Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 62 : Tingkah konyol ray


__ADS_3

"Mama gimana sih..kok Amara dibiarkan pergi sendirian." Panik Ray


"Ya biarin dong Ray, biar dia bisa happy-happy."


"Ma! Mama nggak takut kejadian waktu Amara diculik terulang lagi."


"Astaga…mama lupa Ray. Dimana dong? Coba kamu hubungi Amara."


"Nggak diangkat ma. Ray juga udah telepon dari tadi."


"Tadi Amara bilang nggak janjian dimana?"


"Dia bilang mau ke restoran dekat kantornya dulu."


"Ya udah Ray mau kesana sekarang."


"Hati-hati ya Ray, jangan ngebut."


_


_


Sementara Risya di mall sudah janjian dengan Andi pacarnya dan juga Fendi teman Andi.


"Sayang.." teriak Risya melihat Andi dari jauh. Risya menarik tangan Amara untuk buru- buru menghampiri kekasihnya itu.


"Sayang..kenalin ini teman sekaligus adik angkatku Namanya amara. Amara kenalin ini Andi pacar aku, dan itu Fendi."


Kemudian mereka berkenalan.


"Sayang laper.."


"Ya udah kita makan yuk." Ucap Andi merangkul pundak risya kemudian berjalan menuju restoran. Fendi berjalan di samping Amara di belakang Risya dan Andi. Fendi terus memperhatikan Amara dari samping.


"Cantik banget sih nih cewek, kalem lagi."


"Ehem..Amara asli Jakarta?"


"Nggak kak..aku aslinya Surabaya, kakak sendiri?"


"Iya, gue asli Jakarta."


"Disini kerja atau kuliah?"


"Kerja kak, dulu satu kantor dengan mbak Risya."


"Emang sekarang udah nggak sekantor."


"Udah nggak kak."


"Ciee…udah akrab aja nih. Kalian mau pesan apa?"


"Amara Lo mau makan apa? Tanya Fendi


"Idih..sok perhatian Lo." Ledek risya


"Aku pizza mbak sama minumnya orange jus."


"Ok, Lo apa fen?"


"Gue samain aja sama Amara."


"Dasar modus Lo. Ya udah gimana kalau kita pesan paket pizza aja biar bisa dinikmati rame- rame."


"Boleh!" Sambil menunggu pesanan datang Fendi terus mengajak Amara mengobrol dan mencari perhatian Amara. Jangan tanyakan Risya dan Andi sudah pasti mereka bermesraan dong wkwkwk…


Selang beberapa menit pizza datang. 

__ADS_1


"Eh foto dulu yuk." Ajak risya


"Ngapain sih mbak foto segala.."


"Ayolah Amara sayang..biar kita ada kenangan. Kita kan belum pernah foto bareng apalagi ngumpul gini. Mau ya please…🙏🙏" Amara mengangguk


"Gitu dong. Yuk sini merapat." Risya mengajak Andi dan Fandi untuk mendekat dengan Amara.


"Siap ya satu..dua..ti..ga. jepret jepret jepret."


Risya mengambil tiga gambar dengan pose yang berbeda. 


Foto pertama diambil oleh Fendi sehingga terlihat lebih dekat dengan Amara. Dan Amara hanya tersenyum manis.


Pose kedua diambil oleh Risya semua menatap ke arah kamera kecuali Fendi yang menatap Amara dengan senyum tampannya. Dan pose yang ketiga diambil oleh Andi lagi lagi Fendi mencuri kesempatan saat hitungan ketiga fendi memegang pundak Amara yang sontak membuat Amara melihat tangan fendi yang berada di pundaknya.


"Sorry Ra gue reflek tadi." ucap fendi


"Oke." Jawab Amara singkat. Jujur Amara merasa risih Fendi memegang pundaknya.


_


_


Ray telah sampai di restoran tempat Amara janjian dengan Risya tetapi Ray tidak menemukan Amara disana.


"Kemana lagi mereka, apa mereka sudah pulang?" Ray kembali menghubungi Amara. Lagi lagi nomornya tidak dapat dihubungi.


"Sial. Dimana kamu sayang." Lalu Ray ingat jika Ray mempunyai kontak Risya Ray pun menghubungi Risya tetapi nomornya juga tidak aktif.


"Kenapa Risya juga tidak bisa dihubungi sih. Kemana lagi aku harus mencari Amara." 


Tiba tiba Ardi asisten pribadi pak Dirga menelponnya.


"Ardi..ada apa dia menelepon." Gumam Ray.


"Lo dimana?" (Ardi)


"Gue di restoran dekat kantor Kevin, kenapa?"


"Gue lihat Amara di mall xxx bersama laki-laki." (Ardi)


"Apa?! Lo yakin itu Amara?"


"Oke, gue kirim fotonya. Yang penting Lo cepat kesini." (Ardi)


"Thing" satu pesan gambar masuk di handphone Ray. Terlihat Amara yang duduk disamping laki-laki yang juga cukup tampan. Seketika darah Ray mendidih tanpa pikir panjang Ray menancap gas menuju mall xxx.


Sesampainya di mall Ardi langsung menghampiri Ray.


"Dimana Amara?"


"Ikut gue."


Ardi dan Ray menuju restoran tempat Amara makan di lantai dua.


"Itu mereka Ray." Tunjuk Ardi begitu sampai di restoran. Ray mengikuti arah tunjuk Ardi dan benar Amara sedang tertawa bersama seorang laki-laki. Bukan hanya seorang laki-laki tetapi juga Risya dan Andi namun Ray yang diliputi rasa cemburu hanya Amara dan laki-laki yang di samping Amara yang terlihat.


Ray mengepalkan kedua tangannya.


"Berani-beraninya dia mendekati calon istriku." Ray melangkah menghampiri Amara


"Amara Andini!!" Panggil Ray dengan suara lantang. Amara menengok "Kak Ray." Lirih Amara kemudian menghampiri Ray yang berdiri cukup jauh.


"Kak Ray ada disini juga? Pantesan tadi aku cariin nggak ada. Kak Ray kok gitu sih pergi nggak bilang-bilang. Kak Ray marah sama aku?" Wajah sedih yang ditunjukan Amara membuat amarah Ray sekitar hilang dan merasa bersalah pada Amara.


"Kamu bersama siapa, apa sudah selesai?" Tanya Ray lembut satu tangannya mengelus pipi Amara

__ADS_1


"Aku sama mbak Risya. Kak Ray sudah makan? Gabung aja yuk." Amara menarik tangan Ray untuk bergabung bersamanya.


"Pak Ray.." sapa Risya


"Mbak…kak Ray boleh gabung kan?"


"Boleh dong, ayo pak silahkan duduk."


"Panggil Ray aja saya sekarang aku bukan atasan kamu lagi."


"Iya pak. Eh Ray..silahkan duduk." Ray mengambil kursi lain untuk ia duduk di samping Amara.


"sial ternyata Amara sudah punya pacar." batin fendi


"Oh iya kak, kenalin itu kak Andi pacarnya mbak risya dan yang disamping kakak namanya Fendi teman mbak Risya."


"Ray." Ucap Ray saat menjabat tangan Andi dan fendi. Ray menjabat tangan Fendi cukup kuat hingga membuat Fendi kesakitan.


Fendi Meringis dan memegang tangannya begitu tangan terlepas dari ray


"Lo kenapa fen?" Tanya Risya


"Nggak papa kog." Ray tersenyum samar melihat ekspresi wajah Fendi yang kesakitan.


_


_


Sayang.." panggil Ray manja yang sedang tiduran di sofa ruang tamu. Kepalanya berada di pangkuan amara. Sedangkan Amara mengelus rambut Ray lembut.


"Hemm?!!"


"Apa kamu masih marah?"


"Kalau aku masih marah nggak mungkin sekarang aku ada disini sama kak Ray. Bahkan aku nggak mau melihat kak Ray."


"Sadis banget sih kamu kalau marah."


"Iyalah.." Ray menggenggam tangan amara


"Jangan marah lagi ya..dan jangan pergi tanpa pamit. Aku nggak mau terjadi sesuatu sama kamu." Ray mencium tangan Amara sayang.." aku ingin pernikahan kita dipercepat. Kamu mau kan?" Amara terdiam sejenak


"Hei..sayang." Ray bangun dan mengangkat dagu Amara untuk melihatnya.


"Apa kamu tidak setuju pernikahan kita dipercepat?"


"Kasih aku alasan apa yang membuat kak Ray ingin pernikahan kita dipercepat. Aku nggak mau jika itu hanya karena nafsu.


"Sayang..menikah itu bukan hanya soal urusan ranjang." Amara membelalakan matanya mendengar ucapan Ray yang langsung tepat sasaran "kamu harus tau alasan aku ingin secepatnya menikahi kamu karena aku ingin melindungi kamu dan keluarga kamu sepenuhnya. Agar tidak ada fitnah dari orang lain dan.."


"Dan apa?"


"Dan aku akan mengajarkan kamu cara.." Ray mendekatkan wajahnya di telinga Amara " cara bercocok tanam yang nikmat. Cup." Ray mengecup pipi Amara


"Kak Ray!" Teriak Amara dan mendorong tubuh Ray


"Gimana..kamu mau kan sayang?"


"Tauah.."


"Hahaha.." Ray tertawa melihat ekspresi wajah Amara


"Sayang..kamu kemana disini saja. Ayo kita menikah." Teriak Ray karena Amara sudah pergi. Ray tersenyum menyadari tingkah konyolnya pada Amara.


"Gemesin banget sih kamu sayang..muach." gumam ray


\*\*\*Happy reading 🥰 🥰\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2