Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 65 : Persiapan pernikahan Ray dan amara


__ADS_3

"Karena aku yang seharusnya bertanya seperti itu. Amara Andini maukah kamu menikah denganku Minggu depan?"


"Iya aku mau Rayen dirgantara." Jawab Amara cepat. Senyum bahagia terpancar dari wajah keduanya kemudian mereka kembali berpelukan.


"Aku mau bantuin mama di dapur ya kak."


"Tapi aku masih kangen."


"Nanti lagi..cuma sebentar kok." kemudian Ray melepas pelukkannya


"Ya udah kakak juga mau ke kantor."


"Hemm..dari tadi pagi pamit ke kantor Mulu tapi nggak jadi-jadi."


"Itu kan karena kamu juga pesek.." Ray menarik hidung mancung Amara.


"Iya..ya jelek."


"Ow..jadi aku jelek?"


"Iya jelek banget Wek.." Amara menjulurkan lidahnya kemudian berlari


"Awas kamu ya bocah nakal." Teriak Ray entah masih didengar atau tidak oleh Amara karena sudah tidak terlihat.


"Aku nggak tau apa yang membuat kamu berubah tapi yang pasti aku sangat bahagia. Dan aku harap hubungan kita akan selalu bahagia. Aku sangat mencintai kamu Amara." Gumam Ray.


_


_


"Aku bantuin ya ma.."


"Sayang..nggak usah. Mama cuma beresin dapur aja kok. Mama masaknya nanti sore aja buat kita makan malam. Sekarang kamu siap-siap karena kita harus pergi."


"Kemana ma?"


"Sayang..kita cuma punya waktu tiga hari untuk menyiapkan pernikahan kalian. Banyak yang harus kita persiapkan. Karena Ray dan papa menyerahkan semuanya kepada kita. Sekarang kita pergi menemui WO nya. mama tadi udah telfon temen mama. Cepat kamu siap-siap ya sayang."


"Iya ma.."


_


_


Mama ana dan Amara telah sampai di gedung pencakar langit bertuliskan Wedding star. Dan pemilik dari Wedding star adalah teman mama ana.


"Permisi mbak..saya mau bertemu dengan ibu Mona." Ucap mama ana kepada resepsionis kantor wedding star.


"Maaf apa sebelumnya anda sudah membuat janji?" Tanya resepsionis itu sopan


"Sudah."


"Sebentar ya..saya tanyakan dulu, Maaf Dengan ibu siapa?"


"Ana Dirgantara." Kemudian resepsionis itu menghubungi sekertaris atasannya.


"Silahkan ibu ana anda sudah ditunggu. Ruangan ibu Mona ada di lantai 11. Ibu bisa menaiki lift khusus disebelah sana.."tunjuk resepsionis itu.


"Baik terimakasih, ayo sayang."


Di depan ruangan Mona mama ana dan Amara telah disambut oleh seorang wanita cantik.

__ADS_1


"Anda nyonya ana?" Tanya wanita itu sopan


"Iya saya ana dan ini Amara.


"Mari silahkan masuk nyonya ana, nona Amara."


"Hay ana.."


"Hay Mona.."


"Ini calon menantu kamu?"


"Iya ini calon menantuku Mon, namanya amara.


"Cantik sekali..Hay Amara apa kabar?"


"Hay juga..Bu ana, saya baik."


"Ah jangan begitu, panggilnya Tante saja ya biar lebih akrab."


" Ayo Silahkan duduk ana.. amara..perkenalkan ini ayu sekertaris saya sekaligus event manager yang akan mengatur pesta pernikahan Amara."


 Ayu menjabat tangan Amara dan mama ana.


"Baik nyonya ana dan nona Amara langsung saja saya jelaskan ya. Kami memiliki beberapa rekomendasi pesta pernikahan untuk tema indoor maupun outdoor. Nona Amara ingin yang indoor atau yang outdoor?"


"Saya mau yang indoor dengan kesan yang sangat romantis."


" Wah sangat jelas dan tepat pilihan nona. Baik nona jika indoor berarti di dalam hotel ya. Apakah nona Amara dan nyonya ana memiliki hotel sendiri atau rekomendasi dari kami?"


"Marion hotel!" Ucap mama ana cepat


"Iya. Itu adalah hotel keluarga kami sendiri. Ini alamatnya."


"Baik nyonya saya dan tim akan segera meninjau ke lokasi."


Satu jam lebih mama ana dan Amara meeting dengan ayu dan Mona dari printilan besar hingga kecil semua mama ana serahkan pada Mona dan ayu sebagai WO.


"Baik Mona saya rasa cukup. Kalau begitu kami mohon pamit masih banyak yang harus kami persiapkan."


"Iya ana..terimakasih ya..sudah memakai dan mempercayakan jasa kami."


"Terima kasih nyonya ana nona Amara." Mereka berjabat tangan kemudian meninggalkan kantor wedding star.


_


_


"Baiklah satu persiapan selesai, ah tidak bukan satu tapi cukup banyak. Sekarang tinggal cincin dan gaun kamu. Biar kamu dan Ray yang pilih sendiri besok ya."


"Iya ma.."


"Kamu tadi sudah simpan kontaknya ayu kan?"


"Sudah kok ma.."


"Oke! Kita pulang sekarang."


"Untuk undangan mama akan mengundang teman-teman dan saudara mama dan juga yang lainnya. Kamu dan Ray bisa mengundang teman-teman kamu sendiri ya. Nanti kamu bilang saja butuh undangan berapa."


"Iya ma."

__ADS_1


"Kamu kenapa, sakit?" tanya mama ana yang melihat amara tidak bersemangat


"Nggak ma..Amara sehat kok."


"Tapi sepertinya kamu tidak semangat sekali. Apa ada yang mengganggu pikiran kamu."


"Iya ma. Sebenarnya Amara lagi mikirin bapak dan ibu. Mereka pasti bingung harus apa dan mencari uang dari mana."


"Sudah ya jangan dipikirkan soal orang tua kamu. Semuanya biar mama yang urus. Pokoknya kamu persiapkan saja diri kamu jangan sampai sakit. Dan jangan lupa untuk melakukan perawatan."


"Tapi ma.."


"Nggak ada tapi-tapian. Oke." Mama ana melirik amara yang masih terdiam mama ana tau Amara masih belum puas dengan jawaban yang diberikan mama ana.


_


_


Setelah dari wedding star mama ana dan Amara beristirahat Amara pun memejamkan matanya sejenak. Pukul 15.00 Amara bangun kemudian mandi bahkan Amara tidak mengoleskan apapun di wajah cantiknya rambutnya diCepol ke atas asal-asalan. Amara menuju dapur memasak untuk makan malam nanti.


Dengan cekatan Amara mengolah semua bahan makanan yang telah disiapkan oleh mama ana. Dalam satu jam semua menu masakan telah siap. kemudian Amara menatanya di meja makan.


Ada ayam goreng, capcay, udang asam manis, tumis sawi dan tak ketinggalan sambal terasi. Semua terlihat enak.


Mama ana menghampiri Amara yang masih menata piring di meja makan.


"Sayang..ini semua kamu yang masak?"


"Iya ma.. mudah-mudahan semuanya suka."


"Ya ampun sayang..kok kamu repot-repot sih. Kan kemarin mama yang mau masakin buat kamu. Sekarang malah kamu yang masakin buat kita semua. Makasih ya sayang."


"Iya ma..sama-sama Amara seneng kok."


"Yasudah sekarang kamu mandi sebentar lagi Ray pulang. Biar mama yang terusin."


"Iya, makasih ya ma.."


"Mama telpon siapa?" Tanya pak Dirga tiba-tiba.


"Eh papa sudah pulang? Ini loh pa..mama lagi telpon Hana. Minta tolong nitip undangan buat temen-temen arisan di sana." Pak Dirga manggut-manggut


"Wah..makanannya banyak sekali ma, kelihatannya enak-enak papa jadi lapar."


"Pasti enak dong pa..ini Amara loh yang masak."


" Mama memang pintar pilih calon menantu."


"Iya dong pa..Ray mana pa?"


"Aku disini ma.." sahut Ray sambil berjalan ke arah mereka. Ada acara apa? kenapa berkumpul di ruang makan?"


"Kata mama ini semua masakan calon istri kamu Ray."


"Amara?" Amara yang masak ini semua ma ?" Tanya Ray dengan wajah yang berubah sumringah.


"Iya..kamu kenapa sih?"


"Nggak apa-apa kok. Ray keatas dulu ma..pa..


***happy reading 🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2