Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 130 : Mike penjajah wanita


__ADS_3

Eps sebelumnya


Termasuk Cassandra kekasihnya Mike juga tidak mencintainya Hanya saja Casandra tidak mau Mike tinggalkan.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hari telah berganti hari tidak terasa satu Minggu sudah Amara bekerja di rumah makan sederhana milik Bu Inah.


Amara sedang mengelap meja-meja dan kursi sebelum pengunjung datang, karena biasanya akan sangat ramai saat jam sarapan dan makan siang.


Dan benar saja baru Amara berdiri satu pelanggan wanita datang dengan pakaian minim dan makeup yang sudah luntur sepertinya baru pulang kerja, Amara melayani wanita tersebut.


"Permisi mau pesan apa mbak?"


"Kepalaku pusing buatkan aku kopi yang pahit, makannya mbak?"


"Terserah pokoknya yang pedes banget biar melek."


"Baik mbak."


Kemudian Amara membuatkan kopi semantara ibu Inah membuatkan ayam geprek super pedas. Setelah selesai Amara mengantarkannya kenapa wanita itu.


"Silahkan mbak..selamat menikmati." Wanita itu hanya melirik Amara sekilas. Kemudian Amara hendak pergi 


"Kamu temani aku sebentar." ucap wanita itu. Amara pun tidak jadi pergi.


"Duduk!" Perintahnya, Amara hanya menurut


"Tempat makan ini punya kamu?" Tanya nya sambil menyeruput kopi


"Bukan mbak, saya hanya pegawai."


"Kamu cantik kenapa mau bekerja di tempat seperti ini, yang gajinya aku yakin tidak begitu besar."


"Karena hanya disini satu-satunya usaha yang mau menerima saya, saya sudah melamar di banyak perusahaan tetapi tidak satupun yang menerima saya."


"Ijazah kamu apa?"


"S1 mbak."


"Uhuk..uhuk." wanita itu tersedak mendengar penuturan Amara


"Lalu kenapa kamu kesusahan mencari kerja jika kamu memang sarjana.


Pendidikan tinggi ataupun rendah itu tidak menjamin kesuksesan seseorang mbak banyak kok orang dengan latar belakang pendidikan rendah tetapi bisa sukses. Kalau menurut saya semua itu hanya peruntungan dan rizki masing-masing.


Mbak baru pulang kerja ya kelihatan sangat lelah."


"Iya, pekerjaanku itu mudah dan nggak butuh ijazah tetapi menghasilkan uang banyak kalau kamu mau kamu bisa ikut denganku."


"Kerja apa mbak, dimana?"


"Di klub malam."


"Klub?? Di club kerja apaan mbak setahu saya tidak ada pekerjaan disana."


"Memang kamu pernah kerja di club'?"


"Belum.."

__ADS_1


"Belum pernah tapi sok tau. Gimana mau nggak kalau kamu mau aku tunggu kamu nanti malam disini."


"Malam? Kok malam sih mbak jangan malam dong mbak."


"Klub mana buka pagi, semua klub ya bukanya malam kecuali klub bapakmu tuh. Ini aku kasih nomor aku kalau kamu mau hubungi aku ya cantik." Dengan ragu Amara menerima nomor telepon itu.


"Oh ya namaku Mira..mirabella, the princess klub."


"Ya udah mbak Mira aku kerja lagi ya.."


"Yes…semoga aja dia mau bos pasti seneng banget aku bawain daun muda, dilihat dari gaya dan tampilannya yang sederhana aku yakin dia masih virgin." Batin Mira.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Beib..aku masih kangen." Ucap Cassandra memeluk Mike dari belakang yang sedang memakai baju.


Sedangkan Cassandra hanya mengenakan ce**na d*lam dan b*a berwarna hitam.


"Aku harus ke kantor."


"Beib..kamu kan CEO kamu ke kantor atau tidak itu bukan masalah, lagi pula sudah ada Dion disana, kamu disini saja ya temani aku kita habiskan waktu kita aku janji akan bermain lebih ganas lagi." Sambil berbisik dan mengecup telinga Mike saat mengucapkan kata terakhir.


Bukannya tergoda Mike justru melepas tangan Cassandra kasar


"Apa kamu tidak mengerti bahasaku, jangan pernah menggodaku Cassandra!!" Ucapnya dengan tatapan tajam kemudian pergi meninggalkan Cassandra begitu saja.


"Hah…brengsek, sampai kapan Mike sampai kapan kamu terus bersikap dingin padaku." teriak Cassandra frustasi


_


_


"Huft aku lelah sekali." Keluhnya kepada Dion begitu sampai di ruangannya


"Semalam berapa ronde brow sampai kelelahan begini." Mike menatap tajam dion


"Sorry-sorry brow, kalian kan habis ehem-ehem." Dion memperagakan dengan tangannya


"Wajar dong kalau aku tanya gitu."


"Kamu tau sendiri kan bagaimana perasaanku dengannya jadi jangan pernah membahasnya, aku dan dia hanya untuk bersenang-senang." Dion manggut-manggut


"Mike..mike sampai kapan kamu akan terus seperti ini, kamu itu tampan, karir bagus, kaya-raya banyak wanita-wanita cantik yang ingin menjadi istrimu untuk apa kamu harus menjalani kehidupan dengan wanita-wanita jal*ng itu, ayolah Mike mulailah menjalin hubungan dengan satu wanita yang kamu cintai."


"Dion kamu tau kan aku masih ingin bersenang-senang, aku masih muda Dion aku belum ingin menikah apalagi mempunyai anak, melihat mereka saja aku pusing apalagi kalau sampai memilikinya."


"Maksudku bukannya langsung menikah mike, tapi bersanding dengan wanita yang kamu cintai agar hidupmu lebih tertata, Cassandra..kamu tidak mencintainya tapi kamu menjadikannya kekasihmu dan menjadi teman ranjangmu, apa kamu tidak berfikir bagaimana jika dia tidak mau melepaskanmu?"


"Itu yang menjadi beban pikiranku, harus dengan cara apalagi aku bisa terbebas darinya."


"Sebenarnya itu hal yang mudah aku bisa membantumu, tapi ada syaratnya."


"Benarkah katakan apa syaratnya kamu mau apa, mobil, rumah, apartemen, hotel atau apa katakan akan ku berikan untukmu."


"Tidak Mike aku tidak menginginkan semua itu, aku mau kamu berjanji untuk tidak bermain-main lagi dengan wanita-wanita luar dan juga harus berjanji untuk membuat komitmen pada satu wanita."


"Ayolah Dion..kamu jangan seperti ini aku ini tampan, cerdas dan berkharisma siapa yang tidak tergoda denganku, syaratmu itu sangat sulit aku kasihan dengan mereka yang mengagumiku."


"Baiklah aku tidak akan membantumu, dasar penjajah wanita." Kemudian Dion pergi

__ADS_1


"Hei Dion apa katamu, aku bukan penjajah wanita..ayolah bantu aku, Dion.." teriak Mike tapi tidak dihiraukan oleh Dion.


"Syarat yang konyol bisa-bisanya dia memberiku syarat gila seperti itu, mana mungkin aku bisa hidup tanpa mereka bagaimana dengan tigerku yang selalu meronta-ronta, dasar culun." Celoteh mike


_


_


"Sudah waktunya makan siang, pantas saja perutku terasa perih." Gumam Mike kemudian menghubungi Dion untuk mengajaknya makan siang.


Tak lama Dion pun sampai di ruangan Ray.


"Mau makan siang dimana?" Tanya Dion langsung


"Sebenarnya aku ada tempat makan yang bagus tapi agak jauh."


"Kamu suka?"


"Iya, makanannya enak."


"Baiklah jika kamu suka kita berangkat."


"Oke.." jawab Mike dengan seutas senyum di bibirnya, raut wajah bahagia sangat terlihat di wajahnya, Dion memperhatikan perubahan wajah Mike.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu ayo jalan." Dion memicingkan matanya curiga


"Kamu yakin hanya karena makanannya enak?"


"Tentu saja memang apalagi."


"Apa ada seorang wanita disana?"


"Tentu saja penjualnya kan memang wanita." Dion semakin memicingkan matanya


"Sudah tua, apa yang membuatmu curiga, ada-ada saja. Ayo cepat berangkat aku sangat lapar."


"Jika kau sangat lapar kita makan di cafe dekat sini saja."


"Kamu ini tadi katanya mau, kenapa sekarang tidak mau." Mike terlihat marah


"Hahaha..oke..oke..aku hanya bercanda, kita berangkat sekarang."


Saat mereka membuka pintu tiba-tiba Cassandra sudah berdiri di depan pintu.


"Surprise.." ucapnya


"Casandra..ngapain kamu disini?"


"Beib..aku nganterin makan siang buat kamu, kamu pasti belum makan kan?"


"Iya belum ini kita mau ke cafe kebetulan kamu datang." Jawab Dion, Mike menatap tajam dion.


"A..aku pergi dulu."


"Eh Dion..bagaimana dengan meeting kita?" Teriak mike


"Beib..ini kan waktunya istirahat udah ya meeting nya dipending dulu, ayo kita makan." Casandra menarik tangan Mike masuk ke dalam ruangannya.


🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2