Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 111 : kesialan angel


__ADS_3

Baru seperti ini saja hati Ray sangat sakit bagaimana dengan yang Amara rasakan saat dia memeluk angel.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Sepanjang perjalanan Amara hanya diam tanpa mengucapkan apapun tidak seperti biasanya yang selalu tersenyum dan ramah.


"Apa kamu ada masalah?" Tanya Miko


"Nggak sih kak, tapi aku merasa telah menyakiti hati kak Ray aku jahat nggak sih kak?"


"Amara! Apa yang kamu lakukan itu tidak sebanding dengan yang Ray lakukan. Jadi biarkan dia merasakan apa yang kamu rasakan."


"Apa aku termasuk istri yang durhaka telah melawan suamiku?"


"Kalau kamu istri yang durhaka bagaimana dengan suamimu, sudahlah tidak usah dipikirkan nanti kamu stress ingat orang hamil tidak boleh stress."


"Kak Miko sepertinya sangat berpengalaman tentang kehamilan apa kak Miko pernah hamil?"


"Iya kamu yang menghamiliku."


"Hahahaโ€ฆ" mereka tertawa bersama.


Semenjak Amara memberitahu bahwa dia hamil Miko memutuskan untuk menganggap Amara sebagai adik.


_


_


Ray sampai di kantornya seperti biasa kedatangannya disambut hangat oleh para karyawan,tanpa membalas sambutan dari karyawannya Ray menuju ruangannya.


Sesampainya di ruangan Ray meminta Ardi untuk ke ruangannya.


Tak lama Ardi pun masuk setelah mengetuk pintu.


"Ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya Ardi tanpa basa-basi


"Ar aku butuh bantuanmu."


"Apa yang bisa saya bantu pak?"


"Aku ingin kamu kembali menjadi asisten sekaligus sekretarisku lagi."


"Tapi bagaimana dengan angel."


"Aku tidak mau dekat-dekat dengan angel lagi Ar. Aku tidak mau istriku salah paham lagi, apalagi sekarang Amara sedang mengandung aku tidak mau menyakiti hatinya."


"Apa? Amara hamil? Apa aku harus senang atau sedih?" Batin Ardi.


"Selamat untukmu pak."


"Terimakasih Ar, kamu bisa kan membantuku."


"Siap pak."


"Jangan biarkan angel masuk ke ruangan ku."


_


_


Di parkiran angel berlari sampai di lobby perusahaan nafasnya tersengal-sengal, karyawan yang lain memperhatikan penampilan angel yang berantakan dengan rambut acak-acakan dan berkeringat, tidak seperti biasanya yang selalu tampil cantik dan ****.


"Ngapain kamu lihat-lihat nggak pernah lihat orang cantik ya norak banget sih." Ucap Angel kepada seorang OB yang sedang memperhatikannya.


"Ti..dak Bu maaf."


"Bu..Bu .kamu pikir aku ini ibu ibu. Dasar norak." Kemudian angel menuju ruangannya.


Sesampainya di atas angel kaget karena mejanya yang ada di depan ruangan Ray sudah tidak ada.

__ADS_1


"Loh mejaku dimana? Kenapa tidak ada?"


Angel hendak ke ruangan Ray namun dicegah oleh Ardi yang baru keluar dari ruangan Ray.


"Mau kemana kamu angel?"


"Ya mau masuklah, minggir kamu."


"Kamu tidak boleh masuk."


"Kenapa siapa yang melarangku, ingat ya Ardi aku itu bukan hanya sekedar sekretaris Ray tetapi.."


"Tapi apa angel?" Suara bariton Ray


"Ray.." angel hendak memeluk Ray namun Ray mundur.


"Jangan kurang ajar kamu angel, saya boss di sini jaga sikap kamu."


"Iya..ya.. maaf. Lihat meja dan kursiku tidak ada, apa ada di dalam ruangan mu?"


"Hmm..kamu pikir kamu siapa sehingga meja kamu aku pindahkan ke dalam ruangan ku. Mulai sekarang kamu bukan sekretarisku lagi."


"Apa? Kamu bercanda kan Ray? Atau kamu ingin aku langsung menjadi istrimu menggantikan Amara?"


"Jaga bicaramu, istriku tidak akan pernah tergantikan."


"Lalu aku harus bagaimana Ray?"


"Kamu pergi ke bagian HRD dan tanya ruangan kamu dimana."


"Ayo Ardi."Ray meninggalkan angel begitu saja.


"Ray.." panggil angel lagi namun tidak di hiraukan oleh Ray.


"Sial. Kenapa jadi begini sih." Gumam angel. Kemudian turun kembali ke ruangan HRD. Dan angel pun menanyakan ruangannya yang baru kepada bagian HRD.


Dan mereka memberitahu jika ruangan angel berada di belakang.


"Iya Bu angel benar sekali, pekerjaan anda sekarang adalah sebagai office girl."


"Apa? Kurang ajar sekali kalian. Aku laporkan kamu pada pak Ray."


"Maaf Bu angel kami juga menjalankan tugas dari pak Ray."


"Apa? Jadi ini ulah Ray, Kurang ajar.. kamu benar-benar sudah mempermalukan ku Ray. Aku tidak terima semua ini awas kamu Ray." Batin angel.


"Aku tidak Sudi bekerja sebagai OG, dasar perusahaan tidak berguna!" Titahnya kemudian pergi.


_


_


"Bre**sek..bre**sek awas kamu Ray pokoknya aku tidak terima penghinaan ini. Aku akan membuat kamu menyesal karena berani bermain-main denganku Ray." Sambil mengemudikan mobilnya angel melampiaskan kemarahannya.


Angel menuju rumah Ray, angel akan membuat perhitungan pada Amara.


"Tin..tin..tin"


Suara klakson mobil angel di depan pagar rumah Ray.


"Tiiiiinnn"


Tetapi pak Bejo masih tidak mau membukakan pintu pagar untuk angel. Angel pun marah dan turun dari mobil.


"Heh! Sini kamu dasar satpam budek." Pak Bejo pun menghampiri angel dari dalam pagar.


"Ada apa mbak?"


"Kamu budek, cepat buka pagarnya!"

__ADS_1


"Mbak ini siapa dan ada perlu apa?"


"Saya angel calon nyonya kamu yang baru. Jadi cepat buka pagarnya."


"Mbak jangan mengada-ada ya nyonya saya itu cantik baik tidak akan tergantikan."


"Kurang ajar maksud kamu aku nggak cantik gitu. Kurang ajar ya.." dengan cepat angel menarik kerah baju bejo hingga wajah Bejo terhimpit pagar.


"Eee..lepaskan saya, dasar orang sinting."


"Apa? Kamu bilang aku sinting. Nih rasakan nih.." angel semakin menarik kerah baju bejo. Tiba-tibaโ€ฆ


"Auw..sakit be*e lepasin!" Tarikan pada tangan Bejo pun terlepas.


"Rasakan kamu angel. Masih berani ya kamu datang kesini dan membuat keributan."


"Ampun Tante..aku nggak salah, satpam si*lan itu yang salah dia nggak mau bukain pagar buat aku.'


"Memang seharusnya begitu!"


"Iya..ya..lepas Tante rambut aku sakit." Mama ana melepas tangannya dari rambut angel. Angel mengelus kepalanya yang terasa sakit.


"Tante jahat banget sih. Tante lupa siapa aku."


"Kamu yang jahat angel. Kenapa kamu masih saja mengganggu rumah tangga anak saya."


"Tante..aku dan Ray itu saling mencintai, Tante nggak bisa menyalahkan aku terus."


"Anak saya hanya mencintai Amara menantu saya. Dan asal kamu tau sekarang Amara sedang hamil jadi jangan harap kamu bisa masuk menjadi bagian dari keluarga kami."


"Apa? Amara hamil. Sial kenapa harus hamil sih. Batin angel


"Hmm..Tante yakin itu anak Ray, gimana kalau itu bukan anak Ray?"


"Plakk"


Satu tamparan keras mendarat di pipi angel


"Berani kamu memfitnah menantuku..sekarang kamu pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi!!"


Angel menatap mama ana penuh dendam.


"Perempuan tua itu akan selalu menjadi penghalang untukku dan Ray, aku harus melakukan sesuatu." Batin angel


"Kenapa kamu menatapku seperti itu, cepat pergi."


_


_


"Untung saja nyonya cepat datang." Ucap Ajeng


"Iya, terimakasih ya Ajeng kamu sudah memberitahu saya."


"Iya nyonya."


"Amara ada di kamar kan jeng."


"Nona kan kerja nyonya memangnya nyonya tidak tahu?"


"Kerja? Kerja apa?"


"Kerja di restoran nyonya."


"Kenapa bisa menantu saya bekerja?"


Ajeng pun menceritakan saat Amara dan Ray bertengkar hingga Amara memutuskan untuk bekerja.


"Ray memang keterlaluan." Mama ana terlihat marah.

__ADS_1


๐Ÿ๐Ÿ๐ŸBersambung๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


__ADS_2