Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 197 : Ratusan juta dalam hitungan jam


__ADS_3

"Mbak ini dan dua tas itu saya beli SEMUA." sambil menunjuk dua tas lagi dan menekankan kata-katanya sembari menatap angel. Dada angel bergemuruh seraya menahan amarah.


"Sial punya uang dari mana dia sebanyak itu, apa benar jika Amara mau dia bisa membeli semua tas yang ada disini." Batin angel


"Yaudah bayar sana, jangan-jangan ngomong doang biar aku percaya."


"Sorry! Itu kamu bukan aku." Sambil tersenyum miring dan menyenggol bahu angel lalu melewatinya 


"Makanya jangan julid Amara yang sekarang bukan Amara yang dulu.


Suaminya sekarang jauh lebih kaya raya dibandingkan Ray, oops keceplosan nanti kamu ambil lagi, kalau bisa sih." Sindir Arum


"Sial berani banget sih mereka bikin aku malu, awas kamu amara, aku jadi penasaran seperti apa suaminya yang sekarang."


"Eh mbak di panggil tuh." Ucap seorang ibu-ibu


"Iya! Udah tau." Jawab angel kesal


"Dasar dikasih tau bukannya makasih malah marah-marah dasar pelakor." Gerutu ibu-ibu itu.


Angel berdiri di samping Amara


"Ini kartunya." Amara menyerahkan black card yang hanya orang-orang tertentu yang memilikinya, kepada kasir membuat angel melongo.


"Black card?? Dari mana Amara punya kartu itu. Itu pasti bukan miliknya kan?"


"Kartu siapa yang kamu pakai, jangan-jangan nyuri lagi."


"Mencuri?? Sorry kata-kata itu hanya untuk pelakor rendahan sepertimu." Ucap Amara sarkas


"Apa kamu bilang?? Berani-beraninya kamu bilang aku pelakor."


"Kenapa tidak memang itu kenyataanya dasar PELAKOR." ucap Amara sekali lagi sambil menekankan kata pelakor 


"Ini kak kartunya dan ini belanjaannya. Terimakasih kakak sampai jumpa kembali." Ucap kasir itu ramah


"Terimakasih kak, ayo Arum kita pergi dari sini, aku nggak mau dekat-dekat sama pelakor dan pencuri. Nanti yang ada kita bakal kena sial."


"Bener Amara mending kita jauh-jauh dari dia. Ibu-ibu hati-hati ya dijaga suami dan anaknya jangan sampai digoda sama pelakor." Lalu Arum dan Amara benar-benar pergi membuat angel semakin kesal


"Apa lihat-lihat?" Bentak angel kepada ibu-ibu dan karyawan disana yang tengah memperhatikannya.


"Apa sih dasar pelakor marah-marah terus kerjaannya."


"Pergi sana dasar ibu-ibu rempong."


"Maaf anda jangan membuat keributan disini, security!!" Tegur karyawan toko


"Siap mbak." Jawab security


"Bawa wanita ini keluar dia sudah membuat keributan disini."


"Ayo ikut." Security itu menarik tangan angel

__ADS_1


"Lepaskan aku, jangan kurang ajar kamu ya, kalau aku panggil suamiku bisa habis kamu."


"Sudah diam!!"


_


_


Di dalam mobil Amara melamun memikirkan bagaimana jika Mike akan marah. Bukan main-main Amara menghabiskan uang ratusan juta untuk membelanjakan tasnya hanya demi membuat angel sakit hati.


"Ra, kamu kenapa sih dari tadi diem aja, mikir apa sih?"


"Aku lagi mikirin Mike."


"Mike?? Kenapa Mike dia sakit,tapi bukanya dia lagi kerja ya?"


"Iya, gimana kalau dia marah aku habisin uangnya ratusan juta Hanya untuk membeli tas doang. Ini semua gara-gara angel aku jadi kepancing kan."


"Ya ampun Ra, kirain aku kamu kenapa. Kalau menurut aku nih ya, Mike tuh nggak akan mungkin marah justru dia senang karena kamu mau shopping."


"Itu kalau nggak ratusan juta Arum."


"Mau ratusan juta kek, satu M kek nggak bakalan ngaruh Mike nggak bakalan marah amara percaya deh."


Amara melihat sebuah rumah makan sebuah ide pun terbesit dipikirannya.


"Arum kita mampir dicafe ya."


"Kamu lapar ya, oke siap."


"Tunggu disini biar aku yang pesan."


"Oke."


Amara pun memesan beberapa menu makanan yang ia bungkus.


Sementara Arum menunggu Amara di meja makan. Tak lama Amara menghampiri Arum.


"Lama banget sih. Eh itu apa?"


"Makanan lah."


"Kok dibungkus sih, katanya mau makan disini."


"Kata siapa, tadi kan aku bilang mau pesan makanan bukannya mau makan sudah ayo."


"Lagian apa bedanya sih makan disini sama dibungkus, sama-sama dimakan juga kan."


"Beda! Kalau dibungkus aku bisa makan bareng suamiku."


"Iya deh terserah bumil aja." Jawab Arum lalu berdiri dan pergi


Amara tersenyum melihat wajah manyun Arum.

__ADS_1


Di kantor


Mike tersenyum sambil menatap layar ponselnya setelah mendapat pesan bukti pengeluaran dari bank.


"Aku jadi penasaran apa yang dia beli sebanyak ini. apa dia beli mobil, tapi nggak mungkin mobil. Mobil dirumah saja tidak pernah dia sentuh. Atau berlian, tapi nggak mungkin juga dia sangat sederhana dia tidak suka berfoya-foya pasti ada sesuatu. Aku jadi khawatir lebih baik aku hubungi saja dia." Saat Mike hendak menghubungi Amara tiba-tiba pintu terbuka dan menpilkan wanita cantik yang amat Mike cintai.


"Sayang.." ucap Amara lembut sambil tersenyum


Terpesona?? Tentu! Mike selalu terpesona dengan Amara rasa cintanya setiap hari kian bertambah. Dengan mata berbinar Mike menghampiri amara


"Sayang..kamu kok ada disini?"


"Surprise!!! aku bawain makan siang buat kamu. Tadi sepulang dari mall aku lihat rumah makan terus aku ingat kamu pasti belum makan ya udah aku beli deh terus aku ke sini."


"Sweet banget sih istriku, makasih ya sayang."


"Sama-sama sayang, yaudah kita duduk yuk aku suapin Kamu."


Amara pun menyuapi Mike


"Gantian dong sayang masak aku terus."


"Aku nggak lapar sayang, kamu aja ya, kan kasihan kamu udah capek kerja makan lagi ya.." Mike tersenyum tipis


"Manisnya istriku apa jangan-jangan ini ada hubungannya dengan pengeluaran dia hari ini." Batin Mike


"Sayang.."


"Iya.."


"Tadi di mall beli apa saja, mana belanjaannya?"


"E'em, belanjaan aku titipkan ke Arum, kenapa, kamu tenang saja sayang kamu juga aku beliin kok." Mike manggut-manggut


"Kok Mike tanya gitu ya, aduh gimana nih kalau Mike tau aku ngabisin banyak uang marah nggak ya."


"Sayang..kamu kenapa?"


"E..enggak kok, makan lagi yuk."


"Aku sudah kenyang." Suara Mike tiba-tiba berubah menjadi datar. Lalu Mike menyodorkan handphonenya kepada amara


"Lihat ini." Amara pun melihatnya


"Aku bisa jelaskan sayang."


"Ratusan juta hanya dalam beberapa jam, apa yang kamu lakukan?"


"Mike aku bisa jelasin, sebelumnya aku minta maaf aku tidak bermaksud menghabiskan uangmu. Ta..tadi, tadi di mall aku bertemu angel di toko tas branded. Angel menghinaku aku tidak mungkin mampu membeli tas disana, angel juga menghasut orang-orang yang ada disana dengan menuduhku mencuri. aku tidak terima lalu aku mengambil tiga tas tanpa melihat harganya aku tidak tahu harganya sebesar itu, maaf Mike." Suara Amara bergetar menahan tangis saat menjelaskannya kepada Mike.


Dengan cepat Mike memeluk Amara


"Aku salah Mike, aku siap dihukum. Aku minta maaf." Ucap Amara lagi dalam pelukan Mike.

__ADS_1


🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹


__ADS_2