Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 145 : jalan-jalan dengan sultan


__ADS_3

Dion datang ke rumah Mike tentu saja dengan tujuan ingin menemui Amara tapi sayang Bella tetap menempel padanya.


Setelah kejadian tempo hari Bella sama sekali tidak lepas dari Dion, bahkan bella menginap di rumah Dion. Berulang kali Dion menyuruh Bella pulang tapi tidak mempan Bella tetap bersikeras tidak ingin jauh dari Dion. berbagai alasan pun telah Dion berikan tetap saja tidak merubah keinginan Bella.


"Ada apa kalian kemari?" Tanya Mike tanpa basa-basi


"Mike..jangan jutek gitu dong kita kan datang baik-baik, kita merasa tidak enak atas kejadian kemarin khususnya aku, aku merasa sangat bersalah dengan kamu dan Amara, aku sudah menuduh Amara yang bukan-bukan, apa Amara ada di rumah?"


"Ada."


"Aku boleh ya Mike bertemu dengannya."


"Tapi awas jika kamu berani membuat keributan lagi."


"Tidak akan, aku janji."


"Dia ada lantai atas temui saja sendiri."


"Apa kalian tidur bersama?" Sontak Dion menatap Mike, Mike pun menatap tajam Bella."


"Hehehe..aku cuma bercanda a..aku ke atas ya." Dengan semangat Bella berlari kecil menaiki tangga.


"Bagaimana keadaannya?"


Mike mengernyit mendengar pertanyaan Dion, namun sedetik kemudian Mike mengerti yang dimaksud Dion adalah amara.


"Sangat baik, kamu tidak perlu khawatir, sekarang jelaskan siapa dia sebenarnya kenapa kamu sangat peduli."


"Baiklah akan ku ceritakan, Mike apa kamu masih ingat aku pernah mengatakan aku menabrak seorang perempuan cantik?"


"Iya."


"Perempuan itu adalah Amara."


"Apa?? Terus kenapa dia bisa tinggal dirumah kamu, apa dia terluka parah?"


"Tidak, waktu itu aku mengantarnya pulang, dan disitu aku tahu dia sudah mempunyai seorang anak aku sempat merasa takut, takut jika dia sudah bersuami tapi tiba-tiba anak itu memanggilku papa, Amara memarahinya karena anak itu memanggilku papa tapi anak itu tetap merengek memanggilku papa akhirnya Amara pun mengalah. 


Aku jadi berpikir jika anak itu memanggilku papa ada kemungkinan dia tidak mempunyai papa.dan sejak saat itu setiap hari aku ke rumahnya sebelum aku berangkat ke kantor, entah Amara di rumah atau tidak aku tetap kesana, hingga suatu hari aku pulang dari kantor aku kesana tetapi mereka sudah tidak tinggal disana pemilik rumah itu bilang Amara sudah dia usir, aku pun langsung mencari Amara karena aku yakin pasti mereka pergi belum jauh dan ya dugaanku benar aku bisa menemukan mereka lalu ajak mereka tinggal di rumahku."


"Jadi setiap hari kamu terlambat karena dia?"


"Ya..aku terlambat karenanya."


"Kenapa kamu melakukan semua itu?"


"Sejak pertama kali aku melihat Amara aku jatuh cinta padanya."


"Apa??"


"Iya Mike aku mencintainya, aku mohon biarkan dia tinggal disini beberapa hari lagi, di rumahku tidak aman. Aku janji aku akan mencarikannya tempat tinggal yang baru."


"Kamu gila Dion, kamu sudah punya Bella, jika Bella tau bisa habis Amara."


"Karena itu jangan sampai Bella tau."


"Kalau kamu memang mencintai Amara kenapa tidak kamu buang saja Bella."


"Mike! Kamu pikir Bella itu apa main buang aja."


"Ya maksudku putuskan dia."


"Tidak bisa Mike, kamu tau sendiri Bella seperti apa dia orang yang nekat."

__ADS_1


"Sudah tau Bella nekat kenapa masih mencari gara-gara dengannya."


"Makanya tolong Mike biarkan Amara tinggal disini dulu untuk beberapa hari."


"Oke, hanya untuk beberapa hari."


Sebenarnya hati Mike bersorak senang


"Oke terimakasih Mike,,"


"Sayang…ayo kita pulang tadi mama telpon minta kamu datang kerumah katanya." Ucap bela yang baru datang


"Ngapain kerumah, ada apa?"


"Ya mana aku tahu sayang, makanya ayo kita pulang, lagian kamu kan sudah lama nggak main kerumah mungkin mama kangen sama kamu." Dion melirik Mike, Mike hanya mengangkat kedua bahunya


"Baiklah kita pulang sekarang tapi aku mau bertemu Amara dulu."


"Jangan! Ma.. maksudku tadi Amara bilang katanya mau ngelonin jesen jadi dia titip salam aja buat kamu." Bohong bella


"Kamu sudah minta maaf?"


"Udah dong, ternyata amara orangnya baik banget ya, dan kamu harus tau ternyata Amara itu umurnya sudah 29 tahun, ya ampun sayang ternyata dia lebih tua dari kita."


"Uhukk uhukk.." Mike tersedak saat sedang minum mendengar perkataan Bella.


"Mike kamu tidak apa-apa?"


"Ya." Jawabnya singkat


"Apalagi ini, kenapa dia lebih tua dariku tapi wajahnya terlihat masih umur 20 Han, gila, ini pasti akan lebih sulit." Batin Mike


"Amara 29 tahun, astaga dia lebih tua dariku, apa mungkin dia mau menerimaku." Batin Dion, Dion dan Mike sedang bergelut dengan pikirannya masing-masing


"Oh ya..ya sudah ayo kita pulang." 


Dion dan Bella pun akhirnya pulang, tinggal Mike yang masih di ruang tamu duduk melamun dengan pandangan yang lurus entah apa yang sedang di pikikirkannya.


Amara keluar dari kamarnya niatnya ingin mengambil minum namun ia tidak sengaja melihat Mike yang tengah duduk seorang diri, Amara pun menghampiri Mike.


"Mike.." panggil Amara sambil menyentuh pundak Mike


"Ya! Amara..ada apa?"


"Kenapa kamu melamun?"


"Siapa yang melamun, aku sedang memikirkan pekerjaan."


"Ini hari Minggu tidak usah memikirkan pekerjaan dulu, biasanya orang kaya akan menikmati weekendnya bukan malah melamun seperti ini."


"Contohnya ngapain?"


"Ya..bisa tidur, jalan-jalan sama pasangan, ya pokoknya seneng-seneng."


"Apa kamu mau pergi denganku?"


"Hah!! aku? A..aku bukan orang kaya, jadi aku tidak perlu menikmati weekend."


"Memangnya hanya orang kaya yang boleh jalan-jalan, cepatlah bersiap kita jalan-jalan."


"Aku tidak bisa, aku ingin menghabiskan waktuku bersama jesen dia selalu aku tinggal bekerja hanya hari libur aku bisa menghabiskan waktu dengannya."


"Justru itu, kita habiskan waktu bersama jesen dengan jalan-jalan diluar."

__ADS_1


"Ta..tapi aku.."


"Tidak ada tapi-tapian cepat bersiap aku tunggu lima belas menit lagi." Tiba-tiba Mike mengacak rambut Amara pelan lalu meninggalkannya


"Apa yang tadi dia lakukan, dia menyentuh kepalaku, hah sudahlah bodo amat aku harus segera bersiap."


_


_


Jesen sedang bermain bersama ibu Jumiati.


"Ini Bu minumnya"


"Makasih nduk."


"Bu..Mike ngajak aku dan jesen jalan-jalan, menurut ibu bagaimana?"


"Cepat kamu siap-siap nanti Mike marah kalau kamu kalamaan."


"Boleh Bu?"


"Ya boleh to nduk, ibu malah senang kamu mau memrbuka dengan laki-laki lagi."


"Ibu..mulai deh. Jesen siap-siap yuk kita jalan-jalan."


"Yeee…jalan-jalan." Jesen melompat-lompat kegirangan


"Senang sekali kamu nak, maaf ya sayang mama tidak bisa membahagiakan kamu seperti anak-anak yang lain."


_


_


Amara dan jesen sudah selesai bersiap Amara menggandeng tangan jesen menuruni anak tangga, ibu Jumiati juga ikut berjalan di belakang Amara, Mike sudah menunggu Amara di ruang tamu Mike berbudi ketika melihat Amara datang dengan senyum bahagia.


"Sudah siap, hai jagoan kamu tampan sekali hari ini."


"Iya pa kan mau jalan-jalan."


"Baiklah jesen mau pergi ke mana?"


"Tidak tahu."


"Em..tidak tau ya, kalau gitu jesen pengen sesuatu nggak?"


"Es cleam..jesen mau es cleam yang besal pa."


"Siap hari ini papa akan membelikan jesen es cream yang sangat banyak."


"Hore.."


"Bu..Mike pinjam Amara sebentar." Mike meminta izin kepada ibu jumiati


"Iya nak Mike, tolong jaga Amara dan jesen."


"Pasti Bu."


"Pamit ya Bu, assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.."


"Ya Allah Terimakasih engkau telah membuka pintu hati anakku agar mau mencari pendamping, semoga ini adalah awal yang baik."

__ADS_1


🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹


__ADS_2