
"Tidak juga kok sayang, kalau jesen mau papa juga mau tidur disini kita tidur bertiga."
"Jangan pa, kata mama diperut mama ada dedek bayinya kalau kita tidur bertiga nanti dedek bayinya bisa sesak nafas pa." Bukan hanya pintar Jesen sekarang juga sudah bisa berkata rrr.
"Gitu ya.."
"Iya pa."
"Papa tidur dikamar aja ya, mama dan dedek bayi biar tidur disini sama jesen. Kata mama dedek bayinya pengen tidur bareng jesen."
"Baiklah terserah mama dan jesen. Tapi boleh kan papa tidur disini dulu sampai jesen benar-benar tidur." Sambil mata Mike melirik Amara yang terlihat cuek dengannya.
"Boleh pa."
Lalu Amara tidur miring menghadap jesen dan Mike. Tangannya mulai menidurkan jesen dengan mengelus-elus kening jesen.
Mike menatap Amara yang sama sekali tidak melihatnya.
Tak lama jesen pun terlelap.
"Apa kamu marah?" Tanya Mike yang tidak bisa menahan diri lagi.
"Tidak!" Jawab amara singkat kemudian bangkit dari tidurnya dan berjalan ke arah sofa lalu duduk di sana.
"Tapi kenapa kamu seperti menghindar." Tanyanya lagi sambil mengikuti Amara.
"Aku tidak bisa menahan bau alkohol perutku bergejolak, aku sedang hamil tidak baik untuk kandunganku jika harus mencium bau seperti itu. Aku hanya ingin menjaga anakku kalau bukan aku siapa lagi yang akan menjaganya."
"Apa maksudmu siapa yang akan menjaganya, ada aku papanya apa kamu tidak menganggap ku ada?"
"Tanya pada dirimu sendiri, aku dirumah sakit semantara kamu mabuk-mabukan. Bahkan aku pulang saja diantar oleh orang lain bukan oleh suamiku apa itu yang namanya menjaga."
Mike diam sejenak sedetik kemudian dia meminta maaf.
__ADS_1
"Aku minta maaf, aku sedang kacau. Itu juga karena..
"Karena aku!" Potong Amara cepat.
"Aku sudah minta maaf, aku tidak berselingkuh, aku hanya mencari anakku Mike. Aku tahu aku salah tidak jujur selama ini tapi apa kamu tidak berpikir seandainya kamu berada diposisiku kamu juga pasti melakukan hal yang sama.
Apa permintaan maafku belum cukup untukmu, apa aku sejahat itu dimata kamu sampai kamu tega berbuat seperti ini. Hatiku sakit Mike, aku lelah dengan perjalanan cintaku yang tidak pernah ada indahnya."
"Amara aku.."
"Aku belum selesai bicara! Bertahun-tahun aku mencari keberadaan Ray agar aku bisa bertemu dengan anakku apa aku salah jika aku merindukan anakku Mike..apa aku tidak berhak bahagia. Ray mengkhianati ku, lalu ayahku meninggal karenanya juga, lalu dia juga mengambil anakku apa menurutmu masih kurang penderitaan yang aku alami selama ini karena dia mike. Saat kamu meninggalkan aku sendiri di rumah sakit aku merasa seperti orang lain bagimu. Aku tidak berarti, aku tidak layak bahagia hiks..hiks.." Mike segera memeluk Amara dan mengucapkan kata maaf berkali-kali.
"Hiks…aku lelah Mike..aku lelah dengan semua ini. Kenapa kamu menikahi aku jika kamu tidak mencintaiku."
"Tidak sayang ..tidak. aku mencintaimu maafkan aku, aku janji aku tidak akan meninggalkanmu lagi. Aku memang bodoh sangat bodoh. Jangan berkata seperti ini aku mencintaimu."
"Ray..ternyata kamu sejahat itu, aku tidak akan pernah mengampuni mu. Lihat saja Ray aku akan menghancurkan mu." Batin Mike penuh dendam
Amara melepas pelukan Mike.
"Tapi sayang aku.."
"Nggak ada tapi-tapian anggap saja ini hukuman untuk kamu karena jahat kepadaku dan ini berlaku selama tiga hari."
"Apa! Tiga hari?? Sayang yang benar saja mana bisa aku tidur sendirian tanpa kamu selama itu sayang."
"Kenapa?? tadi malam kamu bisa tidur sendirian. Aku yakin kamu juga pasti ditemani cewek-cewek seksi kan di bar atau jangan-jangan kamu juga tidur dengan mereka."
"Astaga sayang..aku bersama gerry disana aku hanya minum bir saja. Kalau kamu tidak percaya tanya gerry."
"Nggak mau! Gerry kan teman kamu sudah pasti dia membela kamu. Apalagi kamu kan dulu Casanova."
"Beneran sayang aku nggak ngapa-ngapain. Itu masa lalu aku. aku tidak pernah lagi bermain dengan wanita. Jangankan bermain dengan mereka melihatnya saja aku tidak berselera. Sejak mengenalmu dia tidak pernah bangun kecuali denganmu. Melihatmu saja dia sudah bereaksi makanya aku memaksamu untuk menikah denganku."
__ADS_1
"Amara tersenyum tipis mendengar penuturan Mike yang menurutnya sangat konyol.
"Kedengaran aneh memang tapi itulah kenyataannya."
"Iya..deh iya aku percaya. Tapi tetap saja aku mau tidur disini selama tiga hari sebagai hukumanmu kemarin." Lalu Amara kembali berbaring di samping i jesen."
"Sayang..masak kamu nggak kasihan sama aku. Ayolah jangan seperti ini kita kembali ke kamar ya.."
"Bodo amat."
_
_
Sampai di kamarnya Mike menghubungi Dion.
"Iya Mike ada apa??" jawab Dion diseberang sana
"Dion kamu pastikan perusahaan Ray tidak akan mendapatkan investor dari manapun dan tidak akan mendapatkan suntikan dana dari siapapun."
"Ada apa Mike, apa dia membuat masalah lagi."
"Ternyata dia orang yang sangat jahat dan tamak aku ingin dia merasakan kehidupan yang susah. Aku ingin tau saat dia susah apa istri tercintanya akan setia mendampinginya atau tidak."
"Kenapa Mike tidak biasanya kamu membawa istri clientmu apa terjadi sesuatu?" Lalu Mike menceritakan masa lalu amara persis seperti yang Amara ceritakan kepadanya tanpa ada yang ditambah- tambahi.
"Kurang ajar ternyata Ray sepicik itu. Kamu tenang saja Mike aku akan mencari tahu tentang dia dan istrinya lengkap."
"Bagus aku percaya padamu." Lalu panggilan dimatikan oleh Mike.
Lalu Mike menatap ke arah ranjang
"Masak aku tidur sendirian sih. Sial. Gara-gara Ray aku jadi ikut-ikutan dihukum dasar penjajah tengil." Gumam mike
__ADS_1
🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹