Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 209 : game over


__ADS_3

Ray mencoba menghubungi Amara tapi nomornya sudah tidak aktif.


Lalu Ray menghubungi Arum nomor Arum pun sama.


"Sial!! Gimana caranya aku bisa menemui Amara, aku juga tidak tau alamat rumah Mike." Gumam Ray kesal


Lalu Ray pun segera pergi dari cafe tersebut.


Di jalan Ray terus memikirkan cara untuk bisa menemui amara tiba-tiba saat Mike melewati sebuah butik mata Ray tidak sengaja melihat amara dan Arum keluar dari butik tersebut. Ray tersenyum lalu memutar kembali mobilnya menuju butik tersebut. Benar-benar suatu keberuntungan untuk Ray tanpa ia harus berusaha keras Amara datang dengan sendirinya.


"Apa ini yang dinamakan jodoh, aku mencari mu tiba-tiba kamu ada." Gumam Ray dengan senyum yang mengembang.


Ray segera memarkirkan mobilnya lalu menghampiri Amara dan Arum


"Amara!!" Teriak Ray dari jarak yang tidak begitu jauh, Amara dan Arum sontak mengangkat pandangannya. Ray mempercepat langkahnya menghampiri Amara.


"Amara, kamu disini."


"Ray, kamu disini juga?"


"Iya tadi aku lewat terus tidak sengaja lihat kamu jadi aku mampir." Ray menatap Amara dari ujung rambut sampai ujung kaki, Amara yang terlihat semakin cantik membuat Ray ingin selalu menatapnya.


"Memangnya ada apa?"


"Apa aku tidak boleh menyapamu?"


"Boleh, terimakasih sudah menyapaku kalau begitu aku pergi dulu, ayo Arum."


"Sebentar Amara, ada yang ingin aku bicarakan denganmu."


"Ada apa lagi Ray, aku rasa tidak ada lagi yang harus kita bicarakan."


"Ada Amara, dan ini sangat penting. Ini menyangkut suamimu."


Amara Mendengus kesal apalagi rencana Ray kali ini kenapa bawa-bawa suaminya.


"Cepat katakan ada apa?" Ray melirik Arum yang masih berdiri di samping Amara


"Kenapa menatapku, kamu mau aku pergi?" Ucap Arum


"Please rum, aku ingin bicara empat mata dengan Amara."


"Nggak bisa! Aku harus menjaga keselamatan Amara aku tidak bisa meninggalkannya sendirian."


"Apa kamu pikir aku penjahat, sampai kamu harus menjaga keselamatannya."


"Oh jadi kamu tidak sadar kalau kamu itu penjahat!"

__ADS_1


"Arum please aku tidak ingin berdebat denganmu sekarang."


"Arum..kamu tunggu di mobil ya, aku janji akan baik-baik saja."


"Tapi Amara.."


"Dia tidak akan membiarkan kita pergi kalau kemauannya tidak terpenuhi."


"Ya udah aku ke mobil, kamu hati-hati ya. Dan kamu awas saja sampai terjadi sesuatu dengan Amara habis kamu Ray!!"


"Amara pasti akan baik-baik saja selama denganku." Jawab Ray santai.


Lalu Arum segera menuju mobil.


"Cepat katakan ada apa?"


"Kamu jangan terlalu percaya dengan suamimu itu, dia tidak sebaik yang kamu kita."


"Apa maksudmu bicara seperti itu, kamu sengaja menjelek-jelekkan Mike di depanku, sorry Ray aku lebih percaya suamiku dari pada kamu."


"Untuk apa aku menjelek-jelekkan suamimu. Aku berkata yang sebenarnya terjadi."


"Sudahlah Ray, aku tidak punya waktu untuk mendengar omong kosong mu itu." Lalu Amara pun berbalik dan pergi, baru beberapa langkah Amara pun berhenti mendengar kata-kata Ray.


"Dia selingkuh!!" Ucap ray sedikit keras. Ray menarik sudut bibirnya melihat Amara menghentikan langkahnya.


Ray mendekat


Amara memutar tubuhnya menghadap Ray lalu tersenyum.


"Angel yang berselingkuh kenapa Mike kamu bawa-bawa, apa kamu kehabisan rencana sehingga memakai nama suamiku untuk kamu seret dalam masalahmu."


"Tapi aku benar Amara, angel selingkuh dengan Mike suamimu! Mike sendiri yang mengakuinya, dia juga tidak mau menjauhi angel dan sekarang angel pergi dari rumah angel bilang akan segera menikah dengan Mike."


Terkejut?? Ya, sebenarnya Amara juga terkejut mendengar penuturan Ray yang terakhir tapi Amara mencoba bersikap setenang mungkin.


"Kamu memang jahat Ray, sangat jahat! Aku menyesal pernah menjadi bagian dari hidupmu dulu. Kamu memang pantas diselingkuhi jika benar itu terjadi anggap saja ini adalah karma atas apa yang sudah kamu lakukan dulu, ingat Ray karma itu ada ini baru permulaan kamu akan merasakan sakit yang jauh lebih sakit yang aku rasakan dulu." Lalu Amara benar-benar pergi


Ray diam mematung mencerna kata-kata amara yang begitu mengena di hatinya.


Matanya berkaca-kaca Amara begitu sangat membencinya.


"Kenapa Ra, kamu nggak apa-apa kan??" Tanya Arum begitu Amara masuk ke mobil


"Aku nggak apa-apa, ayo cepat jalan."


_

__ADS_1


_


Sampai di mansion Amara merebahkan tubuhnya di kasur sambil menatap langit-langit kamarnya hatinya gelisah mengingat kembali kata-kata ray bahwa angel pergi dari rumah dan akan menikah dengan Mike.


Amara pun tidak bisa menahan diri lagi ia lantas mengirim chat pada Mike agar Mike segera pulang. 


Sambil menunggu Mike pulang Amara memutuskan untuk membersihkan diri dan berendam dengan air hangat agar lebih rileks.


Selesai mandi Amara berganti baju dan berdandan secantik mungkin. Amara melihat jam sudah menunjukan pukul 15.15 sebentar lagi Mike pasti sampai karena sudah satu jam dari waktu Amara mengirim chat pada Mike.


Amara mulai menjalankan rencananya ia memasukkan beberapa pakaiannya ke dalam koper. Lalu ia duduk di ranjang meletakkan koper itu di sampingnya Amara yakin Mike pasti akan segera sampai. Dan benar saja pintu kamar terbuka dan muncullah sosok mike.


"Sayang aku datang." Ucap Mike dengan senyum yang mengembang, perlahan senyum itu hilang saat Mike menangkap sebuah koper yang berada di samping Amara.


"Sayang kamu mau kemana, kenapa bawa koper."


Amara tidak menjawab, lalu ia berdiri dan melepaskan cincin pernikahannya lalu ia berikan kepada Mike


"Sayang apa maksudnya ini?"


"Kamu bohong Mike, kamu sudah berkhianat. Aku tidak bisa menerima penghianatan lebih baik kita.."


"Nggak!! Aku nggak akan melepaskan kamu, aku tidak pernah mengkhianati kamu, bukankah kemarin aku sudah cerita semuanya."


"Tapi kenapa kalian akan menikah?"


"Siapa yang mau menikah sayang dan dengan siapa?"


"Jangan berpura-pura lagi Mike Ray sudah cerita semuanya."


"Apa, Ray?? Jadi kalian diam-diam bertemu, dan kamu lebih percaya dia dibandingkan aku?"


"Ini bukan soal Ray, tapi kamu yang akan menikah dengan angel."


"Tapi itu semua tidak benar, Ray bohong dia hanya ingin hubungan kita hancur."


"Tapi angel bilang kalian akan menikah, apa yang sudah kamu janjikan padanya Mike. Aku tanya sekali lagi apa kamu akan menikahi angel, jika iya lebih baik kita.."


"Tidak!! Aku sama sekali tidak tertarik dengan angel apalagi sampai menikahinya. Apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya?"


Amara menutup wajahnya dengan kedua tangannya lalu menangis


"Tinggalkan angel jangan menemuinya lagi, aku benci kamu dekat-dekat dengan ang meskipun itu hanya sandiwara." Mike segera memeluk Amara


"Iya aku janji aku tidak akan menemui angel lagi, permainan sudah selesai kita menang sayang, semua ini aku lakukan untukmu hanya untukmu jadi tidak mungkin aku tertarik dengan angel apalagi sampai menikahinya. Jangan pergi jangan tinggalkan aku." Amara menggeleng


"Pakai lagi ya cincinnya?" Amara mengangguk pelan, lalu Mike memakaikan kembali cincin pernikahan mereka di jari Amara. Lalu mereka kembali berpelukan.

__ADS_1


"Aku tahu kamu tidak mungkin menikahi angel hanya saja aku ingin mendengar kata itu langsung dari mulut kamu agar hatiku lebih tenang." Batin Amara


🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹


__ADS_2