Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 156 : Will you marry me


__ADS_3

"Ini aku bawakan makanan untukmu, kamu pasti belum makan." Sambil menyerahkan paper bag


"Makasih ya Mike." Ucap Amara dengan senyum ramah tapi Mike seolah acuh dan pergi begitu saja.


"Mike pasti masih marah." Batin Amara


"Kamu sudah makan?" Tanya Amara, Mike pun berhenti


"Sudah." Jawabnya tanpa menoleh 


"Apa kamu tidak mau makan bersamaku?" Tanya Amara lagi, Mike tersenyum tapi masih tidak mau menoleh, Mike justru kembali melangkah.


"Mike berhenti!" Amara menghampiri Mike


"Aku minta maaf aku tau aku sudah keterlaluan, tolong jangan marah lagi." Mike masih diam


"Gini deh apa yang harus aku lakukan supaya kamu mau maafin aku?" Mike pun langsung berbalik menghadap amara 


"Apapun?"


"Apapun asal masuk akal."


"Dinner romantis."


"Maksudnya?"


"Malam ini aku mau kita dinner romantis, gimana apa kamu mau?"


"Oke nggak masalah aku mau, tapi ini makanannya?"


"Berikan pada ibu dan jesen aku tunggu disini."


"Oke bentar ya."


Mike pun menghubungi seseorang untuk menyiapkan semuanya, entah siapa yang dia hubungi.


Kenzo tersenyum melihat amara keluar dari kamar.


"Sudah siap?"


"Sudah, kita mau makan dimana?"


"Surprise, nanti kamu juga tau. Ayo." Kenzo menyodorkan bahunya Amara pun langsung memeluknya.


Kenzo membawa Amara ke puncak hotel tersebut atau di rooftop. dimana disana sudah disiapkan dinner super romantis. 


Sebelum sampai di rooftop mata Amara ditutup menggunakan kain hitam.


Dengan hati-hati Kenzo menuntut Amara sampai di tempat yang sudah dipersiapkan.


"Hati-hati sayang." ucap Mike lembut


"Masih jauh ya?"


"Sebentar lagi sampai kok."


"Ini mau kemana sih Mike kenapa mata aku ditutup??"


"Nah sudah sampai."


"Sudah sampai, aku buka ya?"


"Jangan dibuka dulu sayang aku hitung sampai tiga baru dihitung ya, satu…dua..tiga.. surprise…"


Amara terdiam melihat pemandangan yang sangat indah di depannya Amara tidak tau harus senang atau sedih, dulu Ray juga pernah melakukan hal yang sama untuknya.


 sebuah candle light dinner yang super romantis Mike siapkan untuk Amara.


Cahaya gemerlap bintang dan sinar terang dari rembulan membuat suasana semakin romantis. Gedung tinggi pencakar langit dan lampu-lampu kota terlihat sangat indah dari sana.


Mike menarik kursi untuk Amara duduk, di atas meja terdapat dua buah lilin yang menyala dan sebuket bunga mawar merah yang khusus Mike persiapkan untuk Amara.


Mike mengambil bunga itu kemudian memberikannya kepada Amara, Amara pun menerimanya lalu menciumnya.


"Kapan kamu menyiapkan ini semua Mike?"


"Apa kamu suka?"

__ADS_1


"Iya." Jawab Amara dengan senyum yang dipaksakan.


"Kenapa Amara terlihat tidak senang, apa ada yang kurang atau mungkin salah." Batin mike


Begitu Mike dan Amara duduk pelayan kemudian menyuguhkan hidangan yang sudah di pesan oleh Mike.


"Ayo kita makan."


"Iya."


Mike terus menatap Amara yang seperti tidak senang, Amara menyadari jika tengah diperhatikan


"Kamu kenapa menatapku seperti itu?"


"Apa kamu tidak senang dengan kejutan ini?"


"Senang, makasih ya."


"Tapi aku tidak melihat itu di wajahmu, jujur saja Amara aku tidak apa-apa, lebih baik kamu jujur aku tidak suka dibohongi."


Mike meletakkan garpu dan sendok nya kemudian berdiri melihat Amara seperti itu membuat Mike tidak berselera makan.


"Aku tidak tau Mike." Ucap Amara tiba-tiba


"Maksud kamu?"


"Aku tidak tahu harus senang atau sedih, disatu sisi tempat ini sangat indah dan aku sangat suka tapi disisi lain suasana ini mengingatkan aku pada masa lalu, masa lalu yang ingin aku kubur dalam-dalam aku tidak mau mengingatnya tapi.."


Tiba-tiba Mike memeluknya dari belakang tangan Mike mengalung di antara dada bagian atas sampai pundak amara dagu Mike ia letakkan diatas kepala Amara lalu mencium puncak kepala Amara.


"Sorry aku tidak tahu soal itu, jangan bersedih lagi lupakan masa lalu . Aku menyiapkan semua ini untuk kita bukan masa lalumu. 


Memang tidak mudah melupakan masa lalu aku juga tidak memintamu untuk melupakannya tapi aku hanya minta buka hatimu untukku maka masa lalu itu akan hilang dengan sendirinya.


Amara menyentuh tangan Mike 


"Percayalah Amara aku tidak akan mengecewakanmu." Amara mengangguk.


"Kita makan lagi ya."


"Iya."


"Hem?"


"Aku suapi." Amara pun menurut


Kemudian Amara juga menyuapi Mike.


Akhirnya apa yang Mike harapkan bisa terwujud makan malam romantis bersama orang yang dicintainya.


"Jepret"


Seseorang mengambil gambar mereka tengah bermesraan.


Makan malam selesai tapi kejutan dari Mike masih berlanjut.


"Kamu suka melihat kembang api?"


"Suka banget, tapi aku juga punya kenangan buruk dengan kembang api."


"Kamu pernah terbakar?"


"Bukan, tapi berhubungan dengan masa laluku."


"Sudah kubilang jangan mengingat masa lalu."


"Iya..aku tau."


"Jadi apa sekarang kamu suka kembang api?"


"Sudah ku bilang aku sangat suka."


"Siap?"


"Siap apa?"


"Tiga..dua.."

__ADS_1


"Apa sih Mike."


"Satu."


"Duarrr duarr duarr"


Suara letusan kembang api yang sangat banyak, Amara menutup mulutnya tidak percaya dan yang terakhir kembang api itu membentuk tulisan i love you Amara Will you marry me.


Mata Amara berkaca-kaca Mike menyiapkan ini semua untuknya.


Mike berlutut di depan Amara sambil menyodorkan cincin dan berkata.


"Amara Andini cinta tidak akan menjadi nyata jika hanya diungkapkan dengan kata-kata tapi aku Mike Louis edgar tidak akan berkata lebih banyak, aku akan memberikan bukti cintaku dengan nyata,


Amara Andini Will you marry me?"


Tiba-tiba lampu menyala bersamaan dengan suara orang-orang yang menyemangati Mike entah dari mana mereka semua.


"Terima..terima..terima.."Suara riuh orang-orang


"Bismillahirrahmanirrahim semoga ini adalah jawaban dari segala doa-doaku semoga Mike adalah laki-laki terakhir yang engkau kirimkan." Batin Amara, Amara memejamkan mata sebelum akhirnya menjawab.


"Tapi aku tidak sendiri Mike aku mempunyai dua orang yang harus aku perjuangkan."


"Aku tahu dan aku siap membahagiakan mereka. Aku janji aku akan menyayangi jesen seperti anakku sendiri aku juga akan menyayangi ibu seperti ibuku sendiri. Sudah ku bilang Amara aku tidak suka berucap tapi aku akan memberimu bukti, sekali lagi


Will you marry me Amara Andini.." kali ini dengan mantap Amara menjawab


"Yes i do." Kemudian Amara memberikan tangannya untuk Mike pakaikan cincin.


"Prok prok prok"


Tepuk tangan dari orang-orang yang menyaksikan mereka


Lagi dan lagi momen romantis mereka berdua telah diabadikan oleh orang yang sama yang mengambil gambar saat mereka saling bersiap suapan.


Mike menarik Amara dalam pelukannya sambil menghujani Amara dengan ciuman bertubi-tubi di puncak kepalanya.


"Kenapa hatiku lega ya, aku merasakan hal yang berbeda." Batin Amara


"Thing"


Lampu kembali dimatikan


"Mike kenapa lampunya mati lagi?"


Amara bingung namun sedetik kemudian lilin menyala melingkari mereka berdua membentuk love bersamaan suara musik romantis dari biola yang dimainkan oleh seorang pria.


Amara benar-benar tidak percaya Mike melakukan semua ini, kapan Mike menyiapkannya kenapa Amara tidak sadar dari tadi Mike bersamanya. Anehnya orang-orang yang tadi menyoraki Mike juga tidak ada.


Di tengah kekaguman Amara Mike tiba-tiba mengulurkan tangannya.


"What??"


"Can you dancing."


"Aku tidak bisa Mike?"


"Kamu hanya perlu mengikutiku." Mike mengalungkan kedua tangan Amara di lehernya sementara kedua tangan Mike di pinggang amara.


Awalnya Amara sangat kaku tapi lama-lama Amara bisa mengikuti langkah Mike.


"Terimakasih."


"Untuk??"


"Kamu sudah mau menerimaku, aku tidak akan berjanji untuk membahagiakanmu tapi aku akan membuktikan itu semua. karena aku tidak suka obral janji."


"Iya aku tau."


Mike menatap mata Amara dalam Amara pun sama.


Mike semakin mengeratkan pelukannya wajah mereka menjadi sangat dekat dan…


Cup


Mike menempelkan bibirnya dengan bibir Amara hanya menempel masih belum melakukan pergerakan apapun Mike takut Amara akan marah dengannya.

__ADS_1


🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹


__ADS_2