Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 80 : Aku pengen makan kamu


__ADS_3

"Lama sekali sayang kamu nggak papa?"


"Iya ma tadi toilet nya penuh terpaksa deh Amara harus menunggu."


"Ya sudah kita pulang sekarang ya.."


"Iya ma."


Sesampainya di rumah mama ana dan Amara menyusun barang-barang belanjaan nya. Dan perabotan rumah yang baru saja mereka beli juga sudah datang dan langsung diletakkan di tempat yang Amara inginkan oleh pegawai tokonya.


Setelah selesai mama ana membantu Amara untuk membersihkan rumah. mereka saling berbagi tugas. Saat mama ana mengerjakan yang lain Amara memasak untuk makan malamnya dengan Ray dan untuk dibawa pulang mama ana.


"Mama.. istirahat aja ya biar Amara nanti yang lanjutin."


"Sudah sayang tidak apa-apa kamu teruskan saja masaknya nanti Ray keburu pulang."


"Iya ma..mama jangan capek-capek ya."


"Iya sayang kamu tenang saja."


Amara kembali menyelesaikan masakannya.


Setelah selesai memasak Amara menatanya di meja makan, Amara juga sudah menyiapkannya untuk dibawa mama ana pulang. Sore ini Amara memasak lebih banyak diantaranya udang saus Padang, cah kangkung kesukaanya, ayam goreng tepung, dan sambal terasi kesukaan Ray.


"Wah..banyak sekali sayang masakkannya, kelihatannya sangat enak."


"Iya ma. Mama makan dulu ya."


"Masak mama makan duluan, nanti kamu dan Ray makan sisa mama dong."


"Nggak apa-apa ma..atau mama nginep sini saja."


"Jangan sayang kasihan papa kamu nanti kesepian."


"Iya juga sih ma nanti papa kangen sama mama terus nggak bisa tidur."


"Kamu ini bisa saja. Ray beruntung mempunyai istri secantik dan sebaik kamu."


"Mama bisa aja bikin Amara melayang."


"Ya udah sana melayang tapi jangan tinggi-tinggi ya takut jatuh."


"Iya kalo jatuhnya dikasur empuk kalau jatuhnya di air klelep dong." 


"Hahaha.." mereka tertawa bersama. begitulah mereka jika sedang bersama ada saja yang membuat mereka tertawa. Mereka seperti bukan ibu mertua dan menantu tetapi seperti teman. Mama ana yang sangat pandai menempatkan diri kadang bisa menjadi seorang teman yang bisa diajak lucu-lucuan dan bisa menjadi sosok ibu yang luar biasa saat diharuskan menjadi seorang ibu.


"Sayang mama pulang ya..sudah jam empat lebih."


"Iya ma Amara juga mau mandi biar nanti kalau kak Ray datang Amara sudah cantik. Ini Amara sudah menyiapkan buat mama dan papa."


"Ya ampun..kamu memang anak mama paling pengertian. Makasih ya sayang."

__ADS_1


"Iya ma.. sama-sama. Mama sering-sering ya datang kesini Amara kesepian kalau nggak ada temannya."


"Iya sayang. Kalau mama nggak kesini kamu yang harus kerumah."


"Siap ma."


"Oh ya sayang.. kata bi Jum keponakan bi Jum mau kerja jadi art disini. Jadi mama bilang sama bi Jum supaya keponaknnya itu datang besok kerumah kamu."


"Iya ma..mama atur saja. Pokoknya Amara percaya sama mama." 


_


_


Amara sudah cantik dengan memakai dress selutut dengan model serut dada. Terlihat sangat s***i dan menggoda.


Sambil menunggu Ray datang Amara menonton drakor kesukaannya melalui smartphone canggih miliknya yang dibelikan Ray dengan harga yang cukup fantastis.


"Ceklek" pintu terbuka menampakan sosok laki-laki yang sangat ia rindukan.


Amara bangun dan berlari memeluk ray dengan senang hati Ray menyambut pelukan Amara.


"Em..lama banget sih pulangnya."


"Kamu merindukanku?"


"Benget.."


"Iya dong..kan buat suami tercinta." Ray melepas pelukannya dan melihat penampilan Amara dari ujung rambut hingga ujung kaki yang selalu terlihat cantik dan s***i. 


"Kamu tau sayang..aku selalu tergoda saat melihatmu, lihat ini.." Ray mengarahkan tangan Amara untuk menyentuh adik kecilnya. Dan benar saja king kobra Ray sudah bereaksi dibalik celananya."


"Aku mau sekarang sayang.." bisik Ray ditelinga Amara sambil memberi gigitan kecil disana.


"Mandi dulu sayang..terus makan. Emang kamu nggak capek, nggak lapar?"


"Tadinya aku capek tapi saat melihat kamu capeknya hilang. Aku lapar sayang pengen makan kamu." Ucap Ray sambil melepas kancing kemeja dan juga celananya menyisakan celana boxer. Tanpa ba-bi-bu Ray mengangkat tubuh Amara dan menggendongnya seperti bayi koala. Dengan rakus Ray menyesap bibir manis yang selalu membuatnya candu. jika sudah begini Amara tidak bisa lagi menolak. Amara mengalungkan tangannya di leher Ray. Ray mendudukan tubuhnya ditepian ranjang kingkobranya tepat mengenai inti Amara karena posisi Amara yang berada dipangkuannya m********g. 


"Ahh.." lenguh Amara saat Ray m****s Bukittingginya. Ray sangat suka suara Amara saat ia mencumbunya membuatnya semakin bersemangat.


Mereka sudah toples tanpa sehelai benangpun dengan cepat Ray memasuki Amara. Kali ini Amara yang mengendalikan permainan. Amara berada diatas Ray. karena sudah sering melakukannya Amara sudah lihai dan semakin pintar memanjakan suaminya. Ray dibuat melayang oleh Amara.


Makan malam Ray berubah menjadi makan malam penuh peluh dan kenikmatan yang tiada duanya.


_


_


"Mama tadi pulang jam berapa sayang?" Tanya Ray sembari menikmati makan malamnya.


"Jam empat lebih sayang kenapa?"

__ADS_1


"Nggak papa..baguslah jadi kamu tidak kesepian."


"Oh ya sayang kata mama keponakan mbok Jum mau bekerja menjadi art kita."


"Baguslah jadi aku bisa lebih tenang kalau ninggalin kamu di rumah. Sayang sendiri gimana setuju nggak?"


"Aku terserah kak Ray saja."


"Istri Solehah.."


"Sayang tadi aku kan makan siang sama mama direstoran xxx dan aku nggak sengaja melihat Farah."


"Kenapa dia, apa dia mengganggu kamu lagi. Kalau dia berani mengganggu kamu lagi akan aku habisi dia."


"Sayang..jangan gitu ah. Habisi-habisi emang apaan. Tadi aku lihat dia bersama seorang laki-laki tapi bukan Kevin."


"Terus.." jawab Ray malas


"Kira-kira siapa ya laki-laki itu?"


"Kenapa? Kamu khawatir sama Kevin?"


"Bukan khawatir sayang..tapi kasihan kalau sampai Farah selingkuh dibelakang Kevin."


"Ra..aku bingung ya sama kamu kenapa sih kamu harus memikirkan soal rumah tangga Kevin. Mau Kevin diselingkuhi atau apa itu bukan urusan kamu. Ya anggap saja jika Kevin diselingkuhi itu adalah karma untuknya atas apa yang sudah dia lakukan kepada kamu dulu."


"Aku nggak memikirkan rumah tangga Kevin kak. Aku cuma bertanya kan sama kak ray kira-kira laki-laki itu siapa?"


"Terus apa untungnya buat kamu bertanya seperti itu? Kamu kasihan pada Kevin lalu ingin kembali kepadanya?"


"Kak! Kenapa jadi begini sih? Aku minta maaf kalau pertanyaan aku membuat kak Ray tidak nyaman."


"Sudah kamu lanjutkan makannya aku sudah kenyang." Ray pun pergi meninggalkan Amara sendiri ruang makan.


"Ya Allah..aku sudah menyinggung perasaan suamiku. Maafkan aku ya Allah maafkan aku kak." Kemudian Amara membereskan makanannya dan menyusul Ray di kamar.


Ray bersandar di hadboar ranjang sambil memainkan ponselnya. Amara mendekat berdiri disamping Ray.


"Kak.." panggil Amara pelan Ray tidak menyahut.


"Kak Ray aku minta maaf..aku tidak bermaksud membuat kak Ray marah. Aku janji aku nggak akan membahas mereka lagi." Amara menunduk sambil meremas kedua tangannya. Ray melirik amara dan tersenyum. Ray meraih tangan Amara, Amara mendongak menatap ray


"Duduk sini." Amara pun menurut


"Aku tidak suka kamu masih membahas tentang Kevin. Apapun itu jika berhubungan dengan Kevin ataupun farah aku tidak suka.jadi jangan pernah membicarakan mereka. Kamu mengerti?"


"Iya kak aku mengerti."


"Maaf ya aku tadi pergi begitu saja." Amara mengangguk


"Ayo kita tidur."

__ADS_1


***Happy reading gaess 🥰🥰***


__ADS_2