Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 104 : Pisah ranjang


__ADS_3

Amara mengepalkan kedua tangannya hatinya bergemuruh diselimuti rasa amarah.


Sekarang Amara yakin jika ada hubungan spesial diantara mereka.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Sore hari


Ray sudah dalam perjalanan pulang tapi tidak sendiri seperti biasa Ray pulang bersama angel dan mengantar angel ke apartemennya terlebih dahulu.


"Nggak turun dulu?" Tanya Angel


"Aku langsung pulang aja ya.."


"Yaudah boleh tapi nanti kita ketemu ya?"


"Aku nggak janji njel. Aku takut Amara tau hubungan kita aku nggak mau terjadi sesuatu dengan pernikahanku."


"Ray jujur deh sama aku sebenarnya kamu sayang nggak sih sama aku?"


"Kenapa kamu tanya gitu?"


"Jujur Ray hatiku sakit saat kamu lebih mementingkan Amara dibandingkan denganku."


"Amara istriku kamu tau itu kan."


"Aku tahu untuk itu aku akan kembali ke luar negeri. Aku berada disini untuk kamu karena aku cinta sama kamu tapi kamu tidak menginginkan aku disini lebih baik aku kembali." Ucap Angel sambil menangis


"Angel bukan itu maksudku."


"Hatiku sakit Ray..hiks hiks.." Ray menarik angel dalam pelukannya


"Maafkan aku tolong jangan pergi lagi.."


"Jepret "


Suara seseorang mengambil gambar mereka berdua kali ini bukan Ardi tetapi Miko.


Apartemen tempat angel tinggal adalah milik orang tua Miko.


Saat Miko hendak pulang setelah menemui ayahnya Miko tidak sengaja melihat Ray bersama seorang wanita. Miko pun memutuskan untuk memastikan apakah itu benar Ray dari jarak yang lebih dekat dan alangkah terkejutnya Miko melihat Ray memeluk wanita itu dengan cepat Miko mengambil handphone dan mengambil gambar mereka kemudian mengirimkannya kepada Amara.


"Ternyata kamu itu brengsek Ray. Aku nggak nyangka kamu bisa menghianati Amara dasar bajingan. Sekarang aku mengerti maksud dari ucapan Amara tadi pagi. aku merelakan Amara untukmu tapi kamu malah menyakitinya jangan salahkan aku jika aku merebutnya kembali." Gumam Miko.


_


_


Amara tersenyum getir membuka pesan dari Miko hatinya bukan hanya merasakan sakit tetapi merasa lelah dengan semuanya kenapa kisah cintanya tidak pernah ada yang berjalan mulus kenapa semuanya harus berakhir dengan penghianatan. Berakhir? Akankah rumah tangganya akan berakhir? Entahlah Amara juga tidak tahu harus berbuat apa."


Amara berdiri dan menatap pantulan dirinya di depan cermin wajahnya terlihat lebih tirus tubuhnya lebih kurus apakah dirinya sungguh tidak menarik lagi. sambil membolak balikan badannya Amara teringat dengan angel yang sangat cantik dan sexy tentu saja sexy angel adalah seorang model majalah dewasa. tubuhnya berisi dan dadanya sangat montok.


Amara mengemasi barang-barang dan perlengkapan make up dan membawanya ke kamar tamu anjeng memperhatikan Amara yang bolak balik dari kamarnya ke kamar tamu lantas bertanya..


"Nona! Apa yang nona lakukan kenapa nona bolak- balik?"


"Aku sedang mengemasi barang-barangku."


"Nona pindah ke kamar tamu?"


"Iya!"

__ADS_1


"Tapi kenapa nona?" Amara menatap Ajeng tajam memberitahu bahwa dia tidak suka Ajeng banyak bertanya. Ajeng pun menundukan kepala


"Maaf nona."


Amara pun pergi memasuki kamar tamu.


"Ya Allah kasihan nona tubuhnya terlihat kurus dan sekarang mereka malah pisah ranjang mudah-mudahan masalah nona dan tuan cepat selesai." Batin ajeng.


_


_


Ray sampai di rumah pukul 05.30 Ray langsung menuju kamarnya. Ray mencari keberadaan Amara yang tidak ada di kamarnya di kamar mandi pun tidak ada. Ray pun turun dan mencari Amara di bawah.


"Ajeng apa kamu lihat istri saya?" Tanya Ray kepada Ajeng yang sedang menyiapkan makan malam


"Nona ada di kamar tamu tuan."


"Kamar tamu?" Ulang Ray


"Iya tuan." Ray pun menuju kamar tamu


"Tok tok tok Sayang..apa kamu di dalam?" Tidak ada jawaban


"Sayangโ€ฆ" panggilnya lagi.


Amara yang sedang menghubungi kedua orang tuanya pun mematikan sambungan teleponnya.


"Ceklek"


"Ada apa?"


"Ada apa? Harusnya aku yang bertanya ngapain kamu disini bukannya dikamar menyambutku pulang malah disini."


"Apa? Maksud kamu apa tidur disini?"


"Ya aku pengen aja."


"Amara kamu.."


"Udahlah kak aku capek."


"Brak"


Amara menutup pintu sangat keras hampir mengenai hidung mancung Ray.


"Amara..aku belum selesai bicara buka pintunya.


"Amara!!"


"Brak"


Ray menendang pintu itu merasa lelah terus berteriak lalu pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Setelah mandi Ray menyisir rambutnya dan alangkah terkejutnya Ray melihat make up Amara yang sudah bersih Ray pun curiga lantas membuka lemari pakaian dan benar dugaannya baju Amara hanya tinggal beberapa yang ada di dalam lemari pakaian.


Dengan langkah panjangnya Ray menuruni anak tangga kemudian berteriak memanggil Amara.


"Brak brak"


Ray menggedor pintu

__ADS_1


"Amara buka pintunya atau kudobrak."


Tanpa menunggu lama Amara membuka pintunya.


"Kamu tidak perlu membuang-buang tenagamu." Ucap Amara setelah pintu terbuka


"Kenapa semua barang-barang kamu tidak ada di kamar?"


"Kenapa? Aku ingin pindah di kamar tamu."


"Apa maksud kamu ingin pindah? Kamu punya suami kamu tidak bisa seenaknya memutuskan sesuatu tanpa meminta persetujuan dariku."


"Aku tidak perlu persetujuanmu."


"Aku ini suami kamu mana rasa hormat kamu sebagai seorang istri."


"Hormat? Kamu pengen dihormati seperti suami-suami lainnya?"


"Iyalah."


"Apa kamu bisa menjaga harkat dan martabat kamu sebagai seorang suami?"


"Apa maksud kamu?"


"Seorang suami seharusnya bisa menjaga diri dan hatinya hanya untuk istrinya." Setelah mengatakan itu Amara masuk kedalam kamar tamu lagi dan menutup pintu dengan sangat keras. Sementara Ray terpaku mendengar ucapan Amara.


"Apa maksud Amara apa jangan-janganโ€ฆ" lirih ray


"Amara buka pintunya kita harus bicara.." suara Ray merendah.


"Jangan ganggu aku. Aku mau istirahat." Teriak Amara dari dalam


"Kita harus bicara Amara jangan seperti anak kecil." Hati Amara semakin sakit Kevin mengatakannya seperti anak kecil Amara membuka pintunya lagi.


"Ya.. kamu benar aku memang seperti anak kecil. Lalu kenapa kamu menikahi anak kecill ini? Aku bukan dia Ray jangan pernah kamu bandingkan aku dengannya." Amara meneteskan air mata saat mengucapkan itu bahkan Amara memanggil Ray dengan namanya tanpa embel-embel kak. kemudian masuk kembali ke kamar dan menguncinya.


"Sayang bukan begitu maksudku. Tolong jangan seperti ini aku tidak pernah membandingkan kamu."


"Pergi! Kamu jahat aku benci kamu."


"Sayang apa salahku kenapa membenciku buka pintunya."


Pergi aku bilang tinggalkan aku sendiri."


Ray duduk bersandar di depan pintu ia menunduk dan meneteskan air mata.


"Kenapa Amara berbicara seperti itu apa Amara tau tentang angel tapi bagaimana dia bisa tau." Batin ray


Dari jauh Ajeng menyaksikan pertengkaran mereka.


"Kasihan nona apa tuan benar-benar berselingkuh?" Gumam Ajeng.


_


_


Ray kembali ke kamarnya mencoba menghuni Amara lewat sambungan telepon tetapi tidak bisa lewat sambungan WA juga tidak bisa sepertinya nomor Ray sudah di blok oleh Amara.


Berulang kali juga angel menghubungi Ray namun Ray tidak mau menjawabnya.


Ray kembali ke kamar tamu yang masih tertutup rapat lama Ray menunggu Amara di depan pintu berharap jika Amara akan keluar untuk mengambil sesuatu tetapi nihil hingga pukul 02.30 Ray masih terjaga. Beberapa menit kemudian kantuk mulai datang Ray menuju ruang tamu dan merebahkan dirinya di sana tanpa selimut.

__ADS_1


๐Ÿ๐Ÿ๐ŸBersambung๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


__ADS_2