Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 46 :Mencari Amara


__ADS_3

Dengan cepat Ray menyambar kunci mobil yang ada di laci kemudian meninggalkan ruangan nya.


Pak Dirga yang melihat Ray meninggalkan ruangannya dengan terburu buru pun mengejar Ray.


"Ray!" Panggil pak Dirga yang menghentikan langkah Ray.


"Mau kemana kamu? Kenapa terburu buru?"


"Amara diculik pa!"


"Apa? Dimana bisa, kapan kejadiannya?"


"Nanti Ray jelaskan Ray harus pergi pa!"


"Kamu hati hati kalau ada apa apa hubungi papa!"


"Hemm." Jawab Ray mengangguk. 


Ray menancap gas dengan kecepatan penuh tanpa memikirkan keselamatannya, yang ada di pikirannya kini hanya Amara. Perjalanan yang seharusnya ditempuh dengan waktu kurang lebih satu jam hanya dengan tiga puluh menit Ray telah sampai di tempat yang telah diberitahukan Gober tersebut.


Mobil Ray berhenti tepat di depan seorang laki laki yang terlihat masih seumuran dengannya. berbadan kurus dan mengenakan jaket Gober berdiri seorang diri di tepi jalan di samping motor buntut dengan luka lebam di wajahnya. Sebelum keluar dari mobil Ray menghubungi nomor Amara dan ternyata benar dialah supir Gober yang ia cari. Ray pun bergegas keluar.


"Kamu Gober yang membawa penumpang di culik?"


"Iya benar pak saya."


"Kemana arah mobilnya?"


"Kesana pak." seraya menunjuk arah.


"Ayo masuk, kita cari mereka!"


"Tapi bagaimana dengan motor saya pak?"


"Sudah cepat masuk nanti biar orang saya yang urus!"


"I..iya pak."


Ray pun melajukan mobilnya.


"Apa kamu ingat mobil apa dan plat nomornya?"


"Ingat pak. Mobil Avanza warna putih dengan nomor plat Bxxxx


Kemudian Ray menelpon pak Dirga.


"Halo pa! Penculiknya menggunakan mobil Avanza putih dengan nomor plat Bxxxx."


"Bagus! Papa akan menyuruh orang orang papa untuk melacak mobil tersebut. Sekarang kamu dimana?"


"Ray ada di jalan xxx. Cepat pa. Ray harus mendapatkan informasi secepatnya Ray tidak ingin terjadi sesuatu dengan Amara."


"Kamu tenang begitu mendapat informasi kita akan langsung bergerak."

__ADS_1


Sambil menunggu informasi Ray tetap melakukan pencarian. Berkali kali Ray memukul setir kemudi merasa bingung harus mencari kemana. 


 "Sayang kamu dimana. Semoga kamu baik baik saja." Batin ray. Bahkan Ray sampai meneteskan air mata. 


Agus supir Gober yang melihat Ray begitu khawatir bahkan sampai menangis merasa kasihan sekaligus terharu. Begitu cintanya laki laki yang ada di sampingnya sampai menangis.


"Sabar pak. Saya yakin kita akan segera menemukannya dalam keadaan baik baik saja." 


"jika sesuatu terjadi dengan calon istri saya. Saya bunuh mereka semua termasuk kamu." Yang membuat Agus seketika merasa takut dan was was.


Panggilan masuk dari pak dirga Ray segera mengangkat nya.


"Bagaimana pa?"


"Iya Ray orang papa sudah berhasil melacak keberadaan mobil itu Sekarang papa sudah di jalan menuju lokasi. papa sudah share Lok coba kamu lihat. Kita bertemu disana.


"Iya pa!" Setelah mengetahui alamat yang diberikan pak Dirga Ray segera menancap gas menuju lokasi.


"Pegangan yang kuat!" Perintah Ray kepada Agus.


_


_


Di Sebuah gudang kosong Amara duduk dikursi kayu dengan mulut dilakban serta tangan dan kaki yang diikat. 


Perlahan Amara membuka mata. Mengerjap ngerjapkan kedua matanya menyesuaikan cahaya yang masuk karena pandangannya masih sedikit kabur. Setelah mata terbuka sempurna ia begitu syok melihat keadaan sekeliling. Tempat yang sangat kotor gelap hanya ada satu lampu temaram. Duduk seorang diri Mulutnya yang dilakban serta kaki dan tangannya yang telah diikat. Amara teringat bahwa ia dibawa oleh tiga laki laki yang memakai topeng.


"Mmmmm"  Amara mencoba berteriak dan meminta tolong. Namun percuma tidak akan ada yang mendengarnya.


"BRAK"


Pintu terbuka dengan kasar menampakkan seorang laki laki yang tidak ia kenal namun seperti tidak asing baginya. Amara mencoba mengingatnya dan matanya membulat sempurna kala mengingat laki laki itu. Dia adalah laki laki yang menggodanya di resto siang tadi. Amara tidak menyangka jika lelaki itu telah menculiknya.


"Mmmmm" Amara berteriak dan menggerak gerakan kursi yang ia duduki.


Kemudian disusul dua orang temanya yang ikut masuk. Amara benar benar terkejut ternyata benar mereka bertiga yang telah menculiknya. Mereka bertiga telah berdiri tegak di hadapan amara.


"Hallo cantik! Kamu sudah bangun." Ucap salah satu dari mereka.


"Mmmmm" 


"Apa? Kamu bilang apa aku tidak dengar. Oh iya aku lupa kamu kan dilakban hahaha." Mereka tertawa seolah menemukan mainan baru.


"Baik. Karena kamu akan memuaskan kita. Maka aku akan sedikit berbaik hati." Dengan pelan laki laki itu melepaskan lakban yang melekat di mulut Amara.


"Tolong lepaskan aku. Aku mohon."


"Hahaha lepas kamu bilang? Kamu lupa apa yang sudah kamu lakukan padaku?" jawab lelaki ke dua


"Itu karena kamu yang kurang ajar. Tolong lepaskan aku. Atau aku akan teriak!"


"Teriaklah sekeras mungkin. Kamu pikir ada orang yang akan mendengarnya. Ini adalah tempat terpencil tidak akan ada orang yang tau tempat ini."

__ADS_1


"Kenapa kalian jahat sekali apa salahku? Hiks hiks hiks."


"Sttt.." laki laki yang ketiga menempelkan jari telunjuknya di bibir ranum Amara kemudian meraba dengan ibu jarinya "Jangan menangis sayang. Sebentar lagi kita akan bersenang senang. Aku sungguh tidak sabar untuk mencicipi bibir ini." Dengan kasar Amara membuang muka. 


Dan dengan kasar pula laki laki itu mencengkram kedua pipi Amara agar melihatnya


"Jangan membuatku marah." Kemudian melepasnya.


"Hiks hiks hiks"


"Diam! Sudah ku bilang jangan menangis. Kenapa masih menangis."


"Tolong lepaskan aku hiks hiks. Aku mau pulang."


"Pasang kembali lakbannya aku pusing mendengarnya menangis." Perintah laki laki ke tiga. Amara menggeleng gelengkan kepala. "Jangan! tolong jangan." Akhirnya lakban itu kembali membungkam mulut Amara. Kemudian ketiga laki laki itu pergi."Mmmm" teriak Amara lagi.


_


_


Ray sampai ditempat yang telah diberitahukan. 


"Ini seperti rumah biasa apa Amara ada disini?"


"Tin tin"


bunyi klakson mobil pak pak Dirga.


"Ray! siang Pak Ray!" Sapa pak Dirga dan Ardi asisten pribadi pak dirga.


"Pa! Apa Amara ada di dalam?"


"Tidak pak. Ayo kita masuk dulu. Sumber informasinya ada di dalam." Jawab Ardi. Mereka pun memasuki rumah tersebut.


"Mike! Bagaimana apa sudah mendapat informasi?" Tanya Ardi pada Mike sahabatnya yang juga seorang hacker


"Kabar baik Ar ternyata mobil itu terpasang gps yang aktif. Jadi aku bisa lebih mudah menemukannya. Tapi aku masih melacak lebih detail tempatnya. Sepertinya tempatnya di dalam hutan. Tapi jika dilihat ini tidak jauh dari sini."


"Coba aku lihat!" Ardi melihat dengan detail posisi mobil tersebut. Dan dia ingat ada satu tempat yang tak jauh dari sini di dalam hutan yaitu gudang kosong.


"Aku tau tempat ini pak."


"Kamu tau? Ayo cepat tunggu apalagi!" Ray tidak mau membuang buang waktu.


"Ar kamu naik mobil saya!" Ucap Ray


"Baik pak." Mereka semua menuju lokasi dengan mobil Ray yang memimpin.


*mudah mudahan Amara cepat ketemu ya gaes


*jangan sampai Amara di unboxing 😭😭


*jangan lupa like komen dan vote

__ADS_1


***happy reading🥰🥰***


__ADS_2