
Mike melepas pelukannya lalu menghapus air mata Amara dan mencium keningnya.
"Dengar sayang aku cuma bercanda tidak mungkin aku marah hanya karena uang yang tidak seberapa itu. Aku hanya ingin kamu jujur itu saja. Aku tidak peduli berapa banyak uang yang kamu habiskan itu tidak akan membuatku jatuh miskin.
Yang penting kamu selalu jujur apapun itu dan yang paling penting setia." Amara mengangguk lalu mereka kembali berpelukan.
"Sekarang mana tasnya coba aku pengen lihat."
"Di bawa Arum."
"Kenapa dibawa Arum?"
"Aku takut kamu marah, rencananya besok aku mau kembalikan tas itu."
"Enak saja dikembalikan, tidak ada sejarahnya istri dari Mike Louis Edgar meretur belanjaan apalagi hanya tas yang harganya tidak seberapa itu, kalau kamu mau aku bisa beli semua tas branded itu beserta toko nya."
"Iya..ya percaya dasar sombong."
"Bukan sombong sayang ini kenyataan. ingat suamimu ini sangat kaya raya."
"Hmmm." Amara hanya berdehem. Amara malas jika Mike sudah mengagung-agungkan kekayaannya.
"Sayang sebentar lagi aku ada rapat, hanya sebentar kamu tunggu disini ya atau mau aku panggilkan Lusi?"
"Nggak usah sayang, aku lelah aku mau istirahat saja."
"Baiklah kamu istirahat saja di kamar."
"Iya."
"Aku meeting dulu ya, sweety papa meeting dulu ya kamu sama mama dulu jangan nakal ya." Mike juga berpamitan dengan anaknya yang masih di dalam perut Amara.
"Iya papa, aku nggak akan nakal kok." jawab Amara kembali menirukan suara anak kecil
"I love you.."
"I love you too."
__ADS_1
_
_
 Di dalam sebuah kamar seorang perempuan sedang ngamuk-ngamuk ia mengobrak-abrik seisi kamarnya hingga barang-barang yang ada di kamar berserakan di lantai. Ia adalah angel. Angel tidak terima dipermalukan oleh Amara lebih lagi Amara bisa membeli tas-tas mahal yang selama ini ia incar.
Bahkan angel saja masih belum mampu untuk membelinya sedangkan Amara membeli tiga tas sekaligus angel benar-benar merasa terhina.
"Brengsekkk!! awas kamu amara aku tidak terima kamu mengalahkan aku." Teriak angel.
Mama ana yang mendengar teriakan angel lantas berlari menyusul angel di kamarnya.
Tok tok tok
"Angel kamu kenapa nak, buka pintunya." Teriak mama ana sambil mengetuk-ngetuk pintu
Sementara angel masih terus berteriak
Brakkk, pringggg
Suara gaduh dari dalam kamar seperti suara pecahan sesuatu entah apa yang angel pecahkan.
"Ada apa ma??" Tanya Ray begitu melihat mama ana berdiri di depan pintu kamarnya.
"Mama juga tidak tahu nak, tapi sepertinya terjadi sesuatu dengan angel. Mama mendengar suara barang yang pecah." Ray pun menjadi ikut panik.
"Angel! Buka pintunya apa yang kamu lakukan." Teriak Ray tapi masih tidak ada jawaban hingga Ray mengulanginya sampai tiga kali namun tetap sama. Ray pun tidak bisa menunggu lagi Ray mendobrak pintu dengan bahunya hingga beberapa kali barulah pintu itu terbuka.
Brakkk
Pintu terbuka menampilkan sosok angel yang duduk menangis bersandar pada ranjang. Dengan kondisi kamar yang sangat berantakan
"Angel kamu kenapa?" Mama ana dan Ray berlari menghampiri angel.
Lalu pandangan Ray beralih menatap kamar yang sudah seperti kapal pecah.
"Angel apa yang kamu lakukan kenapa semua barang kamu obrak Abrik. Apa yang ada di otakmu angel." Bentak Ray sontak angel kembali terpancing angel berdiri.
__ADS_1
"Ini semua gara-gara kamu! Kalau saja kamu tidak bangkrut aku pasti bisa membeli tas branded itu bukan Amara."
"Apa kamu bilang?? Jadi ini semua karena sebuah tas kamu jadi seperti ini, kamu gila angel."
"Ya!! Aku memang gila dan ini semua gara-gara kamu yang tidak becus sebagai suami."
"Jaga ucapanmu angel."
"Apa?? Memang benar kan, kamu sudah bangkrut Ray, hutang kamu ada dimana-mana aku tidak Sudi hidup bersama laki-laki yang tidak berguna sepertimu."
Plakkk
Satu tamparan keras mendarat di pipi kiri angel.
"Lancang kamu angel, bisa-bisanya kamu berkata seperti itu. Sekali lagi kamu menghinaku bukan hanya tamparan yang akan kamu dapatkan. Bersihkan semua ini kalau sampai aku kembali ini masih belum bersih kamu tanggung akibatnya." Lalu Ray pun pergi dan menyenggol bahu angel. Sedangkan angel terdiam memegang pipinya yang ditampar Ray.
Setelah Ray pergi tangisan angel kembali pecah
"Angel..maafkan Ray dia tidak.."
"Diam! Mama lihat kan bagaimana perlakuan anak mama. Dan itu aku rasakan bertahun-tahun ma. Apa yang mama lihat selama ini keharmonisan kami, kehangatan kami itu semua palsu. Ray tidak sebaik yang mama kira. Sekarang mama keluar!"
"Angel, itu tidak mungkin Ray itu.."
"Keluar!!" Bentak angel lagi. Mama ana pun keluar sambil menangis.
Angel kembali menangis angel sudah muak dengan perlakuan Ray selama ini. Bagaimana tidak angel memang berhasil merebut Ray dari Amara tapi tidak untuk hatinya. Selama ini Ray selalu membandingkan dirinya dengan Amara, apapun yang angel lakukan tidak pernah benar dimata Ray. Apalagi pernikahannya yang belum juga dikaruniai momongan membuat Ray semakin menyudutkan angel.
Itu sebabnya angel sangat membenci Amara. Karena Ray masih mencintai Amara.
Lalu angel teringat pada Mike. Angel pun memutuskan untuk menghubungi Mike yang ia kenal dengan micle.
Namun sayang berkali-kali angel menghubungi Mike/micle tetapi tidak ada jawaban.
"Micle, kamu kemana sih ayo angkat dong aku butuh kamu. Please angkat micle." Gumam angel namun masih sama tidak ada jawaban juga hingga angel frustasi. Lalu angel menatap kamarnya yang seperti kapal pecah. Angel teringat dengan ancaman Ray, angel tau Ray tidak pernah main-main dengan ucapannya.
Mau tidak mau angel harus membersihkan semuanya sebelum Ray pulang.
__ADS_1
🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹