
Pagi-pagi sekali Dion sudah sangat rapi, Dion menuruni anak tangga dengan menyeret koper di tangannya.
"Dion kamu mau kemana kok bawa koper?" Tanya Amara yang baru selesai menyiapkan sarapan.
"Iya Amara maaf ya aku lupa ngasih tau kamu hari ini aku menemani Mike ke Paris ada urusan pekerjaan, Mike itu CEO di perusahaan kita."
"Apakah lama, berapa hari?"
"Mungkin tiga hari, tapi kalau ada pekerjaan tambahan mungkin akan lebih lama lagi."
"Kalau kamu pergi aku jadi sungkan tinggal disini."
"Kamu sungkan dengan siapa Amara, ini adalah rumahku aku yang membawamu kesini jadi jangan sungkan ya, oh ya ini untuk kamu." Sambil menyerahkan amplop berwarna coklat
"Ini apa?"
"Itu uang untuk keperluan kamu selama aku tidak dirumah, belilah apapun yang kamu mau termasuk kebutuhan jesen dan ibu."
Lantas Amara membuka amplop tersebut.
"Banyak sekali Dion, aku tidak bisa menerimanya." Amara menyerahkan kembali uang tersebut.
"Kenapa tidak bisa?"
"Itu terlalu banyak, kamu sudah terlalu baik denganku Dion kamu sudah memberiku tempat tinggal itu sudah lebih dari cukup."
"Jika kamu tidak mau semuanya ambillah sebagian, kamu juga butuh uang untuk pergi kerja, jesen juga pasti ingin beli jajan."
"Iya aku tahu, nggak apa-apa akuโฆ"
"Tidak ada penolakan, jika kamu tidak mau menerimanya cuma-cuma anggap saja ini hutang." Kemudian Amara tersenyum
"Baiklah kalau begitu aku akan berhutang satu juta saja."
"Kamu yakin?"
"Sangat yakin, ini sudah lebih dari cukup kok, aku janji kalau sudah gajian pasti aku kembalikan."
"Santai saja, tidak usah buru-buru."
"Kamu sarapan dulu ya." Amara menarik tangan Dion menuju meja makan, lalu mengambilkan Dion nasi.
"Mau lauk apa?"ย
"Apa saja terserah kamu, sepertinya semuanya enak."ย
"Baiklah." Kemudian Amara mengambilkan beberapa lauk untuk Dion, Amara melayani Dion seperti melayani suaminya yang membuat Dion semakin tersanjung dengan Amara.
"Kamu memang luar biasa Amara." Batin Dion.
"Silahkan dimakan." Amara juga menuangkan Dion air putih dan jus jeruk.
"Kamu tidak sarapan?"
"Nanti saja aku belum mandi, kalau gitu aku tinggal ya mau siap-siap."
"Oke, makasih ya untuk sarapannya."
__ADS_1
_
_
Amara sudah selesai bersiap-siap dan kini sedang berada di ruang makan bersama anak dan ibunya. Sementara Dion sudah berangkat setengah jam yang lalu sebelum Amara keluar dari kamar, Dion juga sudah berpamitan dengan jesen dan ibu Jumiati.
"Dion sudah berangkat Bu?"
"Sudah, tadi katanya buru-buru, ini tadi ibu juga diberikan uang." Sambil menunjukan beberapa lembar uang seratus ribuan.
"Ibu..kok ibu terima sih, tadi pagi pagi aku juga dikasih satu juta, sebenarnya lima juta tapi aku tolak, aku ambil satu juta saja sebagai hutang."
"Ibu sudah menolak tapi Dion memaksa ibu, ibu juga tidak enak menolaknya."
"Dion baik banget sama kita, entah dengan cara apa aku bisa membalasnya nanti Bu."
"Iya, dia masih muda tapi pemikirannya sangat dewasa dan bisa mengayomi dia juga sayang dengan jesen cocok sekali jika.."
"Ibu aku harus berangkat nanti aku telat, jesen sayang..jesen sama nenek ya da sayang muach." Amara sengaja buru-buru pergi dengan alasan terlambat karena Amara tau kemana arah pembicaraan ibunya.
"Nduk dihabiskan dulu sarapannya.." teriak ibu Jumiati
"Aku sudah telat bu." Jawabnya sambil berlari
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Dion dan Mike sudah dalam perjalanan menuju Paris, Mike memilih penerbangan paling pagi yaitu pukul o6.05 wib. Harusnya tadi malam mereka berangkat namun Mike tidak suka penerbangan malam jadi Mike menggantinya dengan penerbangan pagi.
Penerbangan dari Jakarta ke Paris memakan waktu hingga 16 Jam lamanya atau 15 jam jika penerbangan langsung.
ย Artinya mereka akan sampai di Paris pukul 22.05ย malam. karena Perjalanan mereka masih jauh Mike menggunakan waktunya untuk tidur kembali berbeda dengan Mike Dion justru memikirkan seseorang yang baru saja ia tinggal yaitu Amara.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Hari berganti hari, sudah tiga hari Dion dan Mike berada di Paris.
Amara seperti biasa setelah pulang kerja ia bermain bersama jesen putranya, Amara menemani jesen bermain di ruang tengah sambil menonton tv tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk, Amara pun segera membuka pintu namun ketika Amara membuka pintu seorang perempuan cantik berkulit putih mulus berdiri di depan Amara.
"Kamu siapa kenapa ada di rumah Dion?" Tanya perempuan itu, ia memandang Amara dari atas sampai bawah
"Aku Amara..kamu siapa ya?"
"Aku nggak nanya nama kamu yang aku tanyakan itu kenapa kamu ada disini ada hubungan apa kamu sama Dion?"
"Aku temannya Dion."
"Apa taman? Terus kenapa pagi-pagi kamu ada disini, Dion mana minggir kamu, Dion..Dion..aku datang sayang." Teriak perempuan itu memanggil Dion sambil menyelonong masuk.
"Dion tidak ada, kamu siapa sih?"
"Aku Bella pacarnya Dion. Cepat panggil Dion."
"Dion tidak ada Bella, dia ada di Paris."
"Apa Paris?? Kamu pasti bohong kan kenapa Dion nggak ngasih tau aku kalau dia ke Paris, sebenarnya kamu siapa sih ayo ngaku."
"Aku kan sudah bilang aku temannya Dion."
__ADS_1
"Nduk..ada apa ini? Mamaโฆ" tanya ibu Jumiati yang baru datang dari dalam bersama jesen setelah mendengar suara keributan.
"Ini siapa lagi?"
"Mereka ibu dan anakku."
"What..ibu, anak?? Kalian tinggal disini? Dasar ya kamu pasti selingkuhannya Dion, dan anak ini jangan-jangan dia anak kamu dan Dion."
"Bukan ini anak aku bukan anak Dion."
"Bohong! kamu pasti bohong."
"Aku nggak bohong, aku dengan Dion hanya berteman itu saja tidak lebih."
"Aku minta kalian semua pergi dari sini sekarang juga."
"Nggak! kamu nggak bisa mengusir kami, ini rumah Dion dan kami ada disini karena Dion, kami akan pergi jika Dion yang memintanya."
"Kamu ya berani sekali kamu, aku ini calon istrinya Dion."
"Aku tidak peduli siapapun kamu tidak berhak mengusir kami."
BI Isa yang melihat pertengkaran Amara dan Bella lantas melapor kepada Dion, yang membuat Dion panik, dan sangat kebetulan Dion dan Mike sedang dalam perjalanan pulang.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
"Ada apa Dion?" Tanya Mike melihat Dion gelisah setelah menerima telepon
"Mike kita harus segera sampai."
"Iya tapi kenapa siapa yang menelepon?"
"BI Isa, dia bilang Bella ada dirumah."
"Gercep juga Bella udah ada dirumah aja."
"Bukan soal itu tapi ada yang lain."
"Maksudnya?"
"Di rumah ada Amara."
"Amara? Amara siapa kenapa ada di rumah kamu sepagi ini, atau jangan-jangan dia.."
"Jangan sembarangan, Amara itu perempuan baik-baik, bi isa bilang Bella mengusir Amara, aku takut terjadi sesuatu dengan amara."
"Sepertinya kamu sangat peduli dengan Amara, siapa dia?"
"Lain kali akan aku ceritakan, tapi sekarang aku butuh bantuanmu Mike."
"Bantuan apa?"
Lantas Dion pun memberitahu rencananya.
"Oke aku akan bantu kamu tapi ingat kamu hutang penjelasan denganku."
"Iya aku tahu."
__ADS_1
"Lebih cepat pak." Ucap Mike kepada supirnya.
๐น๐น๐นBersambung๐น๐น๐น