Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 59 : Tragedi pos ronda


__ADS_3

Sebuah lagu dari kangen band "Cinta sampai mati ray" bawakan.


Bagas dan teman temannya mengabadikan aksi Ray bernyanyi dan men share di sosial media miliknya.


Ray ternyata mempunyai suara yang bagus apalagi wajahnya yang tampan membuat nilai plus tersendiri.


Seorang perempuan penjaga warung kopi dekat pos ronda tersebut juga tidak mau ketinggalan mengabadikan momen Ray bernyanyi. 


"Wih..keren pak bos. Ternyata pak Ray mempunyai suara yang bagus ya..keren..keren." puji Bagas


"Mantap bro.." puji yang lain


"Eh ada tukang nasi goreng tuh kebetulan lagi lapar. Ada yang mau pesan nggak nih??"


"Gas pesan buat kita semua aku yang traktir!" Ucap Ray pada bagas


"Siap boss."


"Mantap bro.. nggak minumnya sekalian nih bro?" Ucap diki teman Bagas paling kocak


"Boleh! pesan aja terserah kalian mau apa aku yang traktir."


"Keren..ini baru mantap." Diki mengacungkan kedua jempolnya


"Boleh nambah rokok juga nggak bos?" Tambahnya lagi


"Terserah mau apa aja bebas, borong kalau perlu."


"Asiap..boskuh." Diki dengan semangat memesan kopi juga cemilan serta sebelas bungkus rokok.


"Ning.." panggil Diki kepada Nining penjaga warung kopi 


"Iya mas Diki.."


"Buatin kopi Ning buat anak-anak."


"Semuanya mas?"


"Iya dong. Eh gorengannya aku bawa juga ya..siapin juga tuh kacang taruh piring."


"Semua mas?"


"Iya Ning..bawel kamu. Ambilin rokok xxx juga Ning delapan bungkus."


"Nggak mau ah nanti Nining bangkrut."


"Kok bangkrut sih Ning. Aneh kamu diborong kok malah bangkrut."


"Mas Diki sama anak-anak pasti mau ngutang lagi kan seperti biasa? Nggak bisa mas nanti Nining nggak bisa jualan lagi ini terlalu banyak."


"Wih..tenang Ning. Kali ini kes dong. Ada pak bos ganteng yang bayarin." Sambil menunjuk ke arah Ray


"Dia yang bayarin mas?"


"Yok i."


"Kalau ini Nining percaya. Siap mas Diki Nining buatin kopi ya. Tadi rokoknya delapan ya mas." Dengan semangat Nining menyiapkan semuanya

__ADS_1


"Nih mas Diki pesanannya nanti kopi nya Nining anterin sendiri langsung."


"Hem..giliran ada cowok ganteng aja cepet kamu Ning. Dia itu udah mau nikah nggak usah ngarep kamu."


"Udah cepet bawa sana bawel banget." Diki pun pergi


"Bodo amat suami orang juga mana nining peduli yang penting dia mau sama Nining." Gumam Nining.


Setelah membuat kopi Nining menambahkan lipstik di bibirnya dan merapikan lagi penampilannya.


Nining memakai rok yang cukup pendek dan kaos yang ia masukan kedalam rok yang memperlihatkan bentuk tubuhnya. Buah dadanya yang besar tercetak jelas di sana.


Setelah dirasa penampilannya oke Nining segera mengantarkan kopi untuk anak anak. Berjalan lenggak lenggok di depan Ray dan teman temannya.


"Ehem..ini kopinya mas Diki mas Bagas dan mas…siapa ini??"


"Ray. Ning Ray.." jawab Diki


"Mas Ray ini kopinya.." Nining sedikit menunduk ke arah Ray saat menyodorkan kopi yang membuat belahan dadanya terlihat jelas. Ray membuang pandangan saat melihat belahan dada Nining.


"Genit banget nih cewek. Hi.." batin ray. bukannya senang Ray malah bergidik ngeri melihat Nining seperti itu.


"Ning..seksi banget sih malam ini bikin mupeng aja kamu." 


"Ah mas Anto bisa aja emang biasanya nggak seksi mas?"


"Kamu mah selalu seksi Ning dimataku.." gombal Anto


"Huuu.." sorak yang lain. Ray menggelengkan kepala dan sedikit menyunggingkan senyum melihat tingkah konyol teman teman bagas.


"Ning..kopi kita mana?"


Nining kembali dengan membawakan sisa kopi pesanan mereka.


"Mau nasi goreng?" Tanya Ray pada Nining


"Boleh mas Ray."


"Tambah satu lagi gas buat Nining."


"Siap boss."


Setelah semua nasi goreng telah siap mereka makan sama sama. Nining ikut bergabung dan duduk di samping Ray yang posisinya sangat dekat.


"Mas Ray ini aslinya mana?"


"Aku Jakarta."


"Ow.. pantes ganteng. Disini lagi jalan jalan atau ngapain mas?"


"Bukan. Aku calon suami Amara."


"Oh yang kemarin baru melaksanakan acara lamaran ya?" Ray mengangguk


"Uhuk uhuk" Nining tersedak dengan cepat Ray menyodorkan minumannya untuk Nining.


Diki yang iseng mengambil gambar mereka berdua dan mengunggahnya di Facebook miliknya. Dengan caption adegan 18+.

__ADS_1


_


_


Berulang kali Amara menghubungi Ray namun tidak ada jawaban dari Ray. Amara juga mengirim pesan untuk Ray namun tidak ada balasan. Setelah ditinggal Ray dan Diki amara merasa bosan dan ingin mengajak Ray untuk jalan jalan sebentar sebelum mereka kembali ke kota besok.


"Kak Ray lagi ngapain sih di pos ronda ditelpon dari tadi nggak bisa." Gerutu Amara.


Handphone amara bergetar satu pesan masuk dari Arum.


"Ra..kak Ray suaranya bagus juga ya. Tapi kok sama Nining sih?" Isi pesan Arum


"Maksudnya gimana sih rum aku nggak ngerti."


"Coba deh kamu lihat di facebook."


Amara yang penasaran segera membuka sosial media miliknya. Dan benar Diki mengunggah Video Ray bernyanyi


"Suara kak Ray bagus juga." Ucap Amara sambil tersenyum. Amara menscroll lagi dan menemukan unggahan Diki yang kedua dengan caption adegan 18+ dan menampilkan Sebuah foto Ray dan Nining yang duduk bersebelahan dan Ray menyodorkan minuman untuk Nining. didalam foto juga mereka saling pandang. Terlihat juga Bagas yang tertawa bersama yang lain sambil memegang piring di tangannya.


"Pantesan telpon aku nggak diangkat lagi asyik sama yang lain." Amara kesal ia membanting ponselnya di atas kasur kemudian merebahkan dirinya.


_


_


Ray dan Bagas pulang jam 22.00 malam. Ray lupa tidak membawa ponsel. Dia meninggalkan ponselnya di kamar Bagas saat berganti pakaian.


Dilihatnya tiga panggilan dan dua pesan dari Amara.


"Sial aku lupa nggak bawa handphone lagi."


Ray menghubungi nomor Amara namun tidak ada jawaban.


"Pasti sudah tidur."


Ray mengirimkan pesan untuk Amara


"Maaf sayang tadi aku nggak bawa handphone.. kamu pasti sudah tidur. Selamat tidur sayang..l love you😘😘.." isi pesan Ray untuk Amara dengan menambahkan emoticon ciuman.


Amara belum tidur dan membaca pesan Ray. "Dasar buaya..habis godain cewek lain sekarang merayu aku. Awas aja kamu kak.." kesal Amara.


_


_


Pagi ini Ray, Amara dan Bagas akan kembali ke jakarta. Amara sudah selesai menyiapkan semuanya tinggal menunggu Ray dan Bagas untuk sarapan bersama kemudian berangkat.


Sesaat kemudian Ray telah datang bersama bagas.


"Assalamualaikum pak..sapa Ray dan Bagas pada pak Hasan


"Waalaikumsalam nak..ayo cepat masuk kita sarapan. Ibu dan Amara sudah menunggu dari tadi.


"Pagi Bu..pagi sayang." Sapa Ray pada ibu dan Amara ketika sudah berada di ruang makan.


"Pagi Bu..pagi mbak Amara." sapa Bagas

__ADS_1


"Pagi nak Ray pagi nak bagas..ayo kita sarapan."


"Iya Bu.." Ray melirik amara yang diam saja bahkan sama sekali tidak mau melihatnya.


__ADS_2