Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 132 : Pertemuan pertama yang tragis


__ADS_3

Eps sebelumnya


"Cepat masuk." Laki-laki itu mendorong tubuh Amara hingga hampir terjatuh kemudian mengunci pintunya. Lagi-lagi Amara berteriak meminta tolong tapi sayang tidak akan ada yang menolongnya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Amara duduk meringkuk di pojok ranjang tiba-tiba pintu terbuka seorang laki-laki yang ia temui sebelumnya datang, laki-laki yang dipanggil bos oleh mira.


Laki-laki itu mendekati Amara lalu mencengkram pipi Amara.


"Jangan mengecewakanku gadis kecil, tamu kamu bukan orang sembarangan jadi jangan membuatnya marah atau kamu akan tau akibatnya."


"Lepaskan aku..kamu dan Mira memang brengsek kalian itu bukan manusia kalian bina*ang."


"Kurang ajar beraninya kau menghinaku."


"Plakk" sebuah tamparan keras mendarat antara pipi dan bibir Amara, Amara telah membuat kesalahan besar dengan membuatnya marah.


Da*ah se*ar mengalir di sudut bibir Amara. Amara hanya bisa menangis kemudian laki-laki itu meninggalkan Amara.


Amara terus menangis menahan rasa sakit di pipi dan bibirnya tapi bukan itu yang membuatnya menangis tapi rasa takut jika seseorang yang disebut oleh laki-laki itu dengan tamu memasuki kamar itu.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Karena pekerjaan yang sudah membuatnya terkurung selama beberapa Minggu ini membuat Mike ingin menikmati malam panjang bersama wanita-wanita cantik.


Mike datang di sebuah klub terbesar yang selalu menjadi tempatnya mencari kesenangan kali ini Mike datang bersama dua ajudannya tanpa ditemani Dion atau Gery.


"Selamat datang tuan Mike, bos sudah menunggu." Ucap salah satu penjaga klub atau ajudan dari bos klub tersebut.ย 


Seperti biasa saat Mike datang sudah disediakan tempat khusus untuk Mike.


Begitu melihat Mike dengan cepat bos itu menghampiri mike.


"Selamat malam tuan Mike."


"Hem..bagaimana apa ada yang baru?"


"Selalu tuan, untuk tuan Mike saya menyiapkan yang sangat istimewa, virgin" bisiknya di telinga Mike.


Seulas senyum terukir di bibir mike.


"Apa semuanya sudah siap?"


"Sudah tuan seperti biasa."


Kemudian Mike mengeluarkan amplop tebal berwarna coklat


"Sisanya besok jika dia benar-benar virgin aku akan memberikan bonus untukmu, tapi jika kamu berbohong terima sendiri akibatnya."


"Tidak..tuan Mike mana mungkin saya berbohong kepada anda."


"Malam ini jangan ada yang menggangguku, kalian berdua tetap disini." Ucap Mike kepada dua ajudannya.


Ajudan Mike bukanlah orang sembarangan, bukan hanya pandai berkelahi tetapi juga pandai dalam segala hal dan tentu saja setia kepada pada Mike.


Bos mengantarkan Mike menuju lantai atas tempat VIP biasa Mike tempati bersama wanita-wanita pilihan nya.

__ADS_1


"Silahkan tuan.."


Lantas laki-laki itu segera pergi setelah mendapat kode dari Mike.


Dengan pelan Mike membuka pintu, kamar itu terlihat gelap tidak seperti biasanya, Mike menyatukan alisnya curiga.


Mike menutup pintu dan menguncinya kembali.


Tangan Mike meraba dinding mencari saklar lampu lalu menghidupkannya.


Lampu menyala, mata Mike menjelajah mencari perempuan yang akan menemaninya malam ini tetapi tidak ada tetapi ia mendengar suara tangis seorang perempuan, Mike mencari sumber suara itu langkahnya terhenti kala melihat seorang perempuan tengah duduk meringkuk di samping lemari, tangannya ia lipat untuk menutupi wajahnya Mike semakin yakin jika perempuan itu masih virgin, ini adalah kali pertama ia bekerja pasti perempuan itu masih takut.


Perlahan Mike melangkahkan kakinya mendekati perempuan itu.


"Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu kita bisa mulai dengan perlahan." Ucap Mike, kali ini Mike memakai cara yang halus agar perempuan itu tidak merasa takut.


"Ayo tunjukan wajahmu." Perintah Mike


perempuan itu tetap tidak merespon


"Aku tidak akan menyakitimu jika kamu menurut, jika tidak aku akan memanggil bosmu dan mereka akan menikmatimu beramai-ramai." Perempuan itu pun mulai menunjukan wajahnya, dengan pelan perempuan itu mengangkat wajahnya.


"Tolong lepaskan aku.." kata pertama yang perempuan itu ucapkan kepada Mike


"Kamu.." Mike ingat perempuan itu, perempuan yang ia lihat tiga Minggu yang lalu di sebuah rumah makan, perempuan yang membuatnya penasaran, perempuan yang selalu ingin ia temui ya perempuan itu adalah Amara.


Mike menatap wajah Amara mata sembab dengan keringat yang membasahi keningnya dan darah yang mulai mengering di sudut bibir Amara serta baju yang sedikit sobek di bahunya.


"Apa yang sudah terjadi dengan perempuan ini, kenapa dia terluka, apa diaโ€ฆ"


"Ayo bangunlah." Mike memegang kedua pundak Amara membantunya untuk berdiri


Mike menelpon ajudannya untuk meminta kotak p3k, tak lama ajudannya datang.


"Apa terjadi sesuatu tuan?"


"Tidak. kalian kembalilah ke bawah dan ingat untuk selalu berjaga-jaga."


"Siap tuan."


Mike kembali mengunci pintunya lalu menghampiri Amara, Mike duduk di samping Amara.


"Biar aku obati lukamu." Ucap Mike Amara hanya menurut.


Mike menyibak rambut Amara yang menutupi wajahnya kini terlihat dengan jelas wajah cantik Amara, hidungnya yang mancung, bulu mata yang lentik dan bibir yang merah merona membuat Mike seakan terhipnotis dengan kecantikan Amara.


"Jantungku..kenapa dengan jantungku? Kenapa terasa aneh." Batin Mike tiba-tiba keringat dingin membasahi kening Mike.


Amara memperhatikan perubahan wajah Mike.


"Tidak usah tuan tidak apa-apa." Ucap Amara


"Ti..tidak ini harus diobati nanti bisa infeksi."


Dengan tangan yang sedikit gemetar Mike mulai menyentuh sudut bibir Amara dengan kasa yang telah ia berikan obat.


"AW.." rintih Amara

__ADS_1


"Apa sakit?" Panik Mike


"Sedikit perih tuan."


"Tahan sedikit." Mike melanjutkan tugasnya, ia juga sedikit meniup luka Amara agar tidak begitu perih. Saat Mike meniup luka Amara pandangan Mike justru terganggu dengan bibir Amara yang begitu menggoda hingga membuatnya menelan ludahnya sendiri.


"Su..sudah selesai."


"Terimakasih tuan."


"Apa ini hari pertama kamu bekerja?"


"Aku tidak tau, aku dijebak oleh seorang perempuan bernama Mira, dia bilang mau memberiku pekerjaan tapi aku tidak tau jika pekerjaan seperti ini yang dia maksud."


"Mira? Siapa Mira apa dia juga bekerja disini?"


"Pasti, dia bilang dia adalah princess di klub ini, namanya mirabella."


"Lalu siapa yang memukulmu?"


"Mira memanggil nya bos dia yang telah memukulku karena aku sudah membuatnya tersinggung."


"Tidak..aku tidak akan membiarkan dia berada disini aku tidak rela dia dimiliki orang lain." Batin Mike


"Tuan aku mohon keluarkan aku dari sini."


"Apa yang harus aku lakukan, mata itu..kenapa aku seolah terhipnotis olehnya." Batin Mike lagi


"Tidak bisa aku sudah membayar mahal untuk bisa tidur denganmu. Kamu harus tetap melayaniku."


"Nggak! Aku nggak mau. Aku tidak akan Sudi melayani laki-laki hidung belang sepertimu."


"Apa kamu bilang? Hidung belang?"


"Iya hidung belang,ย Kamu sama saja dengan mereka laki-laki tidak punya hati, aku benci laki-laki sepertimu."


"Berani sekali dia berkata seperti itu kepadaku."


"Jadi kamu tidak mau melayaniku?"


"Tidak! Lebih baik aku ma*i daripada harus melayani laki-laki sepertimu."


"Baik kalau begitu aku akan memaksamu."


Dengan kasar Mike mencoba meraih bibir Amara untuk ia nikmati sekuat tenaga pula Amara meronta danโ€ฆ


"Plakk" tanpa sengaja Amara mendaratkan sebuah tamparan di pipi Mike.


Mata Amara berkaca-kaca ia mundur matanya melirik sebuah vas bunga kecil yang terbuat dari kaca dengan cepat Amara mengambil vas bunga tersebut dan melemparnya ke lantai.


"Pyarr" vas bunga itu pecah Mike kaget dengan apa yang dilakukan Amara


Mike ingin mendekat namun dengan cepat Amara mengambil pecahan vas bunga tersebut dan mengarahkannya kepada Mike.


"Jangan mendekat! Atau aku akan melakukan sesuatu."Lo


"Kamu mengancamku aku tidak takut dengan ancamanmu." Amara merasa tersudut karena Mike terus mendekat dan hal tidak terduga terjadi Amara melukai tangannya sendiri dengan pecahan kaca yang ia pegang.

__ADS_1


"Tidakโ€ฆ" teriak Mike namun terlambat da*ah se*ar mengalir dari tangan amara membuat Mike panik dengan cepat Mike melepas jas yang ia pakai kemudian mengikat tangan Amara dengan jasnya, Mike menghubungi ajudan untuk membantunya membawa amara pergi dari sini.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนBersambung๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2