
Tiga bulan sudah Mike dan Amara membina rumah tangga. Semenjak kejadian tiga bulan yang lalu dimana Mike marah besar hingga membuat Mike mengusir kakaknya dan Cassandra, cassandra tak lagi mengganggu dirinya dan Amara.
Kakek Luwis memilih untuk membawa kembali jenny dan eric ke Paris. Kini Mike hanya tinggal berdua dengan Amara dan jesen sementara ibu Jumiati juga memilih tinggal di paviliun bersama para maid. Ibu Jumiati sebenarnya ingin tinggal sendiri namun Amara tidak mau jauh dari ibu Jumiati akhirnya ibu Jumiati meminta untuk tinggal di paviliun. Awalnya Amara masih tidak setuju tapi karena alasan ibu Jumiati yang kuat akhirnya Amara mengizinkan dengan syarat ibunya tidak boleh melakukan pekerjaan apapun.
Amara juga sudah bisa menerima Mike sepenuh hati bahkan sudah mencintai Mike.
Pagi ini seperti biasa Amara membantu Mike untuk bersiap ke kantor.
Amara naik di atas kursi rias sambil merentangkan tangannya yang memegang dasi dan tersenyum ke arah Mike. Mike lantas menghampiri istrinya dengan senyum yang mengembang juga.
"Sayang..nanti ke kantor ya semenjak kita menikah kamu belum pernah main ke kantor, aku ingin menunjukan kepada semua orang bahwa perempuan cantik ini sudah menjadi nyonya mike sekarang. Aku juga ingin dibawakan makan siang oleh istriku." Ucap Mike disela-sela Amara memasangkan dasi untuknya.
"Memangnya kamu nggak malu punya istri sepertiku?"
"Malu kenapa sayang, aku justru bangga punya istri cantik, baik dan pekerja keras sepertimu makanya aku ingin menunjukan kepada semua orang bahwa kamu adalah istriku."
"Baiklah nanti aku akan membawakan kamu makan siang. Aku juga akan dandan yang cantik biar kamu tidak malu."
"Kamu salah besar kamu tidak dandan sekalipun aku tidak akan pernah malu bagiku kamu sangat cantik. Tapi jika kamu ingin berdandan aku malah senang. Pergilah kesalon lakukan perawatan sesuka hatimu."
"Jika aku menghabiskan banyak uang gimana?"
"Aku malah senang biar uangku sedikit berkurang."
"Dasar sombong."
"Hahaha.."
Mike tertawa lalu mencium pipi amara berulang kali.
"Mike..udah dong geli tahu."
"Panggil apa tadi..Mike! Awas kamu ya." Mike lantas menggelitik pinggang Amara hingga Amara teriak minta ampun
"Hentikan Mike geli.."
"Panggil aku sayang baru aku hentikan."
"Nggak mau, aku nggak sayang sama kamu."
Sambil tertawa dan menahan rasa geli Amara mengerjai Mike.
"Iya, iya ampun sayang.." akhirnya Amara menyerah, Mike lantas berhenti
"Ah..geli tau." Amara sampai menangis karena geli
"Ya maaf sayang..ayo sarapan."
"Iya kamu turun dulu aja ya aku mau lihat jesen dulu."
"Ya udah kita lihat sama-sama." Mike dan Amara lantas pergi ke kamar jesen sambil Amara membawa tas kerja Mike.
Jesen sedang bersiap ke sekolah bersama Eny yang sekarang sudah sah menjadi baby sitter untuk jesen.
"Sudah selesai Eny?" Tanya Amara begitu masuk kamar jesen
"Sudah nona." Jawab Eny
"Mama..papa.." jesen berlari menghampiri Amara dan mike
__ADS_1
Dengan sikap Mike menangkap tubuh jesen dan menggendongnya
"Halo jagoan apa sudah siap sekolah?"
"Sudah pa, jesen sekolah sama Tante Eny pa."
"Iya sudah ayo kita sarapan. Eny bawa tas jesen,!"
"Siap tuan muda."
_
_
Mike sudah berangkat ke kantor jesen juga sudah berangkat ke sekolah bersama Eny.
Setelah mengantar anak dan suaminya di depan pintu Amara lantas bersiap untuk pergi ke salon.
Amara menuju paviliun untuk berpamitan kepada ibu Jumiati.
Terlihat ibu Jumiati sedang merapikan kamarnya.
"Ibu.." ibu Jumiati pun menoleh
"Iya nduk ada apa, kamu mau pergi?"
"Iya Bu Amara mau ke salon, ibu lihat sari?"
"Sepertinya ada dikamar. tumben nduk ku mau pergi ke salon."
"Iya Bu nanti siang Amara mau main ke kantor Mike, biar tidak malu-maluin Amara mau dandan di salon. Sebentar ya Bu aku mau ajak sari juga untuk menemaniku."
"Tok tok sari…"
"Iya nona." Sari pun langsung membuka pintu
"Kamu sedang sibuk tidak?"
"Sedikit nona, tapi kalau nona butuh sesuatu sari pasti bisa."
"Baiklah kalau begitu temani aku ke salon."
"Kesalon nona, tapi sari takut tuan muda marah."
"Mike tidak akan marah karena aku yang memintamu."
"Tapi nona.."
"Ayolah sari kalau kamu tidak mau aku yang marah."
"Baik nona, sari siap-siap dulu."
"Oke aku tunggu di depan."
"Baik nona."
Amara lantas kembali berpamitan kepada ibunya
"Bu Amara pergi ke salon dulu ya."
__ADS_1
"Nggak jadi Sama sari nduk?"
"Jadi Bu, sari sedang siap-siap Amara tunggu di depan saja."
"Ya sudah hati-hati ya."
"Iya Bu."
Lalu Amara pergi ke ruang tamu untuk menunggu sari, Amara juga berpamitan kepada BI darmi juga menitipkan ibunya bagaimanapun juga BI darmi lebih lama tinggal bersama Mike jadi Amara rasa Amara harus menitipkan ibunya kepada bi darmi.
_
_
Amara membawa mobil sendiri bersama sari menuju salon ternama langganannya dulu saat masih menjadi istri Ray.
Kenapa Amara bisa membawa mobil sendiri padahal Amara darI kampung dan dari keluarga kurang mampu. Jangan lupakan Amara pernah menjadi istri rayen dirgantara pengusaha yang juga kaya raya.
Setelah memarkirkan mobilnya Amara lantas masuk kedalam salon tersebut dan memberikan card membernya kepada pegawai salon tersebut lalu pegawai salon tersebut mengarahkan Amara untuk masuk ke ruangan dokter Mitha untuk berkonsultasi perawatan apa yang cocok untuk dirinya.
Amara pun masuk ke ruangan dokter Mitha.
"Selamat pagi dok.." ucap Amara begitu masuk
"Selamat pagi..mbak Amara ya.."
"Iya dokter, dokter masih ingat saya."
"Tentu saja saya masih ingat, bagaimana mbak Amara ingin melakukan perawatan apa?"
"Lalu Amara mengutarakan keinginannya dan berkonsultasi perawatan yang cocok untuknya serta biayanya.
Untuk hari ini Amara tidak akan melakukan perawatan wajah Amara hanya akan melakukan perawatan rambut dan mengmakeover dirinya agar bisa tampil lebih cantik lagi saat nanti pergi ke kantor Mike.
Amara juga menyuruh sari untuk melakukan perawatan rambut juga tetapi sari tidak mau. Dengan susah payah Amara terus membujuk sari akhirnya sari pun mau melakukan perawatan tetapi hanya creambath saja.
_
_
Amara sudah selesai di make over oleh dokter Mitha. Rambutnya yang hitam ia biarkan tergerai ditambah dengan sentuhan jepit rambut di sisi kiri menambah penampilan Amara semakin terlihat cute.
Dokter Mitha juga menambahkan aksesoris anting panjang sangat cocok dengan penampilan Amara.
"Perfect. Kamu sangat cantik.. Ucap dokter Mitha
"Dokter bisa saja."
"Benar nona, nona sangat cantik." tambah sari
"Tuh kan benar kamu sangat cantik suami kamu pasti tambah terpesona denganmu."
"Amin..memang tujuan saya itu dok ingin menyenangkan hati suami. Terimakasih ya dokter kalau begitu kami permisi dulu besok saya akan datang lagi."
"Baik ditunggu kehadirannya besok."
"Terimakasih banyak dokter."
Amara lantas membayar biaya perawatannya hari ini di kasir setelah itu Amara pun bergegas pergi.
__ADS_1
🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹