Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
106 : Hamil disaat yang tidak tepat


__ADS_3

"Yes..aku berhasil akhirnya saat yang aku tunggu-tunggu tiba juga." Batin angel


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


"Amara..kamu salah paham aku bisa jelasin."


"Sayang..aku pulang aja ya. Aku tidak mau ikut campur urusan kalian."


"Diam kamu angel. Ini semua gara-gara kamu." Bentak Ray


"Jangan pergi!" Ucap Amara tiba-tiba


"Kamu tidak perlu pergi dari sini biar aku yang pergi." tambahnya lagi


"Sayang..apa yang kamu katakan." Ray mengejar Amara dan mencekal tangannya yang akan memasuki kamar tamu.


"Jangan sentuh aku! Aku jijik sama kamu."Amara mendorong tubuh Ray hingga Ray jatuh tersungkur.


"Sayang.." teriak angel menghampiri Ray


"Sayang kamu tidak apa-apa?"


"Jangan sentuh aku angel. Berapa kali harus ku bilang jangan panggil aku sayang." Bentak Ray lagi.


Amara keluar dengan membawa koper dan tas di tangannya.


"Sayang kamu mau kemana? Jangan seperti ini kita bisa bicarakan semuanya baik-baik."


"Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan semuanya sudah jelas!" Ucap Amara dengan nada tinggi


"Tidak!! Semuanya belum jelas kamu selalu menuduhku selingkuh tanpa ada bukti yang jelas." Jawab Ray dengan nada tinggi juga.


"Jadi semua bukti-bukti itu kurang jelas ha? Kalian selalu berduaan, makan bersama, pergi bersama, berpelukan, bahkan kamu juga pernah di kamarnya. Kamu tidak mau lagi makan masakanku dan lebih memilih makan bersamanya. Kalian suap-suapan dan tadi..kalian berpelukan di rumah ini apa masih kurang jelas?? hiks.. hiks apa aku harus menunggu sampai kalian tidur bersama lalu angel hamil anak kamu apa itu yang kamu mau?" Amara menangis suaranya mulai melemah Tiba-tiba Amara memegangi kepalanya, pandangannya mulai kabur dan..


"Bruk"


Amara jatuh pingsan beruntung Ray sigap menangkap Amara hingga tidak sampai jatuh.


"Sayang kamu kenapa..bangun sayang.."


"Amara!!"


"Nona!!"


Teriak mama ana dan ajeng bersamaan sedangkan pak Dirga diam mematung entah apa yang ada dalam pikirannya.


"Pa! Cepat tolong Amara." Teriak mama ana membuat pak Dirga sadar.


"I..iya cepat bawa ke mobil Ray kita bawa kerumah sakit."


Ray mengangkat tubuh Amara ke dalam mobil.


"Sayang aku ikut." Teriak angel yang membuat mama ana seketika meradang. Mama ana yang hendak naik ke mobil kembali menghampiri angel.


"Palakk"


Satu tamparan mendarat di pipi angel.

__ADS_1


"Dasar pelakor! Saya tidak menyangka kamu perempuan rendahan angel."


"Ma ayo cepat kita bawa armara." Ucap pak Dirga


"Urusan kita belum selesai." Tunjuk mama ana kepada angel


"Jangan ikuti kami. Dan saya minta kamu pergi dari sini."


"Ajeng! Kamu usir perempuan ini jangan sampai dia kembali lagi kesini."


Angel hanya diam saja sambil memegang pipinya yang ditampar mama ana.


"Anda dengar sendiri kan silahkan anda pergi." Ucap Ajeng


"Aku juga tidak Sudi berada disini. Huh.." angel melengos kemudian pergi.


_


_


Sesampainya di rumah sakit Amara telah sadar dan sedang diperiksa oleh dokter.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanya Ray begitu dokter keluar dari ruangan


"Apakah anda suaminya?"


"Iya dok saya suaminya."


"Selamat pak istri anda sedang mengandung." Dokter mengulurkan tangannya memberi selamat pada Ray.


"Apa dok? I..is..istri saya hamil dok?" Ulang Ray terbata


"Terimakasih dok.. terimakasih." Ray menggenggam erat tangan dokter itu matanya berkaca-kaca begitupun mama ana dan pak Dirga.


"Saya boleh masuk dok?"


"Silahkan pak. Kalau begitu saya permisi."


"Terimakasih ya dok.." ucap mama ana


"Sama-sama Bu..saya permisi."


Ray mama ana dan pak Dirga memasuki ruangan Amara.


Amara duduk bersandar di atas ranjang dengan pandangan lurus.


"Sayang.." Ray memeluk Amara air matanya menetes.


"Sayang kita akan menjadi orang tua. Kamu akan menjadi seorang ibu dan aku akan menjadi seorang ayah." Ray mencium puncak kepala Amara.


Sedangkan pak Dirga merangkul pundak mama ana. Tiba-tiba Amara mendorong tubuh Ray hingga pelukannya terlepas danโ€ฆ


"Plak"


Amara menampar pipi Ray


Mama ana menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dilakukan Amara.

__ADS_1


"Amara kenapa kamu menamparku."


"Kamu tanya kenapa setelah apa yang sudah kamu lakukan? Lima tahun aku menanti kehadiran anak ini lima tahun Ray! Dan sekarang Allah percayakan anak ini kapadaku tapi kenapa kamu menghianatiku. Andai saja kamu bisa bersabar sedikit saja aku pasti akan sangat bahagia hiks..hiks.." Amara menangis histeris mama ana memeluk Amara.


"Tenang sayang..sabar ingat kamu sedang hamil nak."


"Aku benci dia ma..aku benci."


Ray berlutut meminta maaf kepada Amara


"Maafkan aku sayang aku tidak bermaksud menyakitimu. Kumohon jangan membenciku."


"Pergi kamu..aku tidak mau melihatmu."


Pak Dirga pun membawa Ray keluar.


"Apa kamu sudah puas sekarang sudah menyakiti istrimu? Papa kecewa Ray sangat kecewa." Kemudian pak Dirga masuk kembali tinggal Ray sendiri meratapi kesedihannya.


Tapi semua sudah terlambat Amara sudah terlanjur membencinya.


_


_


Amara sudah dibawa pulang kini sedang istirahat di kamar tamu bersandar pada hardboard ranjang sambil menangis.


Ray mengintip dari balik pintu yang tidak tertutup sempurna ia pun ikut meneteskan air mata ingin rasanya ia memeluk erat tubuh Amara.


_


_


Malam telah berganti pagi. Semalam Ray tidur di ruang tamu.


Sedangkan Amara sudah bertekad untuk pergi dari rumah Ray. Amara sudah siap dengan koper di tangannya.


"Nona..nona mau kemana?" Tanya ajeng


"Aku mau pergi dari sini jeng aku nggak mau disini lagi."


"Jangan nona, nona tidak boleh pergi kasihan dedek yang ada di perut nona."


Ray yang mendengar suara keributan pun terbangun dan mencari sumber suara dan alangkah terkejutnya Ray melihat Amara membawa koper di tangannya.


"Amara kamu mau kemana sayang?"


"Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu, dan jangan pernah memanggilku sayang lagi. Aku mau pergi dari sini."


"Harus berapa kali aku bilang aku tidak pernah berselingkuh dengan angel atau siapapun kenapa kamu masih tidak percaya."


"Gimana bisa aku percaya setelah semua yang sudah kalian lakukan di belakangku."


"Ya..aku akui aku memang dekat dengan angel dan aku minta maaf karena tidak memberitahu kamu tentang angel. Kita hanya bersahabat tidak lebih."


"Tidak ada persahabatan murni antara laki-laki dan perempuan apalagi kamu sudah mempunyai seorang istri seharusnya kamu bisa menjaga perasaan istrimu."


"Iya aku tau aku salah aku yang bodoh tapi sungguh Amara tidak ada hubungan apapun diantara kami."

__ADS_1


"Aku tidak bodoh Ray! Aku bisa membedakan mana cinta mana tidak. Angel bukan hanya sahabat kamu aku tau itu jauh dilubuk hatimu masih tersimpan rapi cintamu untuk angel yang pernah tertunda dulu. Satu yang bisa aku mengerti disini jangan pernah mencintai seseorang yang belum usai dengan masa lalunya." kemudian Amara benar-benar pergi.


๐Ÿ๐Ÿ๐ŸBersambung ya..๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


__ADS_2