Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 79 : Siapakah angel


__ADS_3

Kevin menatap nanar kepergian Amara. Kevin mengepalkan tangannya kala melihat tangan Ray melingkar di pinggang ramping Amara.


Dimas menggeleng melihat dua sahabatnya yang saling mengibarkan bendera peperangan. 


_


_


Hari telah berganti hari tidak terasa pernikahan Ray dan Amara telah berjalan satu Minggu. Pak Hasan dan Bu Jumiati pun telah kembali ke Surabaya dan Ray sendiri sudah menjadi seorang pemimpin di perusahaan Dirgantara Group. Ray dan Amara tinggal sendiri di kawasan perumahan elit, rumah sederhana berlantai dua. cukup nyaman karena hanya ditinggali berdua. Sebenarnya Amara tidak tega meninggalkan mama ana yang ingin tinggal bersamanya namun baik pak Dirga maupun Ray ingin agar Ray hidup mandiri. Perumahan tempat tinggal Ray dan Amara juga tidak begitu jauh dengan rumah pak Dirga tidak sampai setengah jam perjalanan sudah sampai di rumah Amara.


Semenjak menjadi pemimpin Ray sangat sibuk bahkan selalu pulang larut malam yang membuat Amara merasa kesepian apalagi pernikahan mereka baru berjalan satu Minggu. masih masa pengantin baru tetapi Ray sudah harus menjalankan tanggung jawabnya yang besar menjadi seorang pimpinan . Bahkan untuk melakukan bulan madu saja mereka urungkan. Semenjak Ray diangkat menjadi pimpinan pak Dirga menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab perusahaan kepada Ray dan beliau tidak pernah lagi pergi ke kantor. Beliau hanya fokus mengelola bisnis hotelnya yaitu hotel Marion.


Seperti pagi ini di rumah sederhana yang baru ia tempati dua hari yang lalu Amara harus disibukkan dengan melayani kebutuhan sang suami yang ada meeting penting bersama client besar.


"Sayang…ambilkan handuk!" Teriak Ray dari dalam kamar mandi.


"Iya sayang…" dengan cepat Amara mengambilkan handuk untuk Ray dan menaruhnya di depan wastafel.


Ray keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil melingkar di pinggangnya dan memeluk Amara yang sedang merapikan tempat tidur.


"Bajunya sudah siap sayang?"


"Sudah dong sayang.." Amara berbalik kemudian mengambil handuk lain untuk mengeringkan rambut Ray. Ray duduk di tepian ranjang sambil memeluk pinggang Amara.


"Ayo cepat sedikit nanti terlambat, kamu bilang ada meeting penting pagi ini."


"Iya..sangat penting karena ini adalah meeting bersama client besar aku harap semuanya akan berjalan lancar dan kerja sama kita akan berhasil."

__ADS_1


"Amin…" kemudian Amara memakaikan baju Ray, dari dalaman hingga kemeja, celana, dasi, dan jas semua Amara yang pakaikan. Amara seperti memiliki seorang bayi besar. Ray sangat manja pada Amara dan Amara selalu menuruti kata Ray tanpa mengeluh.


"Sayang aku udah siapin bekal makan siang nanti dibawa ya."


"Makasih ya sayang..aku tidak menyangka kamu sangat perhatian sama aku."


"Kok gitu ngomongnya emang kamu pikir aku gimana sebelum jadi istri kamu."


"Jujur ya sayang aku kira kamu bakalan cuek, dan nggak mau aku repotin. Karena gini sayang biasanya cewek cantik itu cuma mau ngurus dirinya sendiri."


"Hmm dasar nething." Begitulah sekiranya obrolan mereka di sela-sela sarapan.


"Aku berangkat ya sayang. Jangan lupa kunci pagar, kunci pintu jangan biarkan ada orang yang tidak dikenal masuk. Aku sudah mencari satpam untuk rumah kita."


"Iya sayang aku mengerti." Kemudian Ray mencium kening dan bibir Amara sebelum pergi dan Amara mencium punggung tangan Ray.


Dan tanpa sepengetahuan Ray dan Amara seseorang telah mengambil gambar kemesraan mereka berdua dan mengirimkannya kepada seseorang.


_


_


Bunyi pecahan vas bunga yang dilempar seorang gadis cantik berlesung pipi. setelah melihat gambar-gambar Ray dan Amara dari orang suruhannya. Gadis tersebut  mengamuk dan histeris.


"Brengsek..aku tidak bisa begini terus, dia tidak boleh merebut Ray dariku. Tunggu aku Ray tunggu tiga bulan lagi kita akan bertemu dan bersatu kembali. Dan kamu perempuan j****g aku akan membuatmu menyesal, aku akan membuat pernikahanmu bagai mimpi buruk dalam hidupmu." Gadis itu adalah angel teman dekat Ray. Dulu mereka sangat dekat dari semenjak duduk di bangku SMA hingga kuliah mereka selalu bersama-sama hingga benih-benih cinta muncul diantara keduanya. Ray tidak berani mengungkapkan perasaanya kepada angel hingga mereka lulus kuliah barulah Ray mempunyai tekad untuk mengungkapkan perasaanya kepada angel. Semakin hari rasa cintanya kepada angel kian besar. angel tau jika Ray mempunyai perasaan terhadapnya namun angel pura-pura tidak tahu. Waktu itu angel ingin fokus pada kuliahnya dan ingin mewujudkan impian nya sebagai seorang model. Dan saat lulus kuliah angel pun mendapatkan kesempatan itu namun di luar negeri. 


Waktu itu Ray dan angel janjian untuk bertemu di sebuah taman. Dan saat itu pula Ray berencana akan mengungkapkan perasaanya. Namun sayang angel lebih dulu mengatakan bahwa dia akan ke luar negeri untuk mengejar mimpinya sebagai seorang model. Dengan berat hati Ray melepaskan kepergian angel dengan segenap cinta yang ia simpan rapat untuk angel. Ray mengatakan pada angel akan menunggunya pulang namun tidak mengatakan bahwa dia mencintainya. Dan angel berjanji pada Ray bahwa dia tidak akan lama dia juga berjanji untuk selalu mengabari ray. Setahun berlalu setelah kepergian angel ke luar negeri mereka masih saling memberi kabar. Bahkan Ray sering menghubungi angel lewat video call. Namun setelahnya angel sudah jarang mengabari Ray. Sehingga hubungan mereka renggang dengan sendirinya.  sampai beberapa tahun angel tidak pulang juga bahkan sama sekali tidak memberikan kabar kepada Ray. Ray merasa lelah menunggu sesuatu yang tidak pasti Hingga Ray memutuskan untuk mengubur dalam-dalam rasa cintanya untuk angel.

__ADS_1


_


_


Amara sedang berbelanja kebutuhan rumah bersama mama ana. Tadi selang beberapa jam setelah Ray pergi mama ana datang. Karena sebelumnya mereka sudah membuat janji untuk membeli perabotan rumah dan sembako.


Hingga siang hari barulah mereka selesai berbelanja dan memutuskan untuk membeli makan siang di sebuah restoran seafood. Saat sedang asyik menikmati makan siangnya netra Amara tidak sengaja melihat Farah bersama seorang laki-laki namun bukan Kevin.


"Farah." Lirih Amara


"Kenapa sayang?" Tanya mama ana


"Nggak papa kok ma." Amara ingin memastikan bahwa itu Farah atau bukan karena jaraknya juga cukup jauh.


"Em..ma Amara ke toilet sebentar ya."


"Iya sayang jangan lama-lama ya.'


"Iya ma." Dengan menundukan kepala Amara berjalan di belakang Farah dan mencari tempat yang aman untuknya bersembunyi dan mencari informasi.


"Ternyata benar itu Farah. Tapi siapa laki-laki itu? Kasihan Kevin jika sampai Farah mengkhianatinya. Mereka sedang membicarakan apa ya kelihatannya sangat serius. aku tidak bisa dengar lagi. Eh..kok dia pegang tangan Farah. Pasti ada yang tidak beres dengan mereka." Gumam Amara. Tiba-tiba handphonenya berbunyi ternyata nama ana yang menghubunginya Amara buru-buru kembali ke tempatnya.


"Lama sekali sayang, kamu nggak papa?"


"Iya ma tadi toilet nya penuh terpaksa deh Amara harus menunggu."


"Ya sudah kita pulang sekarang ya.."

__ADS_1


"Iya ma."


\*\*\*Happy reading gaess 🥰🥰\*\*\*


__ADS_2