
"Yes..jalanku semakin mudah aku akan menjadi sekretaris Ray dan Ray akan menghabiskan waktunya lebih banyak denganku." Batin angel
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Pukul 23.00 Ray baru sampai di rumahnya. Amara sengaja menunggu Ray di ruang tv dalam keadaan gelap.
Ray membuka pintu perlahan kemudian berjalan menuju tangga.
"Baru pulang kak?" Suara Amara mengagetkan Ray. Amara berjalan mendekati Ray.
"Sayang..kamu belum tidur?"
"Dari mana jam segini baru pulang?"
"Tadi kan aku sudah bilang sayang aku nemenin temen aku ngobrol dia baru pulang dari luar negeri masak kamu lupa."
"Kamu pergi dari jam tujuh loh kak dan sampai sekarang hampir tengah malam kamu baru pulang. Kamu sadar nggak sih kamu itu jarang ada waktu buat aku."
"Stop amara!" Bentak Ray
"Aku kerja dari pagi sampai malam itu buat siapa? Buat kamu. Untuk mencukupi kebutuhan kamu dan orang tua kamu apa kamu lupa itu. Dan sekarang aku hanya pergi menemui teman aku kamu marah. Apa pantas kamu marah karena hal sepele seperti itu?"
"Kenapa kamu jadi bawa-bawa orang tua aku. Kamu sendiri kak yang mau menanggung semua kebutuhan orang tuaku. Kenapa sekarang kamu ungkit-ungkit."
"Karena aku capek Amara! Aku lelah tolong kamu mengerti betapa lelahnya mencari uang. Tolong hargai kerja kerasku selama ini." Kemudian Ray pergi ke kamar dan menutup pintu kamar sangat keras. Amara menangis Ray benar-benar sudah berubah. Lagi-lagi Ajeng menjadi saksi pertengkaran antara Ray dan Amara. Ajeng pun menghampiri Amara dan menenangkannya.
"Sabar ya nona.." ucap Ajeng memegang pundak Amara kemudian Amara memeluk Ajeng.
"Kasihan mbak Amara pasti batinnya sangat tertekan."batin ajeng
_
_
pagi hari
Amara telah selesai mandi dan sedang menata sarapan dimeja makan. Ray menuruni anak tangga sudah siap untuk berangkat sambil telponan dan Ray melewati Amara begitu saja.
"Kak Ray nggak sarapan dulu?" Panggil Amara. Ray pun berhenti dan mematikan sambungan teleponnya.
"Sudah telat." Jawabnya singkat kemudian melanjutkan jalannya.
"Aku bawain bekal ya kak."
"Nggak perlu aku sarapan di kantor saja."
"Kalau begitu minum susu saja. Aku buatin ya?"
"Kamu ngerti telat nggak. Aku sudah ditunggu Amara!" Bentak Ray. Kemudian pergi begitu saja tanpa pamit. Lagi-lagi Amara hanya bisa menangis. Ray benar-benar sudah berubah tidak ada lagi kemesraan yang selalu Ray tunjukan untuk Amara.
Dari dapur Ajeng juga ikut menangis melihat Amara selalu disakiti oleh Ray. Ajeng menghapus air matanya kemudian mendekati Amara.
"Nona..tadi nyonya telepon saya katanya handphone nona tidak aktif." Ajeng mencoba mengalihkan kesedihan Amara. Amara segera menghapus air matanya.
"Iya jeng. Tadi handphone ku lowbat jadi aku cas. Nanti biar aku telepon balik."
_
_
Ray sudah janjian bersama angel untuk sarapan bersama di sebuah restoran. Angel juga akan berangkat ke kantor bersama.
__ADS_1
"Pelan-pelan Ray..emang kamu belum sarapan?"
"Belum. Aku sengaja tidak sarapan untuk menemanimu."
"What?? Aku nggak salah dengar kan Ray sengaja nggak sarapan demi aku." Batin angel.
"Kok kamu gitu sih Ray. Kan kasihan Amara."
"Apa? Dari mana kamu tau nama istriku Amara?"
"I..itu kamu kan pernah bilang kalau nama istri kamu Amara kamu lupa."
"Oh ya?"
"Iya Ray. Btw makasih ya kamu benar-benar menepati janji kamu untuk meluangkan waktu kamu bersamaku.
"Jepret"
Ardi mengambil gambar Ray dan Ajeng lagi.
"Gue nggak nyangka ternyata Lo kayak gini di belakang Amara."
_
_
Ray membawa CV angel dan memberikannya ke bagian HRD. Dan Ray sudah memberitahukan ke bagian HRD bahwa angel adalah sepupunya yang sedang berkunjung ke indonesia dan akan menjadi sekretarisnya untuk sementara waktu selama berada di Indonesia.
Angel tidak jadi ikut ke kantor bersama Ray. Angel takut akan menjadi gosip bila datang bersama ray. jadi angel meminta Ray untuk mengatur semuanya.
"Pagi pak." Sapa Ardi
"Iya pak." Jawab Ardi singkat
"Kamu baik-baik saja?"
"Saya baik-baik saja."
"Oke. Apa jadwalku hari ini?" Ardi pun menjelaskan agenda Ray hari ini.
_
_
Amara dan angel berada di sebuah restoran. Tadi angel menghubungi Amara jika ia ingin bertemu dan ada yang ingin ia ceritakan.
"Jadi gimana Amara kamu ada masalah apa cerita dong sama aku siapa tau aku bisa bantu. Lagipula kamu kan sudah janji mau berteman sama aku."
"Aku nggak tau njel harus cerita dari mana aku juga bingung ini masalah rumah tangga aku rasanya tidak pantas jika aku ceritakan kepada orang."
"Hei..kita kan teman. Please cerita ya siapa tau aku bisa bantu." Ucapnya sambil menggenggam tangan Amara. Akhirnya Amara pun menceritakan semuanya pada angel.
"Jadi suami kamu itu mulai berubah karena kalian belum dikaruniai anak? Kok gitu sih suami kamu seharusnya dia itu support kamu. Anak itu titipan dari Tuhan kita tidak tau kapan mau dikasihnya."
"Aku nggak tau harus bagaimana njel. Aku merasa sangat stres."
"Kamu nggak sendiri mulai sekarang kamu punya aku. Kapanpun kamu butuh bantuan aku. Aku pasti siap buat bantu kamu. Btw aku jadi penasaran seperti apa sih suami kamu itu. Tega sekali dia memperlakukan istri secantik kamu seperti itu."
"Bukankah sudah ku bilang suamiku sangat tampan."
"Buat apa tampan kalau jahat."
__ADS_1
"Aku akan mencuci terus otak kamu Amara sampai kamu benar-benar percaya padaku dan semakin benci dengan suamimu itu." Batin angel.
"Sudah siang aku pulang dulu ya njel. Aku mau nganter makan siang buat suamiku tadi pagi dia tidak sarapan."
"Iyalah suamimu kan sarapan sama aku." Batin angel lagi
"Aku anter ya.."
"Nggak usah njel aku sudah pesan taxi aku duluan ya."
"Oke.. hati-hati ya." Amara tersenyum.
"Aku nggak akan biarin kamu dan Ray berduaan Siap- siap aja buat kecewa." Gumam angel.
Amara sudah menyiapkan bekal untuk Ray, Amara langsung menuju kantor.
Sesampainya di kantor Amara disambut hangat oleh para karyawan. Amara langsung menuju ruangan suaminya.
"Ra.." panggil Ardi
"Ardi."
"Kamu mau bertemu Ray ya?"
" Iya dong Ar, Ini aku mau nganter makan siang buat kak Ray. Tadi pagi kak Ray juga nggak sarapan katanya telat."
"Kasihan kamu Ra. Kamu sudah di bohongi oleh Ray." Batin ardi
"Kak Ray ada di dalam kan Ar?"
"I..itu Ray tidak ada di kantor."
"Lho kemana? Kamu kan ada disini nggak mungkin kan kak Ray menemui client sendiri?"
"Mungkin makan siang diluar."
"Ya udah deh makasih ya Ar. Ini buat kamu aja."
"Nanti biar aku kasih ke Ray."
"Tidak perlu kak Ray kan sudah makan diluar buat kamu saja." Amara langsung pergi. Ardi menatap sendu kepergian Amara.
_
_
Sesampainya dirumah mama ana sudah berada dirumah Amara.
"Mama.." panggil Amara melihat mama menyiapkan makan siang.
"Hei sayang.. kamu dari mana?"
"Aku dari kantor kak Ray ma. Mama sudah dari tadi?"
"Nggak kok sayang mama baru datang. Ayo kita makan mama bawain makanan kesukaan kamu."
"Mama..kenapa repot-repot sih."
"Nggak repot kok sayang."
๐๐๐Bersambung gaess๐๐๐
__ADS_1