuh.


"Kevin..hiks.." Farah berteriak memanggil kevin sambil menangis namun Kevin sama sekali tidak memperdulikan Farah dan tetap pergi meninggalkannya.


"Aa..brengsek..Lo harus terima akibatnya Amara. Gue akan buat perhitungan sama Lo..hiks."


***Happy reading gaess 🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2