Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 166 : Serangan dadakan


__ADS_3

Acara pun selesai semua tamu sudah pulang. Kakek luwis, ibu Jumiati dan para maid juga berpamitan untuk pulang.


"Kakek pulang dulu Mike, kamu nikmati saja waktumu masalah pekerjaan biar kakek yang urus. Tidak perlu memikirkan pekerjaan dulu."


"Siap kek."


"Ibu juga pulang ya nduk..besok jesen sudah mulai masuk sekolah."


"Sekolah? Maksudnya jesen besok sekolah Bu?"


"Iya nduk memangnya kamu tidak tahu."


"Tapi sekolah dimana Bu, kenapa Amara tidak tahu?"


Ibu Jumiati hanya tersenyum


"Nanti tanyakan saja ya sama suamimu."


"Biar jesen nanti pulang sama Amara saja Bu."


"Jesen pulang bareng ibu dan Eny, iya kan jagoan papa?" ucap mike


"Iya pa, jesen mau bobok sama Tante Eny."


"Tuh sayang jesen pengen sama Eny, Eny kamu jagain jesen. Tugas kamu yang pertama sekarang menjaga jesen urusan yang lain biar dikerjakan maid yang lain jika ada waktu baru kamu boleh membantu mereka."


"Siap tuan muda."


Amara lantas mencium pipi jesen berkali-kali.


"Hati-hati ya sayang. Jangan nakal sama Tante Eny nanti mama nyusul sama papa."


"Iya ma.." Mike juga mencium jesen.


Mereka semua pun pulang.


"Ayo sayang."


"Kemana?"


"Kemana lagi." Mike mengedipkan satu matanya dan tanpa aba-aba Mike Menggendong tubuh Amara ala bridal style.


"Mike.. turunkan aku, aku malu."


"Tidak usah malu sayang kita pengantin baru, mereka juga tau itu."


Dengan semangat Mike menggendong tubuh Amara seperti tidak ada beban.


_


_


Sesampainya di kamar Mike menurunkan Amara di depan ranjang yang telah dihias dengan taburan kelopak bunga mawar membentuk love dan dua bebek dari kain yang juga membentuk love. Kamar bernuansa putih dengan hiasan bunga mawar merah yang mencolok membuatnya semakin indah.


Mike memeluk amara dari belakang dan meletakkan kepalanya di ceruk leher Amara.

__ADS_1


"Kamu suka?"


"Suka..ini sangat indah, kamu yang menyiapkan semua ini?"


"Untuk istriku tercinta tentu aku yang melakukannya."


"Kamu mau mandi?"


"Iya.." lantas Mike melepaskan pelukannya.


"Duduklah." Mike mendudukan Amara di tepi ranjang lalu melepaskan hiasan Amara yang ada di kepalanya. Setelah semua hiasan terlepas Mike beralih membersihkan makeup Amara dengan kapas yang sudah diberi skincare yang sudah disiapkan sebelumnya.


"Kamu tau dari mana aku pakai skincare itu?"


"Kamu lupa aku siapa, apapun bisa aku lakukan hanya dengan menjentikkan jari."


"Iyah deh percaya sama sultan."


"Sudah selesai." Ucap Mike kemudian menatap wajah Amara yang polos tanpa make up tetapi tetap terlihat cantik.


"Mike..awas ah katanya udah selesai."


"Iya cepat mandi."


"Eh tunggu, berarti kita nggak pulang Mike??"


"Menurut kamu melihat semua ini apa kita akan pulang??"


"Tapi kalau jesen mencariku dan menangis gimana?"


"Mike!!"


"Aku serius, karena mulai hari ini jesen tanggung jawab Eny sebagai pengasuhnya."


"Ck..selalu saja seenaknya sendiri."


"Sudah jangan marah-marah, aku suamimu sekarang jangan membantah jika tidak mau disebut sebagai istri durhaka."


"Iya..ya.."


Amara lantas menuju kamar mandi, Mike tersenyum melihatnya.


Di dalam kamar mandi Amara kesusahan membuka gaun pengantinnya yang resletingnya berada di belakang, mau tidak mau akhirnya Amara meminta bantuan pada Mike.


"Mike tolong bukain resleting gaunku dong." Teriak Amara dari dalam kamar mandi


"Apa..aku tidakdengar."  Jawab Mike pura-pura tidak dengar.


"Tolong bukain resleting gaunku, aku tidak bisa."


Mike tersenyum, otaknya yang cerdas tiba-tiba memberinya ide cemerlang."


"Mike!!" Teriak Amara sekali lagi."


"Iya sayang aku datang."

__ADS_1


Dengan cepat Mike melepas seluruh pakaiannya hanya menyisakan celana boxer saja. Mike kemudian berjalan ke kamar mandi menyusul Amara.


"Mike mana sih lama banget." Gumam Amara sambil terus mencoba membuka resletingnya.


Tiba-tiba tangan Mike menyentuh tangannya.


"Lama banget sih Mike." Amara belum sadar jika Mike hanya menggunakan celana boxer saja.


"Maaf sayang, aku membuatmu menunggu."


Mike menempelkan tubuhnya dengan tubuh belakang Amara, perlahan Mike membuka resleting gaun Amara.


Amara merasakan sesuatu yang mengeras menusuk b*k**gnya, yang membuatnya tidak nyaman.


"M…Mike. Sudah belum?" Amara tiba-tiba merasa gugup


"Sedikit lagi sayang, apa kamu sudah tidak sabar?" Mike berkata tepat ditelinga Amara, hembusan nafas hangat Mike membuatnya merinding.


"Mike kamu ngomong apa sih."


Mike selesai membuka resleting gaun Amara. Amara yang merasakannya kemudian berkata.


"Udah selesai ya makasih ya. Kamu…." Ucapan Amara terhenti kala merasakan tangan Mike menyentuh punggungnya yang polos. Mata Amara membelalak ketika Mike mencium punggungnya.


Perlahan Mike membalikkan tubuh Amara agar menghadapnya.


Begitu berhadapan dengan Mike amara terkejut melihat Mike yang hanya menggunakan celana boxer saja, dengan keadaan adik kecil Mike yang ber*iri te*ak men*embul celana boxernya. Mike tersenyum melihat amara yang terus memperhatikan adik kecilnya. Tanpa babibu Mike menyerang amara dengan membungkam bibir Amara dengan bibirnya dengan rakus.


Tindakan Mike sangat cepat hingga Amara tidak mampu menghindar.


Mike menggiring tubuh Amara ke tembok, Amara semakin tidak bisa memberontak karena posisinya terhimpit Mike dan tembok.


Merasakan Amara yang tidak lagi memberontak ciuman Mike berubah menjadi lembut.


Amara pun tersadar jika kini Mike adalah suaminya lalu Amara memejamkan mata dan membalas ciuman Mike.


Mike yang mendapat balasan atas ciumannya merasa senang sesaat kemudian Mike melepas ciumannya. Amara membuka mata mereka saling bertatapan.


"Aku tidak bisa menahannya lagi, bolehkah aku melakukannya??"


Mike meminta izin kepada Amara, kalau Mike mau Mike bisa saja melakukannya langsung karena Amara sudah sah menjadi istrinya tapi Mike tetap meminta izin kepada Amara, Mike tidak mau membuat Amara marah kepadanya.


Amara menarik nafas lalu mengangguk pelan.mike tersenyum Amara juga tersenyum kemudian Mike kembali menyerang Amara tapi kali ini Mike melakukannya dengan sangat lembut.


Mike kembali mencium bibir Amara.


Amara membuka mulutnya membuat Mike semakin leluasa mengabsen setiap rongga mulut Amara li*ah mereka saling membelit dan bertukar Saliva.


Perlahan tangan Mike bergerak menurunkan gaun Amara hingga jatuh ke lantai menyisakan b*a dan ce*ana pendek ke*at berwarna hitam.


Mike melepas pagutannya sejenak menatap keindahan yang ada di depannya Amara yang ditatap Mike merasa malu kemudian menyilangkan tangannya di dada sambil menunduk.


Mike mengangkat dagu Amara agar menatap dirinya dan tiba-tiba Mike Menggendong Amara seperti mon*et Amara sontak mengalungkan tangannya dileher Mike karena kaget. Mike tersenyum ketika kulit mereka saling menempel. Mike dapat merasakan sesuatu yang sangat pa*at dan ken*al menempel pada tubuhnya. Mike mendudukan Amara di atas meja wastafel dan kembali mencium bibir Amara sampai lehernya, tangannya dengan lembut mengusap punggung mulus Amara. Amara me*e*as rambut Mike sambil memejamkan mata.


🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2