
Makasih ya sayang..mama sangat bahagia."
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
"Kamu sudah kasih tau bapak dan ibu sayang?"
"Belum ma, tadi dari rumah sakit langsung kesini."
"Cepat kasih tau ya sayang mereka pasti sangat bahagia."
"Pasti dong ma.."
"Bagaimana kalau kita Adakan syukuran?"
"Boleh ma.."
"Kita adakan yang sederhana saja yang penting hikmat dan berjalan dengan lancar."
"Iya terserah mama, mama atur saja semuanya."
"Bagaimana jika besok malam?"
"Besok ya ma..tapi bapak sama ibu bagaimana?"
"Kamu kan bisa telpon mereka nanti sayang."
"Iya ma tapiโฆ"
"Sudah tidak ada tapi-tapian besok mama adakan syukuran di rumah kamu, dan kamu tidak boleh melakukan apapun dan memikirkan apapun tugas kamu hanyalah menjaga kesehatan kamu dan cucu mama."
"I..iya ma." Jawab Amara ragu, mama ana sebenarnya tau apa maksud Amara tetapi mama ana berpura-pura tidak mengerti.
_
_
Angel masih terus menghubungi Ray, berkali-kali ray menolak panggilan dari angel tapi angel tetap saja menghubunginya.
Akhirnya Ray pun tidak bisa menahan diri lagi dari angel yang sangat mengganggunya, kemudian menjawab panggilan dari angel.
"Ada apa?"
"(....)"
"Tidak usah basa-basi angel cepat katakan ada apa?"
"(....)"
"Jangan main-main kamu angel, aku tidak bisa menemuimu lagi."
"(....)"
"Kamu serius?"
"(....)"
"Baiklah aku akan menemuimu nanti setelah pulang kerja, tapi ingat jangan ganggu aku lagi."
"(...)"
Panggilan pun berakhir Ray kembali melanjutkan pekerjaannya.
_
_
Ditempat lain angel tersenyum senang, ia dan Ray akan bertemu.
"Yes..rencanaku berhasil untuk bertemu dengan Ray, sekarang aku akan menjalankan rencana kedua.." gumam angel.
_
_
__ADS_1
Siang berganti sore, angel menunggu Ray di sebuah restoran tidak jauh dari kantor Ray.
Akhirnya setelah menunggu hingga 20 menit Ray pun datang juga.
"Kamu memang sangat tampan Ray wajar jika banyak wanita yang tergila-gila denganmu termasuk aku." Batin angel.
Melihat Ray berjalan memasuki restoran dengan gagah dan tampan.
"Ray aku disini.." panggil angel sambil melambaikan tangan, Ray pun berjalan ke arah angel.
"Ada apa angel?"
"Duduk dulu dong Ray, masak sambil berdiri sih ngomongnya." Kemudian Ray menarik kursi untuk ia duduk.
"Oke..sekarang ada apa?"
"Ih..pesan makan dulu dong Ray, aku kan lapar."
"Kalau kamu mau makan makan saja, aku makan dirumah saja dengan istriku."
"Istriku..istriku..istriku..aku benci kata itu." Batin angel.
"Dikit aja Ray..buat nemenin aku pleaseโฆ."
"Ya udah minum aja."
"Ya udah deh nggak apa-apa minum juga yang penting kamu mau nemenin aku. Mau minum apa?"
"Cappucino aja."
"Mas.." panggil angel pada pelayan laki-laki
"Iya mbak mau pesan apa?" Tanya pelayan
"Aku mau steak satu, minumnya orange jus satu, sama cappucino satu."
"Baik mbak..mohon ditunggu sebentar ya.." ucap pelayan itu sopan kemudian pergi.
"Jadi kamu mau kembali ke luar negeri?" tanya ray
"Aku tidak pernah membencimu angel."
"Jika kamu tidak membenciku kenapa kamu menghindar dariku, kamu bentak-bentak aku, kamu pecat aku dan kamu sama sekali tidak mau bertemu denganku, apa itu namanya kalau bukan benci?"
"Angel aku tidak pernah memecatmu kamu jangan bicara sembarangan."
"Kamu memang tidak pernah memecatku tapi kamu menurunkan jabatanku dari sekretaris kamu menjadi office girl, lebih baik aku keluar dari pada aku harus menjadi pelayan."
"Berarti kamu tidak bisa menyalahkan aku."
"Oke! Aku tidak akan menyalahkan kamu kalau kamu bisa memberi aku alasan kenapa kamu melakukan itu? Satu saja Ray.."
"Aku hanya tidak ingin istriku salah paham angel, aku tidak ingin menyakitinya. Kamu sendiri yang membuatnya salah paham dengan hubungan kita. Kalau saja kamu tidak melakukan semua itu mungkin hubungan kita masih baik-baik saja."
"Jadi kamu melakukan ini semua karena Amara?"
"Iya! Demi Amara dan keutuhan rumah tanggaku."
Hati angel bergemuruh menahan amarah ingin rasanya angel menentang keputusan Ray dan meluapkan emosinya, tapi angel tahan semuanya demi menjalankan rencananya. Angel menarik nafas panjang agar lebih tenang.
"Baik Ray..aku terima keputusanmu jika memang itu demi rumah tangga kamu, aku juga minta maaf sudah membuat Amara salah paham sungguh Ray aku tidak bermaksud begitu."
"Kamu tau apa yang membuatnya sangat sakit hati? Itu karena dia sudah menganggap kamu sebagai sahabatnya tapi kamu tega melakukan itu dengannya, dia merasa kamu telah menipu dan mempermainkannya angel. Sekarang aku tanya apa motif kamu dengan menjadikannya sahabat kemudian kamu lukai, kamu tentu menyadari itu kan, apa rencana kamu sebenarnya angel?"
"Aโฆaku..akuโฆ"
"Jawab angel!!" Bentak Ray
"Iya..ya aku mengaku aku memang sengaja melakukan itu, karena aku mencintai kamu Ray sudah cukup aku menahan perasaanku selama ini Ray, aku ingin sekali memiliki kamu saat itu, tapi sekarang aku sadar aku salah, kamu sudah menjadi milik orang lain. Untuk itu aku memutuskan untuk kembali ke luar negeri aku tidak ingin mengganggu hubungan kalian lagi. Dan untuk itu juga aku mengajakmu bertemu sebelum aku berangkat."
"Permisi mbak..mas..ini pesanannya." Ucap pelayan sambil menaruh pesanan angel.
"Makasih ya mas.." ucap Angel lembut.
__ADS_1
"Ayo Ray silahkan diminum, aku juga mau makan lapar banget soalnya."
"Iya." Jawab Ray singkat, sebenarnya Ray belum puas dengan jawaban angel, Ray masih ingin tau lebih jauh lagi, tidak mungkin secepat itu angel bisa mengalah, karena Ray sangat tau bagaimana angel yang tidak akan menyerah begitu saja sebelum keinginannya tercapai itu yang ada di otaknya saat ini.
Angel melirik laki-laki suruhannya yang baru datang duduk tidak jauh dari tempatnya, laki-laki itu memberi kode membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan jari jempol membentuk oke, tanda ia siap menjalankan tugasnya.
"Emh..ini steaknya enak banget Ray cobain deh, aa'..." Angel mencoba menyuapi Ray
"Aku tidak mau angel kamu saja."
"Sedikit aja Ray, cobain deh enak banget loh ini." Bujuk angel
"Njel tidak usah aku tidak mau."
"Please Ray..sekali aja." Dengan terpaksa Ray pun menerima suapan Angel.
Dan saat angel menyuapi Ray orang suruhan angel mengambil gambar mereka.
"Gimana enakkan?" Tanya Angel sambil menyentuh tangan Ray dan dengan senyum yang lebar. Agar gambarnya semakin bagus.
Setelah melihat angel selesai makan Ray berpamitan kepada angel untuk pulang.
"Sudah selesai?"
"Hem.." angel mengangguk.
"Kalau begitu aku mau pulang."
"Iya boleh, bareng ya sampai parkiran mobil."
"Ayo cepat."
"Sebentar aku bayar dulu."
Ray melihat handphonenya yang tidak ada pesan dari Amara.
"Kenapa dia tidak mengabariku." Gumam ray.
"Siapa yang tidak mengabarimu?" Sahut angel yang baru datang.
"Istriku! Ayo pulang." Ray berjalan mendahului angel
Angel merasa geram dengan sifat Ray yang yang sekarang sangat dingin dengannya.
"Awas kamu Ray, setelah ini akan ku pastikan kamu akan bertekuk lutut meminta kembali bersamaku." Batin angel
Saat berjalan di samping laki-laki suruhannya angel memberi kode pada laki-laki itu untuk mengikutinya dengan lirikan mata dan kode kepala.
Sesampainya di luar restoran angel memulai aksinya.
"Auw..Ray tolong aku."
"Kamu kenapa njel?" tanya Ray panik
"Mataku kelilipan, aduh sakit banget Ray tolongin dong."
"Ya tolong gimana aku nggak tau."
"Tiupin cepat."
"Yang mana?"
"Ini yang kiri.." Ray pun meniup mata angel.
Dan momen yang pas, laki-laki itu menyunggingkan senyum licik karena telah berhasil mengambil gambar mereka.
"Udah-udah Ray, udah mendingan. Makasih ya.."
"Kok bisa sih kelilipan?"
"Ya nggak tau Ray, o iya Ray aku lupa aku ada janji lagi sama temen aku kamu duluan aja."
"Ya udah aku duluan ya, kamu hati-hati."
__ADS_1
"Oke.."
๐๐๐Bersambung๐๐๐