Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 124 : Lagi-lagi Terjebak


__ADS_3

Ray tersenyum menatap foto istrinya kemudian memeluk foto itu erat dan kembali menangis.


ย ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Sang fajar telah menampakkan cahayanya Ray telah siap dengan pakaian kantornya hari ini Ray memang berangkat lebih awal dari biasanya karena ingin menyelesaikan pekerjaannya yang ia tinggalkan tiga hari terakhir juga ingin mencari tahu tentang laki-laki suruhan angel.


_


_


Sementara Amara di kampung juga sudah bangun dan berolahraga kecil dengan berjalan kaki di sekitar rumahnya, perut Amara semakin terlihat membuncit meski usia kandungannya baru memasuki tiga bulan tetapi perutnya sudah terlihat karena dua anak yang ada di dalam perutnya.


"Eh neng Amara..perutnya sudah terlihat ya neng, sudah berapa bulan neng?"


"Iya Bu Yuni sudah terlihat padahal baru berusia tiga bulan mungkin karena kembar mangkanya lebih besar dari usianya."


"Masyaallah..kembar neng?"


"Iya Bu Yuni alhamdulilah."


"Selamat ya neng semoga lancar sampai lahiran."


"Amin..terimakasih Bu Yuni."


"Ngomong-ngomong suaminya tidak ikut pulang neng?"


"Tuh kan benar pasti mau bikin gosip." Batin amara


"Kemarin ikut Bu tapi sudah kembali ke jakarta untuk bekerja. Kalau begitu saya permisi ya Bu Yuni mau lanjut olahraga."


"Iya..ya silahkan."


"Heh..dasar sombong baru punya suami gitu aja sombong." Gumam Bu Yuni


Bu Yuni dulu adalah teman dekat Mala kemanapun mereka pergi selalu berdua. Dan sekarang hubungan mereka menjadi jauh setelah kasus yang menimpa pak Hashim. Bu Yuni dan Mala dulu memang terkenal sebagai biang gosip di kampung, mulutnya yang pedas sudah melekat di dalam diri mereka. Berbeda dengan Yuni yang masih bermulut tajam dan menjadi biang gosip Mala sekarang menjadi pendiam dan tidak pernah berbaur dengan orang-orang.


_


_


Angel tidak berhenti begitu saja setelah kemarin Ray menemuinya dan mencaci-makinya angel kembali membuat rencana baru untuk membuat Ray menjadi miliknya.


Angel menghubungi Ray dan mengatakan bahwa dirinya mau minta maaf kepada Amara dan menjelaskan semuanya, angel juga meminta Ray untuk datang ke apartemennya setelah pulang kerja. Ray pun menyetujui permintaan angel.


_


_


Di kantorย 


Ray tampak serius mengerjakan semua pekerjaan, Ray ingin cepat selesai kemudian pergi menemui angel.


Bagas menemui Ray di ruangannya.


"Ada apa bagas?"


"Saya sudah mendapatkan informasi mengenai laki-laki itu pak, ini data-datanya." Bagas menyerahkan amplop coklat kepada Ray.


"Kerja bagus Bagas."

__ADS_1


"Apa saya harus bertindak sekarang pak?"


"Tunggu aba-aba dari saya, saya akan menemui angel setelah itu kita bawa bawa mereka berdua."


"Siap pak, kalau begitu saya permisi."


"Aku sudah mendengar semuanya." Ucap ardi tiba-tiba dari ambang pintu


"Ardi?? Mendengar apa?"


"Sorry Ray aku tidak setuju kamu menemui angel lagi."


"Ardi kamu jangan mengada-ada aku menemui angel untuk menyelesaikan masalahku, agar Amara bisa memaafkanku."


"Kamu yakin akan menyelesaikan masalah? Bagaimana jika masalah baru yang akan datang?"


"Ardi cukup jangan mengada-ada."


"Oke terserah yang penting aku sudah mengingatkanmu, jika terjadi sesuatu jangan pernah menyesal." Kemudian Ardi pergi.


_


_


Ray tetap tidak mendengarkan kata-kata Ardi, Ray kini dalam perjalanan menuju apartemen angel.


Sesampainya di apartemen Ray menghubungi angel untuk menyuruhnya turun namun angel tidak mau, angel menyuruh Ray naik di lantai tempatnya tinggal tanpa rasa curiga Ray pun menuruti kata-kata angel.


Ray mengetuk pintu apartemen angel.


Angel sudah siap dengan menggunakan pakaian yang sangat se*si untuk menggoda Ray. Begitu pintu terbuka Ray tercengang melihat penampilan angel yang sangat minim dengan belahan dada yang sangat rendah.


"Ayo masuk dulu.." angel menarik tangan Ray, Ray melepas tangan angel kasar


"Angel berpakaianlah yang sopan jangan seperti ini, kalau tau kamu begini aku tidak mau datang kamari."


"Iya Ray sabar dong jangan marah dulu, tadi aku buru-buru membuka pintu, masuklah dulu aku akan berganti pakaian."


Dengan ragu akhirnya Ray mau masuk


"Duduklah akan ku buatkan minuman."


"Tidak usah, aku tidak lama."


"Tidak apa hanya minuman." Lantas angel mengambil minuman yang telah ia siapkan.


"Ini minum dulu aku akan berganti pakaian." Lantas angel menuju kamarnya.


Ray yang memang sedang haus segera menenggak habis minuman yang angel buatkan


"Bagus sayang.. ayo habiskan minuman itu." Gumam angel yang mengintip dari pintu kamar.


Angel terus memperhatikan Ray sambil menunggu obatnya bereaksi.


Ya..angel memasukan obat pera**sang di minuman Ray.


"Kenapa Kepalaku terasa berat." Batin Ray sambil memegang kepalanya


"Tubuhku..kenapa tubuhku terasa aneh."

__ADS_1


Angel tersenyum melihat tingkah Ray


"Sepertinya obat itu mulai bekerja, tunggu lima menit lagi sayang aku akan memuaskanmu."


Ray mulai merasakan hawa panas di sekujur tubuhnya, Ray mulai membuka bajunya dan membuangnya begitu saja.


"Kenapa panas sekali kenapa dengan tubuhku." Gumam Ray sambil terus melakukan pergerakan.


Angel pun memulai aksinya ia datang dengan membawa Cemilan di tangannya masih dengan pakaian yang sama.


"Sorry ya Ray lama."


"Amara..sayang aku merindukanmu." Ray menarik tangan angel yang ia lihat seperti amara. Angel tersenyum lantas duduk dipangkuan Ray dan mengalungkan tangannya di leher Ray tanpa ba bi bu Ray melahap bibir angel dengan kasar angel pun membalasnya.


Tangan Ray menggerayangi seluruh tubuh angel. Dengan rakus Ray bermain di buah dada angel dan terjadilah pergulatan panas di antara mereka berdua.


"Cekrek"


Angel mengambil gambar mereka berdua bahkan ketika mereka sedang bermain. Gambar pertama angel ambil ketika Ray sedang berada diatasnya hingga menampilkan punggung Ray dan wajah angel, gambar kedua Ray sedang berciuman dengannya wajah Ray masih belum terlihat hanya wajah angel saja yang terlihat, dan gambar terakhir ketika mereka selesai melakukan olahraga, Ray tidur di samping angel masih dengan polos tanpa sehelai benangpun yang menempel, angel memeluk Ray dan memperlihatkan buah dadanya yang menempel pada tubuh Ray dengan lidah yang ia julurkan. Angel sengaja melakukannya agar Amara semakin sakit hati. Angel segera mengirim gambar-gambar itu ke nomor Amara yang ia ambil dari handphone Ray.


_


_


Amara sedang bersantai di kamar sambil memainkan ponselnya tiba-tiba ponselnya bergetar pesan masuk dari nomor tak dikenal berkali-kali.


"Nomor siapa ini..kok ngirim gambar, apa salah kirim..aku buka aja deh jadi penasaran." Gumam amara


Amara pun lantas membuka pesan dari nomor tak dikenal itu, danโ€ฆ


"Deg.." rasa ngilu, sakit, semua Amara rasakan kala melihat gambar itu.


"Kamu memang brengsek ray, kamu brengsekโ€ฆ" teriak Amara menyebut kata brengsek sambil menangis


"Nduk..kamu kenapa?" Tanya ibu Jumiati dan pak Hasan yang berlari tergopoh-gopoh mendengar teriakan amara. Amara hanya menangis tanpa menjawab pertanyaan kedua orangtuanya.


"Kamu kenapa nduk..jangan seperti ini." Pak Hasan lantas mengambil ponsel Amara dan melihat gambar itu.


"Iโ€ฆini kan. Aaa.." teriak pak Hasan sambil memegang dadanya


"Pak..bapak kenapa?"


Pak Hasan jatuh sambil memegang dadanya.


Amara berlari keluar mencari bantuan.


"Tolong..tolong.."


"Kenapa Amara??" tanya toni


"Ton..tolong bapak aku ton ayo cepat."


"I..iya..ya.". Lantas Toni berlari mengikuti Amara kemudian menggendong tubuh pak Hasan.


Beruntung ada mobil pick up yang lewat kemudian meminta bantuan kepada mobil itu untuk membawa pak Hasan kerumah sakit.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ Bersambung ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


ย 

__ADS_1


__ADS_2