
Seperti yang mike katakan saat di kantor Kenzo benar-benar menagih janjinya untuk malam ini melakukan tiga ronde.
Amara yang terlanjur mengiyakan permintaan Mike pun tidak bisa menolak. Dan terjadilah malam penuh peluh untuk yang kesekian kalinya. Lagi dan lagi Mike sangat puas dengan servis yang diberikan Amara.
Amara terkapar lemas di samping Mike meski baru satu ronde tapi Amara merasa sangat lelah. Mike tersenyum pada istrinya lalu mencium kening, pipi, dan bibir Amara singkat.
Mike tidak bersungguh-sungguh meminta tiga ronde kepada Amara, yang terpenting Amara mau melayaninya Mike sudah sangat senang. Dan tak lupa sebelum tidur Mike selalu membersihkan inti Amara dengan kain dan air hangat barulah Mike ikut tidur sambil mendekap tubuh polos istrinya.
_
_
Pagi hari seperti biasa Amara bangun lebih awal lalu dengan sembarang memakai kemeja Mike yang ada di lantai bersamaan saat Amara ingin ke kamar mandi handphone Mike berdenting banyak sekali pesan masuk. Amara pun mengurungkan niatnya untuk ke kamar mandi dan beralih melihat pesan tersebut dari siapa, ternyata Dion lah yang mengirim pesan.
Amara tau itu pasti soal pekerjaan tiba-tiba Amara teringat dengan Ray yang sekarang bekerja sama dengan perusahaan Mike. Amara lantas membuka pesan dari Dion dengan harapan mendapatkan sesuatu informasi yang penting tentang Ray.
Dan benar saja sebuah keberuntungan bagi Amara Dion mengatakan jika Ray dan Mike akan meeting di restoran xxx pagi ini pukul 08.00.
"Yes akhirnya aku bisa bertemu Ray lagi, kali ini aku harus bisa bicara empat mata dengannya. Batin amar.
Tiba-tiba saja perut Amara bergejolak Amara merasa mual dan ingin muntah Amara lantas berlari ke kamar mandi.
Hoekk hoeek
Suara Amara muntah-muntah.
Membuat Mike terbangun lalu Mike segera memakai celana boxernya dan berlari menyusul Amara ke kamar mandi.
Dengan sigap Mike memijat tengkuk leher amara yang masih berdiri setengah merunduk di depan wastafel.
Mike terus memijat tengkuk leher amara hingga Amara selesai muntah. Lalu Mike mengusap bibir Amara dengan tisu.
Wajah Amara berubah pucat dengan badan lemas.
"Sayang kamu kenapa?"
"Nggak tau sayang tiba-tiba perutku terasa mual, mungkin masuk angin." Jelas Amara lalu Mike Menggendong tubuh Amara dan membaringkannya di ranjang.
"Aku lemes banget sayang.." keluh amara
"Sebentar ya aku buatin teh hangat." Kenzo menyambar baju kimono dan memakainya sambil berjalan keluar.
Sesampainya di dapur sudah ada BI darmi disana.
"Selamat pagi tuan muda, tuan muda butuh sesuatu?"
"Iya bi aku mau bikin teh hangat tolong ajari."
"Biar bibi saja tuan yang buatkan."
"Tidak bi, bibi ajarkan saja gimana caranya aku ingin membuatnya untuk istriku bi."
"Siap tuan." Lalu BI darmi mengajarkan Mike step by step untuk membuat teh. Setelah jadi Mike langsung membawanya ke kamar.
BI darmi menatap Mike sambil tersenyum senang.
"Ternyata tuan muda sangat perhatian sama non kinar." Batin bi darmi.
"Sayang ini tehnya diminum dulu ya."
Mike lantas membantu Amara untuk bersandar.
__ADS_1
"Diminum sayang." Ucap Mike lagi sambil membantu Amara minum teh.
"Sudah sayang."
"Gimana masih mual nggak? Kita ke dokter ya.."
"Nggak usah sayang aku nggak apa-apa paling cuma masuk angin aja."
"Tapi aku khawatir sayang, wajah kamu pucat banget loh."
"Tolong pijitin kepala aku sayang, sakit banget."
"Iya sini.." Mike lantas memijat kepala Amara
"Kita ke dokter ya sayang.."
"Nggak mau sayang..udah pijitin aja nanti juga baikan."
"Tapi kalau kamu masih belum baikan juga kita ke dokter ya."
"Iya sayang.."
_
_
Amara kembali tidur setelah Mike memijat Kepalanya, dan Mike bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
Mike mendekati Amara lalu duduk disampingnya diperhatikannya wajah Amara yang masih sedikit pucat. Mike mengelus puncak kepala Amara lalu mencium kening Amara cukup lama menyalurkan rasa cintanya yang teramat besar kepada Amara.
Sebenarnya Mike tidak tega meninggalkan Amara dalam keadaan sakit seperti ini, tapi hari ini ada meeting penting dengan Ray.
Dengan terpaksa Mike pun meninggalkan Amara.
"Kenapa sudah bangun sayang, kamu tidur lagi aja ya istirahat jangan kemana-mana."
"Aku nggak apa-apa sayang aku sudah lebih baik, perut aku sudah tidak mual lagi kepala aku juga sudah tidak sakit."
"Secepat itu?"
"Iya."
"Kok bisa apa dulu kamu juga pernah sakit begini?" Amara mengangguk
"Iya saat hamil jesen."
Deg
"Ha…hamil jesen?? Apa ini artinya kamu.." dengan mata berbinar-binar dan wajah bahagia penuh harapan Mike memastikan kepada Amara.
"Aku nggak tau mudah-mudahan saja memang iya."
Dengan mata berkaca-kaca mike lalu memeluk Amara erat.
"Mudah-mudahan sayang, muach..muach.." berkali-kali Mike mencium puncak kepala Amara.
"Semoga saja memang benar Mike pasti akan sangat kecewa jika ini tidak benar." Batin amara.
_
_
__ADS_1
Mike menuruni anak tangga sendirian tanpa diantar oleh Amara sebenarnya Amara ingin mengantarnya tapi dilarang oleh Mike. Mike lalu menuju paviliun untuk mencari ibu Jumiati tapi belum sampai di paviliun ibu Jumiati lebih dulu datang menghampirinya.
"Sudah mau berangkat nak Mike?"
"Iya Bu..kebetulan ibu datang tadinya Mike ingin mencari ibu."
"Ada apa nak?"
"Amara tidak enak badan Bu, Mike minta tolong kepada ibu untuk menjaga Amara."
"Amara tidak enak badan, sejak kapan nak?"
"Tadi pagi Bu tiba-tiba Amara muntah-muntah dan kepalanya sakit."
"Muntah-muntah, kepalanya sakit apa Amara..." batin ibu jumiati
"Iya nak kamu tenang saja biar ibu yang menjaga Amara."
"Terimakasih Bu sebelumnya, kalau begitu Mike berangkat dulu. assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam.." lalu ibu Jumiati menuju kamar Amara. sesampainya di dalam kamar Amara tidak ada Amara disana.
"Kemana Amara." lirih ibu Jumiati
"Nduk..nduk.." panggil ibu Jumiati
"Iya ada apa Bu, Amara sedang mandi." jawab amara dari dalam setengah berteriak
"Sedang mandi tadi kata nak Mike Amara sakit kenapa malah mandi.." Gumam ibu jumiati
"Ya sudah nduk kalau begitu kamu lanjut mandi saja ibu kekamar jesen saja."
"iya Bu."
_
_
Setelah dari kamar jesen dan mengantar jesen sampai di bawah untuk pergi ke sekolah ibu Jumiati kembali ke kamar Amara. Dan terlihat Amara sudah cantik dengan memakai baju berwarna biru muda dan jepitan rambut yang berwarna senada dengan bajunya. Amara sangat cantik sama sekali tidak terlihat seperti orang yang sedang sakit.
Ibu Jumiati melihat penampilan putrinya dari atas sampai bawah.
"Ibu kenapa sih lihatnya begitu banget."
"Kata nak mike kamu sakit nduk, sakit apa?"
"Nggak apa-apa buk mungkin cuma masuk angin biasa."
"Terus ini kamu mau kemana kemana sudah cantik dan rapi."
"Amara mau keluar sebentar ya Bu, ada perlu."
"Jangan nak nanti nak Mike marah."
"Sebentar saja Bu, nggak apa kan. Tapi ingat jangan bilang sama Mike. Amara berangkat ya bu."
"Tapi nduk..."
"Assalamualaikum Bu.." Amara tetap pergi
"Waalaikumsalam..semoga tidak terjadi apa-apa dengan anakku." lirih ibu Jumiati
__ADS_1
.🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹