Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 171 : Dinas malam


__ADS_3

Amara dan Mike berada di dalam kamar. Amara sedang merapikan baju-baju yang baru dipindahkan di kamar Mike yang kini menjadi kamarnya.


Sementara Mike melanjutkan pekerjaan kantor yang baru saja dikirim oleh Dion lewat email. Sesekali Mike melihat istrinya yang tengah serius. Wajah Amara terlihat sangat menggemaskan saat sedang fokus.


Kenzo pun lantas menghampiri Amara.


cupp


Mike tiba-tiba mencium pipi Amara, Mike tidak bisa mengendalikan dirinya melihat istrinya yang begitu menggemaskan.


"Sayang kalau capek lanjut besok saja ya.."


"Aku nggak capek kok Mike kamu tenang saja."


"Baiklah aku lanjut kerja ya, kalau capek cepat istirahat ya."


"Iya., Aku tahu Mike. Ya udah kamu kerja gih


Tok tok tok 


"Nduk..kamu sudah tidur??"


Mike dan Amara saling pandang


"Ibu sayang "


"Iya."


"Belum Bu..sebentar." Amara kemudian membukakan pintu untuk ibunya


"Ada apa Bu??"


"Maaf nak mengganggu, jesen rewel katanya mau tidur sama kamu."


"Nggak apa-apa Bu nggak ganggu kok, amara juga belum tidur. Yaudah ibu duluan saja nanti amara nyusul."


Setelah ibunya pergi amara meminta izin kepada Mike.


"Mike…kata ibu.."


"Iya aku dengar sayang, kamu tidurkan jesen dulu nanti kalau jesen sudah tidur kamu gantian aku, ting." Mike mengedipkan satu matanya


Blussssh 


Pipi Amara merah


"Aku ke jesen dulu."


"Iya sayang." Mike tersenyum 


Amara kemudian ke kamar ibunya.


"Jesen..anak mama kenapa sayang, jesen mau dikelonin mama??"


"Iya, jesen kangen mama.."


"Hem…kangen ya sayang sini mama peluk."


Memang benar sejak bekerja di perusahaan Mike dan menjadi istrinya Amara jarang ada waktu untuk jesen.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama jesen pun terlelap 


"Maaf ya nak mama jarang ada waktu untuk kamu, mama janji mulai sekarang mama akan menghabiskan banyak waktu untuk kamu."


"Sudah tidur nduk??"


"Sudah Bu, ibu dari mana?"


"Dari bawah nduk, tadi ibu bicara sebentar dengan kakek."


"Bicara apa Bu??" Perlahan Amara bangun dan mengganti tubuhnya dengan guling.


"Ibu bicara apa sama kakek?" Ulang Amara duduk di samping ibunya.


"Nggak apa-apa nduk, kata kakek ibu harus lebih bersabar menghadapi jenny begitupun kamu kakek juga berpesan untuk kamu. Jangan sampai kita sakit hati dengan nak jenny."


"Kalau soal kak jenny Amara tau kok Bu, Amara ngerti butuh waktu untuk kak jenny menerima kita. Amara nggak masalah soal itu Bu."


"Ya sudah kalau begitu ibu lebih tenang sekarang."


"Bu…Amara takut Bu. Amara takut Mike tidak bisa menerima Amara jika dia tau Amara punya anak satu lagi Bu. Amara takut Mike tidak bisa menerima anak Amara."


"Ibu yakin nduk kalau nak Mike benar-benar mencintai kamu, nak Mike pasti bisa menerimanya. Lebih baik kamu jujur sama nak Mike lebih cepat lebih baik nduk."


"Iya Bu..Amara akan jujur dengan Mike."


"Yaudah sekarang kamu kembali ke kamarmu, jesen pasti sudah nyenyak."


"Titip jesen ya Bu kalau Jesen nangis lagi panggil Amara." 


"Iya nduk.."


Di kamar


"Mike..kamu belum tidur??"


"Bagaimana aku bisa tidur jika istriku tidak ada." Mike bangun lalu memeluk Amara dan berbisik


"Cepat ganti bajumu aku sudah menyiapkannya di kamar mandi." Amara melepas pelukannya


"Baju apa?"


"Baju dinas."


"Dinas?? Kita mau dinas, malam-malam begini??"


"Iya, dan dinas ini nggak bisa diganggu gugat."


"Emang aku harus banget ikut Mike?"


"Wajib, kalau nggak ada kamu bisa gagal semuanya."


"Kenapa bisa begitu?"


"Karena kamu istriku, istriku tercinta. Cepat kamu ganti baju aku sudah nggak sabar."


"Kamu sendiri kenapa nggak ganti baju?"


"Aku gampang, yang penting kamu dulu. Aku kan tinggal melepas baju aja."

__ADS_1


"Kok aku jadi bingung sih Mike."


"Udah mending kamu sekarang cepat ganti baju."


"Iya..ya.." meski bingung Amara tetap menuruti kata Mike.


Di dalam kamar mandi Amara lantas menggosok gigi dan mencuci muka. Lalu Amara mencari baju yang Mike maksud.


"Dimana bajunya…" gumam Amara sambil terus mencari baju itu.


Kemudian mata Amara menangkap gaun berwarna merah tergeletak di dekat bathtub. Amara lantas mengambil baju itu kemudian Amara menentengnya ke Atas.


"Ini baju apaan, masak iya ini baju yang dimaksud Mike. Tapi Mike bilang mau dinas berarti bukan ini." Gumam Amara lalu meletakkan kembali baju itu.


"Mike..aku tidak menemukan baju itu." Teriak Amara


"Ada sayang, coba kamu cari lagi."


"Nggak ada Mike aku sudah mencarinya."


"Kamu yakin tidak ada baju disitu?"


"Ada sih gaun berwarna merah tapi tipis banget."


"Ya itu bajunya sayang, cepat kamu pakai."


"Hah!! Yang bener kamu bilang kita mau dinas."


"Iya sayang cepat pakai, aku mau lihat."


"Tipis banget Mike aku malu."


"Sayang…dosa loh nggak nurut sama suami."


"Iya..ya aku pakai."


Amara lantas memakai gaun tipis kurang bahan itu tahu dong gaun apa yang dimaksud yaitu lingerie.


Beberapa saat kemudian Amara keluar dengan memakai lingerie. Amara menutup dada dan perut bawahnya dengan baju yang tadi ia pakai.


"Mike…" lirih amara


Mike lantas bangun dan menatap Amara.


"Kenapa ditutup sayang??"


"Aku malu.."


"Lepas ya.." perlahan Mike menarik baju yang Amara pegang dan…sempurna mata Mike berbinar kala menatap tubuh istrinya yang sangat menggoda. Kulit putih dengan lingerie merah terlihat sangat menantang.


Tangan Mike memegang pinggang Amara lalu mendekatkan tubuhnya dan berbisik


"Ayo kita mulai dinas."


"Jadi maksud kamu…" ucapan Amara terpotong Mike sudah membungkam bibir Amara dengan bibirnya.


Tangannya dengan lincah meng**ray*ngi tubuh Amara dan terjadilah malam indah mereka yang kedua. Suara nyanyian indah terdengar dari keduanya untung saja kamar Mike kedap suara. Meski mereka teriak sekencang apapun tidak akan ada yang mendengarnya.


malam ini tak hanya sekali Mike menggempur Amara hingga Amara lemas tak berdaya barulah Mike melepaskan diri.

__ADS_1


Dan seperti biasa Mike membersihkan in*i Amara dengan air hangat barulah ia ikut berbaring di samping Amara dan mendekap tubuh polos Amara tak lupa Mike memberikan kecupan manis di kening dan bibir Amara.


🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹


__ADS_2