Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 16 :Rumit


__ADS_3

waktu menunjukan pukul 15.45 semua karyawan kantor bersiap untuk pulang, berbeda dengan Amara yang masih menyelesaikan pekerjaanya karena ulah Kevin Amara tidak bisa fokus bekerja dan tidak bisa menyelesaikan pekerjaanya tepat waktu.


"Ra..lo beneran nggak papa gue tinggal?" ucap risya


"iya mbak,mbak duluan aja nggak papa kog!"


"Lo sih dari tadi mbak bantuin nggak mau, telat kan sekarang!"


"iya mbak..nggak papa kog, ini kan tugas aku masak mbak yang ngerjain,,"


"ya udah kalo ada apa apa telfon mbak ya, mbak duluan Bae Amara.."


"bae mbak.."


ray yang sudah bersiap siap menemui Amara dan mengajaknya untuk pulang bersama pun harus menunda niatnya sampai Risya pulang, setelah kepergian Risya, Ray buru buru berjalan keruangan Amara tetapi langkahnya kalah oleh Aldo yang sudah lebih dulu memasuki ruangan Amara


"sial..dia lagi!" ucap Ray


"Hay Amara sayang.." ucap Aldo


"hmmm.."Amara hanya berdehem


"kita jadi kan pulang bareng? gue tungguin dari tadi Lo nggak keluar keluar eh ternyata masih disini,,"


"iya nih Al,kamu pulang duluan aja ya, kerjaan aku masih banyak!"


"kog gitu sih Ra,Lo kan udah janji sama gue kalo kita pulang bareng, gue tungguin ya?"


"duuuh..Al, maaf banget ya kerjaan aku masih banyak banget, janji deh besok pasti kita pulang bareng!"


"beneran nih,nggak bohong lagi kan?"


"iyaaa.."


"tapi Lo sama siapa?"


"sendiri lah, kan masih ada pak satpam juga didepan,,"

__ADS_1


"nggak papa nih gue pulang duluan,Lo beneran berani?gue temenin aja ya?"


"iya...Al..kalo kamu tetep disini yang ada kerjaan aku malah nggak kelar kelar, kamu ajakin ngomong mulu,dah sana balik!"


"ya udah aku duluan ya, Lo hati hati kalo ada apa apa telfon gue!"ucap Aldo sambil mengacak pelan rambut amara. dan lagi lagi Ray harus menunda keinginannya untuk menemui Amara karena Kevin sudah lebih dulu masuk keruangan Amara


"Ra.."panggil Kevin,Amara tidak menengok tapi Amara tau itu Kevin,Amara memejamkan mata,Kevin melangkah agar lebih dekat pada amara


"stop Vin!" ucap Amara


"aku pengen ngomong sama kamu Ra, please kasih aku satu kesempatan lagi,aku ingin memperbaiki semuanya."


Amara berbalik


"apa yang harus diperbaiki Vin, semuanya udah hancur tidak mungkin bisa diperbaiki,kamu! kamu sebentar lagi akan bertunangan lalu menikah, aku memberikan kamu pilihan antara aku atau dia, tapi kamu lebih memilih dia!lalu apa yang harus diperbaiki Vin? diantara kita udah berakhir Vin, tolong jangan ganggu aku lagi sekarang aku minta kamu keluar!"ucap Amara penuh emosi, bukannya pergi Kevin justru memeluk amara.


"lepas.."Amara memberontak


"sebentar aja Ra, aku kangen sama kamu,,"Amara terus memberontak,semakin dia memberontak semakin Kevin mengeratkan pelukannya yang justru membuat Amara semakin sulit melepaskan diri,akhirnya Amara memilih untuk mengalah mungkin dengan cara baik baik Kevin mau melepaskannya, amara tidak lagi memberontak


"Vin tolong jangan seperti ini, tolong kamu mengerti aku Vin,apa kamu mau aku dicap sebagai perusak hubungan orang? apa kamu tega melihat aku dibuli dan dibenci orang satu kantor? ingat Vin hubungan kita dulu tidak ada satupun orang yang tau, mereka semua pasti akan menyalahkan aku jika ada yang melihat kita seperti ini." ucap Amara halus Kevin terdiam, Amara merasakan pelukan Kevin mulai melemah,kini Amara tau untuk menghadapi Kevin tidak bisa dengan cara yang keras juga, Amara baru akan melepaskan diri tetapi..


"Farah!"ucap Kevin, dengan penuh amarah Farah menghapiri Amara.


" plaakk!! Farah menampar Amara


"Farah!!"teriak Kevin,tapi Farah tidak memperdulikan Kevin,Farah justru semakin marah mendengar teriakan Kevin


"dasar perempuan tidak tau diri!" Farah mendorong Amara hingga terjatuh dan akan menamparnya kembali tetapi Kevin memegang tangan Farah


"lepasin Vin, gue belum selasai!"


"ayo keluar!" Kevin menyeret Farah untuk keluar Farah memberontak dan teriak teriak sementara Amara hanya menangis sambil memegang pipinya yang terasa sakit.


"Kevin lepasin gue!" bentak Farah pada Kevin lalu dengan kasar dia mendorong Kevin hingga terjatuh, melihat Kevin jatuh Farah kembali menghampiri amara, melihat Farah berjalan kearahnya Amara buru buru bangun dan akan melarikan diri tetapi usahanya gagal Farah berhasil menarik rambutnya,


"aaa..lepasin Farah,sakit!!" ucap Amara sambil memegang rambutnya yang ditarik Farah

__ADS_1


"rasakan! dasar perempuan nggak tau diri berani beraninya menggoda calon suami orang gue nggak akan nglepasin Lo!"


Kevin berusaha melepaskan tangan Farah dari rambut Amara tetapi tidak bisa Farah seperti orang kerasukan saat marah tenaganya sangat kuat.


"Farah lepasin Amara, gue yang salah bukan dia, gue bisa jelasin semuanya ini hanya salah paham,,"Kevin mencoba membujuk Farah, Farah tidak menggubris kata kata kevin sampai tiba tiba..


"lepas!!" suara tegas dan keras mengagetkan semunya,dengan kasar Ray melepaskan tangan farah.


"aau.."ringis Farah karena tanganya dihempaskan oleh Ray cukup keras.


saat melihat Kevin masuk kedalam ruangan Amara, entah kenapa hatinya terasa sakit lalu memutuskan untuk mencari minum diluar sambil menunggu Kevin pergi, setelah membeli minum dia kembali akan menemui Amara mungkin Kevin sudah pergi pikirnya,- tapi dari kejauhan dia mendengar suara keributan dari dalam ruangan Amara, Ray takut terjadi sesuatu dengan Amara, Ray pun berlari dan benar saja Ray melihat Farah menjabak rambut Amara.


Ray menarik Amara dalam pelukanya dan mengelus rambutnya


"it's oke, ada gue Lo nggak usah takut lagi!" Ray menenangkan Amara, Amara membalas pelukan Ray dan menyembunyikan wajahnya didada Ray, entah mengapa Amara merasa nyaman dan tenang berada dalam pelukan Ray.


sementara Farah dan Kevin dibuat melongo atas tindakan Ray.


"dia..bukanya dia asisten Kevin, kenapa dia membela perempuan itu? berani sekali dia berbuat kasar padaku!"batin Farah


"Ray..kenapa ray sepertinya sangat perduli dengan Amara bahkan dia berani memeluk Amara didepan gue!" batin Kevin, Kevin mengepalkan kedua tanganya.


"heh..Lo Ray kan,asisten pribadi kevin? berani beraninya Lo kasar sama gue, Lo nggak tau siapa gue?" ucap farah


Ray melepaskan pelukanya pada Amara dan menggandeng tangan Amara.


"ini bukan soal siapa Lo dan apa setatus Lo, tapi Lo udah melakukan penganiayaan disini, Lo itu perempuan, nggak seharusnya seorang perempuan perbuat sekejam itu!" jawab ray


" Lo nggak tau apa apa, perempuan kampungan ini udah berani menggoda Kevin!" teriak Farah sambil menunjuk Amara


"Lo yang nggak tau apa apa, sekali lagi gue liat Lo kasar sama Amara lo akan berhadapan sama gue!" nada bicara ray sangat tegas pandangan matanya sangat tajam, yang mampu membuat Farah sedikit menciut,


setelah mengucapkan itu Ray pergi dengan menggandeng Amara, Kevin mencekal tangan Ray


"kita perlu bicara!"ucap Kevin


"oke!"Ray melepas tangan Kevin tanpa melihat Kevin lalu pergi begitu saja.

__ADS_1


***kisah cinta Amara akan semakin seru ya gaees, jadi tetap beri dukungan pada kisah cinta amara biar makin semangat up nya🥰🥰***


__ADS_2