Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 149 : Mencari ibu Jumiati dan jesen


__ADS_3

Semua karyawan kantor sudah pulang, Amara seperti biasa masih membersihkan ruangan hari ini Amara bersih-bersih sendiri karena rekannya Vina sedang sakit dan tidak masuk kerja. Semua ruangan sudah Amara bersihkan yang terakhir tinggal ruangan Mike yang belum Amara bersihkan, saat amara memasuki ruangan mike, laptop Mike masih menyala tetapi tidak ada Mike disana.


"Kok laptopnya masih menyala apa Mike belum pulang?" Gumam amara.


"Mata Amara berkeliling mencari keberadaan mike tetapi sepi tidak ada seorang pun disana pintu kamar mandi pun terbuka tidak ada seorangpun disana.


"Kok aku jadi merinding ya.."


"Merinding kenapa?" Sahut Mike tiba-tiba


"Aaa…Mike..kamu ngagetin aja sih, dari mana coba bisa tiba-tiba muncul??" teriak amara


"Sorry, ini aku habis ambil minum."


"Kenapa nggak nyuruh aku aja sih."


"Aku lihat kamu sedang sibuk, apalagi kamu kerja sendiri aku nggak tega nyuruh kamu. Kamu sudah selesai bersih-bersih?"


"Sudah tinggal ruangan kamu saja."


"Ya sudah cepat kamu bersihkan aku tunggu kamu."


"Em..nggak usah Mike kamu pulang duluan aja, aku masih lama."


"Nggak apa-apa aku tungguin nanti kita pulang bersama."


"Tapi Mike."


"Cepat jangan membuang-buang waktu jesen sudah menunggu di rumah."


Hebat Mike menggunakan jesen sebagai alasan, Mike tau amara tidak akan bisa berkutik jika menyangkut jesen atau ibunya.


Mike kembali melanjutkan pekerjaannya sambil menunggu Amara lima belas menit kemudian Amara telah selesai.


"Mike..aku sudah selesai."


"Oke, kita pulang bentar ya aku simpan dulu berkas-berkas ini."


"Biar aku bantu, simpan dimana?"


"Tidak usah aku bisa sendiri, sudah selesai ayo." Mike berdiri lalu menghampiri Amara


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Di jalan


"Kamu mau beli sesuatu untuk jesen?" tanya mike


"Boleh deh, jesen paling suka es cream, kalau boleh bisa mampir bentar nggak di minimarket buat beli es cream."


"Boleh dong itu di depan ada minimarket kita beli disitu aja ya." Amara mengangguk 


"Saat sampai di depan minimarket Amara hendak turun tapi dicegah oleh Mike


"Kamu tunggu disini aja biar aku yang turun."


Beberapa saat kemudian Mike kembali tapi tidak membawa apapun ditangannya


"Es creamnya mana, habis ya."


"Nanti dikirim kita tunggu saja dirumah."


"Dikirim memang kamu beli berapa banyak sampai dikirim segala."


"Nanti kamu juga tau, yang pasti jesen akan sangat suka."


"Terserah kamu deh."


_


_


Dua puluh menit kemudian mereka sampai di mansion Mike.

__ADS_1


"Mike es creamnya mana, kamu bohong ya?"


"Amara…Amara..aku tidak mungkin berbohong hanya karena es cream, kamu tenang saja jesen pasti sangat senang nanti, ayo kita turun."


Amara dan Mike memasuki rumah tapi rumah tampak sepi.


"Kok sepi banget ya Mike."


"Tentu saja jam segini para maid pasti ada di paviliun."


"Iya juga ya, ya udah yuk ke atas."


 "ya udah aku ke kamar dulu ya, makasih untuk tumpangannya."


"It's oke, kita kan satu rumah."


"Iya sih tapi kan.."


"Nggak ada tapi-tapian, setelah ganti baju aku akan menemui jesen, aku kangen dengan jesen." Amara tersenyum


"Gila senyumnya manis banget."


"Terserah kamu."


_


_


"Assalamualaikum.." salam Amara saat mumbuka pintu, sudah menjadi kebiasaan Amara saat memasuki kamar mengucapkan salam dengan tujuan akan di tiru oleh anaknya.


"Kok sepi ya." kemudian Amara kembali memanggil jesen


"Jesen mama pulang…ibu..Amara pulang Bu. Kok sepi sih." perasaan Amara mulai tidak enak, Amara menaruh tasnya sembarang lalu mencari anak dan ibunya di kamar mandi.


"Kok nggak ada juga sih." Amara mulai panik kemudian bergegas mencari mereka di bawah, Amara terus memanggil mereka sambil mencari di setiap ruangan tetapi tetap tidak ada akhirnya Amara kembali ke atas untuk meminta bantuan kepada Mike.


"Tok tok tok, Mike buka pintunya Mike..Mike cepat buka pintunya."


"Amara..itu suara Amara kan kenapa dia, iya sebentar." Mike berlari membukakan pintu untuk Amara bahkan Mike masih belum memakai baju karena terburu-buru 


"Mike tolong aku, ibu sama jesen nggak ada di kamar aku udah cari mereka di bawah tapi nggak ada juga Mike." Jelas Amara sambil menangis


"Kamu tenang ya,, ibu sama jesen pasti masih ada di rumah ini kamu tenang ya aku bantuin kamu, bentar aku pakai baju dulu." Mike pun lantas memakai baju Mike juga memanggil para maid untuk berkumpul di ruang tamu.


"Ayo kita ke bawah."


Sesampainya di bawah semua maid, supir, satpam sudah berkumpul di ruang tamu.


"Semuanya cari ibu Jumiati dan jesen di seluruh ruangan sampai ketemu jangan ada satu ruangan pun yang tertinggal."


"Siap tuan muda."


"BI darmi, eni kenapa kalian masih disini?" Sebenarnya Darmi dan Eni ingin menjelaskan semuanya kepada Mike namun dicegah oleh i'in


"BI darmi..Eni..ayo cepat kita cari mereka." 


I'in menarik tangan Darmi dan Eni.


"Ingat ya jangan ada yang berani mengadu atau kalian akan aku laporkan kepada nona Cassandra." Ancam i'in.


Mike menggandeng pundak Amara dan menuntunnya untuk duduk di sofa


"Amara kamu tenang ya mungkin mereka sedang jalan-jalan di rumah ini."


"Mudah-mudahan begitu."


Beberapa saat kemudian para maid kembali


"Maaf tuan saya tidak menemukan mereka." Ucap joko


"Iya tuan saya juga." Ucap yang lain membuat Amara semakin panik


"Apa kalian sudah mencari di seluruh ruangan?"

__ADS_1


"Sudah tuan."


"Mike..kemana mereka Mike, aku takut terjadi sesuatu dengan mereka Mike."


"Tenang ya Amara."


"Tuan muda!!" Panggil Eni lantang


"Ada apa Eni?" 


Eni mengumpulkan segala keberanian ia juga melirik kepada i'in yang sedang menatapnya tajam


"Saya tau tuan dimana ibu Jumiati dan jesen."


"Cepat katakan dimana mereka Eni." Jawab Amara


"Mereka tidak ada dirumah ini nona."


"Apa!! apa maksud kamu Eni?"


"Eni apa yang kamu katakan, tuan Eni hanya mengada-ada kita semua bersama-sama dari tadi jadi bagaimana mungkin Eni bisa tau keberadaan mereka."


"Aku memang tau i'in, kita semua tahu terutama kamu."


"Apa maksud kamu Eni."


"Kamu jangan berpura-pura lagi i'in."


"Kamu yang.."


"Diam!!" Bentak Mike


"Apa maksud kalian?"


"Eni tolong jelaskan apa maksud kamu?" 


"Biar saya saja yang jelaskan tuan."


"Diam i'in, Eni cepat jelaskan."


"Baik tuan muda, tadi siang nona Cassandra datang kemari mencari nona Amara."


"Aku..siapa Cassandra kenapa mencariku?"


"Nanti akan aku jelaskan siapa Cassandra tenang ya, lanjutkan Eni." jawab mike


"Ibu Jumiati yang memang sedang bermain dengan jesen di ruang tengah mendengar suara nona Cassandra lantas ibu Jumiati dan jesen menghampiri nona dan bertanya kepada nona Cassandra sedang mencari siapa tiba-tiba nona Cassandra menarik tangan ibu Jumiati dan jesen agar keluar dari rumah ini." Amara menutup mulutnya tidak percaya


"Sari ingin menghubungi tuan muda tetapi i'in mencegahnya."


"Eni apa-apaan kamu, jangan bicara sembarangan ya."


"Apa kamu tidak bisa diam, bicara sekali lagi akan ku robek mulutmu." Ancam Mike kepada i'in, i'in pun sontak terdiam


"Lalu kami dan sari mencegah nona Cassandra tapi tidak berhasil, kami malah diancam jika kami melapor kepada tuan muda nona Cassandra akan membuat perhitungan kepada kami. Kami pun tidak berani tapi tidak dengan sari, sari tetap melawan nona Cassandra dan sari membawa ibu dan jesen kerumahnya."


"Jadi sekarang ibu dan jesen ada di rumah sari?"


"Mungkin nona, karena sari yang membawa mereka."


"Mike..tolong aku."


"Iya kamu tenang ya kita kerumah sari sekarang eni kamu ikut."


"Baik tuan."


"Oh ya i'in dimana ponselmu?"


"Ponsel, u..untuk apa tuan."


"Berikan padaku."


"Tapi untuk apa tuan muda."

__ADS_1


Tanpa persetujuan dari i'in Mike merampas ponsel i'in yang berada di tangannya.


🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹


__ADS_2