
Pagi harinya Amara bersiap untuk pulang dibantu oleh Arum sementara Dion mencoba untuk menghubungi Mike tetapi tidak ada jawaban dari Mike.
Amara duduk ditepi ranjang sambil memperhatikan Dion. selang infus juga sudah dilepas, administrasi juga sudah diurus tinggal menunggu Mike saja.
"Sudahlah Dion tidak usah menunggu Mike kita pulang saja." ucap amara
"Sekali lagi amara kalau tidak diangkat juga kita langsung pulang."
Arum mendekati Amara dengan lembut Arum menyisir rambut Amara lalu mengikatnya.
"Sudah cantik..nggak boleh sedih lagi ya.." ucap Arum sambil tangannya mengelus kepala Amara lembut layaknya seorang ibu mengurus anaknya.
Amara tersenyum lalu berkata
"Makasih mama arum.." enaknya aku dipanggil mama. Dan momen itu diabadikan oleh Dion, Dion terharu dengan sikap Arum yang begitu peduli dengan amara.
Dion tersenyum menatap Amara lalu Amara juga menatapnya Dion menjadi salah tingkah karena ketahuan oleh Amara .
"Gimana Dion, bisa nggak?"
"A…apanya?"
"Mike..bisa nggak telpon Mike."
"Oh, nggak diangkat juga Ra."
"Yaudah kita pulang sendiri aja, tapi kamu jangan lupa kirim pesan untuk ya nanti dia marah lagi."
"Oke."
_
_
Amara sampai di mansion pukul 09.15 pagi.
Arum dengan hati-hati membantu Amara untuk turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.
Sebelum masuk Amara melirik garasi mobil dan ternyata kosong tidak ada mobil Mike disana.
"Mobil Mike dibawa oleh gerry semalam." Ucap Dion yang tengah memperhatikan Amara. Amara hanya mengangguk dengan senyum yang dipaksakan.menanggapi ucapan Dion.
Arum mengetuk pintu dan kebetulan sekali ibu Jumiati yang membukanya.
"Nduk..kamu sudah pulang, gimana acaranya lancar?" Sapa ibu Jumiati dengan senyum lebar.
"Liburan?? Liburan apa Bu..Amara baru pulang dari rumah sakit, kemarin Amara sakit bu. Ibu kata siapa Amara ada acara." jawab arum
"Sakit?? Kamu sakit apa nduk, kenapa ibu tidak dikasih tau. Maaf ya nduk ibu nggak tau kalau kamu sakit dan dirawat. Ayo masuk jangan di depan pintu." Panik ibu Jumiati lalu menggandeng Amara untuk duduk di sofa ruang tamu.
"Kamu sakit apa to nduk.."
__ADS_1
"Amara nggak sakit sih sebenarnya tapi Amara sedang hamil." Jawab Arum lagi
"Benar nduk.."
"Iya Bu.."
"Alhamdulillah..ibu senang kamu hamil, dengan begitu ikatan kamu dan Mike akan lebih kuat. Tapi kalau kamu dirumah sakit kenapa nak Mike dirumah?"
"Mungkin Mike kecapean Bu, kemarin dia juga dari sana."
"Kok nak Mike nggak bilang sama ibu ya kalau kamu dirumah sakit."
"Mike pasti nggak mau ibu jadi kepikiran dan sedih, lagian Amara kan nggak sakit apa-apa Bu, sakit orang hamil itu kan biasa Bu."
"Mungkin ya nduk ya..tapi kenapa kalian cuma bertiga nak Mike mana?"
"Mike ada urusan Bu jadi nggak bisa jemput makanya Mike menyuruh Dion untuk jemput Amara, iya kan Dion."
"I..iya Bu."
"Ya sudah kalau begitu kita ke atas ya kamu istirahat."
"Arum kamu langsung pulang atau ikut aku ke atas?"
"Aku langsung pulang aja ya Ra, udah ditunggu Gerry soalnya."
"Iya nggak apa-apa, makasih banyak ya rum, maaf aku selalu ngerepotin kamu."
"Ya udah aku pulang ya.. assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam."
"Kalau begitu saya juga mohon pamit Amara..ibu."
"Makasih ya Dion.."
"Sama-sama Ra.. assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam.."
"Jesen sekolah Bu?"
"Iya nduk, sama Eny."
"Aku keatas dulu ya Bu.."
"Ibu bantu ya,"
"Nggak usah Bu, Amara bisa sendiri kok."
_
__ADS_1
_
Amara membuka pintu kamar, Amara masih belum tahu jika Mike berada di kamar. Saat Amara berbalik ke arah ranjang betapa terkejutnya Amara melihat kamar yang berantakan. Kaos kaki dan sepatu tergeletak sembarangan. Dan saat mata Amara melihat ke arah ranjang Mike tidur terlentang dengan kemeja putih yang berantakan juga. Saat Amara mendekat bau alkohol sangat menyengat seketika perut Amara bergejolak, Amara berlari menuju kamar mandi.
Hoeek hoeek
Amara muntah di dalam kamar mandi.
Suara Amara yang sedang muntah membuat Mike terbangun. Mike duduk di atas ranjang sambil memegang kepalanya yang masih sedikit pusing.
Hoekk hoekk
Suara itu terdengar lagi, Mike kemudian teringat kepada Amara yang tengah hamil Mike berlari ke kamar mandi menyusul Amara lalu memijat tengkuk Amara tapi dengan kasar Amara mendorong tubuh Mike sambil menutup hidungnya dengan tangan.
"Jangan dekat-dekat aku tidak kuat dengan bau alkohol mu." Perut Amara kembali bergejolak dan muntah-muntah kembali. Mike mencium bau badannya sendiri lalu keluar dari kamar mandi.
Mike duduk di sofa sambil menunggu Amara keluar dari kamar mandi. Saat pintu kamar mandi dibuka Mike langsung berdiri menatap Amara yang terlihat sangat lemas dan pucat Mike ingin mendekat tapi ucapan Amara membuat Mike mengurungkan niatnya.
"Jangan mendekat jauh-jauh dariku." Ucap Amara sarkas.
"Aku mau mandi." Ucap Mike lalu pergi ke kamar mandi."
"Jangan lupa bajunya ditaruh yang benar." Teriak Amara dari luar.
Mike berdiri dibawah shower mengguyur tubuhnya dengan dinginnya air shower sambil menunduk mengingat perlakuannya terhadap Amara kemarin.
"Apa aku keterlaluan membuat orang yang aku cintai menangis, Amara juga tidak sepenuhnya bersalah kalau aku di posisinya bukan tidak mungkin aku akan melakukan hal yang sama." Batin Mike merenungi kesalahannya
"Amara sedang hamil anakku darah dagingku tidak seharusnya aku membuatnya lebih sakit lagi. Dia sudah merasakan sakit dengan terus muntah-muntah. Aku harus minta maaf dengannya." Batinnya lagi. Lalu dengan cepat Mike menyelesaikan mandinya.
Mike keluar dari kamar mandi tetapi Amara sudah tidak ada. Mike pikir Amara sedang dibawah Mike pun lantas berganti baju dan menunggu Amara di sofa sambil bermain handphone.
Cukup lama Mike menunggu tetapi Amara tak kunjung kembali ke kamar juga, akhirnya Mike memutuskan untuk menyusul Amara di bawah.
Dengan sedikit berlari kecil Mike menuruni anak tangga dari atas sudah terlihat suasana yang nampak sepi sudah pasti tidak ada siapapun disana. Dan benar saja di ruang tamu tidak ada siapapun. Lalu Mike mencari Amara di dapur tetapi juga sama tidak ada siapapun disana. Lalu Mike mencarinya di paviliun mungkin Amara bersama ibu Jumiati pikir Mike. Namun sama kata ibu Jumiati sejak Amara pulang dia tidak melihat Amara keluar. Mike pun menjadi panik satu-satunya tempat yang belum Mike cari adalah kamar jesen. Lalu Mike bergegas ke kamar jesen.
Brakkk
Mike membuka pintu cukup keras hingga membuat jesen dan Amara yang tengah tidur bersama terlonjak kaget.
"Papa…" ucap jesen.
Mike menghampiri jesen lalu mengelus puncak kepalanya
"Maaf ya papa ngagetin jesen."
"Nggak apa-apa papa..papa mau bobok sini juga ya. Soalnya kata mama mau bobok sini sama jesen pa."
"Emm.."
"Nggak! Papa bobok dikamar sayang..lebih luas." Potong Amara sambi menatap tajam Mike.
__ADS_1
🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹