
"Kamu bilang mengantuk tapi kamu malah berpakaian seperti ini. apa kamu ingin menggodaku? Karena aku sangat tergoda sayang."
Ray memiringkan tubuhnya menempel pada Amara tangannya melingkar di pinggang ramping Amara kemudian merambat ke atas menyentuh benda kenyal dan padat itu. Rasanya sangat pas di genggaman tangan Ray. benda yang sangat ingin Ray rasakan dari dulu. Ray sedikit meremas benda tersebut. Hingga membuat sang empunya menggeliat.
"Emh.." lenguh Amara dalam tidurnya. Ray kembali meremas benda kenyal tersebut sambil menciumi tengkuk leher Amara.
Amara terbangun merasakan sesuatu yang hangat menyentuh tengkuknya.
Juga karena tangan Ray yang berada di atas dadanya. Amara berbalik menatap Ray yang juga sedang menatapnya, namun tatapan Ray tidak seperti biasa. tatapan mata sayu penuh gairah.
"Kak Ray..emhp." Ray langsung menyerang Amara. Membungkam bibir Amara dengan bibirnya. Amara yang mendapat serangan tiba-tiba dari Ray memberontak karena kehabisan nafas. Ray memposisikan Amara agar terlentang membuatnya lebih mudah menguasai tubuh Amara. Amara mendorong tubuh Ray hingga ciumannya terlepas.
"Kak Ray! Aku nggak bisa nafas."
"Maaf sayang aku tidak bisa menahan diriku, kamu begitu menggoda. Apa kamu sengaja berpakaian seperti ini untuk menggodaku?"
"Kak Ray GR, aku tuh dari tadi nyari baju ganti tapi nggak ketemu ya udah aku pakai saja yang ada."
"Tapi kamu membuat aku tergoda sayang. Kamu lihat ini." Ray menunjuk adik kecilnya yang sudah tegak berdiri.
"Kamu harus bertanggung jawab karena telah mengganggu tidurnya."
Amara menelan ludahnya kasar melihat sesuatu yang sangat besar dibalik celana boxer Ray. Ray mendekati Amara kembali menyentuh dan mengelus pipi Amara. Ray menatap Amara dengan tatapan sayu.
__ADS_1
"Aku sangat ingin sayang..aku tidak bisa menahannya lagi." Kemudian Ray kembali mencium bibir Amara namun kali ini sangat lembut. Amara terhanyut dalam permainan bibir Ray yang lembut. Amara membuka mulutnya membuat Ray semakin leluasa menyusuri rongga hangat mulut Amara. Ciuman itu berubah menjadi l*****n saling membelit lidah dan saling bertukar Saliva.
Setelah puas bermain di bibir Amara, Ray turun mengecup, m******t, dan meninggalkan jejak kemerahan di leher jenjang amara. Amara mendongak memberi ruang untuk Ray agar lebih leluasa mengeksplor lehernya. Tangannya tidak tinggal diam mencari kenikmatan di perbukitan yang sangat menantang tersebut. Ray m*****s perbukitan yang masih tertutup dengan pelindung dan kain tipis tersebut. Ray kembali menyerang bibir Amara, bibir yang selalu menjadi candu baginya. Ray sudah membuang seluruh pakaian yang menutupi tubuh Amara hingga tubuhnya polos tanpa satu benang pun yang tertinggal. Amara menyilangkan tangannya di dada untuk menutupi bukit tingginya dan menutup rapat kakinya merasa malu. Ray berdiri melepas celana boxernya kemudian kembali menguasai Amara. Ray menyingkirkan tangan Amara dan menyatukan tangan mereka ke atas kepala Amara. nafas Amara naik turun seirama dengan perbukitan Amara terlihat sangat indah dan menantang. Dengan penuh gairah Ray menjelajahi perbukitan Amara m*****u bagai bayi yang kehausan sangat rakus. Amara menggeliat merasakan sensasi yang sangat aneh pada tubuhnya. C*****n Ray turun kebawah, ray menciumi perut rata dan pusar Amara, Ray semakin turun hingga sampai di depan inti amara. Ray membuka kaki Amara kemudian membenamkan wajahnya di sana. Amara semakin dibuat tidak karuan oleh Ray, tubuhnya menggelinjang tak karuan rasa nikmat dan panas menjalar di sekujur tubuhnya. Tanpa sadar Amara Menekan kepala ray.
Ray tersenyum kala melihat inti Amara yang sudah basah.
Ray memposisikan Amara dan terjadilah malam penuh gairah antara mereka berdua. Meski awalnya sangat sulit namun akhirnya Ray berhasil membobol gawang Amara. Cairan darah segar mengalir di pangkal paha Amara bersamaan dengan king kobra Ray yang masuk sepenuhnya.🤭🤭🤭
Rasa sakit yang Amara rasakan saat di awal berubah menjadi rasa nikmat yang luar biasa.
Mereka melakukan pergulatan hingga pukul dua dini hari dengan berbagai macam gaya. Meskipun Ray yang mengendalikan permainan. Entah sudah berapa kali mereka melakukan pelepasan namun Ray seperti tak pernah puas atau pun lelah. Amara lemas tak berdaya dengan nafas yang tersengal-sengal, Ray berbaring di samping Amara memeluk tubuh polos itu dan mengecup kening amara berkali-kali.
Berkali-kali juga Ray berterimakasih pada Amara.
"Hmm." Amara hanya berdehem untuk menjawab pernyataan Ray saja Amara sepertinya tidak mampu tubuhnya sangat lemas.
"I love you istriku."
"Love you to." Jawab Amara lirih bahkan hampir tidak terdengar. Amara tertidur masih dengan tubuh polosnya. Ray menyelimuti Amara dan mengecup pipinya singkat sebelum ke kamar mandi Untuk membersihkan dirinya.
Ray keluar dari kamar mandi sudah memakai celana boxernya. Ray membawa baskom berisi air hangat dan kain bersih untuk membersihkan inti Amara yang masih terdapat sisa-sisa penyatuan mereka.
Ray membuka kaki Amara dengan pelan dan hati-hati ray membersihkan inti Amara. Amara sama sekali tidak terganggu dengan apa yang dilakukan Ray kepadanya, mungkin karena dia sangat kelelahan.
__ADS_1
Setelah selesai Ray membawa kembali baskomnya ke kamar mandi kemudian berbaring di samping Amara dan mendekap tubuh Amara yang masih toples. Lagi+lagi Ray menghujani wajah Amara dengan ciuman. rasa bahagia dan bangga menjadi satu. Ray benar-benar beruntung bisa mendapatkan gadis cantik dan masih tersegel. Meski Ray bukan cinta pertama Amara tapi Ray harap dirinya adalah cinta terakhir bagi Amara dan Amara yang menjadi cinta terakhir baginya. tak butuh waktu lama Ray pun menyusul amara dalam dunia mimpi yang indah.
_
_
Di Tempat lain di sebuah kamar besar. Seorang laki-laki masih terjaga sampai dini hari. Pikirannya kacau Ia tidak bisa tidur memikirkan Amara. Ya seseorang tersebut adalah Kevin. Kevin tidak bisa tidur membayangkan saat ini Amara dan Ray sedang memadu kasih menikmati malam pertama mereka.
Hatinya terasa sakit bukan hanya sakit tapi hancur. wanita yang sangat ia cintai harus bercinta dengan orang lain.
_
_
Tak jauh berbeda dengan Kevin di sebuah apartemen mewah seorang gadis cantik tengah menangis, mendengar kabar bahwa Ray telah menikah dengan wanita lain.
"Jadi kamu sudah menikah Ray, dulu kamu bilang kamu akan menungguku tapi apa sekarang kamu menghianatiku Ray..hiks." gadis itu menangis meraung-raung." Jika aku tidak bisa bersama denganmu maka orang lain juga tidak boleh mendapatkanmu."
*Siapakah gadis itu, apakah kekasih Ray?
*Apakah Amara akan merasakan hal yang sama saat bersama Kevin dulu?
*Baca terus kisah cinta Amara ya gaess jangan lupa like komen dan vote dan beri hadiah juga😀😀
__ADS_1