Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 204 : Berhasil menemukan keberadaan Amara


__ADS_3

Mike kembali mencari Amara sambil terus menghubunginya.


"Sayang kamu dimana tolong angkat aku bisa jelasin semuanya, kamu jangan salah paham." Send. Mike mengirim pesan kepada Amara


"Sayang aku mengaku salah karena tidak jujur tapi aku punya alasan sayang, ku mohon sayang katakan kamu dimana." Isi pesan kedua. Tapi semuanya tidak ada yang Amara balas.


Mike lantas teringat dengan Arum, Mike pun dengan kencang melakukan mobilnya menuju tempat kos Arum.


Sampai di kosan Arum mike bergegas turun lalu memencet bel berulang kali.


"Iya sebentar sabar dong, nggak sabaran banget sih." Suara Arum dari dalam.


"Mike.." ucap Arum begitu membuka pintu


"Arum apa Amara ada disini?"


"Nggak ada, nggak ada siapa-siapa disini aku sendirian."


"Jangan bohong Arum, aku sudah mencari Amara kemana-mana tapi tidak ada. Orang Terakhir yang belum aku temui adalah kamu, aku yakin Amara pasti ada disini." Dengan paksa Mike masuk ke dalam kosan Arum


"Amara..sayang kamu dimana, keluar sayang kita bisa bicara baik-baik. Sayang.. keluarlah."


"Cukup Mike! Tidak ada siapapun disini. Sebenarnya ini ada apa, kamu tiba-tiba datang lalu membuat kegaduhan."


"Amara salah paham denganku, aku harus menjelaskan sesuatu. Dia sedang hamil Arum tidak baik untuk dia dan kandungannya jika stress."


"Kalau kamu tau itu kenapa kamu membuat dia stress."


"Benar kan Amara ada disini, dari mana kamu tahu aku sudah membuat Amara stres. Katakan dimana dia Arum??"


"Oke, tadi Amara memang kesini lalu dia cerita tentang perselingkuhan kamu dengan angel."


"Aku tidak selingkuh Arum, tolong percaya. Dimana dia sekarang."


"Tapi dia sudah pulang satu jam yang lalu harusnya dia sudah sampai rumah kan?"


"Jangan bohong Arum."


"Kamu bisa periksa seluruh ruangan ini kalau tidak percaya. Aku tidak bohong Mike Amara berpamitan katanya mau pulang. Aku ingin mengantarnya tapi dia menolak. Aku sudah paksa dia tapi tetap saja Amara menolak."


Mike terduduk lemah ia seperti tidak punya tenaga lagi. Air mata Mike lolos dari pelupuk matanya.


"Jangan menyerah Mike, kamu harus tetap menemukan keberadaan Amara gimanapun caranya."


"Ini semua salahku Arum, aku tidak jujur dengannya. Kalau terjadi sesuatu dengan Amara aku tidak akan memaafkan diriku sendiri."


"Amara pasti baik-baik saja, kamu harus yakin itu."


"Kamu hubungi Gerry suruh dia menungguku di jalan xxx."


"Oke."


Lalu Mike pergi.


_


_


Mike Menunggu Gerry di jalan xxx


tak lama Gerry pun datang.


Gery yang melihat mobil Ray terparkir di bahu jalan lantas menghampiri Mike.


"Mike, ada apa?"


"Naik!"


"Oke."


Begitu Gerry Masuk ke dalam mobil mike langsung menjalankan mobilnya.


"Mike kita mau kemana, bagaimana dengan mobilku."

__ADS_1


"Mobil jelek itu, aku bisa membelinya sepuluh untukmu."


"Mike bukan begitu, astaga..sebenarnya kita mau kemana sih?"


"Mencari Amara?"


"Hah, Amara hilang?? Dia nggak diculik kan?"


"Pergi dari rumah."


"Kok bisa kamu nggak kdrt kan Mike?"


"Enak saja, dia salah paham denganku. Aku sudah mencarinya kemana-mana tapi nihil. Aku telpon ditolak, aku kirim pesan tidak dibalas. Aku bingung harus mencarinya kemana lagi."


"Sebentar kalau ponselnya aktif kita bisa menemukannya dengan mudah. Sini ponselmu."


Lalu Gerry mengotak Atik ponsel Mike.


Sepuluh menit kemudian Gerry bersuara.


"Berhasil, aku berhasil menemukan keberadaan amara."


"Dimana dia?"


"Di hotel xxx."


"Hotel xxx, ok aku tahu." Mike menambah kecepatan mobilnya.


"Tidak sia-sia aku menunggumu, ternyata ada gunanya juga."


"Sialan, kamu lupa aku mantan hacker."


"Kalau aku lupa tidak mungkin aku menyuruhmu datang."


"Dasar curang."


_


_


"Ayo masuk."


Mike lantas menemui resepsionis hotel.


"Selamat siang tuan, selamat datang di xxx hotel ada yang bisa kami bantu?" Ucap resepsionis hotel dengan ramah dan sopan.


"Selamat siang saya mencari istri saya, katanya dia menginap di hotel ini."


"Baik tuan kami cari dulu atas nama siapa tuan."


"Amara Andini."


"Iya tuan, nona Amara Andini ada di lantai 12 kamar nomor 104."


"Boleh saya minta kunci cadangannya?"


"Maaf tuan kami tidak bisa memberikan kunci cadangan kepada sembarang orang."


"Dia istri saya."


"Maaf tuan tapi tidak bisa."


"Kamu tahu siapa saya, saya bisa menutup hotel ini. Gerry!!"


"Siap mike."


"Hubungi pemilik hotel ini segera."


"Sudah mike, beliau sedang menuju kesini."


seketika resepsionis itu ketakutan


"Ma..maaf tuan tolong jangan laporkan saya. I..ini kunci yang anda minta." Dengan tatapan tajam mike lantas menerima kunci cadangan itu.

__ADS_1


plok


Mike meletakkan kartu identitasnya kasar di depan resepsionis itu.


"Jangan main-main dengan saya." Mike memperingatkan


"Iya tuan maafkan saya."


"Ayo Gerry."


Mike dan Gerry segera menuju lantai dimana Amara menginap


Wajah tegas Mike berubah menjadi gelisah saat di dalam lift tampak jelas sekali Mike terlihat sangat khawatir.


Setelah keluar dari lift dengan cepat Mike dan gerry mencari kamar Amara.


"Itu mike kamar no 104."


"Ayo cepat gerr."


Setelah sampai tanpa ba bi Bu mike lantas membuka kunci pintu kamar Amara.


Ceklek


Pintu terbuka sempurna. Sunyi.. tidak ada siapapun disana, tetapi lampu menyala. hati Mike semakin gelisah.


"Amara kamu dimana, sayang..aku datang." Teriak Mike tapi tidak ada jawaban dari Amara atau siapapun.


Mike dan gerry lebih dalam masuk.


"Mike kenapa tidak ada siapapun disini."


"Tidak mungkin, lampunya menyala pasti Amara masih disini." Mike lantas menuju kamar mandi yang tertutup.


Tok tok tok


"Sayang apa kamu di dalam, ini aku suami kamu."


Tok tok tok


"Sayang, tolong jawab kamu di dalam atau tidak." Masih juga tidak ada jawaban.


Mike mencoba membukanya tetapi dikunci.


"Gerry kenapa tidak ada jawaban tapi terkunci dari dalam, jika tidak ada seseorang pasti pintunya tidak terkunci. Aku takut terjadi sesuatu dengan Amara.


Gerry kamu pastikan jika ini benar-benar kamar Amara atau bukan jika iya cepat kamu lakukan sesuatu agar pintunya terbuka."


"Siap mike." Gerry bergerak cepat sesuai perintah Mike. Sementara Mike tidak tinggal diam Mike terus memanggil dan mengetuk pintu dengan keras.


Tak berselang lama Gerry kembali dengan membawa teknisi dan manager hotel.


"Permisi pak saya manager hotel disini, ada yang bisa saya bantu?"


"Cepat kamu buka pintunya istri saya ada di dalam."


"Baik pak." lalu manager hotel itu menyuruh teknisi untuk membukanya.


Lalu teknisi yang berjumlah dua orang itu mulai mengotak Atik pintu hanya dalam waktu sepuluh menit pintu berhasil dibuka.


Mike segera berlari masuk kedalam kamar mandi begitu pintu terbuka.


Mata Mike membelalak saat melihat Amara tergeletak di lantai.


"Amara!!" Teriak Mike


Gerry yang mendengar teriakan Mike kemudian berlari masuk.


"Amara!!" Gerry pun sama terkejutnya


"Sayang bangun sayang..jangan tinggalkan aku." Mike sudah menangis ketakutan. Ia mendekap tubuh Amara sambil terus memanggil namanya.


"Mike ayo kita bawa Amara kerumah sakit." Mike lantas bangun dan membopong tubuh Amara.

__ADS_1


Semua orang dibuat panik termasuk manager hotel.


🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹


__ADS_2