Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 117 : Persiapan syukuran dan menjemput mertua


__ADS_3

"Ya nggak tau Ray, o iya Ray aku lupa aku ada janji lagi sama temen aku kamu duluan aja."


"Ya udah aku duluan ya, kamu hati-hati."


"Oke.."


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Angel menunggu laki-laki suruhannya di dalam mobil setelah kepergian Ray.


"Tuk tuk tuk"


laki-laki itu mengetuk kaca mobil angel.


"Bagaimana?" Tanya angel setelah menurunkan kaca mobilnya.


"Beres bos."


"Bagus secepatnya kamu kirim foto-foto itu ke alamat ini." Sambil menyerahkan secarik kertas bertuliskan alamat rumah Ray.


"Ini untukmu sisanya akan aku berikan setelah semua tugas kamu selesai." Angel memberikan amplop coklat tebal berisi uang."


"Siap bos."


"Cepat pergi sebelum ada yang melihat." Lantas laki-laki itu pun pergi."


_


_


Ray sampai di rumah mama ana pukul 18.15


"Assalamualaikum.." salam Ray ketika memasuki rumah.


"Waalaikumsalam..kamu baru pulang Ray?"


"Iya ma..tadi ada meeting sebentar."


"Meeting dengan siapa?"


"Adalah ma client, Amara dimana ma?" Jawab Ray tanpa berani menatap mama ana.


"Ada dikamar, dari tadi dia belum makan kamu itu harus lebih perhatian dengan istri kamu Ray amara sedang hamil."


"Iya ma Ray tau, Ray ke atas dulu."


Firasat seorang ibu memang kuat mama ana merasakan putranya telah berbohong sehingga membuat hatinya merasa cemas.


"Mama harap kamu tidak melakukan kesalahan lagi Ray." Lirih mama ana.


_


_


Sesampainya di kamar Ray tidak melihat keberadaan istrinya tetapi pintu menuju balkon terbuka sudah dipastikan bahwa Amara berada disana, Ray meletakkan tas kerjanya dan membuka dasinya kemudian menuju balkon.


Terlihat Amara tengah berdiri seperti sedang melamun Ray memeluknya dari belakang


"Sudah malam kenapa berdiri disini nanti kamu masuk angin."


Amara tidak menjawab namun setetes air matanya yang jatuh di tangan Ray mampu menjawab pertanyaan Ray bahwa istrinya tidak sedang baik-baik saja. Ray melepas pelukannya dan memutar tubuh Amara agar menghadapnya.


"Kamu kenapa menangis sayang apa aku ada buat salah?" Amara menggeleng


"Lalu kenapa kamu menangis?" Ray mengusap air mata Amaraย 


"Jangan menangis sayang, katakan ada apa?"


"Aku kangen sama ibu dan bapak, tadi aku menghubungi mereka lewat video call dan aku memberitahu mereka jika aku tengah hamil anak kembar, mereka terlihat sangat bahagia dan menangis ingin rasanya aku memeluk mereka membagikan kebahagiaanku secara langsung. Aku juga memberitahu mereka bahwa besok mama ana akan mengadakan syukuran di rumah tiba-tiba wajah mereka berubah sendu. Mereka juga pasti ingin kesini kak." Amara kembali menangis Ray pun menarik Amara dalam pelukannya.


"Jangan menangis sayang, jangan bersedih aku janji aku akan membawa bapak dan ibu kesini."

__ADS_1


"Beneran kak?" Amara mendongak dengan mata berbinarย 


"Iya sayang..aku janji."


"Terimakasih.." mereka kembali berpelukan.


"Ayo kita makan, mama bilang kamu belum makan apapun dari tadi siang." Amara menggeleng


"Aku tidak mau makan aku mau pulang saja."


"Iya kita akan pulang tapi kamu makan dulu ya.."


"Aku nggak mau makan nasi kak.."


"Terus mau makan apa?"


"Anggur, stroberi, cerry, sama mangga."


"Kok buah semua sayang mana kenyang, makan nasi dulu ya."


"Nggak mau! Pokoknya mau makan itu, kalau kak Ray nggak mau aku beli sendiri."


"Ehโ€ฆjangan dong, iya nanti kita beli ya dijalan."ย 


_


_


"Ma..kita mau pulang."


"Loh nggak makan dulu kalian, makan dulu ya sayang kamu kan dari tadi siang belum makan."


"Maaf ya ma tapi aku tidak ingin makan nasi, nggak nafsu."


"Gitu ya sayang..terus pengenya makan apa?"


"Buah ma.."


"Nggak apa-apa Ray, yang penting ada yang masuk."


"Iya pa."


"Ya sudah kalian cepat pulang mumpung masih sore."


"Baik pa..ma..kami pamit assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.."


_


_


Malam berganti pagi,


Ray telah siap dengan pakaian kerja sedangkan Amara masih tidur setelah tadi terbangun karena muntah-muntah kemudian Amara tidur kembali.


Ray menunduk mengelus puncak kepala Amara dan mencium keningnya kemudian beralih mengelus perut Amara.


"Sayang..papa kerja dulu, baik-baik ya di perut mama, jangan nakal, jangan bikin Mama muntah-muntah, muach." Ray juga mencium perut Amara sebelum pergi.


Amara dan Ray sudah kembali tidur bersama di kamar utama yaitu di lantai dua.


Tadi malam setelah makan malam di rumah, Ray kembali meyakin kan Amara bahwa dia dan angel tidak ada hubungan apapun, Ray juga memohon kepada Amara agar hubungannya kembali seperti dulu lagi dan meminta Amara untuk tidur kembali bersamanya di kamar utama.


_


_


"Ajeng aku berangkat dulu, tolong jaga istriku jangan sampai kenapa-kenapa."


"Tuan tidak sarapan dulu?"

__ADS_1


"Aku buru-buru Ajeng, nanti aku sarapan di luar saja."


"Baik tuan."


Hari ini Ray akan ke Surabaya untuk menjepit bapak dan ibu seperti janjinya tadi malam kepada Amara, namun sebelum itu Ray akan ke kantor terlebih dulu.


_


_


Di kantorย 


"Apa kamu sudah menyiapkan semuanya Ar?"


"Sudah pak, anda akan berangkat pukul 09.00 bersama Bagas dari lapangan atau helispot di wisma Aldiron Pancoran.


"Bagus, sekarang apa jadwalku?"


"Lima menit lagi Anda ada meeting bersama client dari Jepang pak."


"Sudah kamu persiapkan semuanya?"


"Sudah pak."


"Bagus, ayo ke ruang meeting."


Tiga puluh menit kemudian Ray dan Ardi keluar dari ruangan meeting menuju cafe xxx untuk meeting bersama dengan perusahaan xxx. Ardi memajukan jadwal Ray sebelum Ray ke Surabaya hanya pertemuan penting yang ia ajukan selebihnya Ardi bisa menghandle sendiri.


Sebagai sekretaris sekaligus asisten pribadi Ray Ardi sangatlah bisa diandalkan namun Ardi menjadi tidak mempunyai waktu untuk bersantai.


_


_


Setelah hampir satu jam Ray dan Ardi meeting bersama dua perusahaan di cafe xxx akhirnya selesai juga.


"Ar kembalilah ke kantor, beritahu Bagas untuk segera kesini untuk segera berangkat." Berangkat yang dimaksud adalah ke Surabaya


"Baik pak! "


Ardi pun lantas pergi.


_


_


Di kediaman Ray, mama ana, Ajeng serta bik Jum sedang sibuk menyiapkan persiapan untuk acara syukuran nanti malam. Mama ana sibuk mengatur segala sesuatunya, ajeng dan bik Jum tentu bagian bersih-bersih dan menunggu perintah dari mama ana, untuk makanan dan oleh-oleh mama ana serahkan semuanya kebagian catering yaitu tante Mona sahabat sekaligus pemilik wedding star.


Sedangkan Amara dilarang untuk melakukan apapun oleh mama ana sehingga membuatnya merasa bosan karena hanya duduk ataupun tiduran sambil menonton drakor. Ya memang Amara sangat menyukai drakor tetapi jika hanya bersantai ketika yang lain sedang sibuk Amara merasa bosan.


_


_


Ray dan Bagas kini sedang berada di dalam sebuah helikopter yang ia sewa, Ray memilih jalur udara agar mempercepat waktu untuk sampai di Surabaya, karena Ray tidak ingin istrinya menunggu terlalu lama, Ray akan membawa mertuanya ke Jakarta sebelum acara syukuran di mulai.


Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam 30 menit lewat jalur udara akhirnya Ray dan Bagas sampai di Surabaya. helikopter yang digunakan mendarat di lapangan tepat di samping rumah pak Hashim.


Kedatangan helikopter yang Ray tumpangi menimbulkan keramaian di disana, semua warga dan anak-anak berlari menuju lapangan saat melihat helikopter mulai merendah, suara anak-anak bersorak gembira melihat helikopter ada yang melambaikan tangan, ada yang teriak meminta uang.


Helikopter mendarat dengan sempurna Bagas turun lebih dulu, suara warga khususnya ibu-ibu mulai terdengar.


"Nak Bagas..keren sekali."


"Nak..ibu mau dong diajak naik helikopter."


Begitulah suara ibu-ibu yang terdengar namun suara kembali sepi saat di susul Ray di belakangnya.


Bukan tidak suka, namun rasa kagum sekaligus terpesona membuat mereka tidak bisa berkata-kata.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ Bersambung ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ

__ADS_1


__ADS_2