Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 105 : Kedatangan angel


__ADS_3

Beberapa menit kemudian kantuk mulai datang Ray menuju ruang tamu dan merebahkan dirinya di sana tanpa selimut.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Pagi hari Amara telah selesai mandi dan berganti pakaian karena hari ini Amara akan kembali bekerja di graha resto.


Setelah berdandan secantik mungkin Amara keluar dari kamar tamu kemudian menuju ruang makan untuk sarapan.


"Ajeng.."


"Iya nona?"


"Sarapannya sudah siap?"


"Sudah nona, nona mau sarapan?"


"Iya jeng." Jawabnya sambil menarik kursi dan hendak mengambil nasi.


"Tuan juga belum sarapan nona."


"Dia sarapan di luar."


"Siapa yang bilang?" Sahut Ray tiba-tiba Amara tidak menjawab amara lebih memilih melanjutkan sarapannya dari pada harus meladeni Ray.


"Kenapa tidak menungguku sarapan?" Tanya Ray sambil menarik kursi dan mengambil makanan. Amara masih tidak menjawab.


"Siapa yang memasak ini?"


"Sa..saya tuan?" Jawab ajeng Ray melirik amara yang sama sekali tidak menghiraukan keberadaannya. Ray perhatikan lagi penampilan Amara yang terlihat berbeda pagi ini. Lebih cantik dan juga sudah rapi bahkan di sebelah Amara duduk juga telah siap sebuah tas jinjing berwarna hitam.


"Apa kamu mau pergi?"


"Ya."


"Pergi kemana?"


"Kerja!" Seketika darah Ray mendidih mendengar Amara ingin bekerja bahkan tanpa meminta izin terlebih dahulu dengannya. Ray meletakkan garpu dan sendok di atas piring sangat keras.


"Cukup Amara!! Kesabaranku sudah habis mungkin aku terlalu lemah kepadamu selama ini hingga kamu tidak punya rasa hormat sedikitpun kepada suami." Bentak Ray yang sudah berdiri. Amara tidak mau kalah dia ikut berdiri.


"Harusnya aku yang mengatakan itu kepadamu Ray!" Tunjuk Amara di wajah Ray.


"Apa? Ray? Kamu memanggilku Ray?"


"Iya! Kenapa kamu tidak suka? Dengar baik-baik tuan Rayen dirgantara jangan karena aku tidak bisa memberikanmu keturunan kamu bisa seenaknya denganku." Kemudian Amara mengambil beberapa lembar foto Ray bersama Ajeng dan melemparnya ke wajah Ray lalu pergi.


Ray mengambil salah satu foto yang jatuh. foto dirinya tengah menyuapi Angel Ray sangat kaget kemudian ia ambil semua foto yang menunjukkan kemesraannya dengan angel bahkan saat kemarin dia memeluk angel. Ray terhuyung ke belakang dia sangat syok Bagaimana bisa Amara mendapatkan foto-foto dirinya bersama angel.


Takut??


Ya Ray sangat takut pikirannya campur aduk banyak pikiran-pikiran negatif mulai bersarang di otaknya. Ray ingat kata Amara jika dia membencinya Ray ingat saat Amara memanggil dirinya dengan namanya. Ray takut Amara tidak mau memaafkannya lalu meninggalkannya. Dada Ray naik turun menahan tangis Ray baru sadar jika Amara sudah tidak ada di depannya.


"Amara..! Amara..!"


Ray berteriak memanggil Amara sambil berlari keluar namun Amara sudah tidak ada. Ray merasa bingung seperti orang yang kehilangan arah tidak tau harus mencari Amara dimana.


"Aaaa..dasar bodoh kamu bodoh Ray." Maki Ray pada dirinya sendiri.


_


_


Amara bekerja kembali di resto Miko tapi bukan sebagai pelayan lagi. Miko menerima Amara kembali di restonya sebagai manajer karena kebetulan Miko sedang mencari seorang manajer Miko juga tidak ingin hal yang dulu terulang kembali saat Amara digoda oleh tamu hingga mengakibatkan dirinya diculik.


"Amara…" panggil Niko


"Iya pak ada yang bisa saya bantu?"


"Apa kamu sedang sakit?"


"Hanya sedikit kurang enak badan saja pak."


"Wajah kamu terlihat pucat. Kamu boleh istirahat dulu jangan terlalu memaksa."


"Tidak pak Miko tapi saya tidak apa-apa."

__ADS_1


"Baiklah tapi jika kamu butuh apa-apa panggil saya saja saya ada di ruangan."


"Siap pak."


"Dari dulu Miko tidak pernah berubah selalu baik dan perhatian denganku." Batin Amara menatap punggung Miko yang mulai menjauh.


_


_


Hari ini Ray tidak jadi berangkat ke kantor pikirannya sedang kacau. Berulang kali Ray mencoba menghubungi Dimas namun tidak ada jawaban.


"Hah..sial." Ray uring-uringan sendiri tidak ada yang bisa dihubungi.


Angel juga selalu menghubungi Ray entah sudah berapa kali ia melakukan panggilan namun Ray enggan menjawabnya. Ray teringat tentang foto-fotonya bersama angel lantas menjawab panggilan angel.


"Ada apa?" Tanya Ray tanpa basa-basi


"Ray..kamu kemana saja kenapa baru menjawab teleponku? Aku sangat khawatir Ray.."


"Aku dirumah?"


"Pasti sedang bersama Amara."


"Amara itu istriku wajar jika aku sedang bersamanya."


"Iya terserah kamu. Kenapa hari ini kamu tidak ke kantor?"


"Aku lagi tidak enak badan."


"Apa kamu sakit sayang?"


"Angel jaga bicara kamu jangan memanggilku sayang."


"Oke oke..gitu aja marah sensi banget sih. Ya sudah sampai ketemu nanti ya sayang."


"Angel sudah ku…" angel mematikan sambungan teleponnya sebelum Ray selesai bicara.


_


_


"Aku antar pulang ya.."


"Nggak usah pak nanti apa kata yang lain kalau bapak mengantar saya."


"Tapi aku khawatir sama kamu Ra. Wajah kamu sangat pucat. Kamu yakin tidak apa-apa?"


"Iya pak saya baik-baik saja. Saya permisi pak."


Amara pun pulang menaiki ojek. Amara tidak mau memesan taxi mulai sekarang Amara harus berhemat.


Miko menatap kepergian Amara dari ruangannya ada rasa sakit di hatinya melihat Amara yang sepertinya tidak baik-baik saja. Apalagi Amara semakin terlihat kurus di tambah lagi Amara yang sekarang juga bekerja Miko semakin yakin Amara tidak bahagia dengan pernikahannya. Miko teringat lagi saat Ray memeluk wanita lain yang membuat hatinya semakin sakit. Miko tidak rela wanita yang ia cintai tersakiti.


_


_


Di kediaman dirgantara


"Pa…kita jadikan ke rumah Ray?"


"Jadi dong ma. Papa juga sudah lama tidak ke rumah ray papa kangen dengan menantu kita."


"Kapan ya pa Amara bisa hamil mama kasihan dengan Amara."


"Kasihan kenapa ma?"


"Amara sangat ingin sekali hamil mama juga ingin punya cucu pa."


"Kita doakan saja ma agar Amara cepat diberikan momongan dan kita cepat punya cucu. Sekarang mama cepat selesaikan buat kuenya lalu kita berangkat."


"Iya pa sebentar lagi selesai."


_

__ADS_1


_


Di rumah Ray.


"Kamu ngapain sih njel datang kemari kalau istriku tau dia bisa salah paham lagi pula bagaimana kamu bisa tahu alamat rumahku?"


"Ya tau dong sayang..aku kan pernah kesini."


"Apa? Kapan?"


"Sayang..aku sama istri kamu itu kan sahabatan. Iya kan Ajeng?" Tanyanya kepada Ajeng yang sedang menyuguhkan minuman. Ajeng hanya mengangguk.


Ajeng pun sama merasa sakit hati bisa-bisanya tuannya membawa wanita selingkuhannya ke rumah saat nona sedang pergi itulah pikiran Ajeng.


"Tuh kan benar aku sama Amara itu sahabatan."


"Apa? Jangan bilang kamu yang sudah menolong Amara dan Ajeng saat kecopetan."


"Tepat! Kamu pinter banget sih sayang."


"Astaga..apa yang sudah aku lakukan." Lirih Ray sambil menjambak rambutnya sendiri.


"Sayang..kamu kenapa? Sayang…" angel menyentuh tangan ray


"Jangan sentuh aku angel dan stop memanggilku sayang!!" Bentak Ray


"Sayang kamu kenapa sih?"


"Angel stop!! Sekarang kamu keluar dari rumahku."


"Nggak aku nggak mau. Kamu kenapa sih sayang tadi kamu baik-baik saja."


"Keluar angel!!" Ray menarik paksa tangan angel


"Nggak mau!" Angel mengibaskan tangannya hingga tangan Ray terlepas.


"Kamu jelasin dulu kenapa?"


"Angel tolong mengerti istriku sedang salah paham dengan hubungan kita aku tidak mau dia semakin salah paham."


"Salah paham apanya sayang kita kan memang ada hubungan."


"Angel diantara kita tidak ada hubungan apa-apa kamu jangan…" ucapan Ray terhenti karena angel tiba-tiba memeluknya.


"Angel lepas kamu jangan seperti ini."


"Aku tidak mau. Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu memanggilku sayang."


"Angel jangan gila kamu."


"Pokoknya aku nggak mau lepasin kamu biarin Amara lihat kita seperti ini biar dia semakin salah paham."


"Sial aku terjebak jika aku tidak menuruti kata angel. Angel pasti tidak mau melepaskan aku." Batin Ray


"Sayang..lepas." akhirnya Ray pun menuruti kata angel


"Tapi aku masih kangen sayang."


"Prok prok prok"


Suara tepuk tangan dari Amara spontan Ray mendorong tubuh angel.


"Sayang aku bisa jelasin." Ray menghampiri Amara


"Jangan mendekat!"


"Kenapa?"


"Aku jijik dengan kamu Ray. Kamu sudah mengkhianati pernikahan kita. Bahkan kamu membawa selingkuhan kamu kerumah ini. Tega kamu hiks hiks.."


"Yes..aku berhasil akhirnya saat yang aku tunggu-tunggu tiba juga." Batin angel


🍁🍁🍁Bersambung🍁🍁🍁


🌺Segini dulu ya cayang-cayangku insyaallah nanti malam up lagi. jangan lupa like komen dan vote

__ADS_1


🌺🌺 Happy reading 🥰 🥰🌺🌺


__ADS_2