
"Saya terima nikah dan kawinnya Amara Andini dengan maskawin tersebut tunai!" Dengan satu tarikan nafas dan suara yang lantang Ray berhasil mengikuti pak penghulu.
"Bagaimana para saksi sah?"
"Sahhhhh.." jawab semua orang serentak.
Tangis haru dari mama ana dan ibu Jumiati menjadi saksi hilangnya masa lajang anak-anak mereka.
Mata Ray berkaca-kaca sekarang dia sudah menjadi seorang suami.
"Silahkan dipanggil mempelai wanitanya." Ucap pak penghulu
Hati Ray kembali bergetar mendengar nama istrinya disebut. Ray merasa deg-degan akan bertemu sang istri. Bahkan jauh lebih deg-degan dibandingkan saat ijab qobul.
_
_
"Alhamdulillah.." ucap Amara ketika mendengar kata sah.sama halnya dengan Ray amara pun berkaca-kaca.
"Amara selamat ya kamu sudah menjadi seorang istri dari pak Ray."
"Terimakasih ya rum."
"Selamat ya adikku sekarang sudah ada orang yang akan melindungimu, mendampingimu dalam suka maupun duka."
"Iya mbak terima kasih ya.."
"Selamat ya cantik you sudah sah menjadi milik orang sekarang."
" Terimakasih mbak jeni."
"Selamat ya mbak Amara." Ucap Ami dan indah bersamaan
" Terimakasih mbak Ami, mbak indah."
"Yuk cantik waktunya you keluar sekarang."
Amara Menuruni anak tangga dengan Risya dan Arum di sisi kiri dan kanannya. Amara sangat cantik dengan balutan kebaya berwarna putih dengan baju yang menjuntai panjang. Rambut disanggul sangat cantik. Penampilan yang sederhana namun terkesan elegan dan sangat luar biasa cantik. Semua orang kagum melihat kecantikan bidadari cantik yang sedang menuruni anak tangga. Mereka benar- benar terpesona dengan kecantikan Amara terutama Ray sampai tidak berkedip. Bahkan sampai Amara sudah duduk di sampingnya pun ray masih belum menyadarinya.
"Masyaallah..cantik sekali istri pak ray. Pantes ya pak Ray sangat terburu-buru ijab qobulnya." Lagi-lagi pak penghulu menggoda Ray yang menimbulkan gelak tawa semua orang.
"Nak Ray..silahkan anda cium kening istri sah anda, dan mbak Amara..anda cium punggung tangan suami anda."
Ray mencium kening Amara cukup lama dan sangat lembut lalu bergantian Amara mencium punggung tangan Ray.
Kemudian mereka menandatangani berkas-berkas mereka sebagai suami istri, kemudian pak penghulu menyerahkan buku nikah mereka dan melakukan foto menggunakan buku nikah.
__ADS_1
"Selamat untuk nak Ray dan mbak Amara semoga nak Ray bisa menjadi suami yang bertanggung jawab, yang setia, yang mampu mengayomi dan melindungi istri serta anak-anaknya kelak. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah dan segera diberikan momongan amin amin ya rabbal Al-Amin."
Prosesi ijab Qabul selesai Amara dan Ray bergantian melakukan sungkem kepada kedua orang tua mereka. Yang membuat haru dan diiringi dengan air mata bahagia.
Setelah prosesi sungkeman selesai Ray dan Amara berganti baju. Ray yang melihat istrinya bersama teman-teman dan tim dari wedding star terlihat kesusahan untuk berjalan menawarkan untuk memberi bantuan apalagi Amara akan menaiki tangga tentu Ray tidak akan tega terhadap istri cantiknya itu.
"Aku gendong ya sayang.."
"Malu kak dilihatin banyak orang."
"Iya cantik, mending you digendong sama lekong you. Enak Lo digendong.." Ray menatap aneh pada perempuan jadi-jadian itu.
"Aku gendong ya.." kemudian Ray menggendong Amara ala bridal style tanpa menunggu jawaban dari Amara. Semua orang menatap ke arah pasangan pengantin baru itu.
"Awas Ray jangan di unboxing dulu, tahan sampai ntar malem." Goda Dimas
Ray menurunkan dan mendudukan Amara di tepi ranjang.
"Sudah kak Ray keluar saja biar aku ganti baju."
"Keluar gimana Hem.. Aku kan juga harus ganti baju." Jawab Ray dengan pandangan yang susah diartikan.
"Hay..aduh lekong you ya jalannya cepat sekali benar-benar lelaki perkasa. Yuk kita ganti baju cantik."
"Maksudnya kamu yang membantu istriku ganti baju?"
"Nggak boleh!" potong Ray cepat
"Ih..kok nggak boleh. Tenang aja tampan nanti you juga dapat giliran Eike kok."
"Pokoknya nggak boleh. Kalian siapkan saja baju kami biar kami pakai sendiri."
"Baiklah yang mulia raja." sindir jeni. Kemudian Ami dan indah menyiapkan gaun putih tanpa lengan untuk Amara dan setelan tuxedo berwarna hitam untuk Ray.
"Silahkan pak..mbak. kami keluar dulu. Jika sudah selesai panggil kami."
"Iya." Jawab Ray singkat kemudian Ray mengunci pintu dan kembali berjalan ke arah amara.
"Sudah siap?"
"Si…siap apa?" Jawab Amara gugup
"Ganti baju sayang apalagi Hem.."
"Oh..i..iya." Ray tersenyum melihat istrinya gugup.
"Sini aku bantu.."
__ADS_1
"Aku ganti di.."
"Di mana? Disini saja aku kan suamimu. Apa aku tidak boleh membantu istriku sendiri berganti baju?" Tanya Ray lembut
"Bukan begitu kak..iya sudah disini saja." Ray tersenyum smirk.
Ray membuka jas putihnya menyisakan kemejanya. Amara pun sama iya mulai membuka kancing kebaya nya satu persatu. Ray merapatkan jaraknya
"Biar aku bantu." Ray menggantikan Amara membukakan kancing baju kebayanya hingga terlepas semua. Dengan pelan Ray melepaskan baju Amara menyisakan dalaman seperti kemben berwarna putih, dengan model tali di belakang punggungnya. Jujur melihat Amara seperti ini Ray rasanya tidak tahan untuk menunggu nanti malam.
"Ehem.." Ray berdehem untuk menetralkan suhu tubuhnya yang mulai memanas.
"Aku bantu lepaskan talinya ya.." Amara mengangguk kemudian membelakangi Ray.
Ray mulai melepas tali tersebut satu persatu hingga terlepas semua. Terpampanglah punggung putih mulus tanpa noda sedikitpun. Ray menelan ludahnya menatap punggung putih mulus itu ditambah lagi dengan leher jenjang yang terlihat begitu menggoda. Tangannya Terulur menyentuh dan mengelus lembut punggung tersebut. Amara memejamkan mata menikmati sentuhan hangat tangan Ray. Dengan tangannya sendiri menahan kemben tersebut agar tidak terjatuh. Ray menempelkan badannya dengan Amara dan bibir ray mengecup singkat pundak amara. Terasa ada sesuatu yang mengganjal menempel pada bokong Amara.
"Aa..aku ke kamar mandi sebentar biar aku panggilkan ami untuk melanjutkannya." ucap Ray menahan sesuatu. Kemudian Ray memanggil Ami untuk menggantikannya dan Ray segera menuju kamar mandi.
"Sial. Hampir saja aku tidak bisa menahan diri." Umpat Ray di dalam kamar mandi merasakan adik kecilnya yang sudah berdiri tegak. Ray segera mandi untuk menuntaskan hasratnya yang tidak tersalurkan. Dinginnya guyuran air shower mampu membuat adik kecilnya tertidur kembali.
_
_
Ray dan Amara telah selesai berganti pakaian. Gaun menjuntai panjang tanpa lengan berwarna putih dengan model punggung yang terbuka yang ia kenakan membuat penampilannya semakin sempurna. Ray dan Amara berdiri menyalami para tamu yang mengucapkan selamat. Dan ternyata Miko, Kevin, Farah dan pak Antoni sudah datang berbaur pada tamu yang lain. Miko mengucapkan selamat kepada Amara dan Ray.
"Selamat pak Ray." Ucap Miko singkat sambil menjabat tangan Ray.
"Terimakasih!" Jawab Ray yang tak kalah singkat.
"Selamat ya Amara..semoga kamu selalu bahagia." Ucapnya sambil menggenggam tangan Amara. Ya..Miko bukan lagi menjabat tangan Amara tetapi menggenggamnya.
"Terimakasih ya kak atas doanya. Semoga kak Miko juga cepat menyusul." Miko hanya tersenyum mendengar doa Amara untuknya.
"Ehem..masih banyak tamu yang lain. Yang juga mengantri." Sindir Ray sambil melirik Miko.
"Aku langsung pulang saja ya Ra..masih banyak urusan di resto."
"Gitu ya pak.. terimakasih banyak ya kak. Kak Miko sudah meluangkan waktu untuk datang kesini."
Kemudian mereka kembali menyalami tamu-tamu yang lain.
_
_
Ray dan Amara berdansa di tempat khusus yang telah disiapkan. Dengan dekorasi yang romantis dan alunan musik yang romantis pula membuat pasangan yang baru saja sah menjadi pasangan suami istri tersebut semakin hanyut dalam kemesraan. Amara mengalungkan kedua tangannya di leher Ray dan Ray memeluk pinggang Amara posesif.
__ADS_1