Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 157 : I love you my lovely


__ADS_3

Mike melepaskan bibirnya dari bibir amara, Amara hanya menunduk karena malu."


Mike mengangkat dagu Amara dengan jari telunjuknya dan berkata.


"I love you my lovely." Amara hanya tersenyum menanggapi pernyataan Mike, Mike juga sadar cinta itu tidak bisa dipaksa cinta itu butuh waktu dan Mike akan sabar dan akan berjuang sampai waktu itu tiba.


_


_


Amara kembali ke kamarnya bersama Mike, tangan Mike menggenggam erat tangan Amara.


"Aku masuk dulu ya."


"Iya sayang..cuci tangan cuci kaki gosok gigi terus bobok."


"Emang aku jesen. Yaudah lepas dong."


"Tapi aku masih kangen, aku pengen dekat kamu terus."


"Lebay..kangen apanya tiap hari juga sama-sama."


"Tapi inikan beda sayang, kalau biasanya kita hanya teman biasa sekarang kamu calon istriku calon nyonya Mike Louis edgar laki-laki kaya raya mapan dan tampan."


" Mulai deh narsis." Amara memutar bola matanya malas


"Ini fakta sayang harusnya kamu bangga punya calon suami sepertiku."


"Iya..iya sekarang lepas dong aku mau masuk."


Mike malah senyum-senyum


"Idih malah senyum-senyum lagi, nggak jelas banget sih."


"Karena aku sangat bahagia sayang, makasih ya."


"Iya Mike sudah berapa kali kamu bilang makasih. Ayo dong Mike lepasin."


"Iy..ya, cepat bobok ya sayang mimpi yang indah."


Dengan berat hati Mike melepaskan tangan Amara.


Ketika Amara masuk kamar ternyata jesen sedang menangis 


"Sayang..jesen kenapa?" Tanya Amara sambil memeluk putranya


"Jesen kenapa Bu?"


"Nggak tau nduk dari tadi rewel terus."


"Jesen lihat mama, jesen kenapa nangis jesen pengen apa?"


"Jesen pengen maem pizza ma."


"Jesen ini sudah malam sayang besok aja ya."


"Tapi jesen maunya sekalang mama."


"Jesen katanya mau jadi anak baik, anak baik harus ngerti dong. Besok aja ya ini udah malam."


Jesen mengangguk tapi masih dengan wajah yang cemberut.


"Tok tok tok" suara pintu diketuk


"Siapa lagi sih malam-malam." Gerutu amara sambil berjalan membuka pintu.


"Mike..ada apa lagi?"


"Ini untukmu."


"Apa ini?"


"Handphone, sudah ada kartunya juga sudah aku isi nomorku."


"Tapi untuk apa?"


"Menurutmu??"


"Maksudku kamu nggak perlu repot-repot ini kan mahal, aku bisa beli sendiri."


"Terus kenapa masih belum beli juga."


"Ya karena aku belum punya uang."

__ADS_1


"Aku tau makanya aku belikan."


"Ck..dasar."


"Jesen sudah tidur?"


"Belum lagi rewel dia."


"Rewel kenapa, biar aku lihat."


"Nggak usah udah nggak rewel lagi kok."


"Kalau begitu aku mau lihat." Mike tetap masuk meski Amara mencegahnya. jesen duduk di tepi ranjang dengan wajah yang cemberut.


"Hei..jagoan papa kenapa wajahnya ditekuk??"


"Jesen pengen makan pizza pa, tapi kata mama besok saja."


"Terus kenapa jesen nggak minta sama papa, papa punya banyak pizza yang sangat lezat."


"Benelan pa jesen boleh minta??"


"Boleh dong semua memang papa siapkan untuk anak papa yang ganteng."


"Ye…papa hebat." Jesen bersorak senang sambil memeluk Mike.


Mike lalu menghubungi seseorang.


 Tak butuh waktu lama pesanan pizza pun datang.


"Pizza datang." Ucap Mike sambil tangannya menenteng tiga kotak pizza.


"Ye..pizza nya sudah datang."


"Banyak sekali nak Mike."


"Nggak apa-apa Bu kita kan rame-rame, ayo kita makan."


Mereka sudah seperti satu keluarga yang utuh kebahagiaan sangat jelas terlihat di wajah jesen dan mike. Mike duduk memangku jesen sambil tangannya memegang potongan pizza


"Mau aku suapin sayang?"


"Aku bisa sendiri Mike."


_


_


Setelah kepergian Mike juga jesen yang sudah tidur ibu Jumiati mendekati putrinya dan menginterogasi amara.


"Kamu tadi makan sama siapa nduk?" Sambil melirik jari manis Amara yang melingkar sebuah cincin berlian berwarna putih.


"Anu Bu sama…sama Mike."


"Kenapa ragu gitu jawabnya, itu cincin dari mana sepertinya tadi waktu kamu pergi belum memakai cincin kok sekarang ada. Ini juga cincinya bagus sekali pasti bukan orang sembarangan yang ngasih."


"Maaf ya Bu kalau Amara lancang ini cincin dari Mike, Mike melamar Amara Bu."


"Terus kamu terima?"


"Seperti yang ibu lihat sudah ada cincin yang melingkar di jari manis Amara."


"Alhamdulillah..ibu malah senang akhirnya kamu mau membuka hati kamu. Nak Mike orang yang baik ibu yakin dia jodoh yang dikirimkan tuhan untukmu nduk."


"Amin Bu."


"Itu apa?" Menunjuk paper bag yang tadi Mike berikan.


"Itu handphone dari Mike Bu."


"Tuh kan nak Mike baik kan, cepat buka ibu mau lihat."


" Kenapa jadi ibu yang semangat, iya..ya Amara buka."


Amara pun lantas membuka handphone yang Mike berikan.


Amara terkejut ternyata Mike memberikan handphone yang lebih mahal dari handphone nya dulu, padahal handphone Amara dulu juga bagus dan mahal.


"Ya ampun Bu Mike ngasih handphone mahal banget."


"Emang berapa nduk harganya?"


"Ini sih sekitar tiga puluh juta lebih Bu."

__ADS_1


"Nak Mike baik sekali ya nduk."


"Iya Bu. Tapi Amara jadi tidak enak."


"Tidak enak kenapa nduk?"


"Terlalu mahal Bu, apa Amara kembalikan saja ya Bu."


"Itu artinya Mike sangat sayang sama kamu dia ingin memberikan yang terbaik untuk kamu. Justru kalau kamu kembalikan Mike akan tersinggung."


"Iya juga sih Bu, apalagi di dalamnya sudah ada nomor Mike."


"Dipakai saja nduk nak Mike pasti akan sangat senang."


_


_


Di kamar, Mike pun sama sedang diinterogasi oleh sahabatnya Gery.


"Sudah puas?" Tanya Gery tiba-tiba begitu Mike memasuki kamar.


"Maksudnya?"


"Dia siapa Mike?"


"Siapa maksudmu?"


"Perempuan itu."


"Calon istriku."


"Iya aku tahu saat kamu meminta bantuan untuk melamarnya aku tahu dia calon istrimu."


"Kalau sudah tau kenapa masih bertanya, ada-ada saja."


"Mike dia sudah mempunyai anak, jangan sampai rasa cintamu membuatmu buta."


"Jangan pernah ikut campur urusan pribadiku gery." Bentak Mike


"Dia yang aku pilih itu artinya dia yang terbaik jadi jangan pernah mengaturku."


"Sorry Mike, aku hanya tidak mau kamu sakit hati nantinya, aku tidak mau kamu hanya dimanfaatkan olehnya."


"Jaga bicaramu Amara tidak seperti itu."


"Jadi namanya Amara?"


"Iya! Kenapa apa ada yang salah juga dengan namanya, dari pertama aku mengajak jesen kesini kamu bersedia membantuku untuk mengawasi jesen dan ibu, kamu juga bersedia membantuku menyiapkan surprise yang sangat romantis untuk nya lalu kenapa sekarang kamu berkata seolah-olah kamu tidak setuju aku dengannya."


"Aku membantumu karena kamu mengatakan semuanya dengan buru-buru aku tidak ada waktu untuk menolak."


"Sekarang kamu menyesal?"


"Tidak Mike."


"Dengar baik-baik Gery aku sudah tau semua ini akan terjadi, kamu hanya permulaan. Kakek dan kakakku adalah inti dari semua masalah yang akan aku hadapi nanti, dan meski semua orang menentangku aku tidak akan pernah melepaskan Amara, jadi jangan pernah kamu mengaturku."


"Oke..aku mengerti aku tidak akan melarangmu, tapi bagaimana dengan Cassandra?"


"Sudah putus."


"Kapan??"


"Dua hari yang lalu, bukankah kamu sangat menyukai Cassandra, ambillah perjuangan dia."


"Dulu sih iya sekarang tidak, kamu sudah mencicipinya berulang kali."


"Tapi aku tidak mencintainya."


"Tunggu! apa Amara juga sudah kamu cicipi?"


"Sudah kubilang jangan bicara sembarangan tentang dia, Amara itu berbeda dia perempuan baik-baik."


"Iya..ya..kamu sensi sekali jika soal Amara."


"Tentu saja tidak akan pernah aku biarkan siapapun menyakitinya."


"Baru kali ini aku melihat Mike seserius ini dengan perempuan." Batin Gery


"Semoga semuanya berjalan lancar sampai hari pernikahan kalian."


"Aku harap juga begitu."

__ADS_1


🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹


__ADS_2