Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 161 : Prahara kue lapis membawa cinta


__ADS_3

"Tuan aneh sekali tadi katanya enak sekarang bilang nggak enak, gimana sih aku jadi penasaran rasanya seperti apa." Gumam eny di dapur.


"Hey!!"


"Astaga..ih sari kamu ngagetin aja deh."


"Kamu ngapain ngomong sendiri."


"Aneh deh sar tuan besar tadi makan kue lapis ini katanya enak banget sampai mau buatin toko kue segala buat aku, tapi pas aku bilang kue ini buatan nona Amara tuan langsung bilang nggak enak, aneh nggak sih."


"Itu sih bukan tuan besar yang aneh tapi kamu."


"Loh kok malah aku yang aneh, gimana sih kamu sar."


"Iya kamu yang aneh tuan besar itu tidak suka sama nona ralat bukan tidak suka tapi belum suka makanya beliau tidak mau mengakui kalau kue buatan nona itu enak. Ya semacam gengsi gitulah."


"Kasihan nona kalau sampai tuan tidak suka, padahal nona baik, cantik pinter masak lagi."


"Ya kita doain aja mudah-mudahan tuan bisa menerima nona."


"Siapa yang mau kalian doakan??" Sahut Mike tiba-tiba


"Tu..tuan Mike,," sari dan Eny spontan menundukkan kepalanya


"Siapa yang kalian bicarakan??"


"Anu tuan muda, tuan besar."


"Apa?? berani kalian membicarakan kakek di belakang kami."


"Tuan jangan salah paham kami tidak bermaksud begitu."


"Lalu apa maksud kalian ceritakan dengan jelas." Mike menarik kursi lalu duduk dengan santai dan melipat kedua tangannya di dada bersiap untuk mendengarkan mereka bercerita, sungguh Mike sangat konyol. 


"Ayo cepat cerita, aku mau dengar."


"Jadi tadi tuan besar minta dibuatkan kue lapis kesukaannya, tapi saat saya hendak membuatnya tiba-tiba nona Amara datang bersama jesen, nona bilang jesen merengek ingin bermain bersama saya."


"Apa dia menangis?" Wajah Mike berubah panik


"Tidak tuan."


"Syukurlah, kalian jika melihat jesen menangis atau rewel tugas kalian harus membantu Amara menenangkan jesen."


"Siap tuan."


"Lanjutkan ceritanya!"


"Lalu nona berkata kalau nona yang akan membuat kue itu dan saya menemani jesen. Dengan senang hati saya mengiyakan permintaan nona Amara."


"Bagus, memang itu yang harus kamu lakukan, ingat Amara adalah calon istriku itu artinya dia adalah nyonya kalian jadi kalian harus patuh dan hormat kepadanya seperti kalian menghormatiku."


"Siap tuan muda." Mike melirik kue lapis yang ada di tangan Eny.


"Itu kue buatan Amara??"


"Iya tuan, saya bingung harus saya apakan kue ini tuan besar meminta saya untuk membuangnya tapi saya tidak tega dengan nona Amara yang sudah susah payah membuatnya."

__ADS_1


"Berikan padaku kue itu, kakek benar-benar keterlaluan." Mike merasa kesal dengan kakek luwis kemudian menuju kamarnya.


_


_


Amara sedang menidurkan jesen dikamar bersama ibu Jumiati yang sedang merapikan baju-baju mereka, tadi saat Eny dan sari ingin merapikan baju-baju mereka ibu Jumiati menolak.


"Ceklek"


Amara mendengar suara pintu kamar Mike terbuka.


"Pintu kamar Mike terbuka berarti Mike sudah pulang, apa aku berikan sekarang saja ya kuenya Mike pasti lapar." Batin Amara, kemudian ia bangun dan berpamitan kepada ibunya.


"Bu titip jesen ya Amara mau ngasih kue ini untuk Mike."


"Iya nduk biar jesen ibu yang jaga."


Amara pun bergegas keluar kemudian mengetuk pintu kamar Mike.


"Tok tok tok Mike…ini aku Amara, tolong keluar sebentar."


Mendengar suara Amara memanggilnya seperti angin segar untuk Mike, Mike yang tadinya merasa lelah seketika bersemangat kembali, Mike pun dengan cepat membuka pintu.


"Ada apa?" Tanya Mike memasang wajah cool.


"Ini untukmu.." sambil menyodorkan satu piring kue lapis buatannya.


"Tadi aku bikin kue untuk kakek terus aku sisihkan juga untukmu."


Dengan senyum yang merekah Amara menjelaskan kepada Mike.


Mike lalu menarik Amara dalam pelukannya.


"Aku sudah menyiapkan semuanya besok kita akan menikah."


"Kamu serius Mike?"


"Aku tidak pernah seserius ini Amara, aku tidak bisa jauh darimu. Kumohon jangan beralasan lagi."


Kemudian Amara membalas pelukan dari Mike. 


"Tapi aku tidak mau pesta yang terlalu besar Mike, aku mau yang sederhana saja."


"Tentu karena semua mendadak maka kita lakukan yang sederhana, sebenarnya aku ingin membuat pesta besar-besaran jika saja masih banyak waktu tapi tidak apa-apa yang penting kita sah menjadi suami istri."


Kemudian Mike melepas pelukannya


"Ini kamu sendiri yang membuatnya?"


"Iya..sudah kubilang aku yang membuatnya."


"Ayo masuk, aku pengen disuapi olehmu." Mike menarik Amara masuk ke kamarnya lalu duduk di sofa.


"Ayo cepat suapi, aku tidak sabar pasti rasanya enak sekali."


Lalu Amara menyuapi Mike, Mike diam saat menikmati kue itu

__ADS_1


"Gimana enak nggak?"


Mike menggeleng


"Beneran nggak enak, gimana dong kakek pasti semakin tidak suka denganku."


"Haha.." Mike tertawa


"Kok malah ketawa sih."


"Kalau lucu..siapa yang bilang tidak enak, kuenya sangat enak


"Tapi tadi kamu menggeleng saat aku bertanya enak atau tidak."


"Karena sangat nikmat aku sampai tidak bisa berkata-kata."


"Halah lebay.."


"Beneran sayang."


"Oh iya Mike, tadi Dion kemari


"Ada apa?" Wajah Mike berubah menjadi tidak suka, dan Amara menyadari itu."


"Tidak ada apa-apa mungkin ingin membantu persiapan pernikahan kita."


"Kenapa tidak mencariku, kenapa malah mencarimu."


"Iya dia mencarimu tapi kamu kan tidak ada jadi aku yang menemaninya."


"Tidak mungkin Dion mencariku kesini pasti dia sengaja ingin menemui Amara." Batin mike


"Sebentar aku ada sesuatu untukmu."


Mike kemudian mengambil sebuah kotak besar.


"Ini cobalah, kalau kurang pas kita bisa memperbaikinya sekarang juga."


"Apa ini??" Tanya Amara sambil membuka kotak tersebut. Sebuah gaun pengantin berwarna putih yang sangat indah.


Gaun elegan namun terlihat sangat mahal.


"Bagus sekali Mike pasti sangat mahal."


"Tidak ada kata mahal untukmu, cepat kamu coba kalau kurang pas bisa langsung diperbaiki, apa perlu aku bantu??" Goda Mike sambil mengedipkan satu matanya.


"Aku bisa sendiri!!"Dengan cepat Amara meninggalkan mike menuju walk in closed.


Lima menit kemudian Amara keluar dari walk in closet menggunakan gaun tersebut. Mike terpana melihat Amara yang sangat cantik memakai gaun tersebut meski tanpa riasan. Juga ukurannya sangat pas di tubuh Amara.


Mike berdiri lalu menghampiri Amara tanpa ba bi Bu Mike menarik Amara hingga tubuhnya menabrak tubuh Amara. Pandangan matanya menatap Amara dalam dan kedua tangannya memeluk pinggang Amara erat. Amara meletakkan kedua tangannya di dada Mike, tak dapat dipungkiri jantung Amara berdetak lebih cepat saat bertatapan dengan Mike.


"Jantungku..kenapa berdetak lebih cepat tidak mungkin aku jatuh cinta dengan Mike secepat ini." Batin Amara


"Selangkah lagi kamu akan menjadi milikku selamanya tidak akan kubiarkan kamu pergi dari sisiku lagi. batin Mike.


"Kamu sangat cantik..aku sangat beruntung memiliki kamu, bukan hanya cantik tapi baik dan pekerja keras itu yang membuatku jatuh cinta denganmu dan satu lagi pandai membuat kue lapis.

__ADS_1


Aku tidak akan pernah mengkhianatimu apalagi meninggalkanmu kamu harus ingat itu."


🌹🌹🌹 Bersambung🌹🌹🌹


__ADS_2