
Sesampainya ditempat tujuan Amara dibuat melongo oleh miko.ternyata bukanlah rumah makan kecil kecilan seperti yang dikatakan Miko. Tetapi sebuah resto dengan dua lantai. Lantai pertama ada dua konsep outdoor dan indoor lantai dua dibuat dengan konsep classy dengan interiornya dipenuhi lampu lampu gantung yang temaram.
Lebih luas dengan lebih banyak kursi dan sofa untuk para pengunjung."GRAHA RESTO" seperti namanya restoran ini cukup luas cocok sekali jika ingin memboyong keluarga makan bersama atau untuk acara berkumpul bersama teman. Apalagi terdapat konsep outdoor yang membuat pengunjung lebih segar.
Setiap hari resto ini tidak pernah sepi pengunjung. Selain makanannya yang enak harganya juga terjangkau.
"Sejak memasuki resto Amara dan Miko menjadi pusat perhatian. banyak pasang mata yang memuji ketampanan dan kecantikan mereka. Miko menunjukan setiap ruangan di resto itu. Juga memperkenalkan Amara pada pekerja yang lain. Setelah selesai Miko mengajak Amara untuk makan siang bersama di tempat yang berbeda.
Miko mengajak Amara untuk makan di sebuah kafe mewah.
_
_
Siang ini Ray dan pak Antoni ada meeting dengan client penting. Dan client tersebut mengajak bertemu di kafe xxx.
Seperti yang telah ditentukan Ray dan pak Antoni menuju kafe tersebut.
Sesampainya di kafe Ray dikejutkan seorang perempuan yang sangat ia kenal sedang makan siang bersama seorang lelaki tak jauh dari tempat duduknya.
Dengan sesekali terdengar tawa renyah dari Amara.
Ray tidak bisa fokus selama meeting berlangsung pikirannya terfokus pada Amara. Ya perempuan tersebut adalah Amara dengan seorang lelaki.
Meeting pun selesai. Ray mengantar pak Antoni sampai ke mobil. lalu meminta izin bahwa dia masih ada urusan yang ingin diselesaikan.
Ray kembali ke kafe untuk menemui Amara. Terlihat dari jauh Amara masih tertawa lepas bersama laki laki itu.
Dengan wajah tegas penuh amarah Ray menghampiri Amara.
"Amara!" Suara bariton Ray menggema memenuhi kafe tersebut. Lalu Amara berdiri begitupun Miko.
"Kak Ray! Kak Ray kok ada disini?"
"Kenapa kamu terkejut?
"Iyalah! Tadi kan kak Ray bilang ada di kantor eh taunya ada disini." Jawab Amara dengan tersenyum senang tanpa tau jika Ray sedang marah.
"Apa kamu kaget karena ketahuan jalan dengan lelaki lain?"
"Nggak kak, bukan begitu. Kenalin ini kak miko bos aku. Kak miko kenalin ini kak Ray pacar aku." Masih dengan senyum manis yang tak pernah pudar dari bibirnya Amara memperkenalkan Ray dan Miko.
"saya miko." Miko mengulurkan tangan pada Ray namun Ray hanya menatapnya tajam.
"Ayo pulang!" Ray menarik tangan Amara tanpa memperdulikan Miko yang masih mengulurkan tangan.
"Kak, sebentar aku pamit dulu sama kak miko."
__ADS_1
Miko mengejar Amara dan mencekal tangannya.
"Tolong jangan seperti ini saya yang salah." Ucap Miko.
Ray menatap tangan Miko yang memegang tangan Amara lalu menatapnya tajam. Sontak Miko melepas tangan Amara
"Saya yang salah, saya yang mengajak Amara makan siang." Ucap Miko kembali.
"Bagus kalau kamu sadar. Jadi jangan ikut campur!" Ray kembali menarik tangan Amara.
Amara terus memberontak hingga sampai di luar kafe Ray baru melepas tangan Amara.
"Kak Ray kenapa sih? Aku nggak suka ya atas sikap kakak terhadap kak miko. Kak miko itu bos aku kak. Dia sudah ngasih pekerjaan buat aku!"
"Pekerjaan? Pekerjaan apa. Kalian berdua makan bersama itu yang namanya pekerjaan?"
"Kak aku hanya makan siang!"
"Makan siang? Apa pantas seorang karyawan makan siang bersama bosnya? Lalu kenapa kamu tidak minta izin sama aku. Aku ini pacar kamu Amara, seharusnya kamu minta izin dulu."
"Iya benar kak Ray pacar aku. Dan seharusnya kak Ray yang bantu aku ketika aku ada masalah bukan orang lain." Ucap Amara sendu. Lalu pergi meninggalkan Ray. Ray sejenak terdiam merasa tertampar dengan ucapan Amara.
Kemudian tersadar dan mengejar Amara.
"Sayang tunggu aku minta maaf!" Ray mencoba menghentikan Amara.
"Sayang aku minta maaf. Aku cemburu, aku tidak bisa mengendalikan emosiku melihat kamu bersama lelaki lain. Aku cemburu melihat kamu bisa tertawa lepas bersama orang lain. Dan untuk masalah pekerjaan bukannya aku tidak peduli aku juga memikirkannya. Aku berencana akan membahas ini setelah kita bertemu. Tetapi kamu lebih dulu mendapat pekerjaan. Apa kamu mau memaafkan aku?" Ucap Ray sendu. Ray menarik Amara dalam pelukannya.
"Jangan marah marah lagi. Aku tidak suka!" Ucap Amara di sela sela pelukannya.
"Tidak akan. maafkan aku. Aku sangat merindukanmu sayang."
Ray mengajak Amara untuk kerumahnya. Karena mama ana selalu menanyakan Amara.
Begitu memasuki rumah kedatangannya langsung disambut oleh mama ana yang telah diberi kabar sebelumnya.
"Sayang..akhirnya Tante bisa bertemu kamu lagi. Kamu apa kabar?"
"Baik tante. Tante sendiri apa kabar?"
"Tante juga baik sayang. Apalagi sekarang ada kamu Tante sangat baik."
"Ayo masuk."
"Ma..aku titip Amara ya, aku harus kembali ke kantor."
"Jadi kakak kembali ke kantor?"
__ADS_1
"Iya sayang, nggak papa kan kamu sama mama dulu. aku janji akan cepat pulang." Ucap Ray dengan satu tangan kanannya membelai pipi Amara.
"Iya kak."
"I Love you..emuach." Ray tak sungkan sungkan menunjukan rasa cintanya di depan mama ana. Bahkan mencium kening Amara sebelum pergi.
"Ayo masuk sayang."
"Kamu mau langsung istirahat apa makan dulu?"
" Amara tadi sudah makan Tante!”
"Jangan panggil Tante dong, panggil mama saja ya, biar terbiasa."
"I..iya Tante. Eh maksudnya iya ma!" Mama ana tersenyum.
"Terbiasa? Apa maksudnya terbiasa?" Batin Amara.
"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat saja ya di kamar Ray. Ayo Mama tunjukan."
"Dikamar kak Ray ma? Bukannya di kamar tamu?"
"No!! Sekarang sudah berbeda." Lagi lagi Amara tercengang dengan ucapan mama ana.
"Berbeda? apa maksudnya berbeda?" Batin Amara lagi.
Begitu kamar Ray terbuka Amara dibuat melongo dengan kemewahan kamar Ray.
"Mama tinggal dulu ya nak, kamu istirahat."
Mata Amara sungguh dimanjakan dengan keunikan kamar mewah bak sultan.
Kamar mewah dengan desain khas modern klasik. Yang didominasi dengan warna putih, beige dan sentuhan warna gold dan coklat bermotif pada wallpapernya.
Ranjang besar ber headboard berwarna putih dan gold senada dengan wall panel pada sisi kiri dan kanannya.
Di sisi kiri ranjang terdapat kursi panjang untuk bersantai. Tak jauh dari ranjang Terdapat meja dan kursi untuk bekerja dan Tempat penyimpanan buku yang tertata apik.
Kamar mandi mewah dengan nuansa gold. Mulai dari lantai, pinggiran bathup, dinding sampai wastafel dan tiang tiangnya berlapiskan marmer marbel keemasan. Tak hanya itu, karena beberapa dinding juga terdapat corak hiasan emas,pun dengan frame kacanya yang berwarna emas mengkilap. yang menyatu dengan walk in closet langsung.
Setelah puas menjelajahi seisi kamar ray Amara memutuskan untuk membersihkan diri.
\*\*Hay readers maaf ya baru up author lagi sakit🙏🙏\*\*
\*\*\* happy reading🥰🥰\*\*
__ADS_1