
Amara lantas mengotak-atik ponsel Mike hingga menemukan sesuatu yang membuatnya tersenyum.
"Yes akhirnya aku berhasil semoga ini jalan agar aku bisa bertemu dengan putriku."
Lalu Amara mematikan kembali ponsel Mike dan meletakkannya di atas meja Mike. Amara lalu kembali makan ice cream yang tadi Mike beli.
Empat ice cream rasa buah sudah Amara habiskan ia pun menjadi bosan karena Mike tak kunjung datang juga.
Amara berdiri melihat-lihat ruangan Mike. Amara mengamati design interior yang ada di ruangan mike, ruangan yang luas dengan barang-barang mewah seperti bukan kantor. Amara pun tertarik untuk mencoba duduk di kursi kerja Mike selama ini ia belum pernah duduk di kursi seperti itu.
"Nyaman sekali emang beda ya kalau kursi seorang pimpinan Sangat nyaman." Gumam Amara sambil senyum-senyum lalu mata Amara menangkap meja kerja Mike yang banyak sekali laci jiwa kepo amara pun tak terkendali
"Banyak banget lacinya buat nyimpen apa aja ya, aku jadi kepo kalau aku buka Mike marah nggak ya. Ah pasti nggak." Amara kemudian membuka satu persatu laci itu dan Amara menemukan sebuah foto keluarga berbingkai indah di dalam salah satu laci. Di dalam foto tersebut seorang perempuan cantik mengenakan gaun berwarna putih duduk memangku seorang anak kecil berjenis kelamin laki-laki memakai setelan jas berwarna hitam. Kemudian di samping berdiri seorang laki-laki tampan memakai setelan jas berwarna hitam juga. satu tangannya berada di pundak perempuan itu dan satu tangannya lagi menggandeng seorang anak perempuan memakai gaun berwarna putih juga. Mereka semua terlihat sangat bahagia.
"Keluarga yang harmonis." Gumam Amara sambil tersenyum
"Brakk maaf sayang lama…" tiba-tiba saja Mike membuka pintu, membuat Amara terkejut
Prankkk
Amara tidak sengaja menjatuhkan bingkai foto tersebut amara pun panik dengan cepat Amara mengambil bingkai foto tersebut tapi sayang saat Amara hendak berdiri keningnya terkena sudut meja kaca yang lancip, yang membuat keningnya tergores dan berdarah kejadiannya sangat cepat hingga membuat Mike sejenak mematung.
"Aw…shhh" ringis Amara sambil memegangi keningnya Mike lantas berlari menghampiri Amara
"Sayang kamu tidak apa-apa?"
"Aku nggak apa-apa kok."
Lalu mike membantu Amara berdiri dan menuntunnya duduk di sofa.
"Coba aku lihat kening kamu." Karena Amara masih menutupi keningnya dengan tangan.
Perlahan Amara menurunkan tangannya dan terlihatlah kening kinar yang berdarah meski tidak terlalu dalam tetapi tetap mengeluarkan darah.
"Ya ampun sayang kok bisa begini sih, sebentar ya aku Carikan obat dulu." Dengan panik Mike mencari kotak obat untuk mengobati Amara setelah ketemu Mike berlari untuk mengobati Amara.
"Tahan ya sayang akan sedikit perih." Mike mulai mengobati kening Amara.
"Sudah selesai, kamu ngapain sih sayang jadi terluka kan."
"Maaf..aku lancang." Amara lalu menunjukan foto yang ia jatuhkan tadi
"Aku nggak bermaksud lancang sayang tadi aku pengen coba duduk di kursi kamu karena aku bosan. terus aku lihat laci dimeja kamu banyak banget terus aku penasaran kenapa lacinya banyak banget akhirnya aku buka satu persatu terus aku menemukan foto ini. Terus kamu datang aku takut kamu marah terus aku panik terus fotonya jatuh."
"Terus..terus..terus..kamu terluka. Sayang ini foto keluarga aku, aku nggak mungkin marah justru aku mau minta maaf karena tidak memberitahu kamu bagaimana wajah orang tua aku, latarbelakang mereka dan semua tentang mereka. Bukanya aku tidak mau jujur atau tidak menghargai kamu tapi hanya mencari waktu yang tepat."
__ADS_1
"Sama Mike aku juga mencari waktu yang tepat untuk memberitahu kamu tentang anakku yang dibawa Ray." Batin amara. Tiba-tiba Amara memeluk Mike erat
"Sudah ya aku tidak marah.." Mike kira Amara masih takut karena foto yang Amara jatuhkan.
Mike melepas pelukan Amara lalu mengelus pipi Amara
"Kamu bilang kamu bosan, kita pulang aja ya.."
"Tapi kerjaan kamu?"
"Tidak apa-apa biar dihandle Dion." Amara mengangguk
Mike lalu menghubungi Dion untuk segera ke ruangannya. tak lama Dion pun datang
"Permisi pak, bapak panggil saya.."
"Dion saya harus pulang bersama Amara dia sedikit terluka." Jelas Mike, lalu Dion melihat ke arah Amara
"Amara kamu kenapa?" Dion hendak menghampiri Amara namun dicegah oleh mike
"Dion!!" Mike memperingati
"I..iya pak maaf."
"Siap pak."
"Baiklah kamu boleh pergi."
"Baik pak saya permisi, Amara.."
Amara hanya tersenyum menanggapi Dion.
Mike menggandeng Amara keluar dari ruangannya. Semua karyawan menatap mereka berdua. Setelah Mike pergi karyawan mulai bergunjing membicarakan mereka khususnya Amara.
"Tuh kan bener aku nggak salah lihat kan itu Amara, tapi ada hubungan apa ya mereka?" Ucap Yeni
"Kamu nggak lihat mereka bergandengan pasti ada hubungan sesuatu lah." Jawab Eny
"Iya bener banget, Amara aja sekarang udah nggak kerja disini." Sahut yang lainnya
"Eh tapi kan pak Mike pacarnya mbak cassandra jangan-jangan Amara selingkuhannya pak Mike lagi."
"Iya juga ya."
"Kalian itu bergosip terus nanti ketahuan baru tahu rasa." Sahut karyawan laki-laki yang bernama Hendra
__ADS_1
"Rese lu ndra." Mereka pun akhirnya berhenti membicarakan Mike dan Amara dan melanjutkan pekerjaannya
_
_
🍁Di dalam mobil 🍁
"Kita kerumah sakit ya.."
"Nggak usah sayang."
"Tapi aku khawatir sayang."
"Aku nggak apa-apa, cuma tergores aja."
"Foto itu diambil saat aku berumur tiga tahun dan kak jenny berumur tujuh tahun.
Lalu Mike menceritakan semuanya tentang keluarganya hingga dimana saat orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Mike bercerita sambil meneteskan air mata. Amara pun ikut menangis mendengar cerita Mike.
"Pantas saja sifat Mike sangat arogan dari kecil orang tuanya sudah tiada. lalu bagaimana dengan putriku apa dia juga memperoleh kasih sayang dari Ray dan angel bagaimana jika Ray dan angel sudah punya anak apa putriku masih diperhatikan."
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Mike melihat Amara melamun
"Aku hanya terharu mendengar cerita kamu, aku kira hidup kamu sangat sempurna ternyata semua orang itu sama mempunyai kisah pilu masing-masing."
"Tapi aku sekarang sangat bahagia mempunyai kamu dan jesen dalam hidupku. Jangan pernah tinggalkan aku sayang." Amara menggeleng dan berkata
"Aku tidak akan meninggalkan pasanganku kecuali dia menyakitiku dan keluargaku." jawab amara
"Aku akui dulu sebelum hidup bersamamu aku sering bermain wanita tapi aku berjanji pada diriku sendiri aku tidak akan pernah menyakiti istriku aku ingin seperti papaku yang sangat setia dengan mama hingga maut yang memisahkan mereka."
"Amin.." jawab Amara.
"Oh ya, kamu bilang Ray adalah client kamu benarkah?"
"Iya sayang ada kerjasama antara perusahaan ku dan perusahaan ray."
"Oh, aku kira kalian berteman."
"Tidak. Kami hanya sebatas rekan kerja. Kenapa sayang?"
"Nggak aku cuma tanya aja, aku lihat tadi sepertinya kalian dekat." Mike bukanlah orang yang bodoh meski Mike mengiyakan perkataan Amara tapi Mike tidak akan percaya seratus persen apalagi melihat gelagat Amara yang mencurigakan.
🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹
__ADS_1