
Pagi harinya seperti biasa Amara memuntahkan semua isi perutnya dan Mike dengan lembut menemani Amara memijat tengkuknya dan membersihkan mulut Amara tanpa rasa jijik sedikitpun lalu menggendong Amara ke ranjang.
Setelah itu Mike selalu membuatkan Amara teh hangat.
"Minum dulu sayang." sambil mengelus rambut Amara lembut.
"Sayang sampai kapan kamu akan muntah-muntah terus aku kasihan sama kamu, aku nggak tega melihat kamu seperti ini."
"Nggak apa-apa sayang nanti kalau usia kandungan aku sudah tiga bulan juga sembuh sendiri."
"Semangat ya sayang, pokoknya aku janji aku akan menjadi suami siaga untuk kamu." Lalu Mike mengecup kening Amara
"Makasih ya sayang.." lalu Mike turun mengelus perut Amara yang masih rata
"Anak papa jangan rewel ya kasihan mama muntah-muntah terus, sehat-sehat ya nak diperut mama." Ucap Mike
"Iya papa, adek nggak lewel papa.." jawab Amara menirukan suara anak kecil membuat mike semakin gemas.
"Sudah sana mandi nanti kamu telat."
"Telat kemana sayang, hari ini aku mau menemani istriku tercinta di rumah."
"Aku nggak apa-apa sayang kamu ke kantor aja."
"Nggak! Pokoknya aku mau nemenin istriku."
"Ya udah deh terserah kamu, tapi makasih ya.."
"Kembali kasih sayangku. Baiklah permaisuri ku mau sarapan apa biar kakanda siapkan??"
"Haha apaan sih geli tahu. Aku mau makan nasi pecel."
"Apa?? Nasi pecel, apa itu nasi pecel?"
"Itu loh sayang nasi pake sayuran terus ada saus kacang terus ada peyek ada lauknya juga, pokoknya gitu deh."
"Oke bentar-bentar." Lalu Mike mengotak Atik handphonenya
"Nah ini dapat, kayak gini sayang??"
"Iya benar itu, aku pengen banget makan itu sayang tapi yang kayak gitu yang di pasar. aku nggak mau yang di tempat makan."
"Gitu ya, oke aku suruh pak Jamal buat beli di pasar ya tunggu."
"Nggak mau! Pokoknya harus kamu yang beli. Ini kan anak kamu sayang masak pak Jamal yang beli katanya mau jadi suami siaga gini aja kamu nggak mau."
"Iya sayang iya aku mau bentar ya aku mandi dulu."
"Nggak usah mandi! Kamu mau caper ya sama cewek-cewek ngapain mandi segala."
"Sayang ini kan aku mau keluar masak nggak mandi, lagipula aku caper sama siapa sayang di pasar?"
"Nggak mau tahu pokoknya kamu nggak boleh mandi."
"Iya..ya..aku nggak mandi, yaudah aku pergi sekarang ya."
Lalu Kenzo pun pergi mengenakan baju tidur.
__ADS_1
"pak Jamal..pak.." panggil Kenzo sambil menuruni tangga
"Saya tuan." Jawab Jamal tergopoh-gopoh dari luar
"Ada apa tuan muda?"
"Siapkan mobil kita ke pasar sekarang."
"Ke Pasar tuan muda??" Ulang Jamal memperhatikan penampilan Mike dari atas sampai bawah
"Tuan muda yakin mau ke pasar?"
"Ada apa, ada yang salah dengan penampilanku?"
"Tidak tuan, tapi di pasar itu becek tuan terus bau juga. Tuan muda butuh apa biar saya yang belikan."
"Jangan istri saya ingin saya belikan nasi pecel."
"Oh iya tuan saya tahu nasi pecel yang paling enak di pasar, biar saya saja tuan yang belikan."
"Istri saya lagi ngidam jadi harus saya sendiri yang beli."
"Siap tuan." Mereka pun lantas pergi.
Dari dapur bi darmi tersenyum senang melihat Mike begitu sayang dengan istrinya.
"Alhamdulillah tuan muda sudah berubah bahkan jauh dari yang bibi bayangkan tuan muda sangat sayang dengan nona Amara." Gumam bi darmi
_
_
Wajah tampan dengan perawakan yang tinggi gagah berkulit putih, penampilan yang nyaris sempurna membuat semua orang khususnya kaum hawa dibuat terkesima melihat Mike meski hanya mengenakan baju tidur namun tidak mengurangi ketampanan Mike.
Mike berjalan dengan diiringi Jamal di belakangnya wajah tegasnya sangat kentara saat melewati jalan becek dan sempit. Tapi Mike tidak akan menyerah sebelum mendapatkan nasi pecel yang di minta sang istri tercinta.
"Kok bisa sih ada tempat sekumuh ini, buat jualan lagi jangan-jangan bi darmi juga beli sayur disini setiap hari. Mana jauh banget lagi apa perlu jalan ini aku pasang lift." Gerutu Mike dalam hati
"Pak Jamal apa masih jauh tempatnya?"
"Sedikit lagi tuan muda, tinggal lurus sentar lagi terus belok kanan sudah sampai namanya pecel mbok jah." Jelas pak Jamal
"Dari tadi sebentar lagi sebentar lagi tapi nggak sampai-sampai."
Dan benar saja tak sampai sepuluh menit mereka pun sampai di pecel mbok jah.
"Nah itu tuan, di depan itu pecel mbok jah." Mike melihat sepasang nenek dan kakek yang sedang melayani pembeli.
"Itu, nenek-nenek itu??"
"Iya tuan."
Jamal dan Mike pun sampai di depan tempat mbok jah berjualan.
Semua orang yang mengantri melihat ke arah Jamal dan Mike
"Masyaallah gantengnya." Ucap salah satu ibu-ibu
__ADS_1
"Iya kayak artis ya Bu, andai ini jodoh anakku." Ucap ibu-ibu yang lain
"Selamat pagi mbok jah..kakek dasim.."
"Eh pak Jamal, pagi pak..mau pecel?"
"Iya mbok, ini bos saya mau beli pecel." Sambil menunjuk Mike dengan ibu jarinya
"Selamat pagi pak..bapak mau pecel."
"Panggil tuan muda mbok.." Jamal memberi tahu
"Iya tuan muda mau beli pecel?"
"Iya mbok saya mau beli pecel, istri saya lagi ngidam pengen makan nasi pecel yang ada di pasar kata pak Jamal nasi pecel mbok jah paling enak disini."
"Benar itu tuan nasi pecel mbok emang enak, mau berapa bungkus."
"Satu porsi harganya berapa mbok?"
"Sepuluh ribu saja tuan sudah lengkap sama ikannya juga."
"Sepuluh ribu??" Kaget Mike
"Iya tuan, nasi mbok ini sudah yang paling murah tuan."
"Kalau begitu buatkan saya sepuluh bungkus mbok."
"Siap tuan."
"Monggo silahkan duduk dulu nak.." ucap kakek dasim sambil memberikan kursi untuk Mike.
"Terimakasih kek."
Mike memperhatikan sepasang kakek nenek itu dimana seharusnya di umurnya yang sekarang tapi masih harus bekerja apalagi dengan keadaan kakek dasim yang berjalan membungkuk.
Dalam benak Mike bertanya-tanya apakah mereka tidak mempunyai seorang anak sehingga mereka harus mencari nafkah untuk menghidupi dirinya sendiri, jika punya dimana anak mereka mengapa mereka membiarkan orang tuanya bekerja.
"Sudah tuan silahkan.." mbok Jum menyerahkan nasi pecel tersebut yang langsung di terima oleh Jamal.
"Berapa semuanya mbok?"
"Seratus ribu tuan."
Lalu Mike memberikan sepuluh lembar uang seratus ribuan.
"Banyak sekali tuan.."
"Tidak apa-apa mbok anggap saja ini Rizky untuk mbok jah dan kakek dasim."
"Terimakasih banyak tuan semoga Allah membalas kebaikan tuan."
"Amin..kami permisi mbok jah..kakek dasim."
"Iya nak, sekali lagi terimakasih."
"Iya kek, kakek dan mbok jah jaga kesehatan." Lalu Mike pun pergi
__ADS_1
🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹