
"Btw kamu sudah punya pasangan?? pasti cowok ganteng kayak kamu banyak yang suka kan."
"Benar aku sudah punya pasangan."
"Yah aku jadi takut deh kita makan bareng gini."
"Tidak perlu takut santai saja."
"Oh ya..kalau kita ketemu lagi berarti nggak apa-apa dong?"
"Nggak apa-apa dong, aku malah senang kalau kita bisa ketemu lagi angel."
"Sama aku juga seneng kok Micle."
_
_
Mike pun pulang dengan alasan ada urusan lain dan meninggalkan angel di cafe.
"Sialan berani sekali dia pegang-pegang aku, kalau bukan demi misiku nggak bakal aku mau ngelakuin ini, jijik banget rasanya." Lalu Mike menuju rumah temannya untuk mengembalikan motor.
Setelah itu barulah ia ke mansion.
Tiga puluh menit kemudian Mike sampai di mansion. Lalu menuju kamar, beruntung Amara tidak ada di kamar. Mike buru-buru menuju kamar mandi dan mengguyur seluruh badannya.
Mike berdiri di bawah shower sambil mengguyur badannya seperti perempuan yang sudah ternodai.
Mike melirik kemeja dan celana yang tadi ia pakai.
"*Aku harus bakar baju itu, tidak Sudi aku memakainya lagi apalagi di sana sudah menempel bau angel, sangat menj*jikan."batin mike*.
Setelah selesai mandi Mike segera mengemasi bajunya tadi, lalu ia masukan kedalam kantong plastik berwarna hitam lalu Mike membuangnya di tong sampah. Barulah setelah itu Mike mencari keberadaan Amara. Tempat pertama yang menjadi tujuannya adalah kamar jesen Mike yakin Amara pasti sedang bersama jesen. Tanpa mengetuk pintu Mike pun masuk dan benar saja Amara tidur sambil memeluk jesen yang juga terlelap.
Mike lalu ikut berbaring di sisi Amara yang masih ada cela lalu memeluk Amara tak lama Mike pun ikut terlelap. Hembusan hangat dari nafas Mike di leher Amara membuatnya terbangun dan melihat sebuah tangan melingkar di perutnya Amara tersenyum karena sudah tau siapa pemilik tangan tersebut.
Perlahan amara mengubah posisi tidurnya menghadap Mike lalu memeluk Mike juga. mereka pun tidur saling berpelukan.
Mike dan Amara terbangun ketika jesen menciumi pipi Mike dan Amara bergantian.
"Sayang kamu sudah bangun?" Ucap Amara
"Sudah ma."
"Sore sayang…" ucap Mike
"Sore papa, papa sudah bangun?"
"Sudah dong, masak papa kalah sama jesen. Ya udah kita mandi yuk sekarang."
__ADS_1
"Jesen boleh nggak pa mandi bareng papa?"
"Boleh dong anak papa masak nggak boleh, ya udah kita mandi sekarang yuk."
"Ayuk pa."
"Kalau gitu mama mandi di kamar aja ya, jesen sama papa mandi di kamar jesen."
"Siap mama.." jawab Mike
Amara bahagia akhirnya dia bisa merasakan keluarga seutuhnya mudah-mudahan Mike adalah laki-laki terakhir untuknya.
_
_
Satu Minggu berlalu sejak Mike melancarkan rencananya. hubungannya dengan angel pun semakin dekat dan hubungan angel dengan Ray semakin jauh. Ya.. memang itu tujuan Mike membuat hubungan keduanya hancur. jahat memang tapi kenyataannya mereka jauh lebih jahat terhadap istrinya Amara. Kandungan Amara sudah genap dua bulan, Amara juga sudah lebih tenang ia sudah bisa mengikhlaskan kepergian Laura putrinya.
Pagi ini seperti biasanya Amara sendirian setelah ditinggal semua orang dengan aktivitasnya masing-masing. Mike di kantor, jesen di sekolah dan ibu Jumiati di kebun.
Amara pun memutuskan untuk berjalan-jalan dengan Arum. Hari ini Amara ingin berbelanja selama ini Amara jarang sekali berbelanja bahkan hampir tidak pernah, jika bukan untuk membelikan Mike baju dan keperluan jesen.
Arum sudah berada di mansion, Amara pun sudah siap untuk berangkat tinggal meminta izin kepada Mike.
"Sayang aku mau jalan-jalan sama Arum." Amara meminta izin melalui sambungan video call.
"Jalan-jalan kemana sayang?"
"Coba aku mau bicara sama Arum."
"Iya Mike, ada apa?"
"Tolong jaga istriku jangan sampai kejadian itu terulang lagi, aku percayakan istriku kepadamu jadi jangan mengecewakan aku." Arum sudah tidak kaku lagi dengan Mike karena permintaan Amara, Mike juga yang meminta Arum untuk memanggilnya dengan nama tidak ada lagi embel-embel pak, ataupun tuan seperti biasanya. Karena menurut Mike Arum bukan hanya sahabat Amara tetapi juga kekasih sahabatnya Gerry.
"Sayang, jangan ngomong gitu jangan membebani Arum, aku yang mengajak Arum kalau kamu seperti ini aku yang tidak enak."
"Iya sayang aku hanya bercanda saja, Arum perempuan juga mana becus dia menjaga kamu."
"Enak saja, aku bisa menjaga Amara dari dulu juga aku yang menjaganya sebelum mengenal cinta." Sahut Arum tidak terima dibilang tidak becus.
"Hahaha.. oke, aku percaya padamu nyonya Gerry. Kalian hati-hati ya. Arum kamu yang bawa mobilnya kan?"
"Tentu saja."
"Jangan ngebut apalagi ugal-ugalan."
"Memangnya kapan aku pernah ugal-ugalan, ada-ada saja."
"Hahaha..ya sudah kalau begitu aku tutup telponnya ya. I love you istriku " Mike kembali tertawa, Mike sangat senang menggoda Arum.
__ADS_1
"Love you to suamiku."
_
Di mall xxx
Amara dan Arum berkeliling melihat-lihat baju namun tidak ada yang cocok.
Lalu Amara berpindah ke toko tas branded Amara dan Arum pun melihat-lihat disana.
Namun siapa sangka disana juga ada angel.
Ketika amara dan Arum sedang asyik melihat sebuah tas kecil namun sangat mewah dan jangan ditanyakan harganya sudah pasti sangat mahal karena tas branded. tiba-tiba angel datang menghampiri mereka.
"Wah, wah..ada orang kampung rupanya." Ucap angel sombong
Amara dan Arum pun menoleh
"Angel.." lirih Amara.
"Iya aku, kenapa kaget ya. Biasa aja kali kalau seorang angel istri dari rayen dirgantara berada di toko tas branded itu hal biasa sayang. Yang mengherankan itu kamu, ngapain kamu di toko tas branded mau nyuri ya." Sontak semua orang yang ada disana menoleh ke arah amara.
"Hey!! kamu jangan sembarangan ya kalau ngomong. Kalau Amara mau dia bisa membeli seluruh tas yang ada disini."
"Oh ya..dasar halu. Kamu siapa sih nggak ada yang ngajak kamu ngomong disini jadi diam ngerti!"
"Kamu yang diam seenaknya menghina orang."
"Sttttt..sttt. kamu nggak tau ya artinya diam itu apa kamu nggak bisa bahasa Indonesia kah." Angel melirik tas yang Amara pegang
"Taruh tasnya jangan sampai lecet karena itu pilihanku."
"Pilihanmu, kamu buta tas ini aku yang pegang jadi ini pilihanku."
"Pilihanmu?? Kamu mau bayar pake apa, pake daun?"
"Jangan sombong kamu angel, kita buktikan saja siapa yang sanggup membeli tas ini." Seketika ucapan Amara membuat angel tersinggung
"Sialan berani sekali dia merendahkan aku di depan semua orang." Batin angel.
"Oke! Siapa takut orang kampung kayak kamu nggak akan bisa beli tas ini." Dengan cepat angel hendak merampas tas yang Amara pegang dan dengan cepat juga Amara menarik tangannya.
"Kamu memang perempuan serakah ya angel apa belum puas kamu merebut suamiku sekarang kamu juga ingin merebut tas ini, apa semenarik itu semua yang aku miliki hingga kamu ingin merebut semuanya." Amara berbicara sangat tenang namun menusuk membuat angel semakin marah, apalagi mendengar tanggapan orang-orang disana.
"Oh ternyata dia pelakor."
"Iya nggak nyangka ya, pantes gayanya selangit."
"Halah gaya doang nggak taunya pelakor, hampir saja kita tertipu." Bisik-bisik orang yang ada disana.
__ADS_1
🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹