Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 138 : Sudah jatuh tertimpa tangga pula


__ADS_3

Eps sebelumnya


Mike menunjuk manajernya


"Saya pastikan restoran ini akan tutup."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Ayo pergi." Mike menarik tangan Amara dan membawanya pergi


"Berhenti!!" Teriak manajer tersebut


"Kamu pikir kamu siapa bisa mengancamku, aku sama sekali tidak takut dengan ancaman orang sepertimu. Dan kamu lepaskan Appron mu!" Perintahnya kepada amara.


Amara lantas melepas Appron nya dan akan memberikannya kepada manajer tersebut tetapi dengan cepat mike mengambilnya dari tangan Amara.


"Baik jika kamu ingin dipercepat, dengan senang hati aku akan melakukanya." Kemudian Mike melempar appron tersebut tepat di wajah manajer.


_


_


Mike mengajak Amara untuk naik mobilnya.


"Terimakasih sudah dua kali kamu membantuku."


Mike tidak menjawab entah apa yang sedang ia pikirkan, namun sedetik kemudian ia menjawab


"Aku heran denganmu setiap aku bertemu denganmu pasti sedang dalam masalah, senang sekali membuat masalah."


"Apa? Kamu pikir aku mau mendapat masalah lagipula aku tidak pernah meminta bantuanmu kamu sendiri yang membantuku."


"Itu karena aku baik hati."


"Tidak ada orang baik yang mengagung-agungkan kebaikannya."


"Sudah diam aku tidak ingin bertengkar, aku heran denganmu kenapa kamu ada dimana-mana. Di rumah makan, di klub, di restoran, kamu ini manusia atau bukan."


"Dengar baik-baik aku dan kamu sama-sama manusia hanya bedanya aku waras dan kamu gila kita beda dunia, itu bedanya."


"Apa kamu bilang aku gila, maksudmu duniaku adalah dunia orang gila, apa kamu buta mana ada orang gila tampan rupawan dan berkharisma sepertiku."


"Haha..tampan..ya kalau dilihat dari monas." Lantas Amara keluar dari mobil.


"Heh mau kemana kamu?"


"Lebih baik aku jalan kaki daripada harus semobil dengan orang gila sepertimu."


"Ya pergi sana jauh-jauh dariku dasar perempuan tidak waras." Teriak Mike karena Amara sudah berjalan menjauh


"Dasar perempuan aneh , bisa-bisanya dia mengatakan aku gila." Gumam Mike


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Amara sampai di rumah pukul empat sore, Amara berjalan memasuki pelataran rumahnya, sayup-sayup Amara mendengar suara keributan Amara segera berlari masuk kedalam rumah


"Ibu.. jesen.."ย 


"Mama.." jesen menangis


"Sttt sayang kamu kenapa menangis, Bu Lina ini sebenarnya ada apa?"


"Kebetulan kamu datang, mana uang sewa rumah ini?"

__ADS_1


"Harusnya kan masih besok Bu, kenapa ibu minta sekarang."


"Terserah dong ini kan rumahku."


"Nggak bisa gitu dong Bu, semuanya harus sesuai kesepakatan."


"Aku tidak peduli ya, sekarang kalian kemasi barang-barang kalian."


"Bu Lina tolong beri kami waktu untuk mencari tempat tinggal baru."


"Tidak bisa, besok rumah ini sudah ada yang menempati."


"Oh jadi karena itu kan sebenarnya, karena ada yang menyewa rumah ini dengan harga yang lebih tinggi, dasar matre."


"Apa kamu bilang dasar tidak tau diri sudah ditampung bukanya terima kasih Malah ngelunjak."


"Ditampung? Anda pikir tinggal disini gratis."


"Ya gratislah kamu belum bayar uang sewanya kan."


"Karena memang belum waktunya."


"Sudah aku tidak mau dengar lagi alasan kamu sekarang cepat bereskan barang-barang kamu."


"Brak"ย 


Amara menendang pintu kamar sebelum masuk ke kamarnyaย 


"Heh awas ya kamu kalau sampai pintuku rusak kamu harus ganti rugi."


Amara segera mengemasi barang-barangnya bersama ibu Jumiati.


"Terus kita tinggal dimana nduk.."


"Sudahlah Bu yang penting kita pergi dulu dari sini, apa ibu sudah selesai?"


"Cepat ibu bereskan, kita harus segera pergi dari sini, kita tidak akan jadi gelandangan setelah pergi dari sini."


Amara keluar dari kamar menggendong jesen dan ibu Jumiati berjalan di belakangnya.


"Awas ya jangan sampai ada barang-barangku yang kamu bawa."


"Dirumah ini tidak barang berharga yang bisa aku jual, jadi tidak ada gunanya aku membawa barang anda."


"Eee..dasar sombong, emang situ punya apa, cepat pergi sana jangan kembali lagi."


"Dengan senang hati."


"Eh bayar dulu uang sewanya."


"Tadi anda bilang aku tinggal disini gratis kenapa sekarang kamu minta uang nggak malu menarik ucapannya sendiri." Kemudian Amara dan ibunya segera pergi


"Dasar orang kampung cepat pergi dari rumahku, pergi sana kalian jangan pernah kembali lagi." Teriaknya namun Amara sudah menjauh.


Amara dan ibunya terus berjalan sambil menggendong jesen dan satu tangannya menenteng tas besar.


Amara tidak tau harus mencari tempat tinggal dimana.


Amara menghentikan sebuah angkutan umum.


"Nduk kita mau kemana?" Tanya ibu Jumiati di dalam angkot


"Nggak tau Bu..Amara juga bingung."

__ADS_1


"Mama jesen lapar."


"Iya sayang sabar ya kita cari tempat makan dulu."


"Mama mau itu." Ucap jesen melihat penjual sate gerobak


"Kiri pak." Setelah turun dan membayar uang angkot Amara menggandeng jesen dan ibu Jumiati menuju tukang sate yang ditunjuk jesen.


"Jesen mau sate apa?"


"Ayam ma.."


"Oke.., sate ayam pak tiga puluh ribu."


"Siap neng, silahkan duduk dulu." Ucap pedagang sate tersebut menyuruh Amara duduk di sebuah bangku panjang.


"Ayo Bu.." Amara menyuruh ibu Jumiati duduk kemudian Amara membantu jesen untuk duduk dan saat Amara akan duduk tiba-tiba tas kecil Amara di jambret.


"Tasku, jambret..tolong jambret." Panik Amara, Amara dan ibu Jumiati berteriak meminta tolong tukang sate tersebut juga ikut berteriak minta tolong.


"Mana jambretnya?" Tanya tiga orang laki-laki


"Itu pak lari kesana." Tunjuk Amara pada laki-laki yang tengah berlari membawa tas. Mereka pun berusaha mengejar jambret tersebut disusul beberapa laki-laki yang juga ikut mengejar jambret tersebut.


"Bu tolong jaga jesen." Amara ikut mengejar jambret tersebut.


"Sabar ya Bu, semoga jambetnya bisa tertangkap dan tas anak ibu bisa kembali." Ucap tukang sate itu.


"Iya pak."


"Mama mana nek?"


"Mama lagi ngejar orang yang mengambil tas mama nak, jesen disini dulu ya sama nenek kita berdoa saja mudah-mudahan tas mama kembali."


"Iya nek."


Lima belas menit kemudian orang-orang yang membantu Amara mengejar jambret tersebut pun kembali.


"Gila kenceng banget larinya."


"Iya nih sandalku sampai putus." Ucap mereka


"Nak bagaimana apa sudah tertangkap jambretnya?"


"Maaf Bu larinya kenceng banget kita kehilangan jejak tuh lihat sandal teman kami sampai putus."


"Makasih ya nak sudah mau membantu kami."


Tak lama Amara muncul di belakang mereka dengan langkah gontai Amara menghampiri ibu dan anaknya. Amara memeluk jesen dan menangis."


"Mama kenapa menangis jambletnya nakal ya ma? Tanya jesen polos


"Iya nak jambretnya mengambil uang dan tas mama sekarang mama nggak punya uang lagi, maafin mama ya jesen gara-gara mama kita nggak bisa makan."


"Jesen nggak lapar kok ma, mama jangan nangis lagi nanti kalau jesen sudah besal jesen ganti uang mama yang diambil jambletnya ya.."


Amara kembali memeluk putranya, jesen memang anak yang sangat pintar Amara selalu dibuat takjub dengan tingkahnya.


"Ini neng bapak kasih gratis nggak usah bayar, tapi mohon maaf bapak cuma bisa kasih sedikit."


"Nggak usah pak, nanti bapak rugi."


"Nggak neng bapak nggak akan rugi hanya karena menolong orang insyaallah ini malah akan menjadi ladang amal dan rezeki untuk bapak, kasihan neng anaknya lapar."

__ADS_1


"Amin.. makasih banyak ya pak."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน Bersambung ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2