Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
bab 184 : Masih kecewa


__ADS_3

Mike melajukan mobilnya pulang ke mansion tidak lagi ke rumah sakit.


"Mike kita tidak kembali ke rumah sakit?" Tanya Dion


"Aku lelah kamu saja yang kembali kesana."


"Kamu tidak bisa begitu Mike, apapun masalah kalian kamu tidak bisa seperti ini Amara sedang sakit apalagi dia sedang mengandung anak kamu."


"Baiklah kita ke rumah sakit."


Mike pun memutar balik mobilnya menuju rumah sakit.


_


_


Di rumah sakit 


Keadaan Amara sudah lebih baik tetapi Amara masih tidak diperbolehkan untuk pulang oleh dokter. Arum dengan setia berada disamping Amara bersama Gerry. Karena Gerry tidak berhasil menemukan Mike Garry pun memutuskan untuk kembali ke rumah sakit.


Arum tidur di sofa dengan kaki Gerry sebagai bantalnya dan Gerry dengan lembut mengusap kepala Arum, Amara tersenyum bahagia melihat sahabatnya telah menemukan seseorang yang benar-benar mencintainya dengan tulus. Sedetik kemudian senyum bahagia itu berubah menjadi senyum getir kala mengingat dirinya yang tak juga menemukan kebahagiaan. Tiba-tiba Amara meneteskan air mata apakah kali ini Mike juga akan meninggalkannya. Jika iya, lantas sampai kapan Amara harus terus berjuang untuk menemukan titik kebahagiaan yang sesungguhnya. Sampai kapan kisah cintanya akan berakhir dengan indah.


Ceklek


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka menampilkan sosok Mike dan Dion. Amara tersenyum lalu mengusap air matanya kasar melihat Mike berjalan ke arahnya.


"Kamu dari mana sayang?" Tanya Amara lembut sambil tersenyum


Mike berdiri di depan Amara satu tangan ya ia masukan dalam kantong celana.

__ADS_1


"Aku dari mana apa pedulimu??"


Duarrrr


Untuk pertama kalinya Mike berkata kasar kepadanya. kasar karena selama ini Mike selalu berkata lembut dan manis kepada Amara hingga Amara menjadi terbiasa. mendapat jawaban seperti itu hati Amara terasa teriris. 


"Maaf.." lirih Amara kemudian berbaring membelakangi Mike. Air Matanya kembali menetes. Mike tau Amara pasti sedih mendapat perlakuan seperti itu darinya.


"Aku sudah bicara dengan dokter, dokter bilang besok kamu boleh pulang."


"Iya." 


"Kalau begitu aku pulang dulu, kamu disini sama.."


"Tidak perlu, pulanglah bersama mereka semua. Aku sudah terbiasa sendiri."


Jawaban Amara seketika membuat jantung Mike berdetak. Entahlah tiba-tiba saja rasa takut juga bersalah menyelimutinya. Tapi Mike masih kecewa dengan Amara.


Mike pun benar-benar meninggalkan Amara sendiri, ia pergi bersama Gerry sedangkan Dion dan arum tetap memilih untuk menemani Amara.


Arum menghampiri Amara.


"Amara…" lirih Arum menyentuh pundak Amara yang bergetar karena menangis.


Arum lantas memeluk Amara dari belakang Arum juga ikut menangis.


"Kamu keterlaluan Mike..aku mengalah untukmu karena kamu sahabatku juga karena rasa cinta kamu yang aku kira lebih besar dari cintaku, tapi apa sekarang kamu tega membuat Amara menangis." Batin Dion mengepalkan kedua tangannya.


_

__ADS_1


_


Mike dan Gerry tidak benar-benar pulang Mike membelokan mobilnya ke sebuah bar.


Mike memesan minuman beralkohol hingga membuatnya mabuk.


Mike merancau tidak karuan.


"Aku jahat ger aku sudah membuat istriku menangis, aku membuatnya menangis gerry aku memang brengsek. Tapi aku terlanjur kecewa ger..kecewa." Rancau Mike sambil bergelayut di leher Gerry.


"Iya…Mike iya aku ngerti. Amara juga pasti ngerti kok kita pulang sekarang ya.." bujuk Gerry.


"Pulang kamu bilang.. istriku terbaring lemah dirumah sakit dan kamu mengajakku pulang..dasar brengsek kamu Gerry jahat kamu."


"Yaelah mike.. yang brengsek siapa yang disalahkan siapa." Batin Gerry


"Iya..ya.. kita kerumah sakit sekarang."


"Kamu memang tidak mengerti perasaanku Gerry aku sedang kecewa mana bisa aku menunggu dia di rumah sakit."


"Yaelah mike..Mike..terus mau kamu gimana.. elah."


"Aku ingin berada disampingnya tapi aku tidak mau melihatnya. Aku ingin memeluknya tapi aku kecewa dengannya tolong aku Gerry." Mike terus merancau.


Gerry pun merasa pusing akhirnya Gerry tetap memaksa Mike untuk pergi dari sana dibantu oleh security bar tersebut membawa Mike ke mobil.


Gerry lantas menghubungi Dion dan memberitahu tentang keadaan Mike. Dion pun menyuruh Gerry untuk langsung membawa Mike pulang ke mansion.


🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2