
Mike kembali mencium bibir Amara lalu tangannya melepas pen*aman yang ada di d**a Amara. Mike kemudian merapatkan tubuhnya dengan tubuh Amara Mike semakin di buat melayang hanya dengan merasakan d**a Amara yang polos.
Tangan Mike menekan tengkuk Amara memperdalam ciumannya dan meng**sek-ges**kan dadanya dengan d**a Amara
Setelah puas bermain dengan bibir Amara ciuman Mike turun di leher hingga d**a Amara lalu merengkuh kenikmatan disana, bermain dengan benda padat dan kenyal yang membuatnya melayang. Suara lenguhan Amara membuat Mike semakin menggila. Mike tidak bisa menahannya lagi Mike lantas menggendong tubuh Amara kembali dan membawanya menuju ranjang.
Mike membaringkan tubuh Amara dan menatapnya sejenak dari atas sampai bawah. Tubuh putih mu*us tanpa cacat sedikitpun apalagi melihat dua g*nd*kan d**a Amara yang padat berisi membuat Mike menelan ludahnya. Mike segera melepas b*x*rnya dan pengaman terakhir Amara lalu Mike menyentuh puncak kepala Amara lalu membaca doa dan terjadilah malam indah penuh peluh diantara mereka berdua.
Hingga keduanya mencapai pelepasan yang membuat keduanya lemas terutama Amara. Berbeda dengan Amara Mike justru tidak ada lelahnya Mike kembali mengungkung tubuh Amara dan memulai hal yang sama hingga berulang-ulang hingga membuat Amara benar-benar tidak berdaya. Mike kasihan dengan Amara yang sudah tidak berdaya akhirnya menyudahi permainannya.
Mike segera memakai celana b*x*rnya lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri tak lama Mike kembali membawa baskom berisi air hangat lalu Mike membersihkan in*i Amara. Setelah semuanya selesai Mike merebahkan dirinya di samping Amara menyelimuti dirinya dan Amara lalu mencium kening dan bibir Amara singkat.
"Terimakasih sayang, i love you." Ucap Mike. Amara tersenyum saat Mike mengucapkan kata i love you tapi Amara enggan membuka mata karena dirinya terlalu lelah.
kemudian mike mendekap tubuh Amara yang masih pol*s, Amara juga membalas pelukan mike akhirnya mereka pun tidur dengan saling berpelukan.
Satu jam kemudian karena hawa dingin juga hampir memasuki waktu subuh milik Mike kembali bangun tanpa meminta izin Mike kembali menyerang Amara dengan cumb*an di area d*d*nya yang membuat Amara seketika melenguh kemudian Amara membuka mata melihat itu Mike langsung membungkam bibir amara dengan ciuman ganas hingga Amara kewalahan mengimbanginya.
Mike kemudian kembali kebagian favoritnya yaitu area dada. Amara menyisir rambut Mike dengan jari-jarinya sambil memejamkan mata dan terulang lagi olahraga nikmat di pagi hari.
Mike menggempur Amara dengan berbagai gaya hingga hampir pagi. Lagi-lagi Mike membuat Amara lemas tak berdaya. Amara kemudian tidur terlentang masih dengan tubuhnya yang toples tanpa sehelai benang pun. D**a Amara naik turun seirama dengan nafasnya yang terengah-engah, Mike yang melihat itu kembali bereaksi. Mike me**mas kembali d**a Amara
"Mike…aku mohon aku sangat lelah." Ucap Amara lemah.
"Baiklah kali ini, aku maklumi tai ingat tetap ada gantinya."
"Terserah yang penting nggak sekarang, aku tidak kuat Mike." Amara heran dengan Mike kenapa Mike seolah tidak ada lelahnya padahal Mikelah yang berperan banyak.
_
_
Matahari telah menampakkan cahayanya tapi pasangan yang baru saja sah menjadi sepasang suami istri itu masih terlelap di dunia mimpinya.
Amara tidur meringkuk sementara Mike memeluknya dari belakang.
__ADS_1
Setelah pertempuran tadi mereka kembali tidur.
Mike bangun ketika sinar matahari membuatnya silau melalui celah-celah gorden. Berbeda dengan Mike amara sama sekali tidak merasa terganggu.
Mike bangun, sebelum bangun Mike mencium kening istrinya barulah ia bangun lalu membersihkan diri.
Hingga Mike selesai membersihkan diri dan berganti baju, Amara masih belum bangun juga. Mike tersenyum melihat istrinya yang tidur sangat nyenyak. Mike lantas membeli sarapan untuk mereka berdua, Mike juga membelikan vitamin dan juga ramuan herbal untuk Amara.
Mike membawa dua kantong belanjaan penuh di tangannya. Satu kantong berisi cemilan dan vitamin dan satu kantong lagi berisi baju ganti dan pakaian dalam untuk Amara.
Mike mendekati Amara dan membangunkannya pelan.
"Sayang..ayo bangun. Sarapan dulu nanti tidur lagi." Ucap Mike lembut sambil mengelus rambut Amara
"Mhhh…"Amara melenguh kemudian berganti posisi membelakangi Mike.
"Sayang…bangun yuk. Muach." Mike kembali membangunkan Amara sambil mencium bahu serta tengkuk leher amara yang polos. Tapi Amara masih tidak mau bangun juga.
Dan yang terakhir Mike menyibak rambut Amara kemudian berbisik kepadanya dan memberinya sedikit gigitan disana. Amara yang merasa geli kemudian bangun.
"Bangun dulu sayang..sarapan dulu nanti tidur lagi ya." Kata-kata Mike sangat lembut.
"Tapi aku males bangun Mike, aku capek."
"Iya sayang aku tau, aku gendong ke kamar mandi ya."
"Nggak mau Mike..aku masih ngantuk." Amara tetap tidak mau bangun, dan seperti biasa otak cerdasnya memberinya ide cemerlang
"Jadi kamu tidak mau bangun..baiklah kita olahraga saja. Melihatmu seperti ini aku tidak bisa menahan diri." Seketika Amara membuka mata kemudian bangun.
"Minggir aku mau mandi." Amara menggulung tubuhnya dengan selimut. Berjalan pelan menuju kamar mandi. Mike tersenyum kemudian dengan cepat Mike Menggendong tubuh Amara ke kamar mandi.
"Aa..Mike. kamu mau ngapain?"
"Olahraga." Jawab Mike enteng
__ADS_1
"Nggak mau..aku mau mandi sendiri Mike turunkan aku." Amara memberontak dalam gendongan Mike.
Di kamar mandi Amara mencium bau rempah yang sangat harum ternyata bau tersebut berasal dari dalam jacuzzi yang berisi air hangat dan rempah-rempah. Amara tersenyum ternyata Mike sangat romantis Amara kemudian berendam dalam air jacuzzi tersebut tubuhnya yang terasa remuk seketika menjadi rileks. Amara memejamkan matanya sejenak tiba-tiba Amara teringat akan pekerjaannya.
"Ya ampun aku kan harus kerja ini jam berapa." Gumam Amara kemudian bergegas mandi.
Amara keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk berwarna putih yang melilit tubuh dan rambutnya.
"Sayang..kamu sudah selesai." Mike menghampiri Amara
"Mike jangan ganggu aku, aku sedang buru-buru." Jawabnya sambil mencari gaun pengantin yang kemarin ia pakai.
"Mike dimana gaun pengantinku."
"Sedang di laundry memangnya kenapa apa ada sesuatu di sana?"
"Kok di laundry sih Mike, terus aku pakai baju apa, aku harus berangkat kerja."
"Jadi ini masalah pekerjaan?"
Amara duduk di tepi ranjang dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya
"Sudah dua hari aku tidak masuk kerja tanpa izin, bagaimana kalau aku dipecat."
"Iya kamu memang sudah dipecat."
"Apa?? Bagaimana kamu tahu?"
"Apa kamu lupa kamu bekerja diperusahaan siapa?" Seketika Amara teringat jika dia bekerja di perusahaan orang yang kini menjadi suaminya.
"Aku tidak mengizinkanmu bekerja lagi, aku tidak peduli kamu setuju atau tidak kamu tetap tidak boleh bekerja." Lalu Mike mengambil paper bag yang tadi ia bawa
"Ini baju untukmu." Kemudian Mike pergi ke balkon dengan wajah yang kesal.
"Mike sepertinya marah." Batin Amara menatap punggung Mike yang sudah menjauh.
__ADS_1
🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹