
Dion, Mike, Amara dan mama ana berada dalam satu mobil menuju TPU dimana putri Amara dimakamkan.
Mama anak berada di jok depan bersama Dion sedangkan Mike dan Amara di belakang.
"Satu tangan Mike merangkul pundak Amara sedangkan tangan satunya menggenggam erat tangan Amara memberinya kekuatan agar tetap tenang.
Setelah sampai mereka semua turun dari mobil saat hendak masuk ke dalam pemakaman Amara justru diam mematung kakinya seolah kaku.
"Sayang ayo.." ucap Mike lembut
"Aku takut Mike.."
"Jangan takut sayang kamu pasti bisa melewati ini semua ada aku yang akan selalu ada untukmu."
"Nak..kamu wanita hebat mama yakin kamu pasti bisa." Akhirnya Amara pun berusaha menguatkan hati dan dirinya untuk masuk ke dalam pemakaman.
Tak lama berjalan mama Diana pun berhenti di sebuah makam kecil berwarna biru, hati Amara bergetar perlahan Amara mendekat di makam itu. Amara membaca batu nisan yang bertuliskan Laura kelyn binti rayen dirgantara seketika tubuh Amara lemas hingga membuatnya terhuyung ke belakang dengan sigap Mike memegang tubuh istrinya.
"Sayang…" ucap Mike
Amara duduk bersimpuh sambil memeluk batu nisan tangis Amara pecah meratapi nasib dirinya dan putrinya. Mike pun ikut meneteskan air mata melihat istrinya.
"Laura..maafkan mama sayang mama bukan ibu yang baik untuk kamu, mama sudah gagal menjaga kamu. Ini semua karena mama tidak becus mempertahankan kamu. Andai mama bisa menemukan kamu lebih cepat kita pasti masih bisa bersama-sama dengan saudara kembar kamu. Kamu tahu nak setiap malam mama selalu bermimpi bisa memeluk kamu. Kamu pasti tumbuh menjadi bidadari kecil yang sangat cantik, mama selalu membayangkan setiap pagi sebelum pergi ke sekolah mama akan mengikat rambut panjang kamu, dan mengoleskan make up diwajah cantikmu tapi sekarang itu semua tidak akan pernah terjadi kamu sudah meninggalkan mama nak..hiks..hiks.."
__ADS_1
Mama ana juga ikut menangis.
Mike lantas memeluk Amara mendekap tubuh Amara erat.
"Jangan seperti ini sayang aku sakit melihat kamu seperti ini."
"Dia sudah pergi..aku tidak punya harapan untuk bisa melihatnya lagi Mike.."
"Aku tahu sayang kamu pasti bisa melewati ini semua ingat jesen dan anak yang ada dalam kandungan kamu mereka pasti juga tidak mau melihat kamu seperti ini." Dengan lembut Mike memberikan semangat untuk Amara. Tiba-tiba Amara mendorong tubuh Mike kasar
"Ini semua karena Ray dan angel mereka yang sudah memisahkan aku dengan laura aku benci kamu Ray, aku benci kamu angel!!" Teriak Amara
Mama ana semakin merasa bersalah dan terus menangis.
Mike mengepalkan kedua tangannya melihat keadaan istrinya seperti ini.
"Aku harus segera menjalankan rencana ku agar kalian semakin cepat merasakan kehilangan dan kehancuran." Dendam Ray.
_
_
Mereka telah pulang dari pemakaman dan kembali ke rumah mama ana untuk mengantar mama ana. Di rumah mama ana dengan menguatkan hatinya Amara bertanya kepada mama ana kenapa putrinya bisa meninggal.
__ADS_1
Mama ana pun menceritakan semuanya dari saat pertama hingga Laura tiada. Bahkan mama ana menceritakan juga tentang Ray.
"Setelah kamu menggugat cerai Ray, hidup ray berubah Amara dia menjadi Ray yang dulu. Ray yang pendiam, Ray yang penuh emosi sama seperti saat dulu dia ditinggalkan angel. Dia sangat terpukul kehilangan kamu nak, setiap hari dia menangis dan menghancurkan semua barang yang ada di kamarnya."
"Menangis?? Apa yang dia tangisi ma, kenapa dia terpukul Ray yang berselingkuh dia tidur bersama perempuan lain saat statusnya masih beristri lalu apa yang membuatnya terpukul. Aku kehilangan ayahku juga karena Ray ma sekarang aku kehilangan putriku karena Ray juga apa salahku ma.." ucap Amara lemah Amara sudah tidak mempunyai tenaga lagi hanya untuk sekedar marah.
"Amara..Ray itu dijebak nak sebenarnya Ray sangat mencintai kamu, tapi kamu terlanjur menggugat cerai dia. Harusnya kamu memberinya kesempatan untuk menjelaskan semuanya bukanya mengambil keputusan begitu saja."
"Mama nggak tau apa yang Amara rasakan saat itu, bagaimana bisa Amara memberi kesempatan untuk Ray yang sudah tidur bersama perempuan lain entah itu dijebak atau bukan tapi mereka sudah melakukannya. Apalagi aku sedang hamil ma dimana hati nurani mereka."
"Justru kamu sedang hamil harusnya kamu bisa memaafkan Ray demi anak-anak kamu."
"Cukup ma, aku ingin tahu tentang Laura bukan Ray."
"Singkat cerita karena Ray terpukul Ray pun akhirnya menikah dengan angel dan karena Ray tidak mau sendiri Ray mengambil Laura sebagai pengganti kamu, mama dan papa pun sama kami yang sangat kehilangan kamu sangat setuju jika laura menjadi pengganti kamu. Setelah ray berhasil mengambil Laura, kami semua pergi dari Jakarta dan tinggal di sukabumi karena kami yakin kamu pasti akan mencari kami. Tapi sayang tanpa sepengetahuan kami angel menjual rumah yang dulu kalian tempati untuk membayar semua hutang-hutang keluarganya. Ray kembali terpukul bisnis kami juga kacau papa dan Ray diambang kebangkrutan lalu papa menjual rumah kami untuk menyelamatkan perusahaan hingga kami bisa bangkit kembali. Lima bulan kemudian ujian datang lagi Laura demam tinggi kami membawanya kerumah sakit tapi dijalan ban mobil kami bocor saat itu sedang hujan deras kamu tidak bisa menunggu sampai mengganti ban mobil sementara Laura badanya sangat panas. Kami memutuskan untuk mencari kendaraan lain tapi tidak ada satupun kendaraan yang lewat karena kami berada di desa sedangkan jarak rumah sakit sangat jauh. Mama dan Ray terus berjalan sambil menggendong Laura dan mencari tumpangan hingga setengah jam kami berjalan akhirnya ada satu mobil pick up yang memberi kami tumpangan untuk sampai dirumah sakit. tapi sayang sesampainya di rumah sakit nyawa Laura tidak tertolong. Ujian tidak berhenti sampai disitu Amara papa Dirga sangat terpukul kehilangan laura hingga membuatnya drop dan semenjak saat itu papa Dirga sering sakit. Setahun setelah kepergian Laura papa Dirga juga pergi untuk selamanya. Mungkin ini karma untuk kami Amara."
_
_
Amara, Mike dan angel sudah pulang dari rumah mama ana. Dan sedang berada di jalan untuk pulang ke mansion sepanjang perjalanan Amara hanya diam menatap jalanan. Pikirannya masih kacau Amara bisa membayangkan bagaimana keadaan Laura saat itu saat sedang sakit dan kedinginan di jalan. Sebagai seorang ibu hati Amara sangat hancur mendengar cerita yang begitu memilukan sedangkan dia tidak ada disamping Laura saat itu.
Mike tau apa yang Amara rasakan saat ini, Mike yang bukan siapa-siapa Laura juga merasakan sakit mendengar cerita mama ana. Mike pun membiarkan Amara Mike hanya menggenggam tangan Amara tanpa mengucapkan apapun.
__ADS_1
🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹